Produk Organ Intim Wanita yang Berbahaya

Banyak wanita yang meyakini kemaluannya kotor dan butuh kosmetik dan perawatan yang ekstra kuat dalam membersihkannya. Padahal beberapa produk dan tindakan perawatan vagina yang bersifat kosmetik perlu diwaspadai keamanannya. Saat ini, FDA mengatur produk kewanitaan menjadi 3 kategori yang tidak boleh mengandung bahan berbahaya:

  1. Alat medis contoh tampon, pembalut dan lumbrikan
  2. Obat tanpa resep dokter douches yang diberi obat, krim anti gatal, dan beberapa obat pengendali jamur
  3. Kosmetik spray deodoran, bedak, sabun pencuci, douches tanpa obat dan lap/tisu basah digolongkan sebagai kosmetik yang tidak boleh mengandung bahan berbahaya atau beracun.

Namun, pada prakteknya, banyak pula produk pasaran yang tidak diatur FDA. Sehingga, para wanita perlu cerdas dalam memilih produk yang aman. Beberapa produk dan perawatan kewanitaan yang berbahaya misalnya:

  1. Produk kewanitaan yang mengandung zat kimia pengganggu hormon. Contohnya  paraben, yang biasa digunakan sebagai pengawet, dan pewangi seperti diethyl phthalate dan Galaxolide.
  2. Douces dan deodoran organ intim. Produk ini tidak direkomendasikan karena bisa menyebabkan infeksi vagina akibat bakteri dan jamur. Penelitian lain juga sudah menemukan hubungan antara praktek douche ini dengan infeksi menular seksual, radang panggul, dan kanker rahim.
  3. Bahan yang menyebabkan dermatitis (iritasi dan gatal) pada daerah anus dan kemaluan. Contohnya benzocaine. Beberapa studi juga melaporkan kejadian dermatitis kontak dari pembalut. Tampon yang berdaya serap sangat tinggi dan mengandung 4 produk sintetis diketahui memiliki efek samping yang berbahaya terhadap tubuh. Namun yang melegakan, bahan tersebut sudah ditarik kecuali viscose rayon, bahan sintetik yang paling aman. Bila memilih tampon, hendaknya para wanita memilih produk berbahan katun karena bersifat organik dan relatif aman.
  4. Perawatan kecantikan bagian intim juga tidak semua aman, terutama perawatan di salon atau spa. Hendaknya para wanita tidak mencukur dan melakukan waxing pada rambut kemaluannya karena bisa menyebabkan iritasi dan infeksi kulit. Cukup gunting rambut kemaluan/trimming untuk menjaga kebersihan. Hindari juga berendam di air panas atau berenang di air yang mengandung klorin yang tinggi.

Jadi, yang paling penting ialah menilai kesehatan organ intim anda. Bila anda merasakan gejala gatal, perih, keluar keputihan yang berbau tajam dan berwarna, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Menggunakan pengobatan sendiri berdasarkan produk yang tersedia di pasaran bisa jadi kurang tepat untuk anda. Selamat mencoba ­čÖé

Baca Juga: Wanita Perlu Tahu : Cara Tepat Membersihkan Organ Intim

Agustina Kadaristiana, dr.

Referensi :

  1. ┬áNicole W. A question for women’s health: chemicals in feminine hygiene products and personal lubricants. Environmental health perspectives. 2014;122(3):A70-5.
  2. Guidelines for Vulvar Skin Care2008. Available from: http://www.mckinley.illinois.edu/handouts/vulvar_skin_care.html.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *