P3K Anak di Rumah: Tersedak

Sebagai ibu dari dua bocah laki-laki, tentunya bagi saya menjadi hal yang cukup biasa untuk mendengar keduanya beradu mulut, atau kompak memohon makanan kesukaan (baca: coklat) hingga berebutan makanan atau mainan. Sering juga keduanya bermain kejar-kejaran hingga salah salah satunya terjatuh. Terkadang hingga ada yang terluka. Anakku yang kedua saat ini masih berusia 1 tahun 6 bulan, usia yang sedang hobi-hobinya bereksplorasi dengan barang baru, dan di masukkan ke dalam mulut. Beberapa kali bahkan saya mendapati ia tersedak mainan kecil saat bermain di rumah kawan.

Kecelakaan pada anak yang terjadi di rumah atau lingkungan rumah mungkin sudah tidak asing lagi terjadi pada setiap anak, tidak hanya di indonesia, tapi di seluruh dunia, dan seringkali hingga memerlukan bantuan dokter untuk menanganinya. Pada tahun 2010 tercatat 25 juta anak berkunjung ke Unit Gawat Darurat di Amerika Serikat, dan penyebab tertinggi anak dibawa ke UGD adalah akibat kecelakaan dan keracunan (1). Di Australia, kecelakaan merupakan penyebab utama kematian dan merupakan penyebab kedua terbanyak setelah penyakit saluran napas pada anak usia 0-14 tahun (2).

Kecelakaan adalah kerusakan pada tubuh yang disebabkan saat tubuh mausia dihadapkan pada energi dengan jumlah yang melebihi batas toleransi tubuh, atau dapat mengakibatkan kurangnya satu atau lebih elemen yang vital bagi tubuh, misalnya oksigen (3). Kecelakaan terdiri dari 2 jenis, yaitu kecelakaan yang disengaja (intentional injury) dan kecelakaan yang tidak disengaja (unintentional injury). Penting bagi orang tua untuk mengetahui apakah kecelakaan yang terjadi pada anak disengaja atau tidak. Sebab, kecelakaan yang tidak disengaja sebenarnya dapat diprediksi dan dapat dicegah dengan menggunakan perhatian akan keselamatan dengan cukup. Beberapa kecelakaan yang sering terjadi pada anak antara lain:

  1. Tersedak (choking)
  2. Transportasi (transportation)
  3. Tenggelam (drowning)
  4. Jatuh (Falls)
  5. Terbakar (burns)
  6. Keracunan (poisoning)

Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hal-hal diatas adalah mengenai pengetahuan, perilaku, dan juga keterampilan. Anak-anak dibawah usia 5 tahun bergantung pada orang lain untuk menjaga keamanannya. Kurangnya pengetahuan pada orang yang menjaga anak kecil dapat meningkatkan terjadinya kecelakaan yang tidak disengaja (2). Sehingga, sangat penting bagi orang tua untuk memiliki pengetahuan mengenai pentingnya menyediakan lingkungan yang aman bagi anak. Lalu, apa saja penjelasan lebih detilnya mengenai masing-masing kecelakaan dan bagaimana penanganannya yang penting untuk diketahui para orang tua/ pengasuh anak?

Pada bagian ini, kita akan membahas mengenai tersedak atau choking. Apa yang sebenarnya terjadi saat anak kita (atau bahkan kita sendiri) tersedak? Sebelum kita tahu lebih lanjut mengenai bagaimana tersedak bisa terjadi, tentunya kita perlu memahami apa yang senantiasa terjadi pada bagian belakang mulut kita setiap waktu. Udara yang masuk melalui hidung (atau mulut) akan mengalir ke paru-paru, dan makanan yang kita makan akan masuk ke lambung, semuanya melalui satu saluran yang sama, yaitu faring (throat), sebelum akhirnya terpisah yang menjadi saluran yang menuju ke paru-paru (trakea)dan yang menuju ke lambung (esofagus). Nah, bagaimana makanan dan udara senantiasa bisa masuk ke tujuan yang tepat? Alhamdulillah, sungguh beruntungnya kita karena ternyata ada katup yang disebut sebagai “epiglotis”. Epiglotis berfungsi seperti pintu. Ia akan bersepon saat kita mengunyah makanan dengan menutup trakea, sehingga makanan yang kita telan akan mengalir ke lambung melalui esofagus.

Gambar 1. Apa yang terjadi pada epiglotis saat kita makan

http://kidshealth.org/image/ial/images/4621/4621_image.png

 

Pada beberapa keadaan, seperti saat anak (atau kita) tertawa atau kaget saat makan, epiglotis dapat tidak menutup dengan sempurna, sehingga sebagian makanan dapat masuk ke dalam saluran napas dan menyumbat pernapasan. Nah, pada saat ini anak sedang dalam keadaan “tersedak”. Perasaan yang dialami saat tersedak tentunya sangat tidak nyaman, apalagi bila yang menyebabkan tersedak berukuran besar, sehingga menyebabkan sulit bernapas. Secara alamiah, tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan benda yang masuk ke saluran napas dengan cara “batuk”, namun hal ini akan sulit dilakukan pada kondisi tersedak oleh benda yang besar, sehingga membutuhkan bantuan orang lain.

Sebagai salah satu dari 5 besar penyebab kematian utama pada anak yang tidak disengaja pada anak usia dibawah 5 tahun (4), pengetahuan untuk penanganan tersedak sangatlah penting bagi orang tua dan pengasuh anak. Beberapa hal yang penting untuk menjadi catatan adalah:

  • anak usia dibawah 5 tahun adalah yang paling berisiko untuk tersedak
  • tersedak tidak hanya terjadi oleh makanan, tapi juga oleh mainan atau peralatan rumah tangga yang kecil (ukuran diameter trakea anak kira-kira sebesar sedotan air minum, sehingga bayangkan bila benda seperti popcorn menyumbat saluran seukuran sedotan, tentunya anak tidak dapat bernapas dan dapat mejadi fatal).
  • Apabila kejadian tersedak terjadi, penting bagi orang di sekitarnya untuk mengetahui penanganannya, dan cara terbaik adalah dengan pencegahan.

Apa saja yang dapat menyebabkan anak tersedak?

1. Makanan yang dapat membahayakan

Jangan memberikan makanan yang bulat dan keras pada anak usia dibawah 4 tahun. Karena bila anak tidak dapat mengunyah makanan dengan sempurna, mereka pastinya akan menelannya bulat-bulat, dan ini merupakan penyebab utama tersedak pada anak. Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari:

  • hot dog
  • kacang-kacangan
  • daging atau keju
  • anggur bulat
  • permen yang keras
  • pop corn
  • sayuran mentah
  • buah-buahan yang keras seperti apel
  • permen karet

2. Barang-barang rumah yang dapat membahayakan

Pastikan benda-benda ini jauh dari jangkauan anak-anak:

  • balon yang belum ditiup
  • koin
  • kelereng
  • mainan dengan bagian yang kecil
  • mainan yang seluruh bagiannya dapat masuk ke mulut anak
  • bola kecil
  • pulpen atau alat tulis lain
  • baterai
  • obat-obatan

Apa yang perlu kita lakukan untuk dapat mencegah dan menangani tersedak?

  1. Pelajari RJP (Resusitasi Jantung Paru) untuk bantuan hidup dasar
  2. Jauhkan hal-hal yang dapat menyebabkan tersedak
  3. Pastikan anak selalu makan sambil duduk. Sehingga mereka fokus untuk makan dan tidak makan sambil lari, tidur, atau bermain.
  4. Potong makanan kecil-kecil untuk anak
  5. Selalu temani anak saat makan
  6. Perhatikan anak bila makan bersama anak yang lebih besar, karena anak yang lebih besar sering kali memberikan makanan tanpa paham bahwa anak kecil belum mampu memakannya
  7. Jauhkan mainan yang kecil dan berbahaya, dan simpan alat-alat rumah tangga di tempat aman
  8. Periksa barang-barang dirumah dan di selipan kursi apakah ada barang kecil yang terselip
  9. Jangan pernah membiarkan anak bermain dengan koin dan baterei

Lalu, apa yang harus kita lakukan bila kita menjadi orang terdekat anak yang mengalami kejadian tersedak?

Saat benda asing masuk ke dalam saluran napas, anak akan bereaksi dengan batuk, sebagai upaya untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Menurut Konsil Resusitasi UK, batuk spontan merupakan manuver/cara terbaik dan lebih aman dibandingkan dengan manuver apapun yang dilakukan oleh penolong. Namun demikian, bila anak tersedak hingga tidak bisa batuk ataupun batuk tetapi tidak efektif (tidak dapat mengeluarkan benda asing tersebut), saluran napas dapat tersumbat total dan anak akan menjadi kekurangan oksigen. Pada saat tersebut, bantuan aktif untuk mengeluarkan benda asing menjadi diperlukan, namun harus dilakukan dengan cepat dan percaya diri .

Apabila mendapatkan anak dengan kemungkinan tersedak, yang perlu dilakukan adalah pastikan dahulu bahwa anak tersebut benar-benar tersedak. Tanda umum dari tersedak adalah(5,6):

  • ada yang melihat kejadian tersedak
  • batuk atau tampak kesulitan bernapas, terdengar suara mengi (wheezing) atau mengorok (stridor)
  • kejadian terjadi dengan cepat
  • sebelumnya sedang makan atau bermain dengan benda kecil

Setelah itu, lihat kondisi anak, apakah anak dapat batuk dengan efektif atau tidak. Ciri-ciri batuk efektif dan tidak efektif:

Batuk tidak efektifBatuk efektif
Tidak dapat bicaraMenangis atau dapat berespon verbal (bicara)
Batuk dengan tidak bersuaraBatuk keras
Tidak dapat bernapas
Dapat menarik napas sebelum batuk
Wajah membiru
Kulit wajah tampak normal
Anak tidak sadarkan diriBerespon secara penuh

Berikut ini adalah alur penanganan anak dengan tersedak:

Gambar 2. Alur Penanganan Anak Tersedak

Untitled

Kondisi anak saat tersedak

  • Jika anak dapat batuk dengan efektif, tidak perlu melakukan tindakan luar. Biarkan anak untuk batuk hingga benda asing keluar, dan monitor secara berkala
  • Jika anak batuk secara, atau menjadi tidak efektif tentukan tingkat kesadaran anak. Cara menentukan tingkat kesadaran anak:
    Tepuk anak dan tanyakan dengan keras : “Apa kamu baik-baik saja?” Bisa tanyakan nama anak, jika anak sudah dapat berbicara. Jika anak responsif, ia akan menjawab, bergerak, atau menangis.
    Jika terdapat lebih dari 1 penolong, maka segera cari bantuan, telepon nomor darurat yang diketahui.

Anak tersedak dengan kondisi sadar

  • Jika anak masih sadar namun tidak dapat batuk atau batuk tetapi tidak efektif, berikan tekanan perut (abdominal thrust/ heimlich maneuver). Cara ini akan membuat “batuk buatan” dengan meningkatkan kenanan di dalam dada dan mengeluarkan benda asing.
  • Pada bayi usia kurang dari 1 tahun, berikan tepukan pungung diikuti dengan tekanan dada (chest compression).
  • Jangan lakukan heimlich manuver pada bayi dibawah 1 tahun, karena dapat menyebabkan cedera liver (hati) pada bayi

Cara melakukan tepukan punggung

  • Pangku anak dalam kondisi telungkup dengankepala di bawah, agar gaya gravitasi dapat membantuk mengeluarkan benda asing
  • Penolong harus dapat memangku dengan posisi yang aman
  • Tahan kepala anak dengan 1 tangan, dengan posisi jari jempol pada satu sisi rahang dan dua atau tiga jadi lainnya pada sisi rahang lainnya
  • Pastikan jangan sampai menekan jaringan dibawah rahang, karena dapat memperparah sumbatan jalan napas

Gambar 3. Cara memberikan tepukan punggung bayi

ChokingBaby
http://www.childhealthslough.com/html/img/ChokingBaby.jpg
  • berikan 5 tepukan punggung dengan cepat dan kuat di belakang dada
  • Tujuan yang ingin diraih adalah untuk dapat mengeluarkan benda asing. Bila sebelum 5 perukan benda asing sudah keluar, tepukan dapat dihentikan
  • Apabila tepukan punggung gagal untuk mengeluarkan beda asing tersebut, dan anak masih dalam kondisi sadar, gunakan tekanan dada.

Tekanan dada pada bayi dibawah 1 tahun

  • Posisikan bayi dalam keadaan terlentang dalam pangkuan secara aman, dengan cara meletakkan tangan di sepanjang punggung bayi dan telapak melingkari kepala bayi
  • Identifikasi tanda wilayah untuk tekanan dada ( dibawah garis puting bayi)

Gambar 4. Lokasi untuk memberikan tekanan dada

h9991484_001
http://www.webmd.com/parenting/baby/cpr-for-infants-positioning-your-hands-for-chest-compressions
  • Berikan 5 kali tekanan dada. Penolong melakukan kompresi setidaknya sepertiga dari kedalaman dada, atau sekitar 4 cm. Lakukan kompresi dengan menggunakan 2 jari.
  • Tekanan dada ini dilakukan dengan pasti dan lihat respon setiap kali setelah melakukan tekanan.

Tekanan perut pada anak usia lebih dari 1 tahun:

  • Berdiri atau pangku anak dari belakang. Letakkan tangan dibawah lengan anak dan lingkari pinggangnya
  • kepalkan tangan diantara umbilikus dan xiphosternum
  • Dekap tangan yang dikepalkan, dan tarik dengan kuat ke arah atas dan dalam

Gambar 5. Cara melakukan Tekanan Abdominal pada anak.

CRC_abdominal_thrusts_standing
http://www.merckmanuals.com/media/professional/figures/CRC_abdominal_thrusts_standing.gif

Gambar 6. Lokasi melakukan tekanan perut

fig5-2
http://www.medtrng.com/cls2000a/lesson_5_perform_first_aid_to_cl.htm
  • Dapat diulangi hingga 4 kali
  • Pastikan tidak menekan prosesus xiphoideus atau iga bawah karena dapat menyebabkan trauma
  • Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengatasi sumbatan jalan napas, sehingga dapat dihentikan bila sumbatan sudah teratasi

Setelah melakukan tekanan perut atau dada, periksa kembali kondisi anak:

  • Jika objek tidak dapat dikeluarkan dan anak masih sadar, lanjutkan tepukan punggung dan tekanan perut (pada bayi kurang dari 1 tahun) atau abdominal (pada bayi lebih dari 1 tahun)
  • Panggil, atau kirim pesan, untuk mencari bantuan jika pada saat itu bantuan belum datang
  • Jangan tinggalkan anak pada kondisi ini

Jika objek dapat dikeluarkan, perhatikan kondisi klinis anak. Perhatikan apakah masih ada kemungkinan ada bagian dari objek tersebut yang masih tertinggal di saluran napas, karena hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi.

Bila anak tersedak dan tidak sadar atau menjadi tidak sadar, lakukan tindakan penyelamatan resusitasi jantung paru seperi yang diterangkan di halaman berikut ini. Jangan lupa hubungi tenaga kesehatan medis untuk pertolongan lebih lanjut.

Titania Nur Shelly, dr, MARS

 ibu dari 2 anak sholeh dan ceria

Referensi:

  1. Wier LM, Yu H, Owens PL, Washington R. Overview of Children Emergency Department, 2010. In: Healthcare cost and Utilization Project. Statistical Brief #157; 2013. p. 5. diunduh dari: http://www.hcup-us.ahrq.gov/reports/statbriefs/sb157.pdf (Rabu, 25 Maret 2015).

  2. Richard J,Leeds M, Kidsafe WA. Child Injury Overview 2012. diunduh dari: https://www.iccwa.org.au/useruploads/files/child_injury_review_and_consultation.pdf. (Rabu 25 Maret 2015).

  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Protect the Ones You Love: Child Injuries are Preventable. Atlanta: 2012. diunduh dari: http://www.cdc.gov/safechild/NAP/background.html. (Rabu, 25 Maret 2015).

  4. Department of Health. Choking Prevention for Children. Revised: July, 2014. diunduh dari: https://www.health.ny.gov/prevention/injury_prevention/choking_prevention_for_children.htm (Rabu, 25 Maret 2015)

  5. American Academy Pediatrics. Choking Prevention and First Aid for Infants and Children. 2006. diunduh dari: http://www.huntsvillepediatrics.com/images/choking_2009_aap.pdf. (Kamis, 26 Maret 2015)

  6. Resusication Council (UK). Paediatric Basic Life Support. In: Resucitation Guidelines 2010. Diunduh dari: https://www.resus.org.uk/pages/pbls.pdf. (Jumat, 27 Maret 2015)

  7. Berg MD, Schexnayder SM, Chameides L, et al. Prom the American Academy of Pediatrics Special Report Pediatric Basic Life Support 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resucitation and Emergency Cardiovascular Care. PEDIATRICS Journal; 2010:126. diunduh dari: http://pediatrics.aappublications.org/content/126/5/e1345.full (Sabtu, 28 Maret 2015)

  8. Gupta, RC. Choking. Reviewed: September 2014. Diunduh dari: http://kidshealth.org/kid/watch/er/choking.html#.

4 thoughts on “P3K Anak di Rumah: Tersedak

  1. Dear dr.mums,
    Kemarin ini Anak saya yg berumur 2thn3bln bermain terompet kertas (spt terompet thn bru) yg dibeli Daritukang balon keliling, tiba tiba ketika sdg meniup terompet Anak saya menangis Dan spt Ada yg masuk ke tenggorokan nya, Dan pda akhirnya muntah , dan dimuntahan anak saya tsb ada darah , saya khawatir sekali , saya coba tnya anak saya dya blg gak ada yg ketelan dan gak sakit katanya, anak saya setelah itu ceria saja , makan dan minum spt biasa , saya sgt khawatir dan masih kepikiran apakah ada benda yg ketelan atau hanya kesogok saja saat ia tiup terompet nya , apakah saya harus bawa anak saya ke dr ?
    Mohon saran nya ya doctor mums

    Terimakasih byk

    1. Salam hangat untuk ibu miranty,
      Bisa jadi darah tersebut dari iritasi atau gesekan terompet mainan tadi ibu. Yang paling dikhawatirkan dari tersedak ialah apabila benda asing masuk ke saluran nafas. Berhubung saluran nafas & saluran makan terhubung di faring, jadi ada kemungkinan benda yg dimasukkan dari mulut masuk ke saluran nafas. Ciri-cirinya seperti yg sudah disebutkan di tulisan ya bunda, batuk-sesak nafas, dsb. Namun, kalau benda tersebut dimuntahkan, dan setelah itu anak tidak ada masalah pernafasan, kemungkinan besar benda tsb tidak masuk ke saluran nafas ya, dan sudah keluar karena muntah tadi. Setelah muntah ada baiknya diberi banyak minum lalu jgn lupa diperhatikan kondisi anaknya. Iritasi tersebut sebenarnya dapat pulih sendiri, namun ada baiknya periksa ke dokter untuk memastikan saluran nafas dan cerna baik-baik saja.. Semoga membantu ya bunda..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *