Perkembangan Bahasa Anak

Perkembangan Bahasa Anak dan Tanda Waspadanya

Masa balita merupakan masa krusial perkembangan bahasa anak. Dua tahun pertama kehidupan anak atau yang disebut sebagai periode emas (golden period) merupakan saat otak anak berkembang dengan sangat pesat. Saat anak memasuki usia dua sampai lima tahun, perkembangan bahasa anak juga masih berada di puncak-puncaknya.

Bahasa dan bicara ialah dua hal yang amat terkait. Bahasa dapat diungkapkan secara verbal (bicara), melalui gerakan, atau tulisan. Bicara membutuhkan koordinasi yang baik antara otot lidah, bibir, rahang dan pita suara untuk menghasilkan suara.

Bagaimana otak anak memproses bahasa dan bicara?

Kemampuan bahasa anak dibagi menjadi kemampuan bahasa ekspresif (bicara) dan reseptif (pemahaman). Area di otak yang bertanggung jawab terhadap kemampuan bahasa bernama Broca dan Wernicke. Area Broca penting untuk kemampuan bicara. Area Broca terletak di otak depan sebelah kiri, berkaitan dengan area motorik yang mengontrol otot-otot untuk bicara. Sedangkan area Wernicke penting untuk kemampuan memahami bahasa lisan dan tulisan. Area Wernicke terletak di otak sebelah kiri dekat dengan telinga.

tumblr_inline_n22p0tHu2a1ruyaki

Saat anak membaca tulisan atau mendengar orang berbicara, informasi tersebut akan sampai ke area Wernicke. Setelah itu, informasi akan diproses di area otak yang lain dan diteruskan ke area Broca. Pada area Borca, informasi diubah menjadi pola suara (sound pattern). Pola suara ini diteruskan ke area motorik di otak untuk mengaktifkan otot-otot wajah dan lidah. Dari sinilah anak dapat menghasilkan kata-kata untuk diucapkan.

Bagaimana perkembangan bahasa anak yang normal?

Perkembangan bahasa anak bisa jadi berbeda antara satu anak dengan yang lain. Namun, pada umumnya perkembangan bahasa anak mengikuti kaidah seperti ini:

Usia 3 bulan

  • Bereaksi terhadap suara keras
  • Tersenyum saat diajak berbicara
  • Menjadi tenang saat menangis dengan mendengar suara orang tuanya (bayi mampu mengenali suara orang tuanya)
  • Tersenyum saat melihat orang tuanya
  • Menangis dengan cara yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda
  • Cooing (mengoceh dengan mengeluarkan suara seperti “aaah” atau “uuuh”)
Perkembangan bahasa anak : Cooing
Perkembangan bahasa anak : Cooing

Usia 4-6 bulan

  • Mengikuti suara dengan pandangan matanya
  • Memperhatikan mainan yang berbunyi
  • Bereaksi terhadap perubahan nada suara orang tuanya saat berbicara
  • Babbling (mengucapkan kata kombinasi antara vokal dan konsonan secara berulang-ulang seberti ba-ba-ba, ma-ma-ma, pa-pa-pa)
  • Tertawa
  • Mulai mengeluarkan bunyi p, b, m
Perkembangan bahasa anak : Babbling
Babbling

Usia 7 bulan – 1 tahun

  • Senang main cilukba
  • Menengok dan melihat ke arah sumber suara
  • Mendengarkan saat diajak bicara
  • Mengerti kata-kata yang umum seperti gelas, sepatu, jus
  • Mampu mengikuti perintah sederhana (misal “kesini”)
  • Berkomunikasi dengan gerakan (gesture) seperti melambaikan tangan atau menunjuk
  • Meniru kata-kata yang terdiri dari 2-3 suku kata
  • Bisa mengucapkan satu atau dua kata yang bermakna saat usia 1 tahun (misal “mama”, “papa”)

Usia 1-2 tahun

  • Mengetahui beberapa anggota tubuh dan dapat menunjuk bagian tersebut dengan benar
  • Mengikuti perintah sederhana (“ambil bola”) dan mengerti pertanyaan sederhana (“dimana sepatumu?”)
  • Senang dengan cerita, lagu dan irama sederhana
  • Dapat menunjuk gambar di dalam buku dengan benar
  • Dapat membentuk kalimat sederhana (terdiri dari 2 kata, misal “mau makan”)
    Pada usia 18 bulan perbendaharaan kata anak yang bermakna : 10-15 atau lebih

Usia 2-3 tahun

  • Dapat membentuk kalimat yang terdiri dari 2 sampai 3 kata
  • Mampu mengucapkan k, g, f, t, d dan n dengan jelas
  • Tidak ada lagi echolalia maupun jargon. (Echolalia maksudnya anak dapat mengulang ucapan sama persis namun tidak mengerti artinya. Sedangkan jargon ialah membuat istilah sendiri yang hanya ia mengerti)
  • Mengetahui umur dan jenis kelamin
  • Menghitung 3 objek dengan benar
  • 75-90% ucapannya dimengerti oleh orang lain selain orang tua dan keluarganya
  • Pada usia 2 tahun perbendaharaan kata anak yang bermakna : 50-100 atau lebih

Usia 3-4 tahun

  • Dapat membentuk kalimat yang terdiri dari 3 sampai 6 kata
  • Mampu menjawab pertanyaan “Siapa?” “Apa?” “Di mana?” “Mengapa?”
  • Bercerita tentang kegiatannya selama di daycare, sekolah atau rumah temannya
  • Dapat berbicara dengan mudah tanpa harus mengulang suku kata atau kata
  • 90-100% ucapannya dimengerti oleh orang lain selain orang tua dan keluarganya
  • Pada usia 3 tahun perbendaharaan kata anak yang bermakna : 400 atau lebih

Usia 4-5 tahun

  • Dapat membentuk kalimat yang terdiri dari 6-8 kata
  • Bercerita tentang satu topik pada satu waktu sampai topik tsb selesai
  • Memperhatikan cerita pendek, kemudian mampu menjawab pertanyaan sederhana mengenai cerita tsb
  • Mampu mengucapkan hampir semua huruf dengan jelas (kecuali l, s, r, v, z, ch, ch, th)
  • Menghitung 10 objek dengan benar
  • Dapat menyebutkan 4 warna
  • Menggunakan susunan kalimat seperti orang dewasa (adult grammar)
  • Pada usia 5 tahun perbendaharaan kata anak yang bermakna : 2000 atau lebih

Kapan saya harus khawatir mengenai perkembangan bahasa anak saya?

Tahapan perkembangan bahasa anak yang telah dijabarkan adalah acuan umum dan setiap anak bisa berbeda. Namun, Anda perlu waspada jika anak Anda mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

Usia 1 tahun

  • Kemampuan bahasa ekspresif: anak tidak babbling, tidak berusaha berkomunikasi dengan menunjuk atau gerakan lain.

Usia 1 tahun 3 bulan (15 bulan)

  • Kemampuan bahasa ekspresif: anak tidak dapat mengucapkan minimal 3 kata yang bermakna.
  • Kemampuan bahasa reseptif: anak tidak dapat menunjuk atau melihat ke 5-10 objek yang disebutkan oleh orang tua.

Usia 1,5 tahun (18 bulan)

  • Kemampuan bahasa ekspresif: anak tidak mengucapkan “mama”, “papa” atau nama lain.
  • Kemampuan bahasa reseptif: anak tidak dapat mengikuti perintah sederhana (misal “kesini”).

Usia 2 tahun

  • Kemampuan bahasa ekspresif: anak tidak menggunakan minimal 25 kata yang bermakna.
  • Kemampuan bahasa reseptif: anak tidak dapat menunjuk anggota tubuh atau gambar saat disebutkan.

Usia 2,5 tahun

  • Kemampuan bahasa ekspresif: anak tidak dapat membentuk 2 kata menjadi kalimat sederhana.
  • Kemampuan bahasa reseptif: anak tidak dapat merespon pertanyaan dengan mengangguk/menggeleng atau secara verbal.

Usia 3 tahun

  • Kemampuan bahasa ekspresif: anak tidak menggunakan minimal 200 kata, menjawab pertanyaan dengan echolalia, tidak meminta sesuatu secara verbal (tidak menyebutkan nama objek).
  • Kemampuan bahasa reseptif: anak tidak mengerti kata kerja, tidak dapat mengikuti perintah 2 langkah.

Pada usia berapa pun anak menunjukkan kemunduran atau kehilangan kemampuan bicara dan bahasa, padahal sebelumnya sudah sesuai tahapan perkembangannya.

Jika terdapat salah satu dari kondisi ini, sebaiknya segera bawa anak Anda ke klinik tumbuh kembang untuk diperiksa. Di klinik tumbuh kembang, anak Anda akan diperiksa oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter spesialis rehabilitasi medik dan psikolog.

Diana Andarini, dr. 

12/06/2015

Referensi

  1. Alexander K.C. Leung. Evaluation and Management of the Child with Speech Delay. Am Fam Physician. 1999 Jun 1;59(11):3121-3128. Cited from http://www.aafp.org/afp/1999/0601/p3121.html
  2. Maura R. McLaughlin. Speech and Language Delay in Children. Am Fam Physician. 2011 May 15;83(10):1183-1188. Cited from http://www.aafp.org/afp/2011/0515/p1183.html
  3. Jeffrey R. Binder, Julie A. Frost, Thomas A. Hammeke. Human Brain Language Areas Identified by Functional Magnetic Resonance Imaging. Journal of Neuroscience, 1 January 1997, 17(1): 353-362. Cited from http://www.jneurosci.org/content/17/1/353.full
  4. Sherwood L. Human physiology from cells to systems. Chapter 5 page 146-52. 2004. Thomson Learning, Inc, USA.
  5. Richard E. Behrman, Robert M. Kliegman, Ann M. Arvin. Editor edisi bahasa indonesia A. Samik Wahab. Ilmu kesehatan anak Nelson vol.1. Bab 10 halaman 55-64. 1999. Penerbit buku kedokteran EGC, Indonesia.
  6. NIDCD. Speech and Language Developmental Milestones. September 2010. Cited from http://www.nidcd.nih.gov/health/voice/pages/speechandlanguage.aspx
  7. Perkembangan Bahasa Bayi | Jalur Ilmu [Internet]. [cited 2015 Dec 6]. Available from: http://jalurilmu.blogspot.sg/2011/11/perkembangan-bahasa-bayi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *