Penyakit Celiac (Celiac Disease)

Penyakit celiac (celiac disease) ialah penyakit turunan dimana seseorang tidak dapat mengkonsumsi makanan mengandung gluten. Gluten ialah protein yang ditemukan pada makanan olahan gandum, rye dan barley seperti tepung terigu, roti, kue, biskuit, dll. Pada penyakit Celiac, sistem tubuh penderita penyakit ini akan menyerang sel tubuh yang sehat bila mengkonsumsi gluten. Hal ini akan menimbulkan kerusakan pada organ terutama usus halus.

141
Usus penderita penyakit celiac

Apa Penyebab Penyakit Celiac?

Belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit Celiac. Namun, diduga faktor genetik dan lingkungan memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit ini. Sehingga bila ada keluarga yang mengidap penyakit Celiac, ada kemungkinan gen penyakit tersebut diturunkan ke generasi berikutnya. Satu-satunya faktor lingkugan yang mencetuskan gejala penyakit celiac adalah gluten.

Seberapa sering Penyakit ini terjadi?

Penyakit celiac umum terjadi pada orang Eropa dan Amerika Utara. Namun, saat ini penyakit celiac mulai terdeteksi di populasi orang Afrika, Timur Tengah dan Asia. Di Indonesia penyakit celiac masih jarang terjadi.

Penyakit celiac bisa terdeteksi di usia berapapun. Namun, penyakit ini jarang terjadi pada manula (di atas 60 tahun. Gejala klasik penyakit ini biasanya mulai terlihat pada anak usia 9-18 bulan.

Apa Gejala Penyakit Celiac?

Orang yang mengidap penyakit celiac bisa saja tidak menunjukkan gejala setelah mengkonsumsi gluten. Namun, pada umumnya gejala yang muncul setelah terpapar gluten berupa :

  • Diare kronis
  • Perut kembung
  • Nyeri perut
  • Tidak nafsu makan
  • Muntah
  • Berat badan sulit naik
  • Badan terasa lemah
  • Gizi kurang atau gizi buruk

Selain itu, terdapat gejala di luar saluran pencernaan, seperti :

  • Anemia (kurang darah) karena gangguan penyerapan besi dan folat dari usus halus
  • Pendarahan akibat gangguan penyerapan vitamin K
  • Osteoporosis karena kekurangan kalsium, vitamin D
  • Gangguan saraf seperti kelemahan otot dan baal
  • Gangguan kulit, disebut juga dermatitis herpetiformis, yaitu munculnya bruntus-bruntus yang gatal di punggung tangan dan kaki, punggung, bokong, kepala dan leher.
  • Gangguan hormonal seperti terlambat haid, infertilitias dan impoten

Meskipun jarang, pada penderita penyakit ini bisa terjadi gejala yang mengancam jiwa seperti lemah, diare akut hebat, perut yang amat kembung, dehidrasi berat, tekanan darah turun, gangguan keseimbangan elektrolit dan lemah.

Bagaimana mendiagnosis penyakit celiac?

Diagnosis penyakit celiac ditegakkan dari gejala, pemeriksaan fisik dan penunjang. Tes darah yang digunakan untuk mengetahui penyakit ini ialah tes anti TTG-IgA (Transglutainasi Imunoglobulin A). Tes ini berfungsi untuk mendeteksi antibodi terhadap gluten. Bila hasilnya positif, pemeriksaan biopsi jaringan mungkin dibutuhkan untuk memastikan diagnosis penyakit celiac. Pada pemeriksaan ini, dokter akan meneropong saluran pencernaan Anda lewat endoskopi. Setelah itu, jaringan sel usus akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.

Apa terapi penyakit celiac?

Bila Anda didiagnosis mengalami penyakit Celiac, pengobatan utama yang paling efektif ialah diet bebas gluten seumur hidup. Anda perlu menghindari makanan apapun yang mengandung gandum, rye, barley seperti yang terdapat pada tepung terigu, tepung gandum, mi, roti, kue, keripik, dsb. Untungnya, nasi, ubi, singkong atau kentang yang menjadi makanan pokok di Indonesia tidak mengandung gluten. Begitu juga lauk pauk seperti ikan, daging, ayam juga sayur dan buah.

Diet bebas gluten perlu konsultasi dan pengawasan dari ahli gizi karena Anda mungkin beresiko kekurangan vitamin B, kalsium, zat besi, magnesium dan serat.

Pada penderita yang sulit menjalani diet bebas gluten atau gejala penyakit celiac tetap muncul setelah diet mungkin dibutuhkan obat penurun kekebalan tubuh. Golongan yang umum digunakan ialah kortikosteroid.

Apa komplikasi dari Penyakit Celiac?

Resiko penyakit Celiac yang dikhawatirkan ialah kanker. Kerusakan dari sel tubuh secara jangka panjang dapat menyebabkan keganasan pada saluran pencernaan seperti kanker mulut, kerongkongan, esofagus, pankreas sampai usus.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/17/2015

Referensi

1. Ivor D Hill, MD. Diagnosis of celiac disease in children. Uptodate. 2015 Oct 22;
2. Ivor D Hill, MD. Management of celiac disease in children. Uptodate. 2014 Jun 30;
3. Celiac Sprue: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. 2015 Sep 17 [cited 2015 Nov 17]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/171805-overview
4. Gujral N, Freeman HJ, Thomson AB. Celiac disease: Prevalence, diagnosis, pathogenesis and treatment. World J Gastroenterol WJG. 2012 Nov 14;18(42):6036–59.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *