Pedoman Pemberian ASI

ASI merupakan jenis makanan awal terbaik bagi bayi. Bagi ibu yang memutuskan memberi ASI eksklusif, ada beberapa pedoman dalam pemberian ASI. Pedoman ini akan turut menentukan kelancaran produksi ASI.

  1. Bulatkan niat, tekad dan keyakinan untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi Anda. Jauh hari sebelum melahirkan, Anda harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa Anda mampu dan akan memberi ASI eksklusif pada bayi Anda. Sebab, ASI merupakan makanan paling sempurna bagi tumbuh kembangnya.
  2. Segeralah berikan ASI begitu bayi Anda lahir. Hindari bayi mengenal susu botol terlebih dahulu daripada ASI. Sebelum persalinan, baik normal maupun sesar, katakana pada dokter ataupun bidan bahwa Anda akan memberikan ASI eksklusif pada bayi. Bisa juga Anda meminta fasilitas rawat gabung, dimana Anda dan bayi berada dalam ruang yang sama sehingga memudahkan pemberian ASI.
  3. Sambil menyusui, tataplah matanya, bicaralah padanya, dan sentuhlah dengan lembut anggota-anggota tubuhnya. Dengan begitu, berarti Anda sedang merangsang fungsi-fungsi panca indranya sedini mungkin. Hal ini akan membantu proses pertumbuhan dan pematangan fungsi organ-organnya. Anda pun sesungguhnya sedang membangun fondasi ikatan batin antara seorang ibu dan anak.
  4. Konsumsilah makanan dan minuman yang bergizi. Jauh-jauh hari sebelum kelahiran, pemenuhan gizi lengkap dan berimbang seharusnya telah menjadi gaya hidup Anda. Pada wanita yang tidak menyusui, kebutuhan kalorinya sekitar 1.800 kalori per hari. Sementara bagi wanita menyusui, butuh tambahan sekitar 500 kalori. Dengan begitu, kebutuhan kalori per hari menjadi sekitar 2.300 kalori. Apalagi jika anak dilahirkan kembar, tentu kebutuhan kalorinya pun bertambah.
  5. Perbanyak menghadirkan momen-momen kebahagiaan dan hindari stres. Suasana hati yang bahagia menjalani hari-hari bersama bayi, membuat tubuh ibu merespon secara positif pula. Dengan begitu, berpengaruh pada produksi ASI. Sebaliknya, jika hati selalu diliputi stress, akan berdampak kurang baik bagi metabolism tubuh. Produksi ASI pun terganggu. Selain itu, setumpuk perasaan stress yang terbawa saat memberikan ASI akan membuat rangsangan Anda pada bayi tidak akan berjalan secara optimal. Padahal rangsangan itu penting untuk mematangkan fungsi-fungsi organ tubuhnya.
  6. Tidur dan istirahat yang cukup. Kondisi tubuh yang bugar karena cukup istirahat, turut menentukan produksi ASI Anda. Lebih baik Anda mengambil waktu tidur saat anak juga sedang tidur. Kemudian, segera bangun begitu bayi merengek minta disusui. Seiring berjalannya waktu dan pulihnya kondisi pasca persalinan, biasanya jam tidur bayi akan semakin teratur.
  7. Jika Anda terserang penyakit flu, teruskan pemberian ASI kepada bayi. Kerap kali muncul kekhawatiran ketika ibu-menyusui terserang flu, bayinya akan tertular. Seharusnya Anda tetap memberikan ASI dengan memakai masker. Perlu diingat, dalam ASI terdapat zat antibody yang mampu melindungi bayi dari infeksi saluran napas.
  8. Dukungan suami melalui breastfeeding father sangat membantu kelancaran ASI. Peran dan keterlibatan aktif suami memberikan dukungan moral dan emosional kepada Anda dan bayi dalam pemberian ASI, turut menentukan kadar emosi kebahagiaan Anda.
  9. Sebelum usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi cukup dengan diberi ASI eksklusif. Namun, begitu genap usia 6 bulan, ASI hanya cukup memenuhi 60-70% kebutuhan gizi bayi. Bayi perlu diperkenalkan dengan makanan tambahan di luar ASI, meski pemberian ASI tetap dilanjutkan. Kebutuhan gizi yang meningkat itu karena tubuh bayi kian besar. Aktivitas yang mampu dilakukannya pun mulai beragam, sehingga membutuhkan energy yang lebih besar pula.

Depok, 30 Maret 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Health WA Team. 2014. Breastfeeding and Breast Care. Western Australia : Departement of Health, Women and Newborn Health Service
2. Hilmani, Baljit Kaur, et al. 2011. Effect of Initiation of Breastfeeding within one hour delivery on Maternal-Infant Bonding. Nursing and Midwifery Research Journal. Sukhmani College of Nursing. Panjab
3. Keating, Curtis, et al. 2013. Maternal Milk Volume and Breast milk Expression : Implication for Diet and Nutrition in Infant. University of Minnesota. Wageningen Academic Publisher
4. Saria, Syeda, et al. 2014. Nutritional Status and Breast feeding Practice among Mothers Attending Lactation Management Centre. Research Article. Pediatric International Journal. IBIMA Publisher
5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *