Perubahan Tubuh Wanita Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan biasanya wanita akan mengalami berbagai perubahan dari segi fisik dan emosi. Tidak jarang ibu mengalami kekhawatiran karena adanya perubahan bentuk tubuh, pola menstruasi, dsb. Agar ibu dapat lebih siap menghadapi perubahan ini, yuk kita cari tahu apa saja hal yang dapat terjadi pada masa nifas.

Pengecilan rahim

Saat hamil, rahim seorang wanita akan terus membesar dan beratnya dapat mencapai sekitar 1 kg. Pasca melahirkan hingga beberapa minggu setelahnya, ukuran rahim akan terus mengecil sampai kembali masuk ke panggul ibu.

Pengecilan rahim setelah melahirkan
Pengecilan rahim setelah melahirkan

Darah Nifas

Selain pengecilan rahim, juga terjadi pengeluaran darah nifas. Pada hari-hari awal setelah melahirkan, darah yang keluar cukup banyak dan berwarna merah. Selanjutnya cairan yang keluar akan yang terlihat lebih cair, dan berwarna merah kecoklatan. Sekitar 10 hari hingga 2-4 minggu setelah melahirkan, cairan yang keluar akan berwarna putih-kuning.

Banyaknya darah yang keluar dan panjangnya waktu nifas dapat berbeda pada setiap wanita. Umumnya masa nifas berlangsung sekitar 5 minggu, namun pada 15% wanita dapat mengalaminya hingga 6 minggu atau lebih.

Untuk mencegah infeksi (terutama jika terdapat luka atau robekan saat proses persalinan), jangan lupa menjaga kebersihan organ wanita dan mengganti pembalut sesering mungkin, minimal 4 jam sekali.

Darah yang keluar pada masa nifas ini juga bisa tiba-tiba menjadi lebih banyak ketika sang ibu kelelahan atau stres dan akan berkurang setelah istirahat. Namun, perhatikan bila darah nifas yang keluar menjadi sangat banyak dan ada gumpalan darah yang cukup besar. Hal ini menandakan adanya perdarahan pasca salin yang tertunda. Jika mengalaminya segeralah mencari pertolongan dokter.

Ovulasi dan kembalinya menstruasi

Kembalinya menstruasi pertama pada wanita setelah melahirkan dapat berbeda-beda bergantung beberapa faktor antara lain wanita yang menyusui eksklusif umumnya akan memiliki periode tidak menstruasi dan tidak ovulasi (mengeluarkan telur) lebih lama dibandingkan yang tidak menyusui. Selain itu seberapa sering, banyak, lama bayi menyusu juga berpengaruh terhadap kembalinya menstruasi sang ibu. Kebanyakan wanita mendapatkan menstruasi pertama sekitar 12 minggu atau 3 bulan setelah melahirkan, namun ada yang lebih cepat bahkan lebih lama.

Perubahan pada kemaluan wanita

Proses melahirkan dapat menyebabkan terjadinya luka atau robekan pada kemaluan kulit maupun otot. Proses penyembuhan dapat berbeda-beda bergantung beratnya luka  dan keadaan ibu. Pembengkakan pada bibir kelamin umumnya akan membaik dalam 1-2 minggu, sedangkan kerusakan otot akan pulih dalam 6 minggu maupun hitungan bulan (tergantung berat luka).

Pada proses persalinan, leher rahim akan menipis dan membuka hingga 10 cm ntuk mendukung kelahiran bayi. Pasca melahirkan, rahim akan kembali mengecil dan bukaan rahim umumnya sudah menutup di minggu pertama pasca persalinan. Selain rahim, vagina juga akan kembali mengecil, meskipun kondisinya tidak akan kembali sama pada ukuran sebelum hamil.

Payudara bengkak
Setelah melahirkan plasenta, kadar hormon estrogen dan progesteron akan turun, sedangkan hormon prolaktin akan naik. Adanya prolaktin akan membuat pengeluaran ASI lebih banyak sehingga menyebabkan payudara penuh atau bengkak (engorgement).

Payudara akan tampak membesar pasca melahirkan, dan mengecil seiring dengan menurunnya intensitas menyusui. Sama seperti organ lainnya, payudara pun tidak akan kembali benar-benar sama seperti pada wanita yang belum pernah hamil.

Perut yang masih terlihat membesar

Proses pengecilan perut yang membesar selama 9 bulan kehamilan, tentunya memerlukan waktu yang juga tidak sebentar. Pasca melahirkan, dinding perut memang akan menjadi kendor dan lunak hingga beberapa minggu kedepan. Cepat lamanya kondisi perut kembali ke fase sebelum hamil juga bergantung pada kondisi genetik, menyusui atau tidak, kenaikan berat badan selama hamil, ukuran tubuh sebelumnya , dan  olahraga.

Rambut rontok

Selama kehamilan, rambut terlihat menjadi lebih lebat dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan kadar estrogen yang tinggi akan memperlama fase pertumbuhan rambut dan menyebabkan rambut kurang rontok dibanding biasanya sehingga terlihat lebat. Nah setelah ibu melahirkan, kadar estrogen perlahan turun dan rambut akan menjadi lebih banyak rontok. Pada sebagian wanita, kerontokan rambut ini terjadi di beberapa bulan pertama pasca melahirkan.

Selang beberapa bulan pasca melahirkan, proses pertumbuhan rambut ini akan kembali normal pada keadaan semula. Selain rambut, terjadi juga pertumbuhan bulu yang cukup lebat di wajah, tangan atau kaki pada sebagian wanita. Bulu tersebut pun akan perlahan berkurang dan umumnya menghilang setelah 6 bulan pasca melahirkan.

Perubahan pada kulit

Adanya perubahan hormonal, emosi, perasaan stres, dan lelah saat kehamilan maupun setelah persalinan akan menimbulkan sedikit perubahan dan permasalahan pada kulit.. Umumnya, wanita yang timbul banyak jerawat selama kehamilan, akan mengalami penyembuhan setelah Ia melahirkan. Sebaliknya wanita yang wajahnya cenderung bersih saat hamil, dapat timbul jerawat beberapa bulan setelah melahirkan.

Noda hitam di wajah yang muncul akibat kehamilan (kloasma), umumnya akan menghilang setelah melahirkan, seiring menurunnya kadar hormon. Selain jerawat dan kloasma, permasalahan kulit lainnya yakni stretch mark. Stretch mark timbul selama kehamilan oleh karena tubuh yang tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kulit. Setelah melahirkan, warna stretch mark perlahan akan berubah menjadi warna yang lebih terang atau putih, namun sayangnya tanda ini akan menetap dan sulit menghilang. Timbulnya stretch mark pada kehamilan salah satunya juga dipengaruhi oleh genetik.

Sulit buang air besar

Selain karena proses melahirkan, kesulitan buang air besar (sembelit) juga sering disebabkan adanya perasaan takut nyeri, terutama pada wanita mengalami robekan atau luka saat melahirkan, sehingga Ia pun enggan atau menunda untuk buang air besar dan pada akhirnya feses menjadi keras atau sulit dikeluarkan. Keadaan ini dapat diatasi dengan minum air dan jus atau sayuran serta membiasakan /memberanikan diri untuk buang air besar

Selain perubahan fisik, terjadi juga perubahan emosional pasca melahirkan yang dikenal dengan sindroma baby blues. Mengetahui apa yang terjadi pada masa nifas tentunya menjadi penting bagi ibu untuk mempersiapkan diri dan emosi sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat.

dr. Arfenda Puntia Mustikawati

12/09/2016

Sumber :

1. Body changes after childbirth. Available from http://www.babycenter.com/body-changes-after-childbirth.
2. Murray, S., & McKinney, E. (2010). Foundations of Maternal-Newborn and Women’s. Health Nursing (5th ed.).Maryland Heights: Saunders Elvsevier.
3. Physical Changes After Delivery (Postpartum Period). Available from http://www.webmd.com/baby/physical-changes-after-delivery-postpartum-period
4. Rauch, Catherine Ann. Your post-baby belly: Why it’s changed and how to tone it. Available from http://www.babycenter.com/0_your-post-baby-belly-why-its-changed-and-how-to-tone-it_1152349.bc
5. Spiliopoulos, Michail. Normal and Abnormal Puerperium. Available from http://emedicine.medscape.com/article/260187-overview.
6. The Truth About Pregnancy Stretch Marks. (cited 2016 Oct 10 ) Available from http://www.webmd.com/baby/features/stretch-marks#2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *