Bisakah rasa sakit saat melahirkan dikurangi secara alami?

Jika anda ingin melakukan persalinan secara normal, Anda mungkin akan mengkhawatirkan rasa sakit yang akan anda rasakan saat proses melahirkan. Berikut ini adalah sederet pilihan pengurang rasa sakit alami yang dapat dilakukan, mulai dari teknik-teknik yang dapat Anda latih di rumah sampai perawatan untuk mengurangi rasa sakit. Apa saja pilihannya?

Pijat

Pijatan lembut akan merangsang pelepasan hormon endorfin, pengurang rasa sakit alami di tubuh kita, membuat tubuh memperoleh relaksasi. Mintalah pasangan Anda memprektekkan teknik pijat ini sebelum masa persalinan. Rasa sakit di punggung bagian bawah dan bokong akan bereaksi pada tekanan yang kuat. Saat kontraksi, pijatan di bahu akan mengurangi ketegangan. Komunikasi adalah kunci: katakan pada pasangan apa yang Anda butuhkan, dan ingatlah di hari H situasinya mungkin berbeda.

Melahirkan dengan hipnotis

Program persalinan ini mengombinasikan relaksasi dengan visualisasi dan hipnosis diri sederhana. Metode ini membantu Anda melepaskan rasa takut dan menghantarkan Anda pada satu kondisi relaksasi mendalam saat persalinan, dan Anda dapat mengatasi setiap kontraksi yang membuat kelahiran si kecil kian dekat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa waktu persalinan ibu hamil yang melakukan hypnobirthing akan lebih pendek, lebih sedikit pula diintervensi dengan obat-obatan, termasuk obat bius.

Teknik pernapasan

Bernapas perlahan dan teratur selama kontraksi adalah cara terbaik untuk memfokuskan pikiran dan mengurangi ketegangan. Mengambil napas adalah semacam refleks alamiah tubuh, jadi berkonsentrasilah pada pernapasan. Merespon rasa sakit dengan menahan napas (insting alami) akan menghambat aliran oksigen dan membuat otot-otot menjadi tegang. Dengan berlatih pernapasan ritmis sebelum persalinan akan membantu Anda fokus pada pernapasan.

Mesin TENS

Mesin TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) adalah sebuah perangkat yang mentransmisikan denyut listrik yang bertujuan untuk menghambat sinyal rasa sakit mencapai otak. Kabel mesin TENS akan dihubungkan ke bantalan yang dipasang di punggung Anda. Alat ini efektif digunakan dalam persalinan awal, hingga kini diketahui tidak mendatangkan efek samping, dan membuat Anda lebih bebas bergerak. Meski demikian, bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang melibatkan 712 wanita hamil di Inggris meunjukkan bahwa penggunaan TENS tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap nyeri.

Melahirkan dalam air

Air hangat bagus untuk persalinan, berefek menenangkan otot dan membantu Anda untuk rileks. Sedangkan kondisi mengapung alami akan menopang tubuh Anda dan mengurangi tekanan pada tulang belakang dan panggul. Dengan demikian, Anda dapat lebih bebas bergerak tanpa merasa kelelahan. Selain itu, Anda juga akan menikmati perawatan khusus karena Anda tidak akan ditinggalkan sendirian di kolam. Kolam untuk melahirkan tersedia di hampir semua rumah sakit yang memiliki fasilitas waterbirth. Anda harus menunggu saat persalinan tiba atau saat leher rahim sudah terbuka sampai 5 cm untuk dapat menggunakan kolam di rumah sakit. Belum ditemukan adanya peningkatan risiko infeksi karena melahirkan dalam air dan refleks ‘menyelam’ alami si kecil menghentikan si kecil menarik napas ketika bersentuhan dengan air. Suhu kolam harus dijaga maksimal 37,5 C agar tidak terlalu panas bagi Anda dan membuat si bayi stres. Meski demikian, American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) belum merekomendasikan persalinan dengan metode ini karena belum adanya cukup bukti untuk menunjang aspek ilmiahnya.

Birth Partner

Birth partner, seperti suami, dapat membantu Anda mengatur napas, memijat, atau membantu Anda masuk ke dalam kolam bila memilih metode waterbirth.

Anda mungkin tidak ingin menggunakan obat bius karena ingin menikmati pengalaman melahirkan di setiap detiknya. Tetapi Anda harus ingat, persalinan tidak dapat diperkirakan, sehingga tetaplah bersiap diri bila harus dilakukan intervensi berupa induksi atau operasi sesar.

Depok, 10 Januari 2017

Referensi :

  1. Kate M Levett, et al. 2016. Complementary Therapies for Labor and Birth Study: A Randomised Controlled Trial of Antenatal Integrative Medicine for Pain Management in Labor. Sydney. Australia.

  2. Christin Roberts, et al. 2004. Pain Relief for Labour for Women Having Their First Baby. University of Sydney. Australia.

  3. Lesley Dixon, et al. 2013. The Emotional and Hormonal Pathways of Labour and Birth: Integrating Mind, Body, and Behaviour. New Zealand College of Midwifes. Australia.

  4. Smith CA, et al. 2006. Studies on Hypnosis for Childbirth. Departement Obstetric and Gynecology. University of Adelaide. Australia.

  5. Collins CT, et al. 2007. Complementary and Alternative Therapies for Pain Management in Labor. Medical School North. Australia.

  6. Joseph R Wax, et al. 2016. Immersion in Water During Labor and Delivery. Women’s Health Care Physicians. The American College of Obstetricians and Gynecologist. Washington.

  7. Carrol D, et al. 2001. Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation in Labour Pain: A Systematic Review. London.

  8. Jones L, et al. 2012. Pain Management for Women in Labour – An Overview. Cochrane Library

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *