Pusar Bodong saat Hamil?

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami “pusar bodong” saat hamil. Dalam dunia kedokteran, “pusar bodong” disebut hernia umbilikalis. Hernia adalah suatu kondisi dimana terdapat bagian organ tubuh yang keluar melalui bagian otot yang melemah. Pada bayi baru lahir hingga usia 4-5 tahun, penutupan bagian dalam tali pusatnya dapat belum sempurna, sehingga dapat terjadi hernia umbilikalis. Namun biasanya, kondisi ini akan membaik setelah usia 5 tahun. Pada ibu hamil, otot-otot di sekitar perut cenderung tertarik dan melemah, sehingga memiliki risiko untuk terjadinya hernia umbilikalis saat hamil. Selain anak-anak dan ibu hamil, orang yang sering mengangkat beban yang berat juga berisiko untuk mengalami hernia umbilikalis.

Hernia umbilikalis merupakan jenis hernia ketiga tersering setelah hernia inguinalis (selangkangan) dan femoralis (paha), yaitu sekitar 3-8,5% dari seluruh kasus hernia. Kejadian hernia umbilikalis lima kali lebih sering pada wanita, dengan salah satu kondisi penting penyebabnya adalah kehamilan.1

http://www.laparoscopicconsultant.co.uk/hiatus-hernia-operation-london.html
Hernia Umbilikalis

Apa Saja Gejala Hernia Umbilikalis?

Gejala hernia umbilikalis pada kehamilan bervariasi, mulai dari yang tidak terlalu tampak dan tidak terasa, hingga yang selalu menonjol dan tampak dengan jelas. Seringkali tonjolan ini terasa nyeri saat beraktivitas yang berlebihan, tertawa, bersin, atau batuk. Seiring dengan bertambah besarnya kehamilan, beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan untuk beraktivitas, karena lebih mudah nyeri.

Berbahayakah bila pusar saya menonjol saat hamil?

Sebenarnya, kondisi ini tidak berbahaya bagi ibu maupun janin, selama tidak terasa nyeri yang terus menerus atau kemerahan pada tonjolan hernia. Sebaiknya sampaikan kondisi ini pada dokter yang memeriksa rutin, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Pada ibu hamil dengan hernia umbilikalis, disarankan agar tidak menggunakan pakainan yang ketat. Salah satu laporan komplikasi hernia umbilikalis pada kehamilan adalah terjadinya luka akibat gesekan antara kantung (tonjolan) hernia dengan pakaian. 2

Kapan Perlu ke Dokter?

Beberapa gejala yang menunjukkan tanda-tanda bahaya pada hernia umbilikalis dan perlu segera diperiksakan ke dokter:

  • Nyeri tajam yang terus menerus atau semakin parah
  • Kemerahan pada area atau sekitar tonjolan hernia disertai demam, mual, muntah
  • Tonjolan hernia tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam
  • Tanda bahaya diatas sangat penting untuk diperhatikan karena dapat merupakan tanda komplikasi hernia yang dapat membahayakan nyawa bila tidak ditangani segera.

Terapi Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis pada kehamilan yang tidak bergejala atau tidak nyeri belum memerlukan terapi. Yang perlu dilakukan adalah selalu waspada akan tanda bahaya dengan segera memeriksakan diri bila terdapat satu atau lebih tanda bahaya. Satu-satunya terapi yang terbukti efektif bagi hernia umbilikalis adalah dengan operasi. Perbaikan hernia umbilikalis selama kehamilan hanya dianjurkan bila hernia mengalami komplikasi.Diskusikan dengan dokter bedah untuk informasi lebih detil mengenai kapan saat yang tepat untuk dilakukan prosedur operasi bila dibutuhkan.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Hingga saat ini belum ada pencegahan khusus agar tidak terjadi hernia umbilikalis. Sehingga yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan :

  • Mencegah aktivitas, tertawa, batuk atau besin yang berlebihan
  • Menekan tonjolan pusar saat melakukan kegiatan diatas

Titania Nur Shelly, dr., MARS

08/18/2015

Referensi:

1. Dabbas N, Adams K, Pearson K, Royle GT. Frequency of Abdominal Wall Hernia: Is Classical teaching out of date?. JRSM Short Rep. 2011 Jan; 2(1): 5. Published online 2011 Jan 19. Diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3031184/

2. Punguyire D, Iserson KV, Apangan S. Fullterm pregnancy in umbilican hernia. Pan Afr Med J. 2011; 8: 6. Published online 2011 Jan 31. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3201614/

3. American Collage of Surgeons, Division of Education. Adult Umbilical Hernia Repair. diunduh dari: https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/adultumbilical.ashx

4. Ahmed A, Stephen G, Ukwenya Y. Spontaneous Rupture of Umbilical Hernia in Pregnancy: A Case Report. Oman Med J. 2011 Jul; 26(4): 285–287. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3191721/

Gambar di unduh dari :

http://www.laparoscopicconsultant.co.uk/hiatus-hernia-operation-london.html

http://blogs.babycenter.com/mom_stories/week-25-nesting-and-a-hernia-and-candy-bars-oh-my/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *