Mengenal Pola Tidur Normal Pada Anak

Tahukah Anda bahwa saat anak tertidur aktivitas otaknya lebih tinggi daripada saat terbangun? Tidur pada anak ternyata bukan hanya sekedar cara untuk beristirahat tetapi juga termasuk aktivitas yang penting dalam perkembangan otak dan proses belajar. Terlebih lagi saat tiga bulan pertama otak bayi sedang berkembang pesat-pesatnya. Maka tidak heran bila bayi dan batita menghabiskan mayoritas waktunya dengan tidur.

Apa itu tidur?

Tidur merupakan keadaan sementara dari berkurangnya respon dan interaksi manusia terhadap lingkungan. Tidur sering dikatakan sebagai periode pemulihan di mana tubuh dan pikiran beristirahat, namun sebenarnya saat tidur terjadi aktivitas saraf dan psikologi yang sangat tinggi.Sehingga dapat dikatakan bahwa tidur bukan hanya sekedar periode istirahat tetapi juga periode tingginya aktivitas otak yang melibatkan fungsi luhur (higher cortical function).

Bagaimana pengaturan tidur dalam tubuh si kecil?

Dalam tubuh manusia terdapat 2 proses utama yang mengatur proses tidur :

  1. Proses homeostatis

    Proses homeostatis ialah mekanisme yang mendorong tubuh untuk tidur, mengatur durasi dan kedalaman tidur. Proses ini dipengaruhi oleh “hutang tidur” yang terakumulasi saat bangun. Sehingga dengan kata lain, semakin lama anak terbangun, semakin besar pula dorongannya untuk tidur.

  2. Proses sirkardian.

    Proses sirkardian seringkali juga disebut sebagai jam internal yang mengatur periode bangun dan tidur. Proses ini dipengaruhi oleh siklus gelap dan terang lingkungan melalui hormon melantonin yang dihasilkan oleh tubuh. Ritme jam internal manusia sebenarnya 25 jam, lebih lama daripada hitungan waktu satu hari. Namun yang menarik, ritme jam ini bisa diatur dan di singkronkan dengan lingkungan. Caranya adalah dengan mengenalkan pada anak paparan cahaya terhadap aktivitas : terang berarti bangun dan gelap berarti waktu istirahat. Hal ini bisa jadi strategi juga lho sebagai cara agar buah hati anda mudah tidur dengan nyenyak 🙂 simak terus ya..

https://fuzzyscience.wikispaces.com/
https://fuzzyscience.wikispaces.com/

Terkadang saya melihat anak saya tidur gelisah dan mudah terbangun namun adakalanya ia tidur secara lelap. Adakah sebenarnya perbedaan jenis dari tidur dan fungsinya?

Secara garis besar, tidur dibagi menjadi 2 yaitu REM (Rapid eye movement) dan NREM (Non Rapid eye movement). Masing-masing jenis tidur ini memiliki level kesadaran, respon, aktivitas otak dan kekuatan otot yang berbeda

  1. Tidur fase REM dikarakteristikan dengan pergerakan bola mata yang cepat, intensnya gelombang otak, ‘kelumpuhan’ otot dan mimpi. Saat direkam dengan EEG (electroencephalogram) atau alat pengukur gelombang otak, ternyata gelombang di fase ini sama seperti saat anak terbangun. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi luhur otak tetap aktif saat anak tidur di fase ini. Roffwarg (1966) pertama kali mempopulerkan bahwa tujuan utama dari tidur yang aktif ini ialah menstimulus perkembangan otak pada bayi baru lahir dan bayi muda yang periode bangunnya masih terbatas. Tidur REM juga diduga sebagai periode di saat otak mencerna gambar atau stimulus visual dengan memutarkannya lewat mimpi juga periode belajar dari pengalaman saat bangun.

  1. Tidur NREM berfungsi untuk pemulihan metabolisme tubuh, penyembuhan sel yang rusak dan pengaturan sistem imun untuk performa yang optimal. Berdasarkan pengukuran gelombang otak lewat EEG, tidur NREM ini dibagi menjadi 4 fase :

    – Fase 1 merupakan saat di mana anak mulai tidur lelap. Fase ini dicirikan dengan berkurangnya pergerakan tubuh, mengantuk, dan menurunnya respon anak terhadap stimulus. Fase ini masih dikatakan fase peralihan antara tidur dan bangun karena anak masih mudah terbangun.

    – Fase 2 kemudian mengikuti fase 1 secara cepat. Pada fase ini baru dikatakan tidur yang sebenarnya. Ciri-ciri fase ini ialah menurunnya gerakan mata, kekuatan otot, serta melambatnya denyut jantung dan pernafasan. Saat ini anak bisa bergerak bebas dan berubah posisi tanpa terbangun.

    – Fase 3 dan 4 hampir identik, secara kolektif disebut delta, tidur dalam atau tidur gelombang lambat (Slow wave sleep/SWS). Saat ini tubuh anak relaks, denyut jantung dan pernafasan melambat serta anak sulit dibangunkan.

Bagaimana Perubahan Pola Tidur Si Kecil dari waktu ke waktu?

Bayi baru lahir

  • Bayi baru lahir yang lahir cukup bulan menghabiskan sekitar 16-18 jam per hari untuk tidur. (7)

  • Durasi terlama tidur 2,5-4 jam. Sehingga tidak heran bila bayi tidur lebih sebentar namun sering.

  • Waktu tidur dan bangun yang tidak teratur.

  • Pada usia ini, proporsi tidur aktif (REM) dan tenang (NREM) hampir serupa.

  • Siklus tidur bayi muda belum efektif, sehingga saat ini bayi mudah terbangun.

Bayi usia 1-12 bulan

  • Proses regulasi tidur mulai mengalami pematangan

  • Sekitar usia 2-3 bulan, ritme sirkardian mulai muncul. Bayi mulai bisa diatur pola tidurnya melalui rangsangan cahaya lingkungan.

  • Waktu istirahat lebih banyak saat malam hari dengan waktu tidur yang lebih pendek

  • Saat memasuki usia pertamanya, secara umum anak tidur selama 14-15 jam per hari dengan proporsi terbesar saat malam hari.

  • Proporsi tidur REM berkurang menjadi 30-40% dari total waktu tidur. Sekitar usia 3 bulan, tidur mulai diawali dengan siklus NREM dan diakhiri dengan siklus REM.

Anak usia 1-5 tahun

  • Seiring dengan kematangan anak, kebutuhan waktu tidur menjadi berkurang, sekitar 13 jam untuk anak 2 tahun, 12 jam untuk anak 3-4 tahun dan 11 jam untuk anak 5 tahun.

  • Pada usia 1-2 tahun, anak masih melakukan tidur siang untuk mencukupi kebutuhan tidur. Rata-rata 1-2 kali sehari (biasanya saat pertengahan pagi dan awal sore). Lama-kelamaan kebiasaan ini berhenti diawali dari berhenti tidur di pagi hari lalu di sore hari.

  • Proporsi tidur NREM lebih besar dari REM

Baru-baru ini (Februari, 2015) National Sleep Foundation bersama dengan panel ahli dari berbagai disiplin mengeluarkan rekomendasi terbaru mengenai waktu tidur ideal dari berbagai umur. Rekomendasi tersebut bisa dilihat di gambar ini :

sleep hour
Kolom biru tua menunjukkan durasi tidur (dalam jam) yang disarankan. Kolom biru muda menunjukkan durasi tidur yang masih bisa ditolerir. Sedangkan kolom kuning menunjukkan durasi tidur yang tidak disarankan.

Bila ibu penasaran bagaimana caranya agar si kecil tidur nyenyak, silakan simak di tautan ini. Selamat mencoba 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

REFERENSI

1. R. E. Dahl. The development and disorders of sleep. Advances in Pediatrics,. 1998. p. 73–90.

2. Davis KF, Parker KP, Montgomery GL. Sleep in infants and young children. J Pediatr Health Care. 2004 Mar 1;18(2):65–71.

3. Dement, W. C. C, M. A. Normal human sleep: An overview. Principles and practice of sleep medicine. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich, Inc.; 1989. p. 3–13.

4. P. C. Zee FWT. Introduction to sleep and circadian rhythms. Regulation of sleep and circadian rhythms. New York: Marcel Dekker, Inc; 1999. p. 1–17.

5. Heraghty JL, Hilliard TN, Henderson AJ, Fleming PJ. The physiology of sleep in infants. Arch Dis Child. 2008 Nov;93(11):982–5.

6. Judith A. Owens. Sleep Medicine. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia: Elsevier Inc; 2011. p. 46–55.

7. Roffwarg HP, Muzio JN, Dement WC. Ontogenetic development of the human sleep-dream cycle. Science. 1966 Apr 29;152(3722):604–19.

8. H.H. Bauchner RHA. Sleep problems in childhood. Current Problems in Pediatrics. 1993. p. 147–70.

9. National Sleep Foundation Recommends New Sleep Times [Internet]. [cited 2015 Feb 13]. Available from: http://sleepfoundation.org/media-center/press-release/natioanl-sleep-foundation-recommends-new-sleep-times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *