Omega 3 dan 6: Investasi Nutrisi Untuk Anakku

Akhir akhir ini sudah banyak penelitian yang membuktikan peran omega 3 dan omega 6 terhadap kecerdasan anak. Kedua zat gizi ini telah lama dikenalkan sebagai zat yang penting untuk perkembangan otak. Siapa sangka, mendapatkan sumber nutrisi ini sangatlah mudah. Sayangnya menurut DR dr Ratna Djuwita, MPH, Pengajar dan Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, kadar asupan asam lemak omega-3 dan omega 6 di makanan orang Indonesia masih rendah, terutama pada anak-anak. Untuk itu, moms yang bijak perlu tahu tentang Omega 3 dan 6 ini. Sebelum kita lanjut, yuk kita lihat dulu apa sih Omega 3 dan Omega 6 itu? (1)

Sekilas tentang Omega 3 dan 6

Omega 3 dan 6 merupakan asam lemak berantai tidak jenuh ganda  (Polyunsaturated Fatty Acid/PUFA) atau biasa disebut asam lemak esensial karena tidak bisa diproduksi di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kita harus mencukupi kebutuhan zat ini dari makanan.

Kenapa sih omega tiga dan enam ini penting untuk tubuh ? Tumbuh kembang anak memerlukan nutrisi yang baik. Karbohidrat dan protein diperlukan untuk anak bertumbuh besar dan tinggi. Selain itu, anak juga memerlukan lemak untuk pertumbuhan otaknya karena 60% massa otak manusia adalah lemak. Jenis lemak yang penting untuk otak adalah lemak esensial yaitu Omega tiga dan enam. Perlu diingat oleh moms, kalau omega 3 dan 6 ini berguna untuk tubuh, di sisi lain lemak trans seperti pada fast food, jeroan, dan makanan berminyak tidak baik untuk kesehatan loh karena bisa menghambat kerja Omega 3 dan 6.Kalau tadi kita sudah mengenal apa itu omega tiga dan enam, sekarang mari kita lihat beberapa manfaat omega 3 dan 6: (2)

  1. Perkembangan Otak

Omega 3 dan 6 PUFA rantai panjang menyumbang 20% dari masa otak kering. Asam lemak ini sangat mempengaruhi pertumbuhan sel otak dan komunikasi sel. Penelitian membuktikan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi omega 3 lebih tinggi memiliki anak yang IQ, kemampuan motorik dan verbalnya daripada ibu yang rendah konsumsi  Omega 3.(3)

2. Meningkatkan performa belajar

Dr. Richardson (2012) dari studi DOLAB (DHA Oxford Learning and Behavior) melakukan penelitian dengan memberikan suplementasi DHA 600 mg/hari dan placebo selama 16 minggu ke 360 anak sehat dari usia 7-9 tahun. Ternyata, hasil riset membuktikan bahwa terdapat peningkatan signifikan dari kemampuan membaca dan daya ingat pada anak(3)

3. Membentuk sistem penglihatan

30-50% sel retina mata harus dibentuk dari Omega 3 DHA. Pada fase awal pertumbuhan, kekurangan DHA bisa mengurangi fungsi sel retina sampai lebih dari 1000x lipat. Defisiensi omega 3 bisa menyebabkan rabun senja serta cacat pada fungsi penglihatan, spasial dan atensi.(3)

4. Mengurangi gejala ADHD dan gangguan koordinasi

Penelitian dari Richardson dkk(2002) menyebutkan bahwa adanya perbaikan gejala yang signifikan pada anak dengan disleksia, dispraksia, dan atau gejala ADHD setelah diberikan suplemen Omega 3 jenis EPA dan DHA. Hal ini didukung oleh hasil riset Bloch dan Qawsmi (2011) yang menyebutkan bahwa Omega 3 dari minyak ikan efektif mengurangi gejala ADHD.(3)

Sumber Omega 3 dan 6

Omega 3

Omega 3 dibagi menjadi dua kelompok, Omega 3 rantai pendek dan rantai panjang. Omega 3 rantai pendek (ALA) dapat ditemui di sayuran hijau, rumput laut, beberapa jenis kacang dan biji-bijian (flaxseed, walnut, dan canola). Sedangkan Omega 3 rantai panjang seperti EPA dan DHA terkandung di dalam ikan laut. Namun, kita perlu hati-hati dalam memilih makanan laut. Hal ini disebabkan tercemarnya perairan laut oleh zat berbahaya seperti merkuri dan dioxin. Oleh karena itu, penting diketahui jenis ikan apa saja yang aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya.(34)

Menurut Dr. Richardson, ikan yang mengandung tinggi merkuri ialah ikan yang hidup di perairan dalam. Berdasarkan data dari FAO/WHO, ikan yang beresiko mengandung zat berbahaya ialah marlin, big eye tuna, orange roughty, hiu, swordfish , king mackarel,, alfonsino dan pacific bluefin tuna. Sedangkan ikan yang paling aman dan sehat untuk dikonsumsi ialah ikan kembung, ikan teri, sardine, minyak ikan kod, mackarel, salmon, redfish dan kepiting. (34)

Omega 6

Seperti Omega 3, Omega 6 juga terbagi menjadi 2 kelompok : rantai pendek dan panjang. Omega 3 rantai pendek (LA/Asam Linoleat) terdapat pada minyak sayur, kacang-kacangan, biji, dan gandum. Sedangkan Omega 6 rantai panjang seperti AA (Asam Arakidonat) terkandung dalam produk hewani seperti daging, telur, ayam, susu, keju dan yoghurt. (3)

Kandungan Omega 3 dan 6 tidak bisa saling menggantikan. Karena konsumsi yang tidak seimbang malah bisa membahayakan tubuh. Seperti fenomena pola makan modern yang terjadi di barat saat ini, di mana masyarakatnya lebih banyak mengkonsumsi produk hewani yang mengandung Omega 6. Hasilnya, Omega 6 AA terlalu banyak menimbulkan reaksi radang, pembekuan darah dan penyempitan pembuluh darah. Padahal dengan konsumsi Omega 3, ketiga proses ini dapat diseimbangkan. Sehingga penting sekali menjaga proporsi konsumsi Omega 3 dan 6 dalam rasio serendah mungkin (1:1).(35)

Sumber :

  1. Raharjo W. Asupan Lemak Esensial Anak2012. Available from: http://m.readersdigest.co.id/article/mobArticleDetail.aspx?mc=005&smc=002&ar=114.
  2. Center TFA. Essential Fatty Acid 2014. Available from: http://www.thefoodadvicecentre.co.uk/reference/fats/essential-fatty-acids/.
  3. Richardson A. The Importance of Nutrition for Mental Health2012.
  4. James D. Rish and Benefits of Seafood Consumption. FAO. 2013;108(Rome):28.
  5. AP Simopulous. The importance of the ratio of omega-6/omega-3 essential fatty acids. Pubmed. 2002;56(8)(Washington):365-79.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *