Puasa Bagi Ibu Menyusui

Puasa bagi ibu menyusui seringkali menjadi dilema tersendiri bagi para ibu. Satu sisi ibu menyusui ingin ikut beribadah puasa di bulan Ramadan.  Namun, di sisi lain ibu sering khawatir bila puasa dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Alhamdulillah, Allah SWT sendiri memberi keringanan ibu menyusui untuk membayar puasa atau fidyah di hari lain. Sehingga alangkah baiknya bila ibu mempertimbangkan kesehatan ibu dan bayi sebelum memutuskan untuk berpuasa. 1–3

Puasa Bagi Ibu Menyusui
Puasa Bagi Ibu Menyusui

Efek Puasa Bagi Ibu Menyusui pada ASI dan Janin

Sebenarnya telah cukup banyak penelitian tentang efek puasa terhadap kesehatan ibu menyusui, kualitas ASI dan janin. Namun, hasil yang didapatkan juga bervariasi sehingga keputusan boleh atau tidaknya berpuasa pada ibu menyusui dikembalikan pada kondisi kesehatan ibu masing-masing. Beberapa hasil penelitian yang menyebutkan puasa relatif aman misalnya :

  • Tidak ada perubahan yang signifikan terhadap volume, kandungan lemak, protein, laktosa, trigliserida dan kolesterol ASI sesaat dan sesudah Ramadhan4
  • Penelitian yang melibatkan 116 bayi usia 15 hari-6 bulan yang diberikan ASI ekslusif, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada kurva pertumbuhan bayi antara bayi ASI esklusif yang ibunya berpuasa Ramadhan dengan yang tidak5
  • Tidak ada efek samping buteki yang berpuasa terhadap parameter pertumbuhan bayi ASI eksklusif secara jangka pendek6

Sebaliknya, ada peneliti yang kurang menyarankan puasa pada ibu menyusui sebab :

  • Meskipun kandungan makronutrien (laktosa, lemak dan protein) relatif sama, kandungan mineral zinc, magnessium dan kalium pada ASI yang ibunya berpuasa berkurang secara signifikan.7
  • Berpuasa dapat mempengaruhi kondisi psikologis seperti mudah mengantuk, kurang konsentrasi, merasa lemah, sensitif mudah merasa gugup sampai cenderung agresif. Respon emosi seperti ini mungkin saja bisa mempengaruhi interaksi antara ibu dan bayi saat berpuasa meskipun sampai saat ini belum ada penelitian yang melihat hubungan tersebut.8

Amankah Puasa Bagi Ibu Menyusui?

Dari segi medis, sebenarnya tidak ada halangan puasa bagi ibu menyusui asalkan memenuhi ketentuan berikut ini:

  1. Berat badan ibu normal (Indeks masa tubuh: 20-25 kg/m2)
  2. Kebutuhan terhadap makanan bergizi dapat terpenuhi
  3. Sudah melampaui masa pemberian ASI eksklusif (bayi sudah berusia di atas 6 bulan)

Jika syarat-syarat di atas terpenuhi, seorang ibu menyusui bisa menjalankan ibadah puasa sebagaimana biasanya. Sebaliknya, Ibu menyusui tidak disarankan berpuasa apabila:

  1. Indeks masa tubuh kurang dari 20 kg/m2
  2. Sedang dalam masa pemberian ASI eksklusif
  3. Sudah menjalankan puasa untuk beberapa waktu, tetapi ternyata mengalami penurunan berat badan sampai lebih dari 5%9,10

Bila Ibu Ingin Berpuasa

Keputusan untuk berpuasa tetaplah di tangan ibu. Bila ibu ingin berpuasa, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui agar kondisi ibu dan bayi tetap aman :

http://www.islamicity.com/global/images/photo/IC-Articles/nutrition_diet_planIC__600x399.JPG
http://www.islamicity.com/global/images/photo/IC-Articles/nutrition_diet_planIC__600x399.JPG
  1. Konsultasi dan periksakan diri ke dokter atau bidan terlebih dahulu. Saat syarat-syarat untuk melaksanakan puasa Ramadhan sudah terpenuhi, dan dokter pun sudah memberikan rekomendasi, ibu insyaAllah aman untuk berpuasa
  2. Konsumsi makanan yang cukup saat sahur dan berbuka. Ibu menyusui membutuhkan kalori tambahan sebesar 330 kal di periode 6 periode pertama ASI dan 400 kal di periode setelah ASI ekslusif setiap harinya.(AKG, 2013)11
  3. Hati-hati dengan hipoglikemia (gula darah rendah) seperti keluar keringat dingin, gemetar, pingsan, dan pandangan berkunang-kunang. Segera berbuka dengan yang manis bila merasa hal demikian. Cegah hipoglikemia dengan melambatkan waktu makan sahur (mendekati waktu imsak).10
  4. Tetap jaga keseimbangan cairan tubuh dengan cara minum yang cukup saat sahur dan berbuka. Bila saat berpuasa ibu merasa sangat haus, pipis berwarna gelap atau berbau tajam, merasa pusing, lemah atau sakit kepala sebaiknya segera berbuka. Idealnya ganti cairan tubuh dengan oralit lalu istirahat. Bila dalam satu setengah jam tidak ada perbaikan, hubungi tenaga kesehatan terdekat. 12
  5. Tetap minum vitamin yang diberikan bidan atau dokter sebelum makan sahur12
  6. Istirahat yang cukup dan hindari stress atau kerja berlebihan.
  7. Hubungi dokter bila ibu turun berat badan >1 kg dalam seminggu, bayi turun berat badan, mudah rewel, pipis bayi menjadi sedikit.13

Reqgi First Trasia, dr., Agustina Kadaristiana, dr.

2015-06-09

Referensi

  1. Ibrahim Muhammad Al Jamal. Fiqih Wanita. Semarang: Asy Syifa; 1999.
  2. Panduan Pintar Kehamilan untuk Muslimah. Jakarta: Qultum Media; 2009.
  3. Prita Kusumaningsih. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Jakarta: Qultum Media; 2001.
  4. Bener A, Galadari S, Gillett M, Osman N, Al-Taneiji H, Al-Kuwaiti MHH, et al. Fasting during the holy month of Ramadan does not change the composition of breast milk. Nutr Res. 6;21(6):859–64.
  5. Khoshdel, Najafi M, Kheiri S, Taheri E, Nasiri J, Yousofi H, et al. Impact of Maternal Ramadan Fasting on Growth Parameters in Exclusively Breast-fed Infants. Iran J Pediatr. 2007;17(4):345–52.
  6. Haratipour H, Sohrabi MB, Ghasemi E, Karimi A, Zolfaghari P, Yahyaei E. Impact of maternal fasting during Ramadan on growth parameters of exclusively breastfed infants in Shahroud, 2012. J Fasting Health. 2013;1(2):66–9.
  7. Rakicioglu N, Samur G, Topcu A, Topcu AA. The effect of Ramadan on maternal nutrition and composition of breast milk. Pediatr Int. 2006 Jun;48(3):278–83.
  8. Afifi ZE. Daily practices, study performance and health during the Ramadan fast. J R Soc Health. 1997 Aug;117(4):231–5.
  9. Bajaj S, Khan A, Fathima FN, Jaleel MA, Sheikh A, Azad K, et al. South Asian consensus statement on women’s health and Ramadan. Indian J Endocrinol Metab. 2012 Jul;16(4):508–11.
  10. Nancy Chescheir, et al. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. Washington: The American College of Obstetricians and Gynecologyst; 2000.
  11. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN BAGI BANGSA INDONESIA [Internet]. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA; Available from: http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%2075%20ttg%20Angka%20Kecukupan%20Gizi%20Bangsa%20Indonesia.pdf
  12. Breastfeeding and fasting. 2012; Available from: http://www.babycentre.co.uk/a1028957/breastfeeding-and-fasting
  13. Amorim AR, Linne YM, Lourenco PM. Diet or exercise, or both, for weight reduction in women after childbirth. Cochrane Database Syst Rev. 2007;(3):CD005627

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *