Obat Batuk Pilek Bayi

Orangtua mungkin paling pening saat bayinya sakit. Termasuk saat si kecil terkena batuk. Terlebih lagi bila batuk ini disertai demam, pilek dan sulit bernafas. Tidak jarang orangtua terburu-buru berobat ke dokter untuk minta obat atau minta “diuap”. Namun, tahukah ayah bunda bahwa obat batuk pilek yang dijual bebas tidak disarankan untuk anak <4 tahun?

Efek Obat Batuk Pilek Pada Bayi

Obat batuk pilek sampai saat ini masih banyak dijual di pasaran. Orangtua dapat membeli obat ini tanpa membutuhkan resep dari dokter. Contohnya ialah obat-obatan yang mengandung :

  • Antitusif (obat yang menekan rangsang batuk) seperti dextromethorphan dan pholcodine
  • Ekspektoran (pengencer dahak) seperti guaifenesin dan ipecacuanha
  • Dekongestan (pelega hidung) seperti efedrin, oxymetazoline, phenylephrine, pseudoefedrin dan xylometazoline
  • Antihistamin (brompheniramine, chlorphenamine, diphenhydramine, doxylamine, promethazine and triprolidine)

Biasanya obat batuk pilek mengandung campuran dari beberapa kandungan di atas. Obat-obatan ini sebenarnya relatif aman digunakan untuk orang dewasa. Namun, setelah diteliti, ternyata penggunaan obat batuk pilek pada bayi dan anak sebenarnya kurang bermanfaat. Bahkan, dapat beresiko buruk untuk kesehatan. Adapun resikonya dapat berdampak pada kesakitan dan kematian anak akibat keracunan zat-zat tersebut bila diberikan secara sering dalam waktu yang lama. Sehingga, bulan Oktober 2008, FDA (The Food and Drug Administration) menghimbau untuk tidak memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas pada anak di bawah 4 tahun. Saat anak berusia 4-6 tahun, obat batuk pilek ini bisa diberikan setelah mendapatkan resep dari dokter. Baru setelah 6 tahun, obat batuk pilek ini aman digunakan tanpa resep dokter tetapi orangtua tetap harus mengikuti dosis yang tertera pada kemasan.

Lalu, bagaimana jika bayi saya batuk pilek?

Ayah bunda tidak perlu khawatir, batuk pilek biasanya sembuh dalam waktu 5-7 hari, tergantung kekebalan tubuhnya. Memang bayi mungkin akan lebih rewel. Namun, selama bayi sakit usahakan agar ia:

  • Istirahat dengan cukup. Sebaiknya hindari bepergian ke tempat yang jauh agar bayi tidak kelelahan
  • Terhidrasi dengan baik. Caranya dengan terus memberinya ASI atau minum.
  • Biasakan anggota keluarga untuk mencuci tangan agar menghindari penularan kuman
  • Kalau ada, gunakan humidifier bila udara di rumah anda tergolong kering. Mengalirkan shower air hangat juga dapat membuat udara lembab dan membuat nyaman pernafasan bayi. Saluran nafas yang kering dapat menjadi media yang subur untuk virus berkembang biak.

Anda juga dapat mengatasi gejala batuk pilek pada bayi ini sendiri di rumah lho.

  • Hidung tersumbat : berikan tetes hidung yang mengandung garam saline (NaCl). Garam saline berfungsi untuk mengencerkan lendir. Biasanya tetes hidung ini tersedia di toko obat/farmasi tanpa perlu resep dokter. Bila tidak tersedia, orangtua boleh gunakan air hangat yang bersih. Setelah itu, gunakan pengisap atau cotton bud untuk mengeluarkan lendirnya. Cara ini aman dan cukup efektif untuk dilakukan pada bayi.
  • Hidung berair : cukup lap atau keluarkan dengan alat pengisap. Obat antihistamin (CTM, loratadine, cetirizine) tidak membantu untuk batuk pilek karena virus. Namun, bisa mengatasi hidung berair karena alergi.
  • Batuk : saat bayi batuk, orangtua bisa menggunaan obat batuk yang dibuat sendiri di rumah.
    Bayi 3 bulan-1 tahun : Berikan air hangat dan jernih (air putih hangat, jus apel) dengan dosis 5-15 ml diberikan 4x sehari saat batuk. Jangan berikan madu pada anak dibawah 1 tahun karena dapat beresiko menyebabkan infeksi botulism. Bila bayi Anda masih dibawah 3 bulan, hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
    Anak di atas 1 tahun : gunakan madu 2-5 ml seperlunya. Madu dapat mengencerkan lendir dan mengurangi batuk. Bila tidak ada madu, Anda bisa gunakan sirup jagung. Dari penelitian yang melibatkan 300 anak, didapatkan hasil bahwa madu yang diberikan sebelum tidur pada anak usia 1-5 tahun yang mengalami batuk dapat mengurangi batuk dan membuat tidur anak lebih nyenyak. Selain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa madu lebih baik dari obat batuk manapun untuk mengurangi keparahan dan frekuensi batuk pada malam hari.

Jadi, tidak perlu buru-buru ke apotik untuk mencari obat batuk pilek untuk bayi yah…Bila batuk pilek tidak kunjung sembuh, silakan hubungi dokter.

Agustina Kadaristiana, dr.

01/29/2016

Referensi

1. Gunn VL, Taha SH, Liebelt EL, Serwint JR. Toxicity of Over-the-Counter Cough and Cold Medications. Pediatrics. 2001 Sep 1;108(3):e52–e52.
2. 2009 TPJM. Cough and cold remedies no longer recommended for children under six years [Internet]. Pharmaceutical Journal. [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.pharmaceutical-journal.com/news-and-analysis/news/cough-and-cold-remedies-no-longer-recommended-for-children-under-six-years/10244795.article
3. Coughs and Colds: Medicines or Home Remedies? [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Coughs-and-Colds-Medicines-or-Home-Remedies.aspx
4. Choices NHS. Colds, coughs and ear infections – Pregnancy and baby guide – NHS Choices [Internet]. 2015 [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/coughs-colds-ear-infections.aspx
5. Ashkin E, Mounsey A. A spoonful of honey helps a coughing child sleep. J Fam Pract. 2013 Mar;62(3):145–7.

One thought on “Obat Batuk Pilek Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *