Perlindungan Anti Nyamuk yang Aman Untuk Si Kecil

 Siapa sih yang tidak kesal dengan nyamuk? Apalagi kalau menggigit si kecil. Sudah kulitnya menjadi bentol, gatal, lalu anak menjadi rewel. Belum lagi kalau (jangan sampai) sang nyamuk menebarkan penyakit ganas seperti malaria atau demam berdarah. Bisa-bisa anak yang jadi korban terkena penyakit dari gigitan nyamuk ini. Memang perlindungan anti nyamuk banyak yang beredar di pasaran. Mulai dari lotion, kelambu, sampai gelang atau perangkat elektronik. Tapi mana ya yang efektif dan aman bila dipakai bayi dan anak?

Cara Alami Anti Nyamuk

Orangtua mungkin khawatir dan enggan memberi paparan bahan kimia terlalu banyak pada anak. Sehingga, memang cukup bijak bila orangtua mencoba cara alami untuk menghindari gigitan nyamuk. Mulai dari memberi perlindungan khusus pada anak sampai memperhatikan kebersihan lingkungan agar bebas nyamuk. Cara alami perlindungan anti nyamuk yang aman untuk buah hati misalnya :1–4

  • Memakaikan anak baju dan celana yang panjang saat ia keluar rumah atau tidur
  • Tidak membawa anak ke ruang terbuka atau ke luar rumah saat malam hari. Pada malam hari biasanya nyamuk sedang aktif-aktifnya mencari mangsa.
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menggunakan jaring anti nyamuk di roda dorong atau tempat tidur bayi
  • Memasang filter anti nyamuk di jendela
  • Menutup jendela atau pintu di malam hari
Anti Nyamuk Bayi
Kelambu Anti Nyamuk Bayi

Selain itu, penting juga untuk menjaga lingkungan tempat tinggal agar nyamuk tidak betah bersarang, seperti :

  • Mengurangi tempat nyamuk bersarang dengan menguras penampungan air seperti bak mandi, penampung air lemari es, dsb
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular
  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain

Cara-cara ini terutama dilakukan untuk perlindungan anti nyamuk pada bayi. Usaha ini juga biasanya cukup efektif bila di anak sedang berada di daerah yang tidak terlalu banyak nyamuk. Namun, bila cara ini kurang mempan, Anda mungkin perlu mempertimbangkan memberi perlindungan anti nyamuk yang lebih lanjut. Terlebih lagi bila sedang banyak kasus demam berdarah atau anak Anda sedang berada di daerah rawan malaria. Berikut ini kami akan mengulas satu per satu perlindungan anti nyamuk lanjutan yang aman dan efektif maupun yang tidak.

Lotion Anti Nyamuk

Saat ini banyak sekali lotion anti nyamuk yang dijual di pasaran. Bahan aktif pada lotion anti nyamuk di pasaran biasanya mengandung DEET, Picaridin, atau minyak dari tanaman (seperti citronella, cedar, eucalyptus dan kacang kedelai). Namun, tidak semua lotion anti nyamuk bisa digunakan pada anak. Kalaupun boleh digunakan, orangtua perlu tahu cara menggunakan yang benar agar aman digunakan.2,4,5

DEET (N,N-diethyl-3-methylbenzamide)

DEET merupakan komponen yang mungkin diketahui paling efektif melawan gigitan serangga termasuk nyamuk. DEET telah digunakan selama hampir 70 tahun dan sudah dijadikan standar produksi lotion anti nyamuk. DEET terdapat dalam berbagai produk dengan konsentrasi antara kurang dari 10% sampai 75%. Sebenarnya DEET yang lebih dari 30% tidak lebih efektif dari yang konsentrasinya lebih besar. Hanya saja semakin tinggi konsentrasinya, semakin lama perlindungannya terhadap nyamuk. Produk yang mengandung DEET <10% melindungi pemakai hanya dalam 2 jam. Sedangkan DEET 24% bisa melindungi anak sekitar 5 jam. Waktu perlindungan lotion ini lebih singkat bila penggunanya berenang, mandi, terkena hujan, berenang atau mengelap badan.4

DEET sudah diteliti aman digunakan anak usia 2 bulan atau lebih. Tetapi, DEET tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 2 bulan. The American Academy of Pediatrics memberi rekomendasi bahwa lotion lotion nyamuk untuk anak tidak boleh mengandung DEET >30% dan tidak boleh digunakan untuk bayi kurang dari 2 bulan. Hal ini disebabkan DEET bisa menimbulkan efek samping berupa dermatitis, reaksi alergi dan gangguan saraf meskipun jarang. 2,6Jadi, orangtua mesti mulai rajin membaca kemasan obat nyamuk yang dijual di pasaran ya..

Picaridin dan minyak dari tanaman lain

Tahun 2005, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan lotion nyamuk alternatif yang setara dengan DEET yaitu picaridin, obat oles nyamuk dari minyak eukaliptus lemon, atau 2% minyak kacang kedelai. Obat nyamuk ini memiliki waktu perlindungan yang setara dengan 10% DEET. 2

Picaridin ialah zat aktif yang berasal dari tanaman dan cukup efektif melawan nyamuk serta serangga lainnya. Zat ini tersedia dalam kadar 7,15 dan 20%. Keunggulannya Picaridin relatif lebih aman dari DEET, tidak mengiritasi kulit, tidak berbau dan tidak lengket. Meskipun begitu, belum ada penelitian jangka panjang tentang keamanannya pada anak. Sehingga orangtua hanya boleh memakaikan Picaridin pada anak di atas 2 tahun.2,4,7

Tanaman eukaliptus lemon telah banyak digunakan di Cina sebagai anti nyamuk. Zat aktif pada tanaman ini telah diakui efektif memberantas nyamuk oleh EPA (Environmental Protection Agency). Di pasaran, anti nyamuk ini tersedia dalam kadar 10-60%. Tanaman ini sebenarnya relatif aman meskipun ada laporan dapat mengiritasi kulit. Sebab itu anti nyamuk ini tidak boleh dioleskan dekat mata, wajah dan telapak tangan anak. Tanaman ini belum dites pada anak <3 tahun. Sehingga, anak dibawah 3 tahun tidak disarankan menggunakan anti nyamuk ini.4,5,7

Cara Menggunakan Lotion Anti Nyamuk Pada Anak

Setelah memilih lotion nyamuk yang cocok dan aman untuk si kecil, sekarang giliran kita belajar mengoleskan lotion yang aman pada anak. Berikut cara menggunakan lotion anti nyamuk pada anak yang aman :

  • Baca label serta ikuti petunjuk pemakaian dan kolom perhatian
  • Pastikan yang mengoles obat nyamuk adalah orang tua atau pengasuh. Sebaiknya jangan biarkan anak mengoles sendiri
  • Hanya oles lotion anti nyamuk di daerah yang tidak tertutup pakaian secara tipis. Mengoles tebal-tebal tidak akan menambah perlindungan dari lotion
  • Lotion boleh dioleskan tipis-tipis di wajah anak tapi hindari mengoles di sekitar mata, mulut
  • Hindari mengoles di kulit yang teriritasi, luka, terkena eksim atau telapak tangan anak. Selalu cuci tangan anak dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa lotion di tangan. Tujuannya agar lotion tidak terkena mata saat ia mengucek atau megusap wajah.
  • Bila menggunakan obat nyamuk spray, jangan menyemprot langsung pada wajah anak. Spray dulu pada tangan anda baru menyapukan ke kulit anak.
  • Jangan gunakan DEET yang dicampur sunblock sebab DEET bisa menurunkan efektifitas sunblock. Selain itu, penggunaan sunblock yang berulang bisa jadi menambah paparan DEET yang tidak perlu
  • Tidak perlu mengoleskan lotion anti nyamuk sering-sering
  • Bila perlindungan nyamuk sudah tidak diperlukan, selalu cuci kulit anak dengan sabun dan air.2,4,6

Permethrin Semprot

Permethrin merupakan zat sintetik yang menyebabkan kerusakan saraf pada serangga tetapi tidak pada manusia. Permethrin cukup efektif sebagai anti serangga termasuk nyamuk, lalat dan tungau merah (chigger). Cara kerjanya ialah dengan menyemprotkan pada baju, alat kemah atau sleeping bag tetapi tidak boleh disemprot langsung pada kulit. Setelah dispray pada kain, Permethrin harus ditunggu sekitar 30-45 detik sampai kering baru bisa digunakan anak. Satu kali semprot Permethrin bisa awet efeknya sampai dua minggu bahkan beberapa kali cuci. 2,4,6

Kelambu Berinsetksidia

Ayah ibu yang tinggal di daerah rawan malaria mungkin sudah tidak asing lagi dengan kelambu berinsekstisida. Biasanya pemerintah daerah membagikan kelambu ini secara gratis di Puskesmas. Seperti namanya, kelambu ini mengandung insektisida yang dapat mengurangi gigitan nyamuk, mematikan kepinding, kecoa dan serangga pengganggu lain yang kontak dengan kelambu. Di Afrika, kelambu ini dapat mengurangi angka kesakitan malaria 50% juga menurunkan kematian balita sampai 20%. Kelambu ini aman digunakan pada bayi, anak dan ibu hamil. Namun, memang perlu perawatan khusus agar kelambu tetap efektif. 8–10

Obat Nyamuk Semprot dan Bakar

Obat nyamuk semprot dan bakar, baik yang dinyalakan dengan api maupun listrik, sebaiknya tidak digunakan sebagai anti nyamuk bayi dan anak. Hal ini disebabkan polutan yang dihasilkan dari obat spray atau obat nyamuk bakar dapat menimbulkan penyakit akut maupun kronis pada anak. Sebagai contoh, asap atau spray anti nyamuk dapat mencetuskan asma, reaksi alergi, menimbulkan iritasi saluran nafas dan mata serta menimbulkan gangguan pernafasan di kemudian hari.

Perlindungan Anti Nyamuk yang Kurang Efektif

Di pasaran, banyak sekali produk yang mengklaim efektif memberantas nyamuk. Nyatanya, penelitian membuktikan produk-produk ini kurang efektif. Jadi, orangtua tidak perlu repot-repot keluar uang untuk membelinya. Produk tersebut diantaranya :

  • Minyak oles dari tanaman dari sandalwood dan geranium
  • Bawang putih, belerang mineral, tanaman cruciferous seperti brokoli, kubis, lobak, kembang kol yang dimakan
  • Suplemen vitamin
  • Anti nyamuk elektronik yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Dari 10 penelitian menyimpulkan bahwa alat ini tidak efektif dalam memberantas nyamuk sedikitpun.
  • Gelang anti nyamuk2,4

Kesimpulan

Perlindungan anti nyamuk yang paling aman terutama ialah cara manual tanpa lotion anti nyamuk kimia atau herbal. Namun, bila perlindungan alami kurang membuahkan hasil, orangtua bisa pertimbangkan pakai perlindungan anti nyamuk lanjutan. Perlu diingat bahwa lotion anti nyamuk apapun tidak boleh diberikan pada anak di bawah 2 bulan. Pilihan yang aman digunakan untuk anak di atas 2 bulan ialah DEET <30% dan Picaridin. Tanaman eukaliptus lemon boleh dipakai untuk anak di atas 3 tahun. Permethrin semprot juga efektif dan cukup aman digunakan pada anak asal tidak dikenakan langsung pada kulit. Kelambu berinsektisida pada daerah rawan malaria aman digunakan pada bayi, anak dan ibu hamil. Sedangkan metode lain seperti gelang anti nyamuk, anti nyamuk elektronik, bawang putih, minyak herbal lain terbukti tidak efektif dalam memberantas nyamuk.

Agustina Kadaristiana, dr.

Artikel ini telah direview oleh Hanifah Widiastuti, PhD

2015-12-16

Referensi

  1. DEMAM BERDARAH BIASANYA MULAI MENINGKAT DI JANUARI. Kemenkes [Internet]. 2015 Jan 8; Available from: http://www.depkes.go.id/article/print/15011700003/demam-berdarah-biasanya-mulai-meningkat-di-januari.html
  2. Choosing an Insect Repellent for Your Child [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Insect-Repellents.aspx
  3. Prevent Mosquito Bites. CDC [Internet]. Available from: http://www.cdc.gov/features/stopmosquitoes/
  4. Nancy L Breisch, PhD. Prevention of arthropod and insect bites: Repellents and other measures. Uptodate. 2015 Aug 3;
  5. Research C for DE and. Emergency Preparedness – Insect Repellent Use and Safety in Children [Internet]. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.fda.gov/Drugs/EmergencyPreparedness/ucm085277.htm
  6. Roger S. Nasci, Robert A. Wirtz, William G. Brogdon. Protection against Mosquitoes, Ticks, & Other Arthropods. CDC [Internet]. Available from: http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2016/the-pre-travel-consultation/protection-against-mosquitoes-ticks-other-arthropods
  7. 2015 the BMABL updated: F. Test your health IQ: Which bug repellents are safe for your child? [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.babycenter.com/0_test-your-health-iq-which-bug-repellents-are-safe-for-your-c_1242548.bc
  8. Nicholas Weinberg, Michelle S. Weinberg, Susan A. Maloney. Traveling Safely with Infants & Children. CDC [Internet]. Available from: http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2016/international-travel-with-infants-children/traveling-safely-with-infants-children
  9. Prevention C-C for DC and. CDC – Malaria – Malaria Worldwide – How Can Malaria Cases and Deaths Be Reduced? – Insecticide-Treated Bed Nets [Internet]. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.cdc.gov/malaria/malaria_worldwide/reduction/itn.html
  10. dr. Rita Kusriastuti, MSc. Pedoman Penggunaan Kelambu Berinsektisida Menuju Eliminasi Malaria. Kementeri Kesehat RI TAHUN 2011 [Internet]. 2011; Available from: dr. Rita Kusriastuti, MSc
  11. Balan, Saroja Dr. Are mosquito coils or plug-in repellents safe to use for my baby?. BabyCenter http://www.babycenter.in/x1050386/are-mosquito-coils-or-plug-in-repellents-safe-to-use-for-my-baby#ixzz3uukePFFE
  12. Liu W, Zhang J, Hashim JH, Jalaludin J, Hashim Z, Goldstein BD. Mosquito coil emissions and health implications. Environ Health Perspect. 2003 Sep;111(12):1454–60.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *