Pap smear : Metode Sederhana dengan Manfaat Luar Biasa

Kanker serviks merupakan kanker pada wanita dengan angka kematian tertinggi di negara-negara berkembang. Diperkirakan hampir 200.000 wanita meninggal setiap tahun akibat kanker serviks. Sayangnya, sebanyak 70% kasus kanker serviks baru diketahui pada stadium lanjut yang sudah sulit untuk diobati.Namun, Anda tidak perlu khawatir. Memberantas kanker serviks ternyata amat mudah. Cukup dengan upaya pencegahan rutin, seorang wanita bisa hidup bebas dari kanker serviks. Upaya pencegahan kanker serviks yang populer dan cukup mudah ialah skrining dengan pemeriksaan pap smear. Pap smear dapat mendeteksi kanker serviks pada stadium awal, bahkan pada stadium pre-kanker. Penelitian menyebutkan bahwa di negara yang rutin melakukan pap smear, angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks menurun. Selain itu, pasien kanker serviks yang terdeteksi dini memiliki angka harapan hidup yang lebih baik. Sehingga, sudah tidak diragukan lagi pap smear sangat penting dalam mencegah kanker serviks.

Pap smear
Perubahan kematian akibat kanker serviks di berbagai negara setelah Pap smear dikenalkan (Laara, dkk, 1987)

Apa itu Pap smear?

Pap smear atau Pap test adalah pemeriksaan pada serviks atau leher rahim untuk mencari sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi sel kanker. Pemeriksaan ini pertama kali dikembangkan oleh Georgios Papanikolaou tahun 1940an. Sel-sel serviks pada leher rahim diambil, kemudian diperiksa dengan mikroskop di laboratorium.

Siapa saja yang sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear?

Wanita usia 21-65 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun atau pada wanita dengan risiko tinggi setiap setahun sekali.

Atau

Jika jarak antar pemeriksaan ingin diperpanjang menjadi setiap 5 tahun sekali, maka wanita usia 30-65 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear DAN tes HPV*.

*Wanita <30 tahun tidak disarankan melakukan tes HPV, dengan atau tanpa pemeriksaan pap smear.

Siapa yang tidak disarankan melakukan pemeriksaan pap smear?

  • Wanita usia <21 tahun atau yang belum aktif secara seksual.
  • Wanita usia >65 tahun yang telah menjalani pemeriksaan pap smear rutin selama hidupnya (hasil pemeriksaan negatif) dan tidak berisiko tinggi menderita kanker serviks.
  • Wanita yang telah menjalani histerektomi/operasi pengangkatan rahim dan tidak memiliki riwayat sel ganas.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum pemeriksaan Pap smear?

Dalam jangka waktu 2-3 hari sebelum Anda melakukan pemeriksaan Papsmear, ada beberapa kondisi yang sebaiknya dipenuhi, yaitu:

  • Tidak sedang haid
  • Tidak melakukan hubungan suami istri
  • Tidak menggunakan obat atau krim pada vagina.

Cara Pemeriksaan Pap smear

Anda akan duduk di kursi ginekolog dengan posisi mengangkang. Dokter/bidan akan menggunakan alat spekulum yang berbentuk seperti cocor bebek untuk membuka kelamin Anda. Hal ini dilakukan agar dokter/bidan dapat memeriksa serviks dan vagina dengan baik. Anda mungkin akan merasa tidak nyaman. Untuk menyiasatinya, sebisa mungkin Anda rileks.

pap-smear

Kemudian sel-sel serviks akan diambil dengan cytobrush (sikat kecil dengan bulu yang halus), yang dioleskan ke serviks. Proses ini hanya berlangsung sekitar 15 menit. Spekulum dilepaskan, Anda sudah bisa pulang. Sementara itu, sel-sel serviks yang menempel pada cytobrush akan dioles ke preparat kaca atau dimasukkan ke cairan sitologi khusus. Pemeriksaan dilanjutkan dengan menggunakan mikroskop di laboratorium.

Hasil Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan pap smear Anda akan selesai dalam waktu 1-3 minggu (bisa bervariasi antar laboratorium). Hasil negatif berarti hanya ditemukan sel-sel normal. Hasil positif berarti ditemukan sel-sel abnormal pada serviks Anda.

Foto dari Douglas K. Hanks, MD

Anda tidak perlu khawatir, sel-sel abnormal bukan berarti Anda pasti terkena kanker serviks. Sel abnormal bisa juga berarti Anda terinfeksi HPV atau sel-sel tersebut merupakan sel prekanker. Apapun hasilnya, sebaiknya segera konsultasikan hasil pemeriksaan Papsmear dengan dokter Anda.

Komplikasi

Komplikasi sangat jarang terjadi. Jika ada biasanya berupa perdarahan minimal atau infeksi ringan. Kadang terdapat vaginal spotting (bercak darah) segera setelah pemeriksaan papsmear, namun hal ini masih normal.

Kesimpulan
Pemeriksaan Pap smear merupakan cara yang mudah dan efektif untuk mencegah kanker serviks. Pemeriksaan rutin dan sesuai anjuran dapat mendeteksi kanker serviks pada stadium awal, sehingga lebih mudah diobati. Jadi, masihkah Anda ragu untuk melakukan Papsmear?

Diana Andarini, dr.

08/19/2016

Referensi 

  1. Sherris J, Herdman C, Elias C. Cervical cancer in the developing world. West J Med. 2001 Oct; 175(4): 231-33. [cited 27 Juli 2016] Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1071564/
  2. Laara E, Day NE, Hakama M. Trends in mortality from cervical cancer in Nordic countries: association with organized screening programmes. Lancet 1987;1(8544):1247. Illustration used with the permission of Elsevier Inc. All rights reserved.
  3. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Bulan Cegah Kanker Serviks 2015 [cited 15 Juli 2016] Available from: http://pogijaya.or.id/blog/2015/02/20/bulan-cegah-kanker-serviks-2015/
  4. Centers for disease control and prevention. Cervical cancer: what should I know about screening? March 2016. [cited 15 Juli 2016] Available from: http://www.cdc.gov/cancer/cervical/basic_info/screening.htm
  5. Karjane NW, Ivey SE, Isaacs C. Papsmear. Feb 2016. [cited 3 Agustus 2016] Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1947979-overview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *