Naluri Bayi untuk Bertahan Hidup

Bayi dilahirkan dengan serangkaian keterampilan yang menakjubkan untuk membantunya bertahan hidup dan mendorong Anda untuk merawatnya. Terbukti tangan mungil dan tangis kerasnya sangat bermanfaat sehingga orang tua mau repot mengerjakan hal sulit untuk si kecil. Si kecil pun dilahirkan dengan serangkaian refleks primitif yang dapat kita temui dalam masa evolusi manusia. Meski kini kegunaannya bervariasi, beberapa refleks itu penting untuk bertahan hidup.

Refleks Primitif

Bayi dilahirkan dengan sekitar 70 refleks primitif. Yang paling mudah dikenali adalah refleks mencari-cari dan mengisap yang dibutuhkan bayi untuk mencari makanan. Sentuhlah pipinya, si kecil pun akan menoleh dan mencari-cari makanan, entah itu susu ASI ataupun susu formula, kemudian secara otomatis si kecil akan mengisap. Gerak refleks Morro (atau terkejut) terjadi ketika bayi dikejutkan oleh suara atau gerakan: ia akan menarik kepala ke belakang, merentangkan lengannya, kemudian menarik lagi lengannya ke arah tubuhnya. Yang menggemaskan adalah refleks menggenggam ketika Anda meletakkan jari di telapak tangan si kecil, ia akan menggenggamnya erat dan tak akan melepasnya. Kemudian ia akan memegang erat rambut dan pakaian Anda. Ketika Anda memegang si kecil dalam posisi tegak lurus dan telapak kakinya di permukaan yang rata, kakinya akan refleks menginjak. Bayi memang belum dapat berjalan di tahap ini, tetapi ia sudah memiliki pengetahuan tentang cara berjalan dan akan ia latih saat tubuhnya sudah lebih kuat.

Refleks yang dilakukan bayi sehat mengindikasikan bahwa sistem sarafnya berfungsi dengan baik, dan sistem saraf ini akan diperiksa oleh dokter ketika si kecil dilahirkan. Di minggu dan bulan selanjutnya, refleks itu akan menghilang perlahan dan si kecil akan mempelajari cara mengontrol gerakan. Sebelum Anda menyadarinya, si kecil sudah pandai mengambil biskuit dan bergerak mengeksplorasi dunianya.

Tahukah Anda?

  • Di dalam air, bayi baru lahir dapat menahan napas dan menggerakkan anggota tubuhnya seperti berenang. Tapi jangan lakukan ini di rumah! Refleks menyelam dan berenang ini hanya untuk bertahan hidup, bukan berarti si kecil sudah pandai berenang.

  • Beberapa refleks mempunyai kegunaan lebih dari satu: selain untuk bertahan hidup, refleks menggenggam juga untuk menumbuhkan ikatan, membuat orangtua merasa dicintai anaknya. Refleks mengisap juga menjadi sumber kenyamanan bagi si kecil.

  • Anak-anak terlahir untuk aktif bergerak, melambaikan tangan, dan berlarian. Para ahli menemukan bukti bahwa anak-anak yang masih memperlihatkan gerak refleks primitif sebaiknya melakukan lebih banyak latihan fisik. Anak-anak seperti ini mungkin terlalu banyak menghabiskan waktunya di kereta atau kursi bayi.

  • Refleks primitif mengindikasikan bahwa bayi adalah passive parent clingers, artinya bayi memang terlahir dengan keinginan dipeluk erat. Di tahun 1970, penelitian di Kolumbia menggunakan teknik perawatan ‘kanguru’ terhadap bayi lahir prematur. Penelitian itu memperlihatkan bayi-bayi tersebut berkembang baik ketika dipeluk erat dan mengalami sentuhan kulit dengan kulit.

Referensi :

  1. Yasuyuki Futagi, et al. 2012. Review Article : The Grasp Reflex and Moro Reflex in Infant: Hierarchie of Primitive Reflex Response. Department of Pediatric of Neurology. Japan.

  2. DI Zafireiou. 2000. Plantar Grasp Reflex in Infant during the First Year of Life. Pediatric Neurology. Vol 22, no 1 pp 75-76

  3. AA Jakobovits. 2009. Grasping Activity in Utero: A Significant Indicator of Fetal Behaviour. The Role of Grasping Reflex in Fetal Ethology. Journal of Perinatal Medicine, vol 37 no 5 pp 571-572

  4. JM Schot and NM Rossor. 2003. The Grasp and Other Primitive Reflex. Journal of Neurology and Psychiatri. Vol.74 no. 5 pp 558-560

  5. JJ Volpe. 2008. Neurological Examination: Normal and Abnormal Features. Neurology of The New Born. Pp 121-153, Saunders, Philadelphia, USA.