Tag Archives: hamil

Apa Saja yang Dilakukan Janin Dalam Rahim?

Janin di perut Anda juga beraktivitas, lho! Selain tidur, hari-hari si kecil di perut Anda diisi dengan berbagai hal, mulai dari mimpi dan mengeksplorasi sekelilingnya sampai dengan berlatih peregangan dan mendengarkan suara-suara di dunia si kecil.

Menguap besar

Si kecil mulai bisa menguap di usia 11 minggu, dan ia menguap dua kali lebih sering daripada orang dewasa. Seperti halnya orang dewasa, janin menguap disertai gerakan meregang. Janin akan lebih sering menguap saat ia berada dalam periode aktif, yang sebenarnya ia sedang menguji coba proses membangunkan diri.

Berlatih akan menyempurnakan

Saat Anda berjuang agar bisa tidur cukup nyaman, si kecil justru tidak mengalami masalah tidur, bahkan ia menghabiskan rata-rata 90-95% waktunya untuk tidur. Ia akan mengalami tahap tidur dan periode bangun yang berbeda, dan hal itu berarti merangsang semua bagian otak dan melatih sistem sarafnya. Si kecil siap menghadapi tantangan yang akan segera datang.

Bangun bangun!

Selama ia terbangun, bayi Anda akan mengeksplorasi lingkungannya dengan menyentuh, menegangkan dan memanjangkan tubuh, menggerakkan tangan dan kakinya, dan bahkan memeluk erat tali pusarnya. Beruntunglah adik-adik si janin nantinya karena mereka akan mempunya ruang yang lebih besar untuk berjungkir balik karena rahim yang sudah pernah membesar.

Bunda dan aku

Si kecil ‘dimandikan’ oleh hormon Anda, sehingga emosi dan kebiasaan Anda akan memengaruhi ritme hidupnya. Kadar tinggi hormon stres akan memacu aktivitas si kecil. Sebaliknya, si kecil akan secara otomatis merasa rileks (detak jantungnya akan melambat) ketika ia mendengar suara Anda.

Bermimpilah pemimpi

Mulai awal trimester ketiga, si kecil memiliki pola tidur dan bangun yang teratur, termasuk di dalamnya adalah periode REM (rapid eye movement) yang menandai bahwa ia tengah bermimpi. Apa mimpi si kecil? Itu masih sebuah misteri, tapi ia mungkin melatih gerakan-gerakan yang ia pelajari atau ia mungkin membayangkan sensasi kehidupan di dalam rahim.

Tidak sinkron

Mungkin Anda merasa si kecil justru mulai menendang-nendang saat Anda ingin istirahat. Penjelasannya begini, si kecil sedang meregangkan tubuhnya karena saat Anda berbaring dan merasa nyaman serta otot perut Anda menjadi rileks, ia mendapat ruang lebih besar untuk bermanuver.

Siap keluar

Dengan semakin dekatnya masa persalinan, si janin akan memangkas waktu tidurnya, menjadi hanya sekitar 85%, seperti halnya bayi baru lahir. Di usia 32 minggu, otak dan sistem sarafnya sudah sematang sistem yang akan ia miliki di saat lahir nanti.

Sesuai jadwal

Begitu Anda berjumpa dengan si kecil, Anda dapat mulai menanamkan kebiasaan. Membiasakan si kecil terkena banyak cahaya di siang hari dan membiarkannya dalam gelap di malam hari akan memberi ide secara umum pada tubuh si kecil. Jadwal dan kebiasaan tersebut belum merefleksikan siklus siang dan malam sampai sekitar satu atau dua bulan setelah ia dilahirkan.

Apa saja aktivitas organ dalam tubuh janin?

Ginjal. Sejak minggu ke-21, si kecil mulai menelan cairan amniotik. Ginjal si kecil akan menyaring cairan itu dan menghasilkan air seni, yang kemudian ia keluarkan lagi ke cairan amniotik. Proses itu akan berlangsung terus.

Paru-paru. Sejak minggu ke-17, si kecil melatih pernapasannya dengan menghirup cairan amniotik, bukan udara. Sekitar minggu ke-26, paru-parunya menghasilkan surfaktan yang akan menggelembungkan paru-paru saat ia lahir.

Usus. Sejak trimester kedua, usus si kecil sudah berfungsi, memproduksi mekonium campuran berwarna hijau kehitaman yang berasal dari rambut, sel kulit mati, empedu, dan cairan amniotik.

Otak. Jumlah koneksi dalam otaknya selalu bertambah setiap saat. Dan kini si kecil mengembangkan refleks dan pola aktivitas serta istirahat.

Mata. Begitu kelopak mata si kecil terbentuk sempurna di minggu ke-27, ia akan mulai membuka matanya saat aktif dan menutupnya selama tidur.

Tangan dan kaki. Saat ia terbangun, si kecil sibuk merasai wajah dan tubuhnya, memegang tali pusar, dan menghisap jempolnya. Selain tendangan dan gerakan menekuk-meregang, ia juga menikmati seolah berjalan-jalan dalam rahim.

 

Depok, 7 Januari 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Giuseppe Misumeci, et al. Pregnancy, Embrio-Fetal Development and Nutrition: physiology around fetal Programming. Journal of Histology. University of Catania. Italia.
  2. Keith L Moore, et al. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health. London.
  3. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. Frequency Ask Question. The American College of Obstetrician and Gynecologist.
  4. J A DiPitreo. 2008. Prenatal Development. Elsevier Journal. Johns Hopkins University. USA.
  5. Sarwono Prawiroharjo. 2008. Buku Ajar Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono. Jakarta.

Tanda Bahaya Kehamilan yang Patut Diwaspadai

Beberapa kondisi di bawah ini mungkin dianggap biasa. Padahal sebetulnya kondisi-kondisi ini berbahaya karena dapat mengancam ibu dan janin. Berikut ini tanda bahaya kehamilan yang patut Anda waspadai.

Tanda Bahaya Kehamilan

1. Muntah hebat dan tidak mau makan

Pada trimester awal lumrah terjadi mual atau muntah (morning sickness) pada ibu hamil. Namun, bila mual atau muntah ini dirasa semakin hebat sampai ibu sama sekali sulit makan atau minum, segera hubungi tenaga kesehatan. Hal ini bisa jadi pertanda ibu mengalami hiperemesis gravidarum yaitu kondisi mual muntah pada ibu hamil yang berujung pada malnutrisi.

2. Demam Tinggi

Demam tinggi saat hamil dapat berbahaya bagi janin. Penelitian menyebutkan bahwa demam saat hamil dapat meningkatkan resiko autis dan gangguan perkembangan pada anak (Zerbo et al, 2012). Demam memang respon normal saat infeksi. Tubuh mengeluarkan zat radang untuk melawan kuman. Namun, lama-kelamaan zat inflamasi ini dapat menembus plasenta dan mempengaruhi bayi. Demam tinggi juga menandakan ada infeksi kuman yang mungkin berbahaya bagi ibu dan janin.

3. Keluar ketuban sebelum waktunya

Keluar air disini yang dimaksud adalah keluar air ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan, atau istilahnya ada ketuban pecah dini (KPD). Ketuban memang harus pecah dan bahkan kalau perlu dipecahkan bilamana sudah tiba waktunya, yaitu saat bayi menjelang lahir. Bila selaput ketuban robek sehingga air keluar melalui vagina, sedangkan si ibu belum masuk ke proses persalinan atau bahkan usia kehamilan masih belum cukup bulan, keadaan itu disebut dengan KPD.

4. Keluar darah

Perdarahan pada kehamilan muda menandakan ancaman keguguran. Sedangkan perdarahan pada kehamilan yang lebih tua menandakan ancaman persalinan prematur. Lain lagi bila darah keluar pada kehamilan diatas usia 7 bulan dan bersifat merah segar tanpa disertai rasa nyeri. Jika hal itu terjadi, maka sangat mungkin plasenta Anda menutupi jalan lahir atau yang disebut plasenta previa.

5. Keputihan yang bermasalah

Meskipun sekresi cairan pada ibu hamil meningkat, Anda tetap harus waspada terhadap perubahan sifat dari cairan yang keluar. Waspadalah bila cairan yang keluar menimbulkan rasa gatal, cairan berbau, atau berwarna kuning, bahkan kehijauan. Bisa juga yang keluar bukan cairan lendir, tapi sudah berubah menjadi gumpalan-gumpalan seperti susu pecah. Cairan yang seperti ini menunjukkan sudah terkontaminasi jamur. Bila menjumpai hal tersebut, berkonsultasilah dengan dokter.

6. Sakit kepala disertai bengkak atau kejang 

Sakit kepala berbeda dengan pusing. Sakit kepala terasa nyeri berdenyut-denyut, bisa pada sebagian atau seluruh kepala. Sedangkan pusing lebih kepada rasa berputar atau berkunang-kunang. Sakit kepala yang disertai bengkak atau kejang pada ibu hamil amat perlu diwaspadai karena bisa jadi gejala penyakit pre eklampsia.

7. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati pada hamil trimester pertama seringkali menyertai kondisi mual dan muntah. Nyeri ulu hati bisa dirasakan sebagai rasa pedih, rasa panas terbakar, atau rasa ditusuk-tusuk di perut bagian tengah atas. Ini menggambarkan keadaan lambung yang mengalami iritasi. Selain itu, nyeri ulu hati bisa menggambarkan adanya gangguan hati.

8. Kontraksi sebelum waktunya

Semakin tua usia kehamilan, rahim akan mulai mengalami kontraksi. Ingat, kontraksi berbeda dengan gerakan janin! Kontraksi adalah aktivitas dari dinding rahim yang berubah mengeras dan kaku. Kontraksi yang sering terjadi pada akhir trimester 3 adalah kontraksi palsu (Braxton Hicks). Kontraksi palsu tersebut sama sekali tidak terasa nyeri. Namun, apabila Anda merasakan nyeri karena kontraksi yang hilang timbul, waspadalah! Kontraksi semacam itu berpotensi menimbulkan pembukaan mulut rahim.

9. Janin tidak bergerak

Janin mulai bergerak pada usia 8 pekan. Meskipun demikian, gerakan tersebut baru dapat dirasakan oleh sang ibu pada usia kehamilan 18-20 pekan. Pada umumnya, janin bergerak aktif terutama pada malam hari. Pada siang hari, ia tetap bergerak meskipun intensitasnya agak berkurang. Hubungi tenaga kesehatan bila gerakan janin dirasakan kurang.

Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda Bahaya Kehamilan

Ingat, adanya keluhan atau tanda-tandadi bawah ini harus selalu dikomunikasikan dengan dokter! Meski demikian, cobalah untuk tidak panik. Tetaplah tenang ketika mendapati hal tersebut. Mintalah pendamping untuk menemani Anda pergi ke dokter.

Depok, 3 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Zerbo O, Iosif A-M, Walker C, Ozonoff S, Hansen RL, Hertz-Picciotto I. Is Maternal Influenza or Fever During Pregnancy Associated with Autism or Developmental Delays? Results from the CHARGE (CHildhood Autism Risks from Genetics and Environment) Study. J Autism Dev Disord. 2013 Jan;43(1):25–33. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3484245/
  8. Buku Kesehatan Ibu dan Anak [Internet]. Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2015. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/BUKU%20KIA%202015_FINAL.pdf
  9. Hyperemesis gravidarum [Internet]. MedicineNet. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=8058

 

Pusar Bodong saat Hamil?

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami “pusar bodong” saat hamil. Dalam dunia kedokteran, “pusar bodong” disebut hernia umbilikalis. Hernia adalah suatu kondisi dimana terdapat bagian organ tubuh yang keluar melalui bagian otot yang melemah. Pada bayi baru lahir hingga usia 4-5 tahun, penutupan bagian dalam tali pusatnya dapat belum sempurna, sehingga dapat terjadi hernia umbilikalis. Namun biasanya, kondisi ini akan membaik setelah usia 5 tahun. Pada ibu hamil, otot-otot di sekitar perut cenderung tertarik dan melemah, sehingga memiliki risiko untuk terjadinya hernia umbilikalis saat hamil. Selain anak-anak dan ibu hamil, orang yang sering mengangkat beban yang berat juga berisiko untuk mengalami hernia umbilikalis.

Hernia umbilikalis merupakan jenis hernia ketiga tersering setelah hernia inguinalis (selangkangan) dan femoralis (paha), yaitu sekitar 3-8,5% dari seluruh kasus hernia. Kejadian hernia umbilikalis lima kali lebih sering pada wanita, dengan salah satu kondisi penting penyebabnya adalah kehamilan.1

http://www.laparoscopicconsultant.co.uk/hiatus-hernia-operation-london.html

Hernia Umbilikalis

Apa Saja Gejala Hernia Umbilikalis?

Gejala hernia umbilikalis pada kehamilan bervariasi, mulai dari yang tidak terlalu tampak dan tidak terasa, hingga yang selalu menonjol dan tampak dengan jelas. Seringkali tonjolan ini terasa nyeri saat beraktivitas yang berlebihan, tertawa, bersin, atau batuk. Seiring dengan bertambah besarnya kehamilan, beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan untuk beraktivitas, karena lebih mudah nyeri.

Berbahayakah bila pusar saya menonjol saat hamil?

Sebenarnya, kondisi ini tidak berbahaya bagi ibu maupun janin, selama tidak terasa nyeri yang terus menerus atau kemerahan pada tonjolan hernia. Sebaiknya sampaikan kondisi ini pada dokter yang memeriksa rutin, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Pada ibu hamil dengan hernia umbilikalis, disarankan agar tidak menggunakan pakainan yang ketat. Salah satu laporan komplikasi hernia umbilikalis pada kehamilan adalah terjadinya luka akibat gesekan antara kantung (tonjolan) hernia dengan pakaian. 2

Kapan Perlu ke Dokter?

Beberapa gejala yang menunjukkan tanda-tanda bahaya pada hernia umbilikalis dan perlu segera diperiksakan ke dokter:

  • Nyeri tajam yang terus menerus atau semakin parah
  • Kemerahan pada area atau sekitar tonjolan hernia disertai demam, mual, muntah
  • Tonjolan hernia tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam
  • Tanda bahaya diatas sangat penting untuk diperhatikan karena dapat merupakan tanda komplikasi hernia yang dapat membahayakan nyawa bila tidak ditangani segera.

Terapi Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis pada kehamilan yang tidak bergejala atau tidak nyeri belum memerlukan terapi. Yang perlu dilakukan adalah selalu waspada akan tanda bahaya dengan segera memeriksakan diri bila terdapat satu atau lebih tanda bahaya. Satu-satunya terapi yang terbukti efektif bagi hernia umbilikalis adalah dengan operasi. Perbaikan hernia umbilikalis selama kehamilan hanya dianjurkan bila hernia mengalami komplikasi.Diskusikan dengan dokter bedah untuk informasi lebih detil mengenai kapan saat yang tepat untuk dilakukan prosedur operasi bila dibutuhkan.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Hingga saat ini belum ada pencegahan khusus agar tidak terjadi hernia umbilikalis. Sehingga yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan :

  • Mencegah aktivitas, tertawa, batuk atau besin yang berlebihan
  • Menekan tonjolan pusar saat melakukan kegiatan diatas

Titania Nur Shelly, dr., MARS

08/18/2015

Referensi:

1. Dabbas N, Adams K, Pearson K, Royle GT. Frequency of Abdominal Wall Hernia: Is Classical teaching out of date?. JRSM Short Rep. 2011 Jan; 2(1): 5. Published online 2011 Jan 19. Diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3031184/

2. Punguyire D, Iserson KV, Apangan S. Fullterm pregnancy in umbilican hernia. Pan Afr Med J. 2011; 8: 6. Published online 2011 Jan 31. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3201614/

3. American Collage of Surgeons, Division of Education. Adult Umbilical Hernia Repair. diunduh dari: https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/adultumbilical.ashx

4. Ahmed A, Stephen G, Ukwenya Y. Spontaneous Rupture of Umbilical Hernia in Pregnancy: A Case Report. Oman Med J. 2011 Jul; 26(4): 285–287. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3191721/

Gambar di unduh dari :

http://www.laparoscopicconsultant.co.uk/hiatus-hernia-operation-london.html

Week 25: Nesting and a hernia and candy bars, oh my!

Wanita Resiko Tinggi Mengalami Gangguan Reproduksi

Kesehatan reproduksi wanita ikut menentukan keberlangsungan populasi manusia di muka bumi ini. Bagaimana tidak, dalam sistem reproduksi wanitalah janin tumbuh dan berkembang hingga lahir ke muka bumi. Itulah mengapa setidaknya seorang wanita memperhatikan betul kesehatan reproduksinya, termasuk kemungkinan mereka beresiko mendapat gangguan tertentu. Berikut beberapa jenis wanita yang beresiko tinggi mengalami gangguan pada sistem reproduksinya

  1. Wanita dengan pola hidup seks bebas yang gemar berganti pasangan
    HIV, hepatitis B adalah penyakit-penyakit yang terkenal belum ditemukan obatnya dan berujung pada kematian. Seks bebas adalah salah satu faktor resikonya. Selain itu beberapa penyakit kelamin yang ditularkan melalui seks bebas seperti gonorrhoe, syphilis tetap menjadi momok yang menakutkan meskipun sudah banyak ditemukan pengobatannya. Kanker leher rahim juga salah satu penyakit yang rentan dialami oleh wanita golongan ini.
  2. Wanita dengan pasangan yang memiliki pola hidup gemar berganti pasangan
    Terkadang, seorang wanita dapat juga terkena penyakit seperti pada point 1 sekalipun dirinya tidak pernah bergonta-ganti pasangan. Namun jika pasangannya itu tidak setia, tetap saja ia menjadi golongan orang yang beresiko. Inilah efek ‘ping-pong’ akibat kebiasaan berganti pasangan. Seseorang yang terkena penyakit menular seksual maka sebaiknya pasangannya pun diobati.
  3. Wanita dengan kehamilan 4 T :” terlalu tua, terlalu muda, terlalu rapat, terlalu sering”
    Beberapa komplikasi kehamilan dan persalinan sering terjadi pada kehamilan 4T. Pastikan perencanaan kehamilan mempertimbangkan faktor 4 T ini.
  4. Wanita dengan ibu/saudara perempuan penderita kanker payudara
    Payudara termasuk organ pelengkap reproduksi wanita. Salah satu faktor penyebab kanker payudara adalah genetik, penting bagi wanita dengan ibu/saudara perempuan yang memiliki penyakit ini melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin untuk deteksi dini.

Irma Susan Kurnia, dr.