Susu Formula untuk Siapa?

Tentu semua sepakat ya kalau ASI ialah nutrisi terbaik untuk bayi dan lebih superior dari susu formula :). Sudah banyak pula penelitian yang menyebutkan tentang manfaat ASI. Berdasarkan fakta tersebut, sampai saat ini lembaga kesehatan dunia WHO dan UNICEF terus mendorong pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan pada bayi. Meskipun begitu ternyata cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih berada di angka 42% (SKDI, 2012). Tidak jarang pula kita lihat pemberian susu formula di pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir. Padahal, pemberian susu formula hanya boleh digunakan untuk kondisi tertentu. Oleh karena itu, yuk para orang tua belajar siapa sajakah yang perlu susu formula dan bagaimana pemilihannya.. Mudah-mudahan ke depannya penggunaan susu formula benar-benar tepat sasaran ya..

SKDI

Cakupan ASI Ekslusif dari tahun 2002-2012

ASI vs Susu Formula

Penggunaan susu alternatif ASI (susu hewan) sebenarnya sudah dilakukan dari 2000 tahun sebelum masehi. Susu dari sumber alternatif menjadi dasar dikembangkannya susu formula sampai saat ini. Sesuai dengan namanya, susu formula dibuat untuk menyerupai ASI yang mengandung kalori 20 kkal/ons. Penggunaan susu formula berkembang pesat karena pengaruh dari iklan atau kampanye di berbagai tempat. Sayangnya, hal ini membuat dampak negatif terhadap tren ASI meskipun berbagai penelitian telah menyebutkan banyak perbedaan antara susu ASI dan buatan (Greer & Apple,1991; Wolf, 2003). Fakta menyebutkan bahwa pada abad ke 20 angka pemberian ASI mencapai 90%. Namun, memasukki abad ke 21, angka pemberian ASI turun drastis menjadi 42% (Gaynor, 2003; Wright, 2007). Padahal, para ahli serta organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan UNICEF sepakat bahwa ASI merupakan sumber terbaik bagi bayi meskipun susu formula telah dikembangkan sedemikian aman. (5–10)

468S5a-f1.2

Kandungan ASI (Petherick,2010)

Keuntungan dari ASI sangatlah banyak, misalnya :

  • Kandungan nutrisi yang superior dan kurang menimbulkan reaksi alergi bila dibandingkan dengan formula

  • Mengandung berbagai sel imun dan faktor anti infeksi

  • Mengandung protein whey yang lebih mudah dicerna daripada protein susu formula (kasein)

  • ASI ekslusif menurunkan resiko eksim dan alergi susu sapi pada bayi yang rentan

  • ASI jarang menyebabkan asupan berlebih

  • ASI mempromosi pertumbuhan gigi dan gusi yang baik

  • Harga yang sangat murah bahkan gratis

  • Menjalin kedekatan ibu dan anak (5,11–13)
compositionofmilk

Susu Formula (Kiri) vs ASI (Kanan). Setetes ASI mengandung sel darah putih dan lemak globul yang membantu pertumbuhan mata dan otak. Sebaliknya susu formula tidak. (Rebecca Behre, RNC, IBCLC, Gritman Medical Center, Moscow, Idaho http://www.northeastern.edu/breastfeedingcme/Module_2_3.html)

 

Zat Gizi yang hanya ada di ASI dan tidak ada di Susu Formula (14)

NutrisiFungsi
Imunoglobulin APertahanan terhadap infeksi dan antigen yang spesifik
LactoferinPerangsang imun, kelasi besi, antimikroba, pertumbuhan usus, anti adesi
κ-caseinMencegah penempelan bakteri
Oligosakarida
Mencegah penempelan bakteri
SitokinAnti radang, pelindung epitel
Faktor pertumbuhanPertumbuhan epitel, perbaikan sel usus, pertumbuhan sel otak
Glutation peroksidaseMencegah oksidasi lipid
NucleotidaMeningkatkan respon antibodi

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa susu formula juga ada manfaatnya terutama untuk ibu atau bayi yang memiliki kondisi medis tertentu sehingga tidak bisa memberi atau menerima ASI..

Siapa yang membutuhkan Susu Formula?

Penggunaan susu formula dapat dibenarkan bagi ibu atau bayi yang mengalami kondisi medis seperti yang dijelaskan di bawah ini :

Beberapa kondisi ibu di bawah ini dapat menjadi pertimbangan untuk mengganti ASI dengan susu formula.(4,14–19)

1. Kondisi Ibu dimana ibu perlu menghindari ASI secara permanen dengan berbagai pertimbangan :

KondisiRekomendasi
HIVNational Health Agencies dan WHO 2013 merekomendasikan ibu yang HIV+ di negara maju untuk :
- Menghindari ASI : resiko transmisi HIV lebih besar dari resiko alternatif ASI
- Alternatif ASI (Susu formula) : metode satu-satunya yang tidak ada paparan terhadap infeksi HIV
- Terapi HIV: ibu tetap diobati dengan antiretroviral selama periode laktasi dan bayi diberikan obat nevirapine (NVP) selama 4-6 minggu 1x/hari atau Zidovudine (AZT) 2x/hari

Sedangkan rekomendasi bagi ibu HIV+ yang tinggal di negara berkembang/berpenghasilan rendah menurut National Health Agencies dan WHO 2013 ialah :
- Boleh ASI ekslusif hanya bila tidak tersedia air bersih, sanitasi dan pelayanan kesehatan yang baik
- ASI esklusif sampai 6 bulan setelah itu kenalkan dengan MP ASI dan sapih bayi saat usia 12 bulan
- Terapi HIV: ibu tetap diobati dengan antiretroviral selama periode laktasi dan bayi diberikan obat nevirapine (NVP) selama 6 minggu
Citomegalovirus (CMV)CMV bisa ditemukan di ASI dan dapat menyebabkan gejala penyakit pada bayi
HTLV (Human T-Cell Lymphotropic Virus)HTLV merupakan virus yang menginfeksi sel darah putih (Limfosit T). Sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini tidak mendapatkan penyakit. Namun, beberapa dapat mencetuskan leukemia dan myelopati. Salah satu penularannya ialah lewat ASI. Sehingga tidak direkomendasikan bagi ibu untuk menyusui bila mengidap virus ini.

2. Kondisi ibu dimana ibu perlu menghindari ASI sementara dengan berbagai pertimbangan :

KondisiRekomendasi
Cacar/infeksi varicella-zosterHindari kontak bayi terhadap lesi cacar ibu yang aktif. Bayi harus mendapatkan imunoglobulin
Herpes simplexASI tidak direkomendasikan bila ada lesi herpes aktif di payudara
Kemoterapi, radioterapiSecara umum menyusui perlu dihindari sampai terapi selesai
Ibu sakit berat sehingga tidak dapat merawat bayinya (psikosis, sepsis, eklampsia)Boleh tidak menyusui sementara sampai kondisi pulih
Ibu diobati dengan obat penenang, anti epilepsi, dan opioid atau kombinasi dari obat-obat ini.opioid dan kombinasinya mungkin memberi efek samping seperti mengantuk atau depresi pernafasan sehingga lebih baik dihindari bila ada alternatif yang lebih aman
Pemeriksaan radiokatif Pemberian ASI pada bayi dihentikan selama 5 kali masa paruh zat tersebut. Selama ibu tidak memberikan ASI, ASI tetap
diperah dan dibuang untuk mempertahankan produksi ASInya. Untuk pemeriksaan radioaktif iodin 131 sebaiknya hindari ASI sementara sampai 2 bulan setelah pemeriksaan.

3. Kondisi yang masih memungkinkan memberi ASI dengan catatan khusus

KondisiRekomendasi
TBC (Tuberculosis) Ibu dan bayi perlu di terapi sesuai dengan panduan terapi TBC negaranya.
MastitisJika radang payudara ini terasa sangat nyeri, ASI perlu dibantu dikeluarkan dengan pijatan agar kondisinya tidak lebih parah
Hepatitis BSebaiknya bayi mendapatkan imunoglobulin hepatitis B dan vaksin hepatitis B bila HbsAg ibu positif. Tidak perlu menunda pemberian ASI
Hepatitis CASI tidak dilarang
AlkoholBatasi konsumsi alkohol pada ibu <0,5 gr/kg berat badan/hari (untuk wanita dengan berat badan sedang takaran alkohol ini setara dengan 2 kaleng bir, 2 gelas wine, atau 2 oz liquor)
MerokokHentikan merokok meskipun rokok bukan kontraindikasi menyusui
Narkoba (nikotin, ektasi, amfetamin, kokain dan zat aditif lain)Penggunaan zat ini sangat berbahaya bagi bayi. Sehingga ibu perlu didukung untuk berhenti bila ingin menyusui anaknya.

4. Situasi ibu yang dibenarkan memberi susu formula

KondisiRekomendasi
Laktogenesis (produksi ASI) terganggu (hormon prolaktin terhambat, sindrom Sheehan)Bisa pertimbangkan pemberian susu formula sampai kondisinya pulih
Insufisiensi kelenjar payudara primer, paska operasi payudara yang merusak kelenjar/saluran ASI, rasa sakit yang hebat ketika menyusui dan tidak teratasi dengan terapiBisa dipertimbangkan pemberian susu formula

Kondisi Bayi

Beberapa kondisi bayi ini menjadi panduan mana yang tidak boleh diberikan ASI sama sekali dan mana yang boleh disuplementasi dengan formula. Bagi bayi yang menderita kekurangan enzim akibat penyakit bawaan seperti Galaktosemia dan Maple Syrup Urine Disease, dianjurkan untuk mengkonsumsi susu formula. Sedangkan pada bayi yang mengalami Fenilketonuria, masih dapat diberikan ASI meskipun harus dengan pengawasan ketat.  (4,19–22)

1. Kondisi bayi yang tidak boleh diberikan ASI dan susu lain kecuali formula khusus

Galaktosemia

galt_treatmentGalaktosemia herediter merupakan gangguan metabolisme karbohidrat paling sering dan bisa berakibat fatal pada bayi. Penyakit ini disebabkan tidak adanya enzim galactose – l -phosphate uridyltransferase yang diperlukan untuk mencerna galaktosa. ASI mengandung laktosa tinggi sehingga bayi harus disapih, diberi susu tanpa laktosa, selanjutnya penderita harus diet makanan tanpa galaktosa sepanjang hidupnya.

Maple Syrup Urine Disease

maxresdefaultPenyakit yang mengakibatkan gangguan enzim yang dibutuhkan dalam mencerna asam amino leusin, isoleusin dan valin. Biasanya muncul pada bayi setelah 4-7 hari atau minggu kedua bila diberikan ASI. Gejalanya bermula dari gangguan makan, muntah, berat badan tidak naik-naik dan lemas. Bayi tidak boleh mendapat ASI atau susu bayi biasa, dan memerlukan formula khusus tanpa leusin, isoleusin dan valine.

Fenilketonuria

Figure1-430_tcm1032_19239Penyakit akibat dari kurangnya enzim fenilalanin hidrolase sehingga tubuh tidak bisa mencerna asam amino fenilalanin. Salah satu efeknya ialah dapat mengganggu fungsi kognitif. Fenilketonuria, memerlukan formula tanpa fenilalanin. Dengan diagnosis dini, disamping pemberian susu khusus dianjurkan untuk diberikan berselang-seling dengan ASI karena kadar fenilalanin ASI rendah dan agar manfaat lainnya tetap diperoleh asalkan disertai pemantauan ketat kadar fenilalanin dalam darah

2. Kondisi yaitu bayi yang tetap mengkonsumsi ASI sebagai pilihan utama namun mungkin memerlukan tambahan susu formula jangka pendek :

  • Bayi dengan berat badan <1500 gram

  • Bayi dengan umur kehamilan <32 minggu

  • Bayi yang beresiko hipoglikemia karena adaptasi metabolismenya terganggu atau meningkatnya kebutuhan glukosa (seperti pada bayi prematur, bayi kecil dibandingkan usia gestasi atau bayi yang mengalami stress hebat saat dikandungan/kekurangan oksigen, bayi yang sakit atau bayi yang ibunya diabetes) jika pemberian ASI optimal gagal meningkatkan kadar gula darahnya .

  • Indikasi klinis dari tidak cukupnya asupan susu (tidak ada gerakan usus atau gerakan usus kurang dari 1 per hari dalam 2 minggu pertama kehidupan, terdapat mekonium selama 5 hari atau lebih setelah lahir)

  • Berat badan tidak kembali seperti baru lahir setelah 2 minggu


BabyNICUVirtualTour_1

Jadi dapat dipahami ya ayah dan bunda, bahwa ternyata susu formula hanya digunakan bila ada alasan yang kuat dan kondisi medis yang jelas. Sebisa mungkin utamakan memberikan ASI bagi orangtua dan anak yang sehat dan tidak ada kondisi penyakit seperti yang telah disebutkan di atas ya… 🙂 Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr

REFERENSI

1. Breastfeeding [Internet]. UNICEF. [cited 2015 Mar 17]. Available from: http://www.unicef.org/nutrition/index_24824.html

2. WHO | Exclusive breastfeeding [Internet]. WHO. [cited 2015 Mar 17]. Available from: http://www.who.int/nutrition/topics/exclusive_breastfeeding/en/

3. Situasi dan Analisis ASI Ekslusif [Internet]. Kementrian Kesehatan RI; Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-asi.pdf

4. Pemberian Susu Formula pada Bayi Baru Lahir [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. [cited 2015 Mar 17]. Available from: http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/pemberian-susu-formula-pada-bayi-baru-lahir.html

5. Stevens EE, Patrick TE, Pickler R. A History of Infant Feeding. J Perinat Educ. 2009;18(2):32–9.

6. Greer FR, Apple RD. Physicians, formula companies, and advertising. A historical perspective. Am J Dis Child 1960. 1991 Mar;145(3):282–6.

7. Wolf JH. Low breastfeeding rates and public health in the United States. Am J Public Health. 2003 Dec;93(12):2000–10.

8. Gaynor G. Breastfeeding Advocacy. Maine Nurse. 2003;5(2):13.

9. Wright D. Progress review: Maternal, infant, and child health. 2007;

10. Nina R. O’Connor, MD. Infant Formula. Am Fam Physician. 2009 Apr 1;79(7):565–70.

11. Ang Bixia. Understanding The Milky Way [Internet]. 2015 Feb 3; KK Hospital, Singapore. Available from: http://www.kkh.com.sg/Documents/MMS-3.pdf

12. drsearsinstitute. Comparison of Human Milk and Formula| The Trusted Resource for Parents [Internet]. Ask Dr Sears® | The Trusted Resource for Parents. [cited 2015 Mar 17]. Available from: http://www.askdrsears.com/topics/feeding-eating/breastfeeding/why-breast-is-best/comparison-human-milk-and-formula

13. Richard J Schanler,MD. Infant Benefits of Breastfeeding. Uptodate [Internet]. 2015 Mar 13; Available from: http://www.uptodate.com/contents/infant-benefits-of-breastfeeding?source=search_result&search=infant+benefits+of+breastfeeding&selectedTitle=1~150

14. Nicolas Stettler, Virginia A. Stallings, Jatinder Bhatia, Anjali Parish. Feeding Healthy Infants, Children, and Adolescents. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia: Elsevier Inc; 2011. p. 161.

15. HIV and Breastfeeding. Avert [Internet]. 2014; Available from: http://www.avert.org/hiv-and-breastfeeding.htm#footnote13_2nmtqgh

16. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection: Recommendations for a public health approach. WHO; 2013. Available from: http://www.who.int/hiv/pub/guidelines/arv2013/download/en/index.html

17. Grace John-Stewart,MD. Prevention of HIV transmission during breastfeeding in resource-limited settings. Uptodate [Internet]. 2014 Oct 31; Available from: http://www.uptodate.com/contents/prevention-of-hiv-transmission-during-breastfeeding-in-resource-limited-settings?source=search_result&search=hiv+breastfeeding&selectedTitle=1~150

18. HTLV-II & II. Natl Cent Hum Retrovirology. :2008.

19. Acceptable medical reasons for use of breast-milk substitutes. WHO UNICEF [Internet]. Available from: http://whqlibdoc.who.int/hq/2009/WHO_FCH_CAH_09.01_eng.pdf

20. Galactose-1-Phosphate Uridyltransferase Deficiency (Galactosemia). 2015 Feb 20 [cited 2015 Mar 17]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/944069-overview

21. Phenylketonuria Treatment & Management. 2015 Feb 17 [cited 2015 Mar 17]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/947781-treatment

22. Maple Syrup Urine Disease Treatment & Management. 2015 Feb 16 [cited 2015 Mar 17]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/946234-treatment

One thought on “Susu Formula untuk Siapa?

  1. Pingback: Nutrisi Bayi Prematur - DOCTORMUMS |Situs Kesehatan Ibu dan Anak | DOCTORMUMS |Situs Kesehatan Ibu dan Anak

Comments are closed.