Senam Otak untuk Bayi

Senam otak dapat diterapkan pada bayi. Senam ini merupakan latihan pola gerakan tertentu yang sangat sederhana. Namun, bermanfaat membuka bagian-bagian otak bayi yang sebelumnya tertutup atau terhambat. Agar menyenangkan, lakukan dengan bantuan mainan yang disukai dan sesuai usia bayi, seperti bola, kerincingan, boneka, dan sebagainya.

Cara melakukan senam ini dengan menggerakkan anggota badan bayi secara menyilang melalui bantuan mainan-mainan itu. Gerakan yang dibuat merupakan gerakan yang menciptakan efek persilangan, melewati garis tengah tubuh bagian kiri dan bagian kanan bayi. Pertemuan dari gerakan yang bersilang itulah inti dari senam otak bayi.

Libatkan sebanyak-banyaknya indra dan organ tubuh bayi dalam senam ini. Libatkan kedua mata, telinga, tangan, dan kakinya sehingga kedua belahan otaknya pun menjadi aktif. Anda sebagai instruktur pribadinya, perlu terus mengajaknya bicara selama latihan. Semakin sering senam otak ini dilakukan, akan semakin cepat proses pembentukan dan persambungan neuron-neuron pada otaknya. Dengan begitu, akan semakin cerdas bayi Anda.

Dalam pelaksanaannya, sebaiknya senam otak melibatkan tiga aspek yang saling menunjang. Anda perlu memasukkan ketiga aspek itu dalam sebuah kombinasi yang berimbang. Ketiga aspek itu antara lain:

Gerakan ke kiri dan kanan
Gerakan ini bila dipadu dengan rangsangan pada indra penglihatan dan pendengarannya, bertujuan menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat dan mengoptimalkan kemampuan belajarnya. Di sini, terlibat aktivitas melihat, mendengar, dan bergerak ke kiri dan kanan secara seimbang. Semuanya mengaktifkan kedua belahan otak bayi. Telentangkan bayi Anda di atas tempat tidur. Lalu gerakkan bola ke kiri dan kanan di hadapan bayi secara berulang-ulang. Biarlah bayi melirik ke kiri dan kanan ketika bola itu tertangkap matanya.

Gerakan ke depan dan belakang

Gerakan ini merupakan gerakan peregangan otot. Kegunaannya untuk menyiapkan bayi menerima hal-hal baru dan mengekspresikan segala yang telah diketahuinya. Gerakan peregangan ini pun membantu bayi dalam hal konsentrasi dan pemahaman pada hal-hal baru.

Bentuk latihan gerakan ini misalnya melipat, lalu meluruskan persendian bayi, seperti lutut dan sikunya. Lakukan berulang-ulang sambil tiduran. Bisa pula dengan mengangkat tangannya ke depan dan ke belakang berulang-ulang secara seimbang. Lalu lanjutkan dengan gerakan ke atas dan bawah yang juga berulan dan seimbang.

Gerakan ke atas dan bawah
Gerakan ini merupakan gerakan pemusatan pengaturan tubuh. Manfaatnya, mengatur energi, membantu seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki, serta latihan mengontrol emosi. Contoh gerakan yang dapat dilakukan misalnya, menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah beberapa kali, atau mengangkat benda yang ringan ke atas – ke bawah (seperti latihan barbell pada orang dewasa). Sebelum melakukan gerakan-gerakan itu, tentu Anda perlu membantunya berdiri dan menyangga tubuhnya dengan hati-hati.

Depok, 6 April 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Lucinda S Spaulding. 2010. Is Brain Gym an Effective Educational Intervention? Liberty University, Faculty Publications and Presentations.
  2. Committee on Children with Disabilities. 1999. The Treatment of Neurologically Impaired Children Using Patterning. American Academy of Pediatrics. http://pediatrics.aappublications.org/content/104/5/1149.full.
  3. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 201

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *