Sunat

Sunat Pada Anak : Bagaimana Agar Ia Tidak Takut?

Bagi sebagian anak, sunat dapat menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi mereka. Ketakutan ini tak jarang timbul karena orang dewasa tanpa sadar mengaitkan sunat dengan sebuah hukuman yang menakutkan seperti adanya ancaman, “Kalau bandel, nanti disunat lho”. Ketakutan ini semakin bertambah apabila teman atau saudara yang telah disunat juga ikut menakut-nakuti sang anak. Hal inilah yang menyebabkan anak memiliki persepsi yang menakutkan mengenai sunat.

Cara Agar Anak Tidak Takut Sunat

Beberapa hal yang bisa dicoba oleh orangtua agar anak semakin siap untuk disunat, yaitu:

  1. Mulai dari diri orangtua. Anak ialah peniru yang ulung. Ia bisa menangkap emosi orang terdekatnya termasuk rasa cemas. Rasa cemas yang dirasakan orangtua ketika anaknya hendak disunat bisa jadi membuat anak juga ikut merasa takut. Sehingga, sebelum menenangkan anak, mulailah mengatasi rasa cemas pada diri Anda dengan berdoa untuk kekuatan diri dan anak serta memahami betul manfaat dari sunat.
  2. Beri ia pemahaman tentang sunat. Kita sebagai orangtua memiliki peranan yang besar untuk memperbaiki kesalahan informasi tentang khitan pada anak. Orangtua dapat menyampaikan kepada anak mengenai apa itu sunat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Sebagai muslim, orangtua juga sebaiknya memberitahukan mengenai kewajiban khitan sehingga cepat atau lambat anak tetap perlu menjalani proses sunat. Orangtua juga sebaiknya menjelaskan apa saja manfaat dari sunat kepada anak sehingga anak menyadari bahwa sunat adalah hal yang penting dan baik bagi dirinya.
  3. Bicaralah yang jujur. Kunci kesuksesan mempersiapkan anak disunat ialah komunikasi yang baik sesuai pemahamannya. Hindari membohongi anak dengan mengatakan bahwa khitan itu tidak sakit atau rasanya hanya seperti digigit semut. Hal ini nantinya dapat menimbulkan trauma pada anak karena ia sebenarnya merasakan sakit melebihi dari apa yang ia dengar dari orangtua. Katakanlah dengan jujur kepada anak bahwa ia akan merasakan sakit setelah disunat, namun sakit tersebut tidak akan bertahan lama.
  4. Buat ia familiar. Anak di semua usia akan lebih baik menghadapi sunat apabila ia tahu apa yang akan dilakukan pada dirinya dan mengapa itu penting. Sehingga, orangtua bisa membuat ia familiar dengan menjelaskan metode khitan kepada anak. Tentu sesuaikan dengan bahasa dan pemahaman anak. Akan lebih baik lagi jika orangtua memberikan kesempatan kepada untuk memilih metode yang ia anggap paling nyaman dan sesuai dengan kondisi ekonomi orangtua.
  5. Berbagi pengalaman. Ajaklah ayah atau saudara laki-laki yang telah disunat untuk menceritakan pengalaman mereka ketika dikhitan kepada anak. Hal ini dilakukan agar anak memiliki panutan dari orang-orang didekatnya. Pastikan bahwa mereka menceritakan pengalaman yang dapat membuat anak termotivasi untuk disunat.
  6. Biar anak yang menentukan waktunya. Waktu yang terbaik untuk disunat dari segi medis memang saat iya bayi. Namun, jika anak sudah lebih besar dan mulai mengerti, beri kesempatan kepadanya untuk mengusulkan waktu kapan ia akan disunat. Ini salah satu cara untuk benar-benar mengetahui kapan anak benar-benar siap dan mengajarinya bertanggung jawab dengan ucapan dan keinginannya.
  7. Lakukan ketika anak benar-benar siap. Lakukanlah khitan ketika anak benar-benar siap agar anak tidak mengalami trauma. Anak yang tidak siap tak jarang membuat sakit yang dirasa dapat berkali-kali lipat karena sugesti yang dibangun anak. Walaupun mengaku siap, tak jarang sebagian anak tiba-tiba menjadi takut sesaat sebelum menjalani proses sunat. Untuk mengatasinya, orangtua dapat memberikan pemahaman kembali bahwa proses sunat tidak semenakutkan yang dibayangkan, mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya membicarakan topik lain, dan bekerja sama dengan ahli medis yang akan melakukan sunat agar bisa menyemangati anak.
  8. Beri ia pujian. Setelah disunat, jangan lupa berikan pujian kepada anak atas keberanian dan keberhasilannya menjalani proses sunat. Orangtua juga dapat memberikan anak hadiah yang ia inginkan, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan orangtua.

Semoga bermanfaat ya ayah bunda

Aisha Salsabila, S.Psi

11/27/2015

Sumber:
1. Preparing Your Child for Surgery [Internet]. [cited 2015 Nov 26]. Available from: http://kidshealth.org/parent/system/surgery/hosp_surgery.html
2. Bila Anak Takut Disunat [Internet]. [cited 2015 Nov 26]. Available from: http://www.ummi-online.com/bila-anak-takut-disunat—.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *