Tag Archives: Ibu hamil

Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran

Peristiwa keguguran atau aborsi amat mungkin menyakitkan bagi perasaan ibu dan suami. Ibu bisa jadi mengalami guncangan batin apalagi bila mengharapkan kehadiran seorang anak. Saat merencanakan kehamilan berikutnya, ibu dan suami mungkin galau antara ingin segera mendapatkan momongan dengan takut bila mengalami keguguran lagi. Lalu, apa yang sebaiknya pasangan ketahui dan lakukan sebelum merencanakan punya anak? Bagaimana cara cepat hamil setelah keguguran ketika pasangan sudah siap?

Saat pasangan merencanakan kehamilan berikutnya

Merencanakan kehamilan paska keguguran memang butuh persiapan dari pasangan terutama ibu. Tentu ini bukanlah hal yang mudah karena ibu harus menghadapi perubahan yang kurang nyaman baik dari segi lahir dan batin. Ibu mungkin perlu menjalani fase pendarahan paska keguguran, kram perut, dan ketidaknyamanan pada payudara seperti bengkak dan air susu rembes.

Secara batin, perasaan negatif ibu mungkin akan campur aduk. Mulai dari rasa kehilangan, sedih, depresi, marah, merasa bersalah, menyesal, kesepian, kurang percaya diri bahkan cemas. Hal ini mungkin bisa membawa konflik bagi hubungan ibu dan suami. Sehingga, menerima ujian keguguran mungkin waktu yang berbeda bagi setiap pasangan. Namun, pasangan tidak perlu takut untuk mencoba kehamilan berikutnya terutama yang masih di usia produktif. Karena Anda berdua masih mungkin mendapatkan momongan yang sehat.

Kesuburan Paska keguguran

Setelah Ibu mengalami keguguran dan dikuret, rahim akan segera berada dalam proses pemulihan. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, peristiwa ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) sudah bisa terjadi. Setelah ovulasi, hormon progesteron ibu akan meningkat dengan sendirinya.

Tergantung dari siklus normal ibu, mensturasi biasanya terjadi setelah 3-6 minggu paska keguguran. Bila ibu sudah mulai menstruasi, ibu sudah bisa dikatakan kembali subur. Namun, pada ibu yang mengalami infeksi berat atau luka yang hebat pada rahim, ada kemungkinan kesuburan Anda akan terganggu. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami hal ini.

Waktu yang disarankan untuk hamil kembali

Pada umumnya, ibu perlu waktu untuk pemulihan rahim paling tidak 2-3 bulan setelah kuret bila ingin hamil lagi. Namun, terdapat perbedaan durasi menunda kehamilan pada beberapa kondisi ibu.

Untuk ibu yang baru pertama kali keguguran

Terdapat perbedaan pendapat tentang lama penundaan hamil setelah keguguran pada ibu yang pertama kali keguguran. Menurut rekomendasi lama WHO tahun 2005, pasangan sebaiknya menunda kehamilan sampai lebih dari 6 bulan dari awal keguguran. Sebaliknya, penelitian terbaru tahun 2010 menyebutkan ibu disarankan untuk hamil lagi dalam 6 bulan setelah kuret. Hal ini disebabkan karena kehamilan paska keguguran yang terjadi kurang dari 6 bulan lebih baik hasilnya daripada yang ditunda. Ibu yang hamil dalam 6 bulan pertama setelah kuret, lebih kecil kemungkinannya terjadi keguguran kedua dan komplikasi kehamilan.

Menyikapi hal ini, memang yang paling baik ialah menilai kondisi masing-masing ibu berdasarkan konsultasi dan saran dokter yang memeriksa Anda. Bila ibu sudah pulih, siap dan ibu dikatakan sehat menurut dokter, mungkin ibu tidak perlu menunda kehamilan.

Untuk Ibu yang keguguran berulang

Pada ibu yang mengalami keguguran berulang paling penting ialah konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter Anda mungkin akan mencari penyebab keguguran berulang ini dengan melakukan beberapa tes. Sehingga, waktu yang diperlukan untuk persiapan hamil lagi mungkin lebih panjang

Untuk Ibu yang keguguran akibat hamil anggur

Hamil anggur atau mola ialah tumor yang berasal dari sel hasil konsepsi yang tumbuh pada rahim ibu. Sel tumor ini akan memproduksi hormon hCG yang berlebihan. Pada ibu yang keguguran akibat hamil anggur mungkin disarankan untuk mendunda kehamilan sampai kadar hormon hCG nya kembali normal.

Saat Anda Siap, Berikut Cara Cepat Hamil yang Aman Setelah keguguran

Setelah ibu dan suami sudah pulih baik secara fisik dan mental dari peristiwa kehilangan paska keguguran, ibu dan suami bisa mulai mempersiapkan diri untuk kehamilan berikutnya. Berikut ini adalah cara cepat hamil setelah keguguran yang aman dan perlu diketahui :

  1. Berdoa untuk kesehatan janin berikutnya. Tentu pasangan perlu sadari lagi bahwa yang memberi rezeki anak ialah Tuhan YME. Sehingga pasangan dapat lebih tegar dan optimal dalam merencanakan kehamilan berikutnya.
  2. Konseling pra kehamilan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Ibu yang mengalami keguguran pertama kali memang beresiko 14% untuk mengalami keguguran lagi. Sedangkan resiko ibu yang mengalami keguguran berulang, kemungkinan keguguran pada kehamilan berikutnya lebih besar. Selain itu, ibu yang pernah keguguran memiliki resiko kelahiran prematur, induksi prersalinan dan pendarahan paska lahir di kehamilan berikutnya. Sehingga penting sekali kerjasama dengan dokter untuk mengetahui penyebab keguguran dan mencegahnya pada kehamilan berikutnya.
  3. Konseling genetik. Terutama bila Anda mencurigai kelainan genetik menjadi penyebabnya.
  4. Periksa kemungkinan adanya kelainan rahim. Kelainan rahim seperti adanya sekat pada rahim, penempelan rahim atau tumor sebaiknya diperbaiki sebelum hamil.
  5. Obati dulu penyakit penyerta pada ibu. Ibu yang memiliki penyakit seperti infeksi menular seksual, diabetes, penyakit tiroid dan gangguan pembekuan darah beresiko untuk mengalami keguguran. Sehingga penting sekali mendeteksi dan mengobati penyakit ini sebelum hamil.
  6. Perbaiki berat badan. Ibu yang terlalu kurus atau gemuk juga lebih besar kemungkinan terjadi keguguran spontan. Upayakan mencapai berat badan ideal dengan diet sehat dan olahraga teratur.
  7. Hindari zat yang berbahaya untuk janin seperti rokok, alkohol, narkoba, minuman yang tidak dipasteurisasi dan makanan yang tidak termasak sempurna. Ibu juga perlu konsultasi ke dokter bila sedang mengkonsumsi obat yang tidak aman utuk sistem reproduksi.
  8. Suntik vaksin seperti vaksin cacar, campak, rubella, gondongan (mumps) karena infeksi ini dapat menyebabkan keguguran pada janin.
  9. Perbaiki gaya hidup seperti menjaga kebersihan, mengatur pola makan, olahraga, belajar mengendalikan stres, dan menjalani perilaku seks yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan)
  10. Berhubungan teratur paling tidak 2-3 kali per minggu setelah menstruasi berhenti selama masa subur. Hal ini meningkatkan kemungkinan sperma membuahi sel telur setelah terjadinya ovulasi.
  11. Mulai konsumsi suplemen asam folat (400-800 mcg per hari) beberapa bulan sebelum rencana hamil. Memang tujuan dari pemberi suplemen ini bukan untuk meningkatkan kesuburan. Tetapi, pemberian asam folat amat penting untuk mencegah kecacatan janin yang mana bisa berkontribusi dalam penyebab keguguran.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah direview oleh Riyana Kadarsari, dr., SpOG

11/18/2015

Referensi
1. After a Miscarriage: Physical Recovery – American Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-loss/physical-recovery-after-miscarriage/
2. Choices NHS. Can having an abortion affect my fertility? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/1645.aspx?CategoryID=60
3. Love ER, Bhattacharya S, Smith NC, Bhattacharya S. Effect of interpregnancy interval on outcomes of pregnancy after miscarriage: retrospective analysis of hospital episode statistics in Scotland. BMJ. 2010 Aug 5;341:c3967.
4. Emotional Side Effects After an Abortion [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/abortion-emotional-effects/
5. UK CR. Fertility after a molar pregnancy, persistent disease or choriocarcinoma [Internet]. 2015 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/GTT/living/fertility-after-a-molar-pregnancy-persistent-disease-or-choriocarcinoma
6. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Management of couples with recurrent pregnancy loss. Uptodate. 2015 Nov 9;
7. Mark D Hornstein, MD, William E Gibbons, MD. Optimizing natural fertility in couples planning pregnancy. Uptodate. 2015 Oct 15;
8. Pregnancy after miscarriage: What you need to know. 2013 Mar 14; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134?pg=1
9. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Spontaneous abortion: Management. Uptodate. 2015 Jul 23;
10. Lamb EH. The Impact of Previous Perinatal Loss on Subsequent Pregnancy and Parenting. J Perinat Educ. 2002;11(2):33–40.
11. WHO | Report of a WHO technical consultation on birth spacing [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/publications/family_planning/WHO_RHR_07_1/en/

12. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Olahraga untuk Ibu Hamil yang Perlu Anda Ketahui

Perubahan bentuk dan fungsi tubuh selama hamil membuat banyak wanita yang sedang mengandung cepat lelah dan tidak bugar. Padahal kondisi bugar dan aktif selama hamil diperlukan agar kehamilan dan persalinan berjalan lancar. Diperkirakan sekitar 75% mommies yang sedang hamil tidak cukup aktif selama masa kehamilannya. Oleh karena itu, mommies sangat disarankan untuk melakukan olahraga untuk ibu hamil.

Mengapa berolahraga?

Ternyata ada segudang manfaat dari olahraga untuk ibu hamil baik untuk ibu hamil maupun janin. Diantaranya ialah:

  • Mengoptimalkan peredaran darah ke tubuh ibu dan janin
  • Membuat ibu lebih energik
  • Memperbaiki mood atau perasaan ibu hamil
  • Memperbaiki postur
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Mengurangi nyeri yang timbul akibat meregangnya otot dan jaringan selama kehamilan
  • Mengatasi konstipasi, kembung dan bengkak
  • Mengendalikan kadar gula darah, terutama ibu yang memiliki risiko diabetes dalam kehamilan
  • Mengurangi ketegangan dan kecemasan prapersalinan
  • Menguatkan otot, ketahanan terhadap lelah yang nantinya mempermudah persalinan normal.
  • Mempercepat berat badan kembali kesemula setelah lahir

Siapa saja ibu hamil yang aman berolahraga?

Pada umumnya, olahraga saat hamil aman bahkan dianjurkan oleh pakar kesehatan. Namun, sebaiknya mommies berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum memulai olahraga. Hal ini penting karena tiap mommies memiliki kondisi kehamilan dan riwayat kesehatan yang berbeda, sehingga mungkin ada perbedaan rekomendasi mengenai batasan jenis, durasi, atau tingkat olahraga yang dapat dilakukan. Syarat umum agar olahraga untuk ibu hamil bisa dilakukan ialah:

  1. Ibu tidak memiliki riwayat penyakit sebagai berkut:
    a. Gangguan jantung yang mengganggu peredaran darah
    b. Penyakit paru
    c. Tekanan darah tinggi, baik riwayat sejak sebelumnya maupun tekanan darah tinggi dalam kehamilan.
  2. Ibu tidak memiliki kondisi dalam kehamilan sebagai berikut:
    a. Kelemahan leher rahim
    b. Perdarahan atau risiko keguguran
    c. Letak ari-ari tidak normal
    d. Kehamilan kembar dengan risiko persalinan prematur
    e. Ketuban kurang/rembes
    f. Preeklamsia atau eklamsia

Rekomendasi Olahraga untuk Ibu Hamil

Saat hamil setidaknya ibu berolahraga minimal 3-4 hari per minggu selama 20 menit/kali. Manfaat paling maksimal bisa dirasakan ibu dan janin bila olahraga dilakukan tiap hari selama 30 menit. Banyak olahraga untuk ibu hamil yang dapat dilakukan secara mandiri. Olahraga ringan dalam batas wajar seperti jalan cepat, berenang, sepeda statis aman untuk ibu hamil. Selain olahraga mandiri, untuk mommies yang gemar bersosialisasi dapat mengikuti kelas senam hamil termasuk yoga.

Manfaat-Senam-Hamil-Bagi-Sang-Ibu

Olahraga untuk ibu hamil

Kelas senam hamil dipimpin oleh bidan yang berpengalaman dalam menangani proses persalinan. Di kelas tersebut, para mommies akan diajarkan gerakan-gerakan senam yang aman untuk dilakukan saat hamil. Gerakan tersebut dapat diulangi sendiri saat di rumah. Dalam sesi tersebut, para mommies juga akan diajarkan teknik pernafasan dan teknik relaksasi yang akan berguna untuk mengurangi berbagai keluhan yang muncul selama hamil dan akan membantu melancarkan proses persalinan.

Olahraga yang kurang disarankan

Bersepeda di luar ruangan (bukan sepeda statis) tidak disarankan untuk ibu hamil dikarenakan risiko jatuh atau kecelakaan yang cukup tinggi. Olahraga lain yang perlu dihindari mommies adalah menyelam, tenis, bulutangkis, sepakbola, bola basket, dan olahraga lain dengan risiko benturan atau risiko gangguan nafas pada ibu dan janin.

Bagaimana bila ada keluhan saat atau setelah berolahraga?

Setiap kegiatan tentu memiliki risiko,termasuk olahraga. Oleh karena itu, mohon konsultasikan ke dokter atau bidan anda segera, apabila setelah berolahraga didapati keluhan sebagai berikut:

  1. Flek atau perdarahan
  2. Sesak napas atau nyeri dada
  3. Pusing atau sakit kepala
  4. Lemas mendadak
  5. Tungkai nyeri atau bengkak
  6. Gerakan janin melemah
  7. Ketuban merembes

Setelah masalah tersebut tertangani, konsultasikan kembali dengan dokter atau bidan anda apa saja aktivitas fisik yang masih dapat dilakukan oleh mommies, jenis olahraga apa saja yang dapat dilakukan, dan apa saja batasan dalam beraktifitas selanjutnya.

Rizki Cinderasuci, dr. MARS

11/17/2015

Daftar Pustaka

  1. American College of Obstetricians and Gynecologist.2002. Excercise during pregnancy and postpartum period. ACOG Commitee Opinion no 267. Obstet Gynecol 2002;99:171-3
  2. American Pregnancy Association. Exercise during Pregnancy. June 2015. http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/exercise-during-pregnancy/
  3. Walsh JM, McGowan C, Byrne J, et al. 2011. Prevalence of physical activity among healthy pregnant women in Ireland. Int J Gynaecol Obstet 113:154-5
  4. ACPWH. 2010. Fit and safe. Advice to physiotherapists and other health professionals. Association of Chartered Physiotherapists in Women’s Health
  5. Berk B. 2004. Recommending exercise during and after pregnancy: what the evidence says. International Journal of Childbirth Education 19(2):18-24
  6. Boscaglia N, Skouteris H, Wertheim EH. 2003. Changes in body image satisfaction during pregnancy: a comparison of high-exercising and low-exercising women. Australia and New Zealand Journal of Obstetrics & Gynaecology 43(1): 41-5
  7. Nascimento SL, Surita FG, Cecatti, JG. 2012. Physical exercise during pregnancy: a systematic review. Current Opinion in Obstetrics and Gynecology. 24(6):387-94
  8. Dempsey JC, Butler CL, Williams MA. 2005. No need for a pregnancy pause: physical activity may reduce the occurrence of gestational diabetes mellitus and preeclampsia. Exercise and sports science reviews 33(3): 141-9

Aborsi Perlu Pantauan Medis! Ini Sebabnya

Terus terang kami bergidik untuk menulis mengenai tindakan aborsi. Namun, praktik aborsi ilegal amatlah memprihatinkan setelah kami telusuri bahwa penjualan obat penggugur kandungan marak terjadi di dunia maya. Untuk itu, kami merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi bahayanya usaha menggugurkan kandungan di luar pengawasan dokter dan tanpa indikasi medis.

Alasan Pentingnya Pantauan Medis Pada Aborsi

Berikut ini alasan mengapa aborsi memerlukan pemantauan dari tenaga medis dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai:

Counselling

Pentingnya konseling paska aborsi

  1. Konseling. Konseling mengenai efek aborsi secara medis dan psikologis amat penting  bagi wanita hamil juga keluarga. Efek samping jangka pendek seperti perdarahan dan infeksi perlu dijelaskan kepada wanita hamil yang akan menjalani aborsi. Begitu juga efek samping jangka panjang, seperti meningkatnya risiko kelahiran prematur maupun postmatur pada kehamilan berikutnya. Konseling pascaaborsi juga diperlukan terutama pada wanita yang rentan depresi seperti pernah depresi sebelumnya, usia muda, kehamilan pertama, dan keraguan saat mengambil keputusan aborsi.
  2. Pengkajuan medis. Perlunya pengkajian apakah wanita tersebut tidak memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan penatalaksanaan sebelum tindakan aborsi dilakukan, dan apakah ada kontraindikasi terhadap tindakan aborsi pada wanita tersebut. Gangguan kesehatan seperti asma, diabetes mellitus, anemia, dan gangguan darah dapat memburuk bila menggunakan obat-obat pemicu aborsi.Pengkajian tersebut dapat berupa anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
  3. Pemantauan efek samping. Obat-obat yang digunakan untuk aborsi memiliki efek samping. Sebagian dari efek samping tersebut dapat membahayakan jiwa.
  4. Pemantauan resiko gagal. Angka kegagalan tuntasnya aborsi yang dilakukan dengan menggunakan obat saja dapat terjadi hingga 22%-89% (tergantung pada jenis obat yang digunakan dan usia kandungan saat itu). Tidak tuntasnya aborsi yang dilakukan dapat berakibat timbulnya perdarahan akibat masih ada jaringan yang melekat. Tanpa pengawasan tenaga medis, perdarahan yang terjadi tidak mampu ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa wanita tersebut.
  5. Pemantauan infeksi, walaupun hanya menggunakan obat dan tanpa tindakan medis, dapat menimbulkan infeksi serius yang berakibat fatal bagi wanita yang menjalaninya. Tanpa pendampingan medis, deteksi dini dan penanganan dini dari infeksi tersebut akan tertunda. Infeksi dapat terjadi tanpa disertai demam, dan dapat menyebabkan kematian.

Rizki Cinderasuci, dr.

11/12/2015

Referensi

1. Christin-Maitre S, Bouchard P, Spitz IM. Medical termination of pregnancy. N Engl J Med. Mar 30 2000;342(13):946-56. [NEJM]
2. Zhou W, Sorensen HT, Olsen J. Induced abortion and subsequent pregnancy duration. Obstet Gynecol. Dec 1999;94(6):948-53. [PubMed]
3. Wilhite, M. et al. Psychological responses of women after first-trimester abortion. Archives of General Psychiatry. 2000; 57: 777–784 [PubMed]
4. Andrew and Boyle, 2003Andrew, J. and Boyle, J.S. African American Adolescents experiences of unplanned pregnancy and elective abortion. Health Care for Women International. 2003; 24: 414–433. [PubMed]
5. Kahn JG, Becker BJ, MacIsaa L, et al. The efficacy of medical abortion: a meta-analysis. Contraception. Jan 2000;61(1):29-40. (ISSN: 0010-7824). [Contraception]

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Bila Anda mengamati terdapat tanda-tanda kehamilan, Anda mungkin penasaran ingin mengecek apakah benar Anda hamil atau tidak. Berikut ini tes kehamilan yang umum digunakan:

Tes urin/ Tes Pack

Tes urin mungkin tes kehamilan yang paling umum dan mudah digunakan karena wanita bisa mengecek kehamilannya di rumah. Tes urin dapat mengetahui adanya kehamilan dengan cara mengukur hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin). Hormon hCG dikeluarkan sel dari janin Saat pertama kali janin menempel pada rahim. Hormon ini berfungsi untuk merangsang estrogen dan progesteron. Kadar hormon ini memuncak di tiga bulan pertama kehamilan. Sehingga pemeriksaan hCG dapat digunakan tes kehamilan di trimester awal.

Untitled

Cara menggunakan tes urin/tes pack

  1. Periksa tanggal kadaluarsa dan kondisi alat. Bila tes pack diletakkan lama di tempat lembab, mungkin kualitas alat sudah menurun. Lebih baik ganti dengan tes pack yang baru.
  2. Gunakan di pagi hari saat urin anda paling pekat
  3. Baca petunjuk test pack. Cara penggunaan test pack mungkin berbeda sesuai dengan merk yang Anda gunakan.
  4. Umumnya, Anda perlu menampung urin sebelum mencelupkan test pack selama 5 detik. Namun, ada juga alat yang bisa membaca hasil dengan Anda pipis langsung ke alat tersebut.
  5. Baca hasil. Hasil juga tergantung alat yang digunakan. Ada yang muncul dua garis berarti positif, ada juga yang langsung muncul berupa kata bila Anda menggunakan alat tes urin digital.

Bila ibu mendapati tes pack yang positif di rumah, maka sebaiknya selalu konfirmasi dengan pemeriksaan hCG darah atau USG. Meskipun dalam produk dikatakan tes pack 99% akurat, dalam kenyataan tes ini mungkin tidak dapat mendeteksi kehamilan bila tes dilakukan terlalu dini. Lagipula, klaim 99% akurat berasal dari uji lab dimana urin perempuan yang tidak hamil ditambahkan dengan hormon hCG. Sehingga tidak sepenuhnya bisa mewakili kondisi ibu hamil yang bervariasi. Selain itu, meskipun jarang, ada kemungkinan hasil tes kehamilan ini positif palsu (seolah-olah hamil padahal bukan seperti :

  • Abortus
  • Hamil anggur
  • Anda meminum obat penyubur yang mengandung hCG
  • Penyakit yang menyebabkan hormon hCG tinggi (seperti tumor penghasil hCG)
  • Kesalahan alat (sudah kadaluarsa atau rusak)

Tes Darah

Mirip halnya dengan tes urin, tes darah juga mendeteksi kehamilan dari hormon hCG. Namun, tes kehamilan lewat darah memang lebih akurat daripada urin karena dapat mengukur kadar pasti hormon hCG. Namun, karena pemeriksaannya lebih kurang nyaman, tes darah hanya digunakan bila diagnosis kehamilan amat perlu ditegakkan (misalnya sebelum memberi obat-obatan yang dapat mengganggu janin), terlambat mens kurang dari seminggu dengan tes urin yang negatif.

USG atau Doppler

manfaat-usg-kehamilan-300x200

Tes kehamilan yang paling akurat mungkin USG atau Doppler. Kehamilan bisa dikatakan positif bila terlihat janin dari pemeriksaan USG atau terdengar bunyi jantung janin oleh alat Doppler. Biasanya metode USG yang digunakan ialah USG transvaginal (melalui liang vagina) karena paling akurat untuk mengetahui usia kandungan dan lokasi kehamilan (pada kehamilan ektopik, janin bisa menempel di luar rahim dan dapat berbahaya bagi ibu). Sedangkan denyut jantung bayi dapat didengarkan oleh alat Doppler pada usia 10-12 minggu kehamilan.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/30/2015

Referensi

1. Pregnancy Diagnosis: Overview, History and Physical Examination, Laboratory Evaluation. 2015 Sep 16 [cited 2015 Sep 30]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/262591-overview
2. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Home birth, Amankah?

Tahukah Anda bahwa 30% ibu di Indonesia melakukan home birth atau bersalin dirumah? Salah satu alasan yang tidak bisa dipungkiri ialah kurangnya fasilitas atau transportasi di pedesaan. Namun, ada pula ibu yang melahirkan di rumah atau home birth karena pilihan. Menurutya, mereka merasa lebih nyaman, dekat dengan keluarga dan bisa “mengontrol” proses persalinan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah dan ibu merasa aman karena terhindar dari prosedur medis yang menakutkan. Namun, apakah home birth menjadi pilihan yang aman untuk ibu bersalin?

Untitled

Home birth dari segi medis

Home birth memang masih kontroversi di kalangan medis. Pasalnya, melahirkan di rumah dinilai paling tidak aman dibandingkan dengan fasilitas kesehatan.

Departemen Kesehatan RI dan lembaga kesehatan dunia seperti WHO dan ACOG (The American College of Obstetricians and Gynecologists) telah memberi pernyataan bahwa home birth dapat beresiko bagi ibu dan janin. Penelitian juga menyebutkan bahwa, meskipun resiko absolutnya rendah, melahirkan di rumah berhubungan dengan peningkatan resiko kematian bayi 3x dibandingkan dengan di rumah sakit.

Alasan lain mengapa melahirkan di rumah kurang dianjurkan dari segi medis ialah:

  • Sulitnya memantau kondisi ibu dan janin secara berkala. Menjelang persalinan, mungkin dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti alat pantau kontraksi, USG, pemeriksaan darah, urin, dsb.
  • Lebih sulit menciptakan suasana steril di rumah. Padahal, menolong persalinan dan memotong tali pusar bayi sangat perlu alat dan perlakuan yang steril untuk mencegah infeksi.
  • Kemungkinan terjadi resiko terlambat mendapat pertolongan dari tenaga ahli bila ada kondisi yang tidak diharapkan dari ibu maupun janin

Bagaimana bila Ibu tetap ingin home birth?

Meskipun home birth tidak direkomendasikan, tenaga kesehatan akan tetap menghargai pilihan ibu. Namun, ada beberapa syarat agar home birth tetap aman bagi ibu dan janin:

  1. Ibu sudah diberi informasi dari tenaga kesehatan dan paham betul mengenai resiko melahirkan di rumah
  2. Kehamilan ibu selalu diperiksa oleh tenaga kesehatan
  3. Kandungan ibu tunggal (bukan kembar) dan cukup bulan
  4. Tidak ada penyakit serius pada ibu seperti diabetes, kelainan jantung, kelainan pembekuan darah, gagal ginjal, dsb.
  5. Tidak ada riwayat operasi caesar.
  6. Ibu dan janin sehat dengan kriteria:
    – Keadaan umum ibu baik
    – Tekanan darah normal <140/90 mmHg
    – Bertambahnya berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg tiap bulan) atau sesuai   Indeks Masa Tubuh ibu
    – Bengkak hanya pada tungkai
    – Denyut jantung janin 120 – 160 kali/menit
    – Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia kehamilan 18 – 20 minggu hingga melahirkan
    – Tidak ada kelainan riwayat obstetri
    – Ukuran rahim sesuai dengan usia kehamilan
    – Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal
  7. Tidak ada kelainan saat hamil yang serius seperti preeklampsia, pendarahan, ketuban pecah dini, dll.
  8. Tidak ada kontraindikasi melahirkan normal seperti plasenta previa, penyakit kelamin
  9. Persalinan ibu ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten (bidan, perawat, dokter umum atau dokter kandungan)
  10. Persalinan tidak boleh ditolong oleh paraji/dukun beranak. Paraji tetap boleh mendampingi hanya sebagai dukungan emosional
  11. Wajib siapkan transportasi bila ada kejadian yang tidak diinginkan. Idealnya, ibu juga booking RS atau Rumah bersalin 24 jam dalam jarak 15 menit dari rumah.
  12. Setelah bersalin, ibu tetap dipantau kesehatannya oleh tenaga kesehatan.

Semoga ibu dan keluarga bisa mengambil keputusan yang bijaksana ya. Utamakan keselamatan ibu dan bayi. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/11/2015

Referensi

1. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan [Internet]. 1st ed. Indonesia: Departemen Kesehatan; 2013. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/documents/976-602-235-265-5-buku-saku-pelayanan-kesehatan-ibu.pdf
2. Commitee Opinion : Planned Home Birth. Am Coll Obstet Gynecol [Internet]. 2011 Feb;(467). Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Planned-Home-Birth
3. Eugene Declercq, PhD, Naomi E Stotland, MD. Planned home birth. Uptodate. 2015 Aug 19;
4. RISET KESEHATAN DASAR [Internet]. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI; 2013. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Larangan Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Tidak dapat dipungkiri, peristiwa kehamilan selalu dianggap luar biasa oleh wanita dan keluarga terdekatnya. Namun, hal ini sering disalahkaprahkan dengan berbagai macam anjuran dan larangan yang tidak berdasar. Bahkan diantara anjuran dan larangan ibu hamil tersebut ada yang malah membahayakan, baik dari segi kesehatan ibu hamil, maupun dari segi spiritual. Pada artikel ini, kita akan bahas larangan yang berupa mitos atau fakta seputar kehamilan.

Larangan Ibu Hamil yang Sering Disebut

1. Ibu hamil jangan menyusui

Tidak sepenuhnya benar. Anjuran sehat untuk wanita adalah memberikan ASI selama 2 tahun setelah itu baru bersiap untuk memberikan adik bagi si kakak. Namun, tak jarang dijumpai bahwa beberapa bulan setelah melahirkan, ternyata rahim sudah ada penghuni lagi. Bila demikian, ibu tetap dapat menyusui saat hamil apabila kandungan ibu sehat tanpa komplikasi.

2. Dilarang minum es karena bisa menyebabkan bayi gemuk

Mitos. Entah siapa penciptanya, yang jelas mitos ini bertahan di puncak tangga sejak berpuluh tahun yang lalu. Penjelasannya mudah saja, es batu terbuat dari air yang dibekukan. Tentu saja air tidak menyebabkan gemuk.

3. Dilarang berhubungan intim

Tidak sepenuhnya benar. Bagi ibu hamil dan janin yang sehat, berhubungan intim selama kehamilan relatif aman. Namun, pada ibu dengan komplikasi (seperti pendarahan, ketuban pecah dini, plasenta letak rendah, dll) mungkin hubungan suami-istri perlu dihindari sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

4. Tidak boleh naik pesawat

Tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya ibu yang sehat diperbolehkan naik pesawat sampai usia kandungan 37 minggu (meskipun pada beberapa maskapai terdapat kebijakan yang berbeda). Namun, sebelum ibu bepergian dengan pesawat, ibu perlu menyertakan surat keterangan dokter setelah diperiksa kondisi umum dan kandungannya.

5. Jangan melakukan pemeriksaan X Ray

Tidak sepenuhnya benar. Pemeriksaan X Ray pada ibu hamil mestilah mempertimbangkan manfaat dan resikonya. Rontgen mungkin dibutuhkan pada keadaan yang amat diperlukan ( kondisi emergensi, patah tulang, dsb). Ibu juga perlu ingat bahwa efek radiasi X Ray pada janin bergantung pada dosis dan paparan sinar rontgen tadi. Sehingga, pemeriksaan X Ray sebanyak 1 kali tidak akan mempengaruhi janin. Namun, memang penggunaan X Ray mestilah diminimalisir dengan menggunakan pemeriksaan lain yang lebih aman seperti CT Scan atau MRI.

6. Dilarang sauna, spa dan pijat

Ada yang dilarang, ada yang tidak. Ibu hamil yang sehat boleh saja dipijat kecuali bagian perut. Paling aman memang dilakukan di salon yang menyediakan perawatan ibu hamil. Perawatan yang sebaiknya ibu hindari ialah perawatan dengan air atau uap panas seperti berendam, sauna, jacuzzi, ratus, dsb. Hal ini dikhawatirkan peningkatan temperatur tubuh mendadak dapat mengganggu janin. Bila ibu melakukan perawatan di kolam, pastikan suhunya tidak lebih dari 32-35oC (Rekomendasi The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists).

7. Dilarang memakai kosmetik dan perawatan kecantikan lainnya.

Perawatan kulit saat hamil sebaiknya benar-benar dalam pengawasan dokter. Pasalnya, ada beberapa kandungan kosmetik yang perlu dihindari karena beresiko menyebabkan gangguan pada janin seperti Retinoid dan Hidroquinone. Penelitian mengenai efek obat pewarna rambut juga masih terbatas, sehingga sebaiknya dihindari untuk mencegah efek yang belum diketahui pada janin.

8. Jangan mandi malam

Tidak benar. Sepanjang kondisi tubuh cukup sehat dan cuaca cukup bersahabat, mandi malam cukup aman. Sebelum mandi, beristirahatlah sejenak agar suhu tubuh kembali normal. Gunakanlah air hangat bila perlu.

9. Hindari bekerja di depan komputer, laptop atau gadget

Tidak benar. Komputer, laptop, dan sejenisnya aman dan terbukti tidak berbahaya bagi janin. Pastikan saja ibu tidak meletakkan laptop atau gadget yang panas di dekat perut. Namun, memang bekerja di depan komputer terlalu lama dengan posisi yang tidak ergonomis berpotensi menimbulkan nyeri punggung. Mengetik terlalu lama juga dapat memicu Sindrom Terowongan Karpal (terjepitnya saraf di pergelangan tangan yang menyebabkan kesemutan atau baal).

10. Jangan makan daging setengah matang, tidak terlalu sering makan telur, dan hindari makan nanas.

Daging setengah matang memang tidak dianjurkan mengingat adanya risiko penularan parasit toxoplasma. Demikian juga dengan konsumsi telur mentah atau setengah matang, tidak dianjurkan karena adanya risiko infeksi Salmonela (bakteri penyebab demam tifoid). Tidak ada pantangan makan buah-buahan tertentu sepanjang porsinya dalam batas wajar.

Depok, 6 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Charles J Lockwood, MD, MHCM, Urania Magriples, MD. Initial prenatal assessment and first trimester prenatal care. Uptodate. 2015 Aug 13;
  8. Guidelines for Diagnostic Imaging During Pregnancy. ACOG [Internet]. 2004 Sep; Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Guidelines-for-Diagnostic-Imaging-During-Pregnancy
  9. Choices NHS. Is it safe to use a sauna or jacuzzi if I’m pregnant? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/2402.aspx?CategoryID=54#close
  10. Bozzo P, Chua-Gocheco A, Einarson A. Safety of skin care products during pregnancy. Can Fam Physician. 2011 Jun;57(6):665–7.
  11. Lisa Fields. Pregnancy-Proofing Your Beauty Regimen. WebMD.
  12. Is it safe to use a computer screen during pregnancy? [Internet]. BabyCentre. [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.babycentre.co.uk/x536447/is-it-safe-to-use-a-computer-screen-during-pregnancy

Bila Baby Blues Melanda

Momen persalinan biasanya identik dengan rasa haru dan bahagia saat menyambut sang buah hati. Namun, terkadang seorang ibu merasa hal sebaliknya setelah melahirkan. Perasaan sedih, ingin menangis tanpa alasan, bingung, bahkan khawatir yang berlebihan. Bila Ibu merasa demikian, mungkin Ibu mengalami sindroma yang dinamakan baby blues.

Bottle with help message

Baby Blues yang membuat lesu

Sindroma Baby Blues memang cukup banyak terjadi yakni sekitar 50-80% dan seringkali ibu tidak menyadarinya. Biasanya timbul pada hari ke 3-4 setelah melahirkan dan umumnya akan menghilang dalam 14 hari.

Ibu yang mengalami sindroma ini akan merasa sedih, bingung, emosi yang labil, khawatir, menangis tanpa alasan, lelah, perubahan mood, sulit tidur, merasa tidak mampu merawat bayi dan berbagai perasaan negatif lainnya.  Perasaan ini dapat terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam setiap harinya. Umumnya gejala ini ringan dan tidak sampai mengganggu kemampuan ibu dalam merawat bayi.

Penyebab di balik Baby blues

Meskipun terkadang seorang ibu sudah siap secara mental menghadapi datangnya anggota keluarga baru, sindroma ini tetap dapat terjadi. Adanya perubahan hormonal drastis pasca melahirkan disinyalir menjadi pernyebab sindroma ini. Selain itu, adanya status baru, perasaan lelah setelah melahirkan dan datangnya anggota keluarga baru, serta kesulitan saat menyusui juga menambah adanya perasaan negatif dan stres pada ibu pasca melahirkan.

Agar Baby Blues tidak berkepanjangan

Ibu memang tidak dapat mencegah perubahan hormonal pasca melahirkan yang menyebabkan sindroma baby blues ini. Namun, Ibu dapat mengatasi sindroma ini agar tidak berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan. Misalnya :

  • Ceritakan perasaan-perasaan Anda kepada suami atau orang yang dipercaya. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih lega dan tenang.
  • Mintalah dukungan dari suami atau orang terdekat.
  • Sesekali refresing keluar rumah dan menghirup udara segar.
  • Makan makanan yang seimbang. Makan terlalu banyak karbohidrat dapat meningkatkan perubahan emosi (mood swing), selain itu makanan seimbang juga sangat penting bagi ibu menyusui.
  • Mintalah bantuan kepada suami atau anggota keluarga lainnya untuk membantu merawat bayi saat ibu merasa lelah seperti mengganti popok, memandikan bayi, atau menghandle anak-anak yang lain sehingga ibu dapat beristirahat serta menikmati waktu-waktu menyenangkan bersama bayi.
  • Mencoba berpikir positif.
  • Turunkan ekspektasi. Ibu tidak perlu berharap terlalu berlebihan dan perfeksionis terutama di minggu-minggu awal kelahiran, karena Ibu masih dalam masa pemulihan pasca melahirkan. Pahami juga bahwa ibu sedang belajar menghadapi rutinitas baru. Ekspektasi berlebihan hanya akan menambah beban pikiran dan stres dalam diri Anda.
  • Anda tidak sendirian mengalami perasaan ini, Anda bisa mengikuti support group dari ibu-ibu hamil dan melahirkan yang sama-sama mengalami keadaan pasca melahirkan, yakinkan diri bahwa Anda mampu melalui keadaan ini.

Apabila setelah 2 minggu (14 hari) sindroma ini terus berlanjut, Ibu sebaiknya segera mencari pertolongan ke dokter. Dikhawatirkan kondisi ini berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan (postpartum depression). Semoga bermanfaat.

Arfenda Puntia Mustikawati, dr.

08/05/2015

Referensi :

1. Baby Blues. [Internet]. American Pregnancy.org [cited 2015 Agust 04] Available from: http://americanpregnancy.org/first-year-of-life/baby blues/tt
2. Baby Blues ; Healthwise Medical Information on [Internet]. eMedicineHealth [cited 2015 Agust 04] Available from: http://www.emedicinehealth.com/baby_blues-health/article_em.htm
3. Joy, Saju. Postpartum depression.   [cited 2015 Agust 05] Available from:
http://reference.medscape.com/article/271662-overview#a4
4. The Baby Blues. [cited 2015 Agust 05] Available from: http://www.babycenter.com/0_the-baby-blues_11704.bc

Gambar di unduh dari :

http://www.newbornhub.com/images/ppd.

jpghttp://i2.wp.com/www.postpartumprogress.com/wp-content/uploads/postpartum-depression-guide-help1.jpg?resize=850%2C565

Tips Agar Lahir Normal

Setiap ibu pada umumnya menghendaki persalinan yang lancar dan normal. Lahir normal adalah persalinan melalui jalan lahir (vagina), spontan (dengan tenaga ibu seluruhnya), dan janin dalam posisi belakang kepala (bayi tengkurap, dan kepala menunduk sehingga yang tampak pertama saat lahir adalah ubun-ubun kecilnya). Persalinan normal sebaiknya juga diikuti dengan lahirnya bayi yang normal. Bayi tersebut langsung menangis saat lahir, gerakannya kuat, dan kulitnya berwarna kemerahan. Faktor-faktor yang memengaruhi persalinan normal disingkat dengan 5P. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dijalani selama masa prenatal sehingga dapat memudahkan persalinan normal.

P1 (Power)/Kekuatan

Agar P1 (power) ibu kuat, biasakan hidup sehat, makan makanan seimbang, dan berolah raga teratur. Konsumsi susu dan suplemen agar daya tahan tubuh terjaga. Mintalah pemeriksaan laboratorium guna mengetahui adanya anemia atau penyakit lain. Jauhkan diri dari sumber penyakit, misalnya tidak terpapar polusi atau asap rokok. Jangan mendekat apabila ada rekan yang menderita penyakit menular. Apabila ada, ikutilah kelas prenatal atau senam hamil, sehingga fisik dan psikis sudah terkondisi dengan pola napas saat kontraksi, atau posisi tubuh saat bersalin. Cara mengejan yang benar juga bisa dipelajari di kelas ini.

childbirth456

P2 (Passage)/Jalan lahir

Agar P2 (passage) tak bermasalah, pastikan bahwa panggul normal. Pada umumnya akan dilakukan pemeriksaan panggul saat kehamilan memasuki usia 36 pekan. Kesehatan panggul ini memang sudah harus dimulai sejak dini, agar tidak terpapar penyakit yang merusak tulang. Untuk kelenturan sendi panggul, lakukan senam hamil atau berenang. Jalan kaki juga baik untuk kelenturan sendi panggul. Allah sebenarnya juga sudah menyiapkan P2 ini dengan adanya hormon relaksin yang bersifat melonggarkan sendi.

P3 (Passanger)/Bayi

Supaya P3 (passenger) bisa lancar melalui jalan lahir, maka sebaiknya berat badan bayi tidak terlalu besar, jangan lebih dari 4 kilogram. Biasanya ukuran janin yang besar ini sudah dapat dideteksi sebelumnya, sehingga dokter akan menasihatkan untuk mengurangi makanan atau minuman berkalori tinggi. Namun, kondisi ibu bisa juga membuat janin besar, yaitu apabila ibu menderita penyakit Diabetes Melitus (kencing manis) yang tidak terkendali. Karena itu, periksalah gula darah sebelum hamil, terutama bila diketahui ada riwayat keluarga yang menderita penyakit tersebut.

5183371_s

P4 (Psikis)

P4 (psikis) semata-mata bergantung pada ibu sendiri. Persiapkan jiwa dan raga untuk hamil dan bersalin. Persiapkan jiwa dan raga untuk hamil dan bersalin. Tambahlah pengetahuan dengan banyak membaca dan berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan racuni diri dengan mitos yang tidak jelas tujuannya. Persiapkan ruhiyah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Pengalaman membuktikan, ibu yang siap menghadapi persalinan dengan segala rasa nyerinya, biasanya proses persalinan akan berjalan dengan lancar.

bidan-cantik

P5 (Penolong)

Penolong (P5), perlu ditentukan semenjak hamil. Persalinan tidak harus selalu ditolong oleh dokter kandungan. Kehamilan risiko rendah bisa ditolong oleh bidan. Namun, kasus kehamilan risiko tinggi sebaiknya ditolong oleh dokter. Bidan yang baik dan berpengalaman akan mampu menyaring kasus, mana yang bisa ditolong bidan, mana yang harus dirujuk ke dokter. Tidak dianjurkan untuk bersalin dengan dukun beranak. Siapa yang akan mendampingi saat bersalin nanti, tentukan sejak dini.

Depok, 9 Juli 2015

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg. 6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Gambar di unduh dari :

  • http://www.inhabitots.com/choosing-a-childbirth-education-class/
  • http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/bidan-cantik.jpg

10 Keluhan Umum Trimester 3 Kehamilan

Pada trimester 3 ini, keluhan-keluhan kembali muncul setelah pekan ke-34. Tidak berlebihan kalau dikatakan ibu hamil jadi serba salah. Begini salah. Begitu salah. Namun, jangan kalah! Dengan pemahaman, pengertian, dan kesabaran, hal-hal yang dirasa kurang menyenangkan ternyata bisa disiasati. Berikut adalah beberapa keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil trimester ketiga.

info2

1. Kaki kram

Biasanya keluhan ini muncul pada saat dini hari sampai menjelang subuh. Terutama saat cuaca dingin. Memang, kram (kejang otot) yang merupakan akibat dari defisiensi kalsium ini dapat dipicu pula oleh kondisi dingin. Umumnya, terjadi mendadak. Tiba-tiba saja otot kaku dan terasa nyeri terutama di daerah betis.

2. Kaki bengkak

Bengkak timbul akibat timbunan cairan di tungkai. Cairan tersebut mengalami hambatan untuk menuju bagian atas tubuh dikarenakan lebih besarnya tekanan dari atas, yaitu adanya kehamilan. Bila tungkai tampak bengkak merata, yang tidak berkurang meskipun saat bangun tidur, atau terjadi pembengkakan pada tangan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak adanya preeclampsia.

3. Napas pendek

Sebagian ibu hamil mengartikan napas pendek ini dengan sesak napas karena memang demikianlah rasanya. Bernapas tidak lega dan tidak leluasa, seperti ada yang menindih di bagian dada. Terkadang napas pendek ini datang dengan tiba-tiba saat sedang beraktivitas maupun beristirahat.

4. Sulit tidur

Sulit tidur ada dua macam. Jenis pertama, sulit memulai tidur. Jenis kedua, cepat terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Meskipun tidak berbahaya, sulit tidur ini memang sangat mengganggu. Untuk mengatasinya, cobalah membuat rutinitas waktu tidur dan bangun, serta berusaha menepatinya sehingga jam tubuh akan menyesuaiakan.

5. Striae gravidarum (Stretch mark)

Mula-mula sedikit dan samar, tapi lama kelamaan garis-garis tersebut makin menebal dan berwarna kemerahan yang nyata. Ia terus menyebar sampai ke seluruh permukaan perut. Ditambah lagi dengan timbulnya rasa gatal yang membuat tangan selalu ingin mampir menggaruk. Itulah yang disebut stretch mark.

6. Gerah (kepanasan)

Tiada hari tanpa keringat. Ya, begitulah yang dirasakan oleh wanita yang hamil tua. Tak harus berada dalam cuaca panas, saat malam hari pun rasa gerah terus dirasakan. Ibu hamil semakin stres ketika mengetahui bahwa orang lain ternyata tidak merasakan gerah yang sama. Rasa gerah itu bersumber dari metabolisme yang meningkat selama kehamilan.

7. Nyeri panggul

Banyak wanita yang merasakan nyeri di persendian pangkal paha dan di tulang ekor. Terkadang ada yang merasakan nyeri di daerah tulang kemaluan. Rasa nyeri ini timbul saat berjalan, bangkit dari berbaring ke duduk/berdiri, atau pada saat berubah posisi berbaring (dari telentang ke miring atau sebaliknya).

8. Kontraksi palsu dan gangguan gerakan bayi

Semakin dekat dengan tanggal taksiran persalinan atau hari perkiraan lahir, tak jarang tiba-tiba perut terasa mengeras dan kencang untuk beberapa saat lamanya. Itulah yang dinamakan kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

9. Sering berkemih

Setelah melewati periode sering BAK pada trimester 1, maka pada akhir trimester 3 ini, rasa ingin sering berkemih timbul lagi. Kalau dulu kandung kemih tertekan oleh rahim yang baru mulai membesar, sekarang kepala bayilah yang mengadakan tekanan ke kandung kemih tersebut.

10. Varises dan wasir

Baik varises maupun wasir, sebetulnya mempunyai runutan kejadian yang tak jauh berbeda, yaitu kombinasi antara faktor hormonal dan beban kehamilan. Adanya pengaruh hormon progesterone membuat elastisitas dinding pembunuh vena menurun.

Depok, 1 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Keluhan Ibu Hamil Trimester 2

Trimester dua berlangsung sejak usia 13 – 28 pekan. Trimester dua ini boleh dikatakan sebagai masa yang paling menyenangkan selama kehamilan. Nafsu makan melonjak, seolah ‘bawaannya lapar terus’. Aktivitas sehari-hari masih bisa dikerjakan dengan mudah karena ukuran rahim belum terlalu besar. Quickening atau merasakan gerakan janin untuk pertama kali terjadi pada trimester 2 ini, tepatnya pada usia 18-20 pekan. Keluhan-keluhan ibu hamil pada trimester ini relatif ringan dan hampir tidak memerlukan tindakan khusus. Berikut ini beberapa uraiannya.

Trim2

1. Keputihan

Hampir semua ibu hamil mengeluhkan ini. Pada kasus seperti ini, sebenarnya yang terjadi adalah peningkatan sekresi cairan oleh kelenjar-kelenjar di sepanjang saluran genitalia. Sensasi yang dirasakan ibu hamil memang menyerupai keputihan. Ini merupakan kondisi normal, sebagai akibat dari aktivitas hormon esterogen. Namun, sebaiknya diwaspadai karena adanya cairan yang berlebihan akan meningkatkan kelembaban. Ditambah lagi, perut yang sudah membesar akan sedikit menyulitkan ibu untuk mengeringkan bagian bawah tubuh. Akibatnya, potensi untuk terinfeksi jamur jadi meningkat.

2. Sembelit

Ada dua jenis sembelit yang sering dikeluhkan ibu hamil. Yang pertama, ibu tetap bisa buang air besar (BAB), namun perlu waktu lebih lama dari biasanya. Yang kedua, lebih berat, yaitu ibu tidak bisa BAB sama sekali lebih dari 2 hari. Sebenarnya, sembelit ini wajar dialami oleh ibu hamil. Hormon progesterone meningkat saat kehamilan, efeknya membuat pergerakan (peristaltic) usus menjadi lambat. Akibatnya, sensasi rasa ingin BAB pun tidak selalu ada. Selama feses berada di dalam usus besar, ia terus menerus mengalami resorbsi, yakni penyerapan air oleh dinding usus besar. Semakin lama feses berdiam dalam usus besar, semakin keraslah konsistensinya. Inilah yang menyebabkan sembelit pada ibu hamil.

Constipation

3. Kembung

Sebagian orang menganggapnya sebagai ‘masuk angin’. Kembung adalah rasa penuh di ulu hati diakibatkan terkumpulnya udara di lambung. Kondisi kembung terkadang membuat perut hamil tampak lebih besar dari usia kehamilan yang sebenarnya. Jangan terkecoh dengan penampakan ini. Hormon progesterone yang melambatkan gerakan peristaltic lambung mengakibatkan udara terkumpul dalam lambung. Desakan udara dalam lambung inilah yang menimbulkan rasa tak nyaman. Biasanya kembung ini hanya menimbulkan rasa penuh dan sebah, tidak sampai mengganggu nafsu makan.

4. Tangan kesemutan atau mati rasa

Pada kondisi ini, yang dirasakan adalah sekumpulan gejala yang terjadi pada tangan (sebatas pergelangan) terasa kebas, mati rasa dalam beberapa derajat, dan kesemutan. Hal ini biasa terjadi terutama saat bangun tidur. Akibatnya, timbul ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas yang menggunakan tangan, misalnya menulis, mengetik, atau memegang benda-benda kecil. Kumpulan gejala itulah yang disebut dengan Sindroma Terowongan Karpal (Carpal Tunnel Syndrome). Asal kejadiannya adalah adanya pembengkakan pada selubung saraf yang melintasi pergelangan tangan, yaitu saraf medianus.

5. Mimisan

Ya, mimisan pada ibu hamil memang sering menghebohkan. Mimisan dapat timbul tanpa didahului trauma, misalnya hidung terbentur atau tertonjok. Darah bisa tiba-tiba saja mengalir dari hidung, atau tersembur saat kita menghela napas, tanpa rasa nyeri sedikitpun yang menyertainya. Kondisi ini tidaklah berbahaya. Pada waktu hamil, terjadi perubahan hormon yang menyebabkan kerapuhan pada dinding pembuluh darah di mukosa hidung, sehingga mudah terjadi perdarahan.

Depok, 30 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Keluhan yang sering dialami Ibu Saat Hamil Muda

Halo mommies.. Saat pertama melihat tanda garis dua pada testpack tentu rasanya campur aduk ya 🙂 Bahagia, penuh cinta, bersemangat, tapi juga ada rasa khawatir dengan adanya perubahan ini. Kehamilan tidak jarang memberi tantangan sendiri. Terlebih lagi pada saat hamil muda.  Apa saja sih keluhan yang sering dialami ibu hamil saat trimester pertama?

Keluhan Fisik Saat ibu Saat Hamil Muda

1. Mual dan muntah

Mual atau morning sickness adalah gejala yang paling sering dirasakan oleh wanita yang hamil muda, istilah untuk ibu hamil pada trimester pertama. Bahkan, rasa mual ini diidentikkan dengan adanya kehamilan. Adalah mengherankan, namun sekaligus disyukuri apabila seseorang hamil tanpa mual. Rasa mual terutama pada pagi hari yang dialami oleh wanita hamil diakibatkan oleh peningkatan hormon Beta HCG, hormon estrogen, indra penciuman dan perasa yang semakin sensitif, bahkan stres. Untuk mengurangi rasa mual, ibu bisa mengkonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering, menghindari makanan merangsang dan bisa  mengiritasi (makanan pedas, asam, gorengan) dan coba relaksasi atau istirahat yang cukup.

642x361_IMAGE_1_7_Remedies_for_Morning_Sickness

2. Sakit kepala

Rasa nyeri yang menetap atau berdenyut pada kepala bisa timbul spontan atau dipicu dengan muntah. Sebagian orang memaknai sakit kepala dengan pusing. Pusing menggambarkan rasa berputar dan berkunang-kunang. Pada derajat ringan, kondisi ini tidak dirasakan mengganggu aktivitas. Dengan sedikit istirahat, keluhan dapat hilang dengan sendirinya.

3. Rasa lelah

Rasa lelah pada kehamilan trimester pertama disebabkan oleh menurunnya metabolisme basal. Sejalan dengan makin tuanya kehamilan (biasanya diiringi dengan makin aktifnya janin), maka metabolisme tersebut akan meningkat, sehingga ibu dapat menjadi lebih segar. Terkadang, rasa lelah ini juga disertai rasa mudah mengantuk. Hal ini sering menjadi masalah bagi ibu yang bekerja di kantor.

4. Perubahan emosi

Kebanyakan yang mengeluhkan masalah emosional ini adalah pasangan. Tak jarang si ibu hamil pun mengadukan permasalahan yang serupa. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Saat hamil muda, kadar hormon esterogen dan progesterone meningkat. Perubahan tersebut akan memengaruhi neurotransmitter di otak dan membawa sebuah keadaan perubahan emosi yang tak menentu. Kondisi ini dapat dipicu atau diperberat apabila terjadi kelelahan fisik.

5. Nyeri punggung

Nyeri punggung biasanya dimaknai dengan rasa pegal yang menetap di area punggung bawah atau sedikit ke arah pinggang. Walau nyeri terkadang ringan saja, tak jarang membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Penyebab nyeri bisa bermacam-macam, namun yang umum pada saat kehamilan adalah adanya perubahan poros tubuh. Pada saat hamil, tulang belakang lebih melengkung ke arah depan (hiperlordosis).

6. Nyeri perut bawah

Biasanya sehabis bersin, ibu hamil akan merasakan nyeri yang menusuk di perut bawah, agak ke samping. Bisa di sebelah kiri bawah atau kanan bawah. Anehnya, nyeri tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Setelah itu hilang. Memang, ibu hamil trimester 1 akhir atau trimester 2 terkadang merasakan sensasi nyeri tajam yang berlangsung singkat disamping rahim. Nyeri tersebut disebabkan oleh regangan ligamentum rotundum atau round ligament yang terjadi saat ada peningkatan tekanan yang mendadak di rongga perut, seperti bersin, batuk, atau tertawa terbahak-bahak.

7. Sering berkemih

Meskipun tidak terlalu mengganggu, hampir semua ibu hamil mengeluhkan hal ini. Sebenarnya, sering berkemih bisa dianggap normal, lagipula ini hanya merupakan kondisi sementara. Posisi rahim tepat berada di belakang kandung kemih. Saat rahim membesar, maka kandung kemih akan tertekan. Wajar saja bila kemudian timbul rasa ingin berkemih yang sering.

8. Jerawat dan gangguan kulit

Tiba-tiba saja, beberapa butir jerawat bermunculan di wajah yang tadinya mulus. Bahkan, tidak hanya di wajah, punggung pun turut mendapatkan jatah ketumbuhan jerawat. Hormon yang bertanggungjawab terhadap munculnya jerawat (acne vulgaris) ini adalah progesteron, yang berakibat semakin aktifnya kinerja kelenjar sebasea.

Permasalahan yang dipaparkan pada artikel ini memang tidaklah mutlak. Anda bisa saja tidak mengalaminya, atau ada yang mengalaminya tetapi malah bukan pada trimester pertama. Hal yang terpenting Ibu tahu trik nya mengatasi masalah ini. Jangan lupa konsultasikan ke bidan atau dokter selalu bila ada gejala yang dirasa semakin berat.

Depok, 29 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Morning sickness : Cause, concerns, treatments. Baby Center. 2013. http://www.babycenter.com/morning-sickness?showAll=true

Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Taksiran Persalinan

Kehamilan trimester 1 adalah masa kehamilan dari 0-12 minggu (0-3 bulan). Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), dan sekaligus bisa diketahui tanggal taksiran persalinan (TP) dengan menggunakan rumus dari Naegele. Caranya adalah:

Untuk mendapatkan tanggal TP:
Tanggal HPHT ditambah 7
Bulan dikurangi 3
Tahun ditambah 1

Misalkan tanggal HPHT adalah 1-4-2011, maka TP-nya adalah (1+7=8) / (4-3=1) / (2011+1=2012). Hasilnya menjadi = 8-1-2012 (sesuai dengan usia kehamilan 40 minggu)

pregnancy-due-date-calculator1035-x-1035-229-kb-jpeg-x

Yang sering jadi pertanyaan:

“Berarti saya hamilnya 10 bulan dong? Apa tidak kelamaan tuh?”
Tidak begitu. Waktu selama 40 minggu (10 bulan) itu dihitung dari HPHT. Sementara itu, pembuahan baru terjadi lebih kurang 2 pekan sesudah haid tersebut. Namun, tanggal berapa tepatnya pembuahan itu terjadi? Tak ada seorangpun yang mengetahuinya, kecuali pembuahan itu dilakukan di laboratorium, alias bayi tabung. Yang lebih objektif diamati adalah HPHT. Jadi, usia kehamilan sebenarnya menurut rumus Naegele tersebut adalah 9,5 bulan (atau 9 bulan 10 hari). Persalinan cukup bulan adalah dari 38-42 pekan. Jadi, bisa maju atau mundur 2 pekan dari tanggal TP.

“Bagaimana mungkin saya sekarang sudah hamil 10 pekan, padahal kami baru menikah 2 bulan?”
Hal ini bisa terjadi apabila setelah menikah, seorang istri belum pernah haid lagi, karena langsung terjadi pembuahan. Jadi, tanggal HPHT yang dipakai adalah saat sebelum menikah. Ini wajar saja. Bukan berarti bahwa sudah terjadi kehamilan sebelum menikah.

Pada trimester 1, terjadi perubahan-perubahan fisik sebagai akibat dari perubahan hormonal. Tidak hanya fisik, psikis pun turut mengalami perubahan. Keadaan ini sedikit banyak mempengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan. Sehingga, tidak sedikit yang justru mengalami penurunan berat badan pada trimester 1 ini.

Di lain pihak, pembentukan organ-organ vital janin (yang memerlukan kecukupan gizi dan nutrisi) juga berlangsung pada trimester 1. Sehingga, meskipun terengah-engah menahan mual, muntah, dan penderitaan yang lain, para ibu hamil dimohon kebijaksanaannya untuk tetap makan dan minum yang bergizi. Tidak ada batasan dan larangan apapun terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Silakan berimprovisasi dengan tetap memerhatikan keseimbangan gizi. Ingatlah bahwa Anda kini tengah memperjuangkan janin yang juga sedang berjuang untuk hidup. Itulah yang harus Anda ingat saat mood makan Anda sedang buruk.

Depok, 28 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Manfaat Rasa Sakit saat Persalinan

Lumrah sekali bila seorang calon ibu merasa takut akan rasa sakit proses persalinan. Bahkan tidak jarang ibu hamil ragu untuk memilih melahirkan secara normal. Namun, tahukan bunda ternyata rasa sakit yang nanti  dialami ketika bersalin secara normal memiliki manfaat bagi bunda dan buah hati?

Menjaga metabolisme bayi dan membantunya dalam transisi

birth

Verena Schmid, seorang pimpinan akademi kebidanan di Florenz Jerman mengungkapkan bahwa, secara fisiologis, rasa sakit ketika akan melahirkan melalui persalinan normal dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin dan hormon endorfin yang bermanfaat bagi ibu dan bayi.1 Rasa sakit yang dialami tersebut menimbulkan stres yang akut pada ibu. Sebagai efeknya, tubuh meningkatkan produksi hormon katekolamin yang saat sudah mencapai puncak akan memproduksi hormon oksitosin dan endorfin. Hormon oksitosin kemudian menstimulasi prolaktin yang memiliki peranan penting dalam menjaga metabolisme bayi selama proses persalinan berlangsung dan membantunya dalam menjalani transisi menuju kehidupan di luar rahim ibu.

Mempersiapkan ibu dalam pengasuhan bayi

Ketika bayi telah keluar dan rasa sakit berhenti, hormon endorfin yang ada di tubuh ibu sangat tinggi sehingga ia akan mengalami perasaan yang sangat menyenangkan.1 Perasaan tersebut yang kemudian menyertai ibu dalam menyambut sang buah hati dan memulai pengalamannya dalam pengasuhan. Sejalan dengan hal ini, Dr. Denis Walsh yang merupakan seorang bidan senior dan Associate Professor di jurusan kebidanan Nottingham University juga mengatakan bahwa, “Rasa sakit yang dialami oleh ibu saat melahirkan merupakan hal yang memiliki tujuan, bermanfaat, memiliki banyak keuntungan, seperti mempersiapkan ibu mengemban tanggung jawab dalam pengasuhan bayinya yang baru lahir.”2

Sebagai dasar kedekatan antara ibu dan bayi

Woman holding her newborn baby at hospital

Menurut Verena Schmid, hormon endorfin yang muncul ketika persalinan secara normal juga berperan dalam kualitas attachment atau kedekatan antara ibu dan bayi. Attachment atau kedekatan merupakan ikatan emosional timbal balik antara bayi dan pengasuhnya (dalam hal ini, ibu), yang berlangsung terus-menerus.3 Kedekatan merupakan hal dasar yang dibutuhkan seorang bayi untuk tumbuh dan berkembang.1 Menurut MacDonald, kedekatan memiliki nilai adaptif bagi bayi yaitu, memastikan bahwa kebutuhan sosial emosional serta kebutuhan fisiknya akan terpenuhi.3 Dengan demikian, persalinan secara normal menyebabkan terbentuknya dasar bagi bayi untuk bertahan dan tumbuh.

Dengan adanya berbagai manfaat tersebut, Dr. Denis Walsh menyarankan agar para ibu atau calon ibu untuk mengusahakan proses persalinan secara normal dan menghindari metode atau obat-obatan yang dapat menghilangkan rasa sakit. Meskipun demikian, ada kalanya kondisi moms mungkin tidak cukup sehat atau tidak memungkinkan untuk menjalani proses persalinan secara normal sehingga misalnya, mengharuskan ibu untuk menjalani operasi caesar. Selama ibu menjalani operasi tersebut bukan dengan tujuan menghindari rasa sakit, telah mempersiapkan mental dengan sungguh-sungguh, serta terus berupaya untuk dapat menjalin hubungan yang hangat dengan bayi, maka bunda tetap bisa lebih siap dalam mengasuh serta tetap memiliki kelekatan yang baik dengan sang buah hati.

Jika bunda tetap ingin melalui persalinan secara normal namun berdasarkan riwayat memiliki daya tahan terhadap rasa sakit yang kurang, maka Dr. Denis Walsh menyarankan agar moms dapat mengurangi rasa sakit secara alami melalui yoga, pemijatan, meminta dukungan dari suami dan keluarga.

Nah, semoga bunda sekarang tidak takut lagi dan semakin mantap untuk memilih persalinan secara normal ya. 🙂

Aisha Salsabila, S.Psi.

Referensi

  1. Schmid, V. (nd). The meaning and functions of labour pain. Diunduh dari http://marwarakha.com/pdf/The%20Meaning%20and%20Functions%20of%20Labour%20Pain.pdf
  2. It’s good for women to suffer the pain of a natural birth, says medical chief. (2009, Juli). Diakses dari http://www.theguardian.com/lifeandstyle/2009/jul/12/pregnancy-pain-natural-birth-yoga
  3. Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human development. 11th Ed. New York: McGraw-Hill.

Gambar di ambil dari :

http://i.huffpost.com/gen/2146578/images/o-LABOR-PAIN-facebook.jpg

http://www.megfaure.com/wp-content/uploads/2015/03/Mom-kissing-newborn-in-hospital.jpg

Ibu Hamil Berpuasa, Amankah?

Assalamualaikum Bunda.. Adakah yang berniat berpuasa Ramadan sementara sedang hamil? Meskipun telah diberi keringanan untuk mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah, banyak ibu hamil yang ingin turut serta beribadah puasa di bulan suci ini. Tapi di sisi lain ibu sering dilema tentang keamanan berpuasa dari segi medis. Lalu, sejauh mana ibu hamil bisa berpuasa di bulan Ramadan?

Pro dan Kontra Puasa Ibu Hamil

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek puasa terhadap kehamilan. Secara umum tidak ditemukan efek samping serius pada janin bagi ibu hamil sehat yang berpuasa. Namun, ada pula penelitian yang menemukan dampak negatif puasa pada ibu hamil. Sehingga, sampai saat ini batas aman tidaknya berpuasa bersifat individual.

puasa_ibu_hamil

Puasa Ibu Hamil

Hasil penelitian yang menyebutkan puasa pada ibu hamil relatif aman misalnya :

  • Ibu yang berpuasa saat hamil tidak mempengaruhi berat badan bayi saat lahir. 1,2
  • Ibu hamil yang berpuasa di trimester kedua tidak meningkatkan kadar stres oksidatif ibu juga tidak mempengaruhi perkembangan dan berat badan janin.3
  • Tidak ditemukan penumpukan zat keton didalam darah ataupun urin pada ibu hamil yang berpuasa.4
  • Tidak ada pengaruh puasa saat hamil dengan perkembangan janin atau kesehatan janin. Tidak juga ditemukan perbedaan ukuran arteri rahim atau ari-ari, parameter pertumbuhan atau cairan amnion antara ibu hamil yang berpuasa dan yang tidak.4
  • Tidak ada perbedaan IQ yang signifikan pada anak yang ibunya berpuasa saat hamil5
  • Tidak ditemukan peningkatan resiko kelahiran prematur pada ibu yang berpuasa saat hamil6

Sedangkan beberapa efek samping puasa yang ditemukan saat hamil contohnya :

  • Bayi yang ibunya berpuasa saat Ramadhan lebih kecil dan kurus serta plasentanya lebih kecil dibandingkan dengan ibu yang tidak berpuasa berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.321 bayi di Tunisia 7
  • Adanya penurunan kadar gula darah, insulin dan karnitin serta peningkatan asam lemak. Gula darah dan insulin berperan penting sebagai sumber nutrisi ibu dan janin. Begitu pula dengan karnitin yang berfugsi sebagai pengantar asam lemak ke dalam sel. 8
  • Terdapat penurunan kadar hormon LH, FSH, estrogen, progesteron dan leptin secara signifikan pada ibu hamil yang berpuasa. Hormon-hormon ini sangat penting karena bertugas untuk menjaga dan mempertahankan kehamilan serta mempengaruhi metabolisme tubuh saat kehamilan.9
  • Penelitian efek jangka panjang puasa pada kehamilan dari data Survey Kehidupan Keluarga Indonesia (Indonesian Family Life Survey, 2000) menyebutkan bahwa muslim dewasa yang ibunya berpuasa saat hamil sedikit lebih kurus dan pendek daripada yang tidak. 10
  • Adanya penurunan pergerakan nafas bayi saat ibu berpuasa akibat penurunan gula darah ibu11

Menyikapi perbedaan hasil penelitian ini, sebaiknya para ibu bijaksana dalam memutuskan untuk berpuasa. Penting sekali untuk paham kondisi ibu dan janin sendiri juga melibatkan tenaga kesehatan sebelum memutuskan berpuasa.

Bila Ibu Hamil ingin Berpuasa

Keputusan untuk berpuasa sepenuhnya dari ibu itu sendiri. Bila ibu diperbolehkan dan merasa sanggup berpuasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan :2,12–14

  • Pantau kondisi kesehatan ibu dan janin ke dokter atau bidan sebelum dan selama berpuasa
  • Sebaiknya hindari berpuasa saat trimester pertama kehamilan karena ada kemungkinan berat badan bayi lebih rendah meskipun penelitian lain menemukan perbedaan ini kurang signifikan
  • Sebaiknya hindari juga berpuasa di trimester tiga kehamilan karena saat ini ibu membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak
  • Coba berpuasa selang-seling
  • Makan dan minum sesuai takaran yang dianjurkan untuk ibu hamil.
  • Jangan tinggalkan sahur. Sebaiknya makan sahur dekat dengan waktu imsak. Agar tidak cepat lapar, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat sahur. Misalnya beras merah, gandum, oat, beras basamati, kacang-kacangan, dll

  • Berbuka dengan makanan karbohidrat sederhana seperti kurma, madu, sirup, gula, kentang, nasi putih, dll. Gula sederhana ini amat mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi
  • Segera berbuka dan temui dokter bila ada tanda-tanda berikut :
    • Sangat haus
    • Buang air kecil lebih sering sampai berbau kuat atau berwarna pekat (tanda dehidrasi)
    • Sakit kepala, pusing atau pingsan
    • Merasa letih dan lemah
    • Demam
    • Mual sampai muntah
    • Pergerakan bayi menurun
    • Terasa kontraksi (bisa jadi tanda-tanda persalinan prematur)

Mudah-mudahan bermanfaat ya bunda..

Waalaikumsalam wr wb

Agustina Kadaristiana, dr. 

Publikasi pertama 9 Juli 2014

Modifikasi terakhir : 7 Juni 2015

Referensi

  1. Cross JH, Eminson J, Wharton BA. Ramadan and birth weight at full term in Asian Moslem pregnant women in Birmingham. Arch Child. 1990 Oct;65(10 Spec No):1053–6.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1590265/
  2. Kavehmanesh Z, Abolghasemi H. Maternal Ramadan fasting and neonatal health. J Perinatol. 2004 Dec;24(12):748–50. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15343350
  3. Ozturk E, Balat O, Ugur MG, Yazicioglu C, Pence S, Erel O, et al. Effect of Ramadan fasting on maternal oxidative stress during the second trimester: a preliminary study. J Obstet Gynaecol Res. 2011 Jul;37(7):729–33. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21736666
  4. Dikensoy E, Balat O, Cebesoy B, Ozkur A, Cicek H, Can G. Effect of fasting during Ramadan on fetal development and maternal health. J Obstet Gynaecol Res. 2008 Aug;34(4):494–8. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18937702
  5. Azizi F, Sadeghipour H, Siahkolah B, Rezaei-Ghaleh N. Intellectual development of children born of mothers who fasted in Ramadan during pregnancy. Int J Vitam Nutr Res Int Z Für Vitam- Ernährungsforschung J Int Vitaminol Nutr. 2004 Sep;74(5):374–80. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15628676
  6. Awwad J, Usta IM, Succar J, Musallam KM, Ghazeeri G, Nassar AH. The effect of maternal fasting during Ramadan on preterm delivery: a prospective cohort study. BJOG Int J Obstet Gynaecol. 2012 Oct;119(11):1379–86.
  7. Alwasel SH, Harrath A, Aljarallah JS, Abotalib Z, Osmond C, Al Omar SY, et al. Intergenerational effects of in utero exposure to Ramadan in Tunisia. Am J Hum Biol. 2013 May;25(3):341–3.
  8. Malhotra A, Scott PH, Scott J, Gee H, Wharton BA. Metabolic changes in Asian Muslim pregnant mothers observing the Ramadan fast in Britain. Br J Nutr. 1989 May;61(3):663–72.
  9. Khoshdel A, Kheiri S, Hashemi-Dehkordi E, Nasiri J, Shabanian-Borujeni S, Saedi E. The effect of Ramadan fasting on LH, FSH, oestrogen, progesterone and leptin in pregnant women. J Obstet Gynaecol. 2014 Jun 10;1–5.
  10. Van Ewijk RJ, Painter RC, Roseboom TJ. Associations of prenatal exposure to Ramadan with small stature and thinness in adulthood: results from a large Indonesian population-based study. Am J Epidemiol. 2013 Apr 15;177(8):729–36.
  11. Mirghani HM, Weerasinghe SD, Smith JR, Ezimokhai M. The effect of intermittent maternal fasting on human fetal breathing movements. J Obstet Gynaecol. 2004 Sep;24(6):635–7.
  12. Bajaj S, Khan A. Women’s Health in Ramadan. Medical Update 2013 [Internet]. The Association of Physicians of India; 2013. p. 332–4. Available from: http://www.apiindia.org/medicine_update_2013/chap175.pdf
  13. Ziaee V, Kihanidoost Z, Younesian M, Akhavirad MB, Bateni F, Kazemianfar Z, et al. The effect of ramadan fasting on outcome of pregnancy. Iran J Pediatr. 2010 Jun;20(2):181–6.
  14. Bajaj S, Khan A, Fathima FN, Jaleel MA, Sheikh A, Azad K, et al. South Asian consensus statement on women’s health and Ramadan. Indian J Endocrinol Metab. 2012 Jul;16(4):508–11.

Olahraga Saat Hamil Menurunkan Resiko Bayi Lahir Besar dan Operasi Caesar Secara Signifikan

Berolahraga saat hamil ternyata memiliki manfaat yang sangat besar terhadap persalinan dan kesehatan. Peneliti dari Universitas Alberta menemukan fakta bahwa olahraga saat hamil dapat menurunkan resiko bayi lahir besar (makrosomia) dan resiko operasi caesar. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang mendorong ibu selama untuk berolahraga hamil dan masa nifas. 1,2

Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dari beberapa uji acak terkendali (randomized controlled trials) yang membandingkan antara pelayanan kehamilan standar dengan pelayanan kehamilan standar di tambah olahraga yang disupervisi. Olahraga yang disupervisi di sini maksudnya ialah ibu hamil melakukan paling tidak satu kali olahraga yang di awasi tim peneliti setiap dua minggu selama program berlangsung. Olahraga yang dilakukan hanya fokus pada penguatan dinding panggul. Subjek penelitian yang terlibat sebanyak 5322 ibu hamil.

Hasil dari penelitian ini ialah olahraga saat hamil menurunkan resiko bayi besar (berat badan bayi lahir >4000 gram) sebanyak 31% tanpa mempengaruhi resiko bayi lahir kecil (berat badan bayi lahir <2500 gram) atau usia kandungan ibu saat melahirkan. Selain itu, didapatkan juga penurunan resiko operasi caesar sebesar 20% pada ibu yang berolahraga saat hamil.

Seperti yang kita tahu bahwa bayi lahir besar (bayi dengan berat badan lahir >4000 atau 4500 gram) dapat menyebabkan kecacatan pada ibu seperti pendarahan hebat, luka pada vagina, dan meningkatkan resiko caesar. Selain itu, bayi besar juga sangat rentan terhadap trauma lahir, gangguan pernafasan dan hipoglikemia.3 Sedangkan operasi caesar juga dapat membawa resiko bagi bayi dan ibu seperti infeksi, pendarahan, trauma pada usus atau ginjal serta reaksi dari obat bius.4,5 Sehingga penting sekali bagi calon ibu untuk melakukan tindakan pencegahan komplikasi persalinan ini. Salah satu cara yang mudah ialah berolahraga saat hamil selama 30 menit tiap harinya untuk ibu hamil sehat sesuai anjuran ACOG.2 Tentu jangan lupa konsultasikan ke bidan atau dokter sebelum olahraga agar aman. Selamat mencoba ya bunda 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

05/18/2015

Referensi

1. Wiebe HW, Boulé NG, Chari R, Davenport MH. The Effect of Supervised Prenatal Exercise on Fetal Growth: A Meta-analysis. Obstet Gynecol. 2015 May;125(5):1185–94.
2. ACOG Committee Obstetric Practice. ACOG Committee opinion. Number 267, January 2002: exercise during pregnancy and the postpartum period. Obstet Gynecol. 2002 Jan;99(1):171–3.
3. George T Mandy, MD. Large for Gestational Age Newborn. Uptodate. 2014;
4. When is a cesarean delivery necessary & what are the risks? Eunice Kennedy Shriver Natl Inst Child Health Hum Dev [Internet]. 2012; Available from: http://www.nichd.nih.gov/health/topics/obstetrics/conditioninfo/pages/risks.aspx
5. WHO Statement on Caesarean Section Rates. Geneva: Human Reproduction Programme WHO; 2015.

Makanan yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Kehamilan, merupakan anugerah untuk setiap wanita. Untuk itu, selama prosesnya, setiap ibu hamil sebaiknya memperhatikan nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Para ibu hamil hendaknya memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi dari makanannya, untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada janin serta untuk menjaga kesehatan tubuhnya yang banyak mengalami perubahan selama kehamilan.

Ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, yaitu mengandung protein, karbohidrat, lemak, serta buah-buahan dan sayuran yang beragam jenisnya. Namun, tidak semua makanan dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya bahkan seharusnya dihindari selama hamil, karena makanan tersebut dapat menyebabkan keracunan dan membahayakan janin.

Berikut uraian makanan yang seharusnya dihindari selama hamil:

Soft cheese

webmd_rf_photo_of_nachos_with_quesoIbu hamil boleh saja menikmati pasta beserta keju parut di hidangannya, tapi yang harus dihindari adalah saus keju. Keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Listeria atau E.Coli, yang berbahaya bahkan dapat mengancam jiwa ibu hamil dan janin. Mungkin jika ibu mengenal istilah camembert, feta, blue cheese, queso blanco, queso fresco, panela, ada baiknya menghindari produk tersebut kecuali telah dilabel pasteurisasi. Sebaiknya pilih keju yang keras seperti keju chedar atau Swiss.

Daging mentah

photolibrary_rf_photo_of_rare_steak Apabila ibu hamil ingin makan daging-dagingan seperti steak atau burger, pastikan dagingnya telah dimasak sampai matang sempurna. Daging mentah maupun setengah matang dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai bakteri dan Toksoplasma. Ketika makan di luar, pastikan dagingnya dimasak sampai matang dan mengepul. Jika ingin memasak sendiri di rumah, pastikan suhunya sesuai standar yang diperbolehkan sampai daging matang, yaitu minimal harus mencapai 145oF (63o C)untuk seluruh potongan daging.

Jus segar

veer_rf_photo_of_fruit_juice_standJus yang diproses dari buah-buahan atau sayuran segar di restoran atau stand minuman biasanya tidak melalui proses pasteurisasi untuk melindungi dari bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E.Coli. Ibu hamil sebaiknya memperhatikan label kemasan jus yang dijual di supermarket. Jus yang dikemas dalam kotak atau botol dari pabrik biasanya sudah dipasteurisasi sehingga aman untuk dikonsumsi. Alternatifnya ibu dapat merebus jus atau sari buah segar sampai mendidih selama paling tidak 1 menit sebelum diminum.

Sushi

photolibrary_rf_photo_of_sushiIbu hamil penggemar sushi, hendaknya menjauh sementara untuk 9 bulan ke depan dari makanan ini, terutama yang mentah. Meskipun seafood merupakan sumber protein yang baik, namun yang mentah bisa menjadi sumber parasit dan bakteri berbahaya. FDA merekomendasikan ibu hamil hanya makan ikan dan makanan laut lainnya yang telah dimasak secara menyeluruh pada suhu 145oF (63o C).

Adonan kue mentah

photolibrary_rf_photo_of_raw_cookie_doughKetika membuat kue atau cake, seringkali kita tergoda untuk mencicipi adonan kue yang belum dipanggang. Bila adonan tersebut mengandung telur mentah, meskipun hanya sedikit yang masuk ke mulut, bisa menimbulkan resiko. CDC memperkirakan satu dari 20.000 telur tercemar bakteri Salmonella. Untuk amannya, ibu hamil tidak mencicipi adonan kue yang belum dipanggang yang berisi telur mentah. Namun eskrim dengan label rasa ‘cookie dough’ (adonan kue) aman untuk dikonsumsi ibu hamil.

Homemade dressing salad

getty_rm_photo_of_caesar_salad

Telur mentah juga sering digunakan untuk membuat dressing atau saus pada salad sayuran maupun buah-buahan. Sebaiknya ibu hamil memilih kemasan yang dijual di toko, karena dibuat dari telur yang sudah dipasteurisasi. Telur yang belum dimasak sempurna dapat mengandung bakteri Salmonella. Oleh karena itu, telur baru aman dimakan oleh ibu hamil setelah dimasak sampai kuning telurnya mengeras atau dimasak dalam suhu 160oF (71o C) bila ingin membuat produk mengandung telur.

Homemade Tiramisu

photolibrary_rf_photo_of_tiramisu

Banyak makanan penutup buatan rumah seperti mousse, meringue, dan tiramisu mengandung telur mentah sebagai bahan bakunya. Ada cara yang aman untuk mempersiapkan resep favorit anda. Di supermarket biasanya bisa didapatkan telur yang sudah dipasteurisasi, perhatikan labelnya sebelum membeli. Cara lain ibu dapat mebuat makanan penutup sendiri di rumah dengan resep modifikasi yang tidak menggunakan telur sama sekali atau telur mentah.

Unggas yang belum dibersihkan

photolibrary_rf_photo_of_stuffing_turkeyUnggas, seperti ayam atau kalkun yang dimasak dengan cara dipanggang tanpa dipotong dan dibersihkan lebih dulu seringkali menggoda untuk dilakukan mengingat waktu pengerjaannya yang lebih singkat. Bagian isi perut unggas yang belum dipotong tersebut ditakutkan mengandung bakteri, dan biasanya kehamilan lebih rentan terhadap infeksi. Untuk amannya, dapat digunakan unggas yang sudah dibekukan terlebih dulu, dan langsung dimasak dalam keadaan beku tersebut.

Ikan dengan merkuri

photolibrary_rm_photo_of_swordfishIkan baik untuk kesehatan ibu dan janin. Namun ada baiknya memilih ikan yang akan dikonsumsi dengan bijak. Swordfish, tilefish, king meckerel, dan ikan hiu mengandung methylmercury kadar tinggi. Logam ini dapat membahayakan calon bayi. Ibu hamil diperbolehkan makan ikan laut sampai 12 ons perminggu. Untuk itu, sebaiknya memilih ikan yang rendah kadar mercury seperti lele, salmon, cod, dan tuna kalengan. Konsultasikan dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi minyak ikan atau suplemen lainnya saat hamil.

Daging segar siap makan

photolibrary_rm_photo_of_deli_meats

Tidak seperti banyak kuman yang berhubungan dengan makanan lainnya, Listeria dapat tumbuh pada suhu di dalam lemari es, dan ibu hamil sangat rentan terhadap kuman ini. Untuk itu, ibu hamil sebaiknya menghindari daging segar siap makan, yang biasa digunakan untuk membuat hotdog, dan sebaiknya daging dipanaskan dahulu sampai mengepul. Daging olahan seperti daging luncheon, sosis kering atau fermentasi juga harus di masak dalam suhu 165oF (74o C) meskipun dalam label tertera sudah pre-cooked atau dimasak terlebih dahulu.

Buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci

getty_rm_photo_of_woman_washing_vegtablesSaat hamil adalah saatnya untuk mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran. Namun harus dipastikan untuk mencucinya secara menyeluruh di bawah air mengalir. Parasit seperti Toksoplasma dapat hidup pada buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci bersih, dan dapat menyebabkan penyakit Toxoplasmosis yang membahayakan janin. Jangan gunakan sabun untuk mencucinya, gunakanlah sikat kecil khusus untuk sayuran atau buah, dan disikat pada permukaannya. Daerah yang tampak menghitam pada buah atau sayuran sebaiknya dibuang karena menjadi tempat berlabuhnya bakteri.

Kecambah mentah

photolibrary_rm_photo_of_fresh_alfalfa

Ibu hamil sebaiknya tidak memakan kecambah atau bibit dari kacang-kacangan seperti pada lobak, toge, yang mentah. Hal ini disebabkan bakteri E. Coli dan Salmonella dapat tumbuh pada biji sebelum kecambah berkembang, dan ini sangat tidak mungkin untuk dibersihkan. Jika ingin makan sandwich yang dijual di toko, pastikan tidak ada kecambah mentah di dalamnya. Jika ingin membuat sendiri di rumah, masaklah kecambah tersebut sampai matang.

Salmon asap dan kerang mentah

photolibrary_rm_photo_of_bagel_with_lox

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, makanan laut harus dimasak secara sempurna dalam . Untuk itu, ibu hamil sebaiknya menghindari menu makanan seperti salmon yang diasap dan kerang mentah atau tiram segar karena dapat mengandung bakteri Vibrio. Salmon asap versi kulkas kurang aman. Sebaliknya, salmon asap yang dikaleng atau yang telah dimasak dalam suhu 165oF (74o C) lebih aman dan dapat dikonsumsi ibu hamil. Adapun kerang sebaiknya dimasak sempurna sampai bagian kerang terbuka suhu 145oF (63o C).

Makanan potluck

getty_rm_photo_of_potluck_buffet

Ibu mungkin tidak ingin menyinggung perasaan teman dengan menghindari makanan potluck nya. Namun, ibu perlu berhati-hati karena makanan yang dibiarkan di luar kulkas terlalu lama bisa terkontaminasi dengan bakteri dari luar. Bila menghadiri suatu acara yang menyediakan makanan  yang dibawa masing-masing tamu, ibu hamil boleh saja mencicipinya, namun pastikan makanan tersebut tidak dijajakan terbuka lebih dari 2 jam (pada suhu ruangan). Bila suhu ruangan di atas 90 oF (32o C), batas waktu makanan aman di makan di luar kulkas ialah 1 jam.

Susu yang tidak dipasteurisasi

photolibrary_rm_photo_of_fresh_milkMengunjungi peternakan dan mencicipi susu segar yang baru saja diperah tampak menggiurkan. Namun ibu hamil sebaiknya menunda minum susu segar langsung karena susu tersebut belum melewati proses pasteurisasi. Susu yang belum dipasteurisasi bisa mengandung Listeria yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Jika ingin membeli produk dari peternakan seperti susu, keju, dan produk susu lainnya, pastikan produk tersebut telah dipasteurisasi.

Kafein

photolibrary_rf_photo_of_pouring_coffee

Kafein telah diketahui dapat menembus plasenta dan berefek pada janin. Tahun 2008, penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi >200 mg kafein beresiko 2x lebih tinggi mengalami keguguran. Namun, penelitian terbaru menyebutkan kafein aman dikonsumsi oleh ibu hamil dalam jumlah yang sedang. Hal ini mendorong, The March of Dimes merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein sebanyak 200 miligram perhari. Namun harus diperhatikan juga, kafein tidak hanya terdapat pada kopi, namun juga pada teh, coklat, dan minuman energi.

Alkohol

getty_rm_photo_of_woman_buying_wine

Mengkonsumsi minuman beralkohol selama hamil, dapat menyebabkan penyakit yang serius pada janin dan kecacatan saat lahir. Bahkan jumlah yang sedikit saja bisa membahayakan. Sampai saat ini belum ada rekomendasi jumlah minimum alkohol yang aman untuk dikonsumsi selama hamil. Sehingga lebih baik ibu hamil menghindari segala jenis alkohol termasuk wine, bir, coolers atau eggnog.

photolibrary_rf_photo_of_food_take_outBila anda membungkus makanan dari restoran atau tempat yang menjajakan makanan dan dibungkus dengan menggunakan kotak atau kantong plastik, pastikan langsung pulang dan segera mengkonsumsinya. Bila makanan tersebut ditaruh di mobil, dapat meningkatkan suhu dalam makanan dan menjadi tempat berkembangbiak yang baik untuk bakteri. Bila ingin menunda memakannya, makanan tersebut dapat disimpan di kulkas sampai paling lama 2 jam sejak disajikan.

Hati hewan

download

Hati hewan merupakan sumber yang kaya vitamin A. Karena asam retinoat (RA) metabolit, vitamin A mempunyai resiko teratogenik yang dapat menyebabkan kecacatan dan membahayakan janin. Untuk itu wanita disarankan untuk menghindari atau membatasi konsumsi hati selama kehamilan. Sumber vitamin A lainnya yang perlu diwaspadai ialah suplemen vitamin A dosis tinggi dan suplemen hati ikan. Sehingga, ibu perlu berhati-hati dalam memilih suplemen dan mengkonsultasikannya ke dokter.

Nela Fitria Yeral, dr.

Daftar Pustaka

1. Hartmann S, Brørs O, Bock J, Blomhoff R, Bausch J, Wiegand UW, et al. Exposure to retinoic acids in non-pregnant women following high vitamin A intake with a liver meal. Int J Vitam Nutr Res Int Z Für Vitam- Ernährungsforschung J Int Vitaminol Nutr. 2005 May;75(3):187–94.

2. Food Safety For Pregnant Women [Internet]. FDA; Available from: http://www.fda.gov/downloads/Food/FoodborneIllnessContaminants/UCM312787.pdf

3. What to eat during pregnancy [Internet]. Medical News Today. [cited 2015 Feb 18]. Available from: http://www.medicalnewstoday.com/articles/246404.php

4. What Not to Eat When Pregnant. WebMD [Internet]. Available from: http://www.webmd.com/baby/ss/slideshow-what-not-to-eat-when-pregnant

5. Safety F. Checklist of Foods to Avoid During Pregnancy [Internet]. [cited 2015 Feb 18]. Available from: http://www.foodsafety.gov/risk/pregnant/chklist_pregnancy.html

6. Caffeine During Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Feb 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-during-pregnancy/

7. Choices NHS. Foods to avoid during pregnancy – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Feb 18]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/917.aspx?CategoryID=54#close

Pencegahan Kematian Ibu Hamil

Tahukah ibu bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) saat persalinan di Indonesia ternyata masih tergolong tinggi. Indonesia menduduki nomor 3 tertinggi di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk jumlah AKI. Lebih memprihatinkan lagi, berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, angka kematian ibu naik mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup dari 228 per 100 ribu kelahiran hidup di tahun 2007. Padahal, kematian dan cedera ibu pada kehamilan merupakan tragedi karena efek kehilangan ibu berdampak lebih besar terutama bagi anak yang dilahirkan.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya,  kematian ibu disebabkan oleh banyak faktor, sehingga untuk mengatasinya diperlukan tindakan yang serentak dan terpadu. Beberapa upaya intervensi yang akan dikemukakan dapat memberikan hasil yang cepat dan jelas, sementara yang lainnya berpengaruh untuk jangka panjang. Diantaranya dengan menjamin bahwa wanita hamil berada dalam keadaan yang sehat, akibat gizi dan perhatian yang baik terhadap kesehatan mereka yang diberikan sejak masih anak-anak. Pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas juga diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan.

Safe-Birth-Services-on-Kangu

Pentingnya Perawatan Kesehatan sebelum Kehamilan
Beberapa masalah utama kehamilan dan persalinan, seperti disproporsi kepala-panggul dan anemia, telah dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu, pencegahan harus telah dimulai bertahun-tahun sebelum kehamilan. Misalnya, dengan pemberian gizi yang lebih baik untuk anak perempuan, perhatian yang lebih banyak terhadap kesehatan mereka selama masa kanak-kanak, serta menjamin pemberian imunisasi secara lengkap.

Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan di sekolah atau masyarakat yang direncanakan dengan baik, dapat berperan besar dalam memperbaiki kesehatan ibu. Pesan-pesan kesehatan reproduksi yang perlu dikomunikasikan antara lain adalah bahaya perkawinan yang sangat dini dan kehamilan remaja serta manfaat pengaturan kehamilan dan perawatan prenatal.

Merencanakan Kehamilan (Keluarga Berencana)
Ketersediaan fasilitas pelayanan dan penerimaan masyarakat terhadap program keluarga berencana dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kesehatan ibu. Dengan mencegah kehamilan beresiko usia yang terlalu muda atau terlalu tua, dan menghindarkan kehamilan yang terlalu rapat, atau yang tidak diinginkan karena alasan apapun, akan mengurangi risiko kematian secara keseluruhan.

Pelayanan Kesehatan Saat Hamil (Perawatan Prenatal)
Pelayanan kesehatan prenatal mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu:

  • Promosi kesehatan selama kehamilan melalui sarana dan aktivitas pendidikan
  • Melakukan penyaringan, identifikasi, wanita dengan kehamilan risiko tinggi, dan merujuknya jika perlu
  • Memantau kesehatan selama kehamilan dalam usaha mendeteksi dan menangani masalah yang terjadi

Penyuluhan Kesehatan
Pendidikan kesehatan selama pelayanan prenatal dapat diberikan secara individu dan informal atau lebih sistematis dalam kelompok. Materi pendidikan mencakup topik umum seperti gizi dan perawatan selama kehamilan. Kesempatan itu harus digunakan untuk memberikan informasi pada wanita mengenai tanda yang berbahaya dalam kehamilan, termasuk langkah yang harus diambil pada keadaan tersebut.

Perbaikan Pelayanan Gawat Darurat
Walaupun upaya pencegahan dengan identifikasi faktor-faktor risiko telah dilakukan, namun masih ada kemungkinan komplikasi berat terjadi sewaktu-waktu. Dalam hal ini rujukan segera harus dilakukan, karena kematian dapat terjadi dalam waktu singkat. Oleh karena itu petugas kesehatan di lini terdepan harus dibekali dengan kemampuan melakukan tindakan-tindakan darurat secara tepat.

  • Perdarahan. Perdarahan postpartum sering memerlukan tindakan cepat dari penolong persalinan, misalnya pengeluaran plasenta secara manual, memberikan obat-obat oksitosin, massase uterus, dan pemberian cairan pengganti transfusi darah.
  • Infeksi nifas. Kematian karena infeksi nifas dapat dikurangi dengan meningkatkan kebersihan selama persalinan. Kepada penolong persalinan harus selalu diingatkan tentang tindakan asepsis pada pertolongan persalinan. Antibiotika perlu diberikan pada persalinan lama dan pada ketuban pecah dini. Ibu yang akan melahirkan dan keluarganya perlu diberi penerangan tentang tanda-tanda dini infeksi nifas.
  • Gestosis. Petugas kesehatan harus mampu mengenal tanda-tanda awal gestosis seperti edema, hipertensi, hiperrefleksia, dan jika mungkin, proteinuria. Jika gestosis memberat, maka perlu rujukan.
  • Distosia. Gravida dengan postur tubuh kecil atau terlalu pendek, primi atau grandemultipara, perlu dicurigai akan kemungkinan terjadinya distosia oleh karena disproporsi sefalopelvik. Pemanfaatan partograf untuk mendeteksi secara dini persalinan lama terbukti dapat menurunkan angka kematian maternal.
  • Abortus provokatus (Aborsi yang disengaja). Kematian karena abortus provokatus seharusnya dapat dicegah, antara lain dengan pelayanan kontrasepsi efektif sehingga kehamilan yang tidak diinginkan dapat dihindari. Pengobatan pada abortus inkomplit adalah kuretase, yang seharusnya dapat dilakukan di lini terdepan. Jika diragukan apakah sebelumnya telah dilakukan usaha abortus provokatus, perlu diberikan antibiotika, walaupun belum ada tanda-tanda infeksi. Jika sudah terjadi infeksi, perlu diberikan antibiotika dosis tinggi secara intravena.
  • Perbaikan Jaringan Pelayanan Kesehatan Pengadaan tenaga terlatih di pedesaan. Di Indonesia sebagian besar persalinan masih ditolong dukun, khususnya yang berlangsung di desa-desa. Para dukun ini harus dimanfaatkan dan diajak bekerjasama antara lain dengan melatih mereka dalam teknik asepsis dan pengenalan dini tanda-tanda bahaya, serta kemampuan pertolongan pertama dan mengetahui kemana rujukan harus dilakukan pada waktunya.
  • Peningkatan Kemampuan Puskesmas. Puskesmas yang merupakan fasilitas rujukan pertama dari petugas lini terdepan perlu dilengkapi dengan dokter terlatih serta kelengkapan yang diperlukan untuk mencegah kematian maternal. Puskesmas seharusnya mampu mengatasi perdarahan akut, tersedianya antibiotika dan cairan yang cukup, dan mampu memberikan pertolongan bedah obstetri sederhana.
  • Rumah Sakit Rujukan. Rumah sakit rujukan harus dilengkapi dengan fasilitas transfusi darah, listrik, air bersih, alat-alat operasi, anestesia, antibiotika dan obat serta bahan lain, dan tenaga terlatih. Menurut WHO ada 7 fungsi utama dari rumah sakit rujukan pertama yang harus dipenuhi, yaitu: (1) mampu melakukan tindakan bedah meliputi seksio sesaria, terapi bedah pada sepsis, reparasi robekan vagina dan serviks, laparatomi pada ruptur uteri dan kehamilan ektopik, dan evakuasi abortus inkomplit; (2) mampu memberikan pelayanan anestesia dan resusitasi jantung paru; (3) mampu melakukan tindakan medik pada renjatan, sepsis, dan eklampsia; (4) mampu memberikan transfusi darah dan terapi cairan; (5) mampu melakukan tindakan bedah pervaginam serta menggunakan partograf; (6) mampu memberikan pelayanan kontrasepsi efektif, khususnya sterilisasi; (7) mampu mengelola kasus risiko tinggi, antara lain melalui pondok bersalin (pondok ini dekat dengan rumah sakit rujukan, sehingga rujukan dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan cepat).

Nela Fitria Yeral, dr.

DAFTAR PUSTAKA

1. Royston, Erika. Pencegahan Kematian Ibu Hamil. Bina Rupa Aksara. Jakarta, 1989.

2. Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta, 2007.

3. World Health Organization. International classification of diseases. Manual of the international statistical classification of diseases, injuries, and cause of death. Ninth revision. Geneva, 1977.

4. Fortney, J.A. ET AL. Causes of death to women of reproductive age in Egypt. Michigan State University, 1984.

5. Smith, J.C. ET AL. An assesment of the incidence of maternal deaths. International journal of gynaecology and obstetrics, 16:282-286 (1979)

6. Gray, R.H. Maternal mortality in developing countries (letter). International journal of epidemiology, 14:337 (1985)

7. United Nations Population Division & US National Academy of Sciences. Indirect techniques for demographic estimation. New York, 1983.

8. CHI, I.C ET AL. Maternal mortality at twelve teaching hospitals in Indonesia: an epidemiologic analysis. International journal of gynaecology and obstetrics, 19(4): 259-266 (1981)

9. Khan, A.R ET AL. Maternal mortality in rural Bangladesh. The Jamalpur district. Studies in family planning, 17(1): 7-12 (1986)9.

10. Walker, G.J. ET AL. Maternal Mortality in Jamaica. Lancet, 1(8479): 486-488(1986)

11. Prof. Dr. Dinan S. Bratakoesoema, dr., SpOG(K)., “Tinggi, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia” [Internet]. Universitas Padjadjaran. [cited 2014 Nov 15]. Available from: http://www.unpad.ac.id/2013/04/prof-dinan-s-bratakoesoema-tinggi-angka-kematian-ibu-aki-di-indonesia/

12. Menkes Kaget Angka Kematian Ibu Bayi Masih Tinggi | -gayahidup- | Tempo.co [Internet]. Tempo News. [cited 2014 Nov 15]. Available from: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/26/060516873/Menkes-Kaget-Angka-Kematian-Ibu-Bayi-Masih-Tinggi

Penyebab Kematian Pada Ibu Hamil

Kelahiran seorang anak merupakan suatu peristiwa penting yang ditunggu-tunggu bahkan kadang dirayakan. Bagi ribuan kaum wanita, setiap kelahiran anaknya tidak saja sebagai pengalaman dan peristiwa penuh kebahagiaan, tetapi juga sebagai peristiwa yang dapat menghantarkan mereka pada kematian.

Pada kenyataannya, kematian dan cedera ibu pada kehamilan merupakan tragedi yang ditemukan secara luas di negara-negara bekembang, namun seringkali terabaikan karena penderita umumnya hidup di tempat terpencil, miskin, buta huruf dan secara politik tidak memiliki kekuasaan.

Kematian maternal adalah kematian wanita sewaktu hamil, melahirkan, dan 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tidak tergantung pada lama dan lokasi kehamilan, disebabkan oleh apa pun yang berhubungan dengan kehamilan atau penanganannya, tetapi tidak secara kebetulan atau oleh penyebab tambahan lainnya.

Kematian yang terjadi sebelum persalinan antara lain disebabkan oleh aborsi dan kehamilan ektopik. Sementara kematian yang terjadi selama persalinan antara lain disebabkan oleh perdarahan antepartum, intrapartum, dan postpartum. Sedangkan kematian yang terjadi beberapa waktu setelah persalinan antara lain disebabkan oleh sepsis nifas. Selain itu, tidak semua kematian maternal disebabkan oleh kondisi yang langsung berhubungan dengan kehamilan. Beberapa diantaranya disebabkan oleh keadaan yang sudah terjadi sebelumnya dan diperburuk oleh kehamilan (contohnya, hepatitis). Sekilas pasti menyeramkan membayangkan kondisi-kondisi demikian saat hamil. Namun, sebagai wanita kita perlu tahu apa saja kondisi yang membahayakan bagi ibu dan janin. Sehingga, kita dapat lebih dini melakukan pencegahan gangguan kesehatan yang bisa berakibat pada kematian ibu hamil.. 

dm_kematian-ibu_edited_fix

PENYEBAB KEMATIAN IBU

Penyebab kematian ibu/maternal umumnya dikelompokkan pada tiga kelompok besar, yaitu penyebab langsung, penyebab tidak langsung, dan penyebab campuran.

  1. Penyebab langsung adalah penyakit atau komplikasi yang hanya terjadi selama kehamilan, termasuk di dalamnya aborsi, kehamilan ektopik, penyakit hipertensi pada kehamilan, perdarahan antepartum/postpartum, persalinan macet, dan sepsis nifas.
  2. Penyebab yang tidak langsung adalah penyakit yang mungkin telah terjadi sebelum kehamilan tetapi diperburuk oleh kehamilan, contohnya penyakit jantung, anemia, hipertensi esensial (tekanan darah tinggi yang sebabnya tidak diketahui), diabetes mellitus, dan hemoglobinopati (penyakit sel darah merah)
  3. Penyebab campuran adalah penyebab yang bersifat kebetulan, contohnya yang khas adalah kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

Pada kenyataannya, penyebab kematian wanita pada kehamilan dan persalinan banyak sekali selain penyebab medis misalnya  penyebab logistik, kegagalan sistem pelayanan kesehatan, sarana transportasi, dan lain-lain. Oleh karenan itu, ibu perlu tahu istilah 3T untuk mengidentifikasi penyebab tidak langsung dari kematian maternal yaitu: terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai tempat pelayanan kesehatan, dan terlambat mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan.

Angka Kematian Ibu

Penyakit Hipertensi pada Kehamilan

Termasuk dalam kelompok penyakit ini adalah preeklampsia dan eklampsia. Tanda khas preeklampsia adalah tekanan darah tinggi, ditemukannya protein dalam urin (air kencing) dan pembengkakan jaringan (edema) selama trimester kedua kehamilan. Beberapa kasus, memperlihatkan keadaan yang tetap ringan sepanjang kehamilan. Pada kasus yang lain, dengan meningkatnya tekanan darah dan jumlah protein urin keadaan dapat menjadi berat.

Penyakit ini ditandai dengan nyeri kepala, muntah, gangguan penglihatan, dan nyeri pada perut bagian atas dan kemudian anuria (tidak berkemih sama sekali). Pada stadium akhir dan paling berat yang disebut eklampsia, pasien akan mengalami kejang. Jika eklampsia tidak ditangani secara cepat akan terjadi kehilangan kesadaran dan kematian karena kegagalan jantung, kegagalan ginjal, kegagalan hati, atau perdarahan otak. Preeklampsia sering terjadi selama kehamilan anak yang pertama, dan jarang terjadi pada kehamilan berikutnya, kecuali pada kelebihan berat badan, kencing manis, hipertensi esensial, atau kehamilan kembar.  Wanita remaja pada kehamilan pertama dan wanita yang berusia di atas umur 35 tahun, mempunyai risiko sangat tinggi.

Penyebab preeklampsia tidak diketahui. Oleh karena itu pengobatan bertujuan untuk menghilangkan gejala dan mengakhiri kehamilan sesegera mungkin, pada saat bayi dianggap mampu untuk hidup. Istirahat merupakan hal yang penting, pasien sering diberikan obat sedatif dan obat yang menurunkan tekanan darah. Beberapa wanita dengan preeklampsia mengalami persalinan spontan. Bagi yang tidak, umumnya dilakukan induksi persalinan pada kehamilan minggu ke-37 atau 38. Jika kemajuan selanjutnya lambat, atau jika tidak memenuhi persyaratan induksi, bayi harus dilahirkan seksio sesaria.

Jika keadaan berkembang menjadi eklampsia, maka tindakan segera harus dilakukan untuk menyelamatkan si ibu. Penyakit itu menyebabkan angka kematian sebesar 5% atau lebih tinggi. Tujuan utama pengobatan adalah mengendalikan kejang dan menurunkan tekanan darah. Jika keadaan itu telah dicapai, secepatnya dilakukan pengakhiran kehamilan. Tidak jarang diperlukan induksi persalinan. Jika sampai 6 jam setelah pengobatan bayi belum juga lahir, dapat dilakukan operasi sesar. Upaya untuk mencegah kejang tetap dilanjutkan setelah persalinan.

Pelayanan kesehatan prenatal yang baik seharusnya dapat mendeteksi preeklampsia secara dini. Jika calon ibu melakukan kunjungan setiap minggu ke klinik prenatal selama 4-6 minggu terakhir kehamilannya, ada kesempatan untuk melakukan tes protein urin, mengukur tekanan darah dan memeriksa tanda-tanda edema. Saat ibu telah dikatakan mengalami preeklamsia, sangat penting agar ibu berobat ke rumah sakit. Apabila ibu tinggal di daerah yang sulit untuk mendapat pelayanan kesehatan prenatal atau petugas penolong persalinan yang terlatih, atau kesulitan merujuk ke rumah sakit jika terjadi keadaan darurat, proporsi kematian ibu akibat hipertensi dalam kehamilan akan tinggi. Sehingga penting bagi keluarga atau bantuan masyarakat untuk menyiapkan transportasi sejak  jauh-jauh hari sebelum waktu persalinan.

image001

Persalinan Macet dan Ruptura Uteri

Pada sebagian besar penyebab kasus persalinan macet adalah karena tulang panggul ibu terlalu sempit, atau gangguan penyakit sehingga tidak mudah dilintasi kepala bayi pada waktu bersalin. Setiap pembahasan tentang persalinan macet, kita tak boleh melupakan perawakan dan ukuran rongga panggul ibu. Proporsi wanita dengan rongga panggul yang sempit menurun secara meyakinkan dengan meningkatnya tinggi badan. Persalinan macet yang disebabkan rongga panggul sempit jarang terjadi pada wanita yang tinggi.

Faktor genetik, fisiologis, dan lingkungan, termasuk gizi, mempengaruhi perawakan seseorang. Pada tempat yang standar kehidupannya baik dan penduduknya sehat serta mendapat makanan yang baik, ketika pertumbuhan terhenti pada umur sekitar 18 tahun sebagian besar ibu mencapai perawakan maksimum sesuai dengan batasan genetik. Sekitar 3 tahun kemudian pertumbuhan tulang panggul berhenti. Pada keadaan yang kurang baik, kebersihan lingkungan buruk, malnutrisi, dan penyakit infeksi, seperti malaria, diare, dan campak, pertumbuhan akan terlambat bahkan terhambat.

Beberapa bentuk ekstrim penciutan panggul paling sering ditemukan dalam masyarakat dengan kemiskinan massal dan mempunyai tradisi melahirkan muda sebelum si ibu tumbuh sempurna. Cara utama untuk mengatasi kemacetan, yang sekaligus menyelamatkan ibu ataupun bayi yang dikandungnya adalah dengan melakukan operasi sesar. Jika keadaan itu tidak ditangani pada stadium dini, kemacetan dapat berlangsung selama berhari-hari dan dapat mengakibatkan kematian ibu akibat infeksi dan kehabisan tenaga, serta kematian janin akibat infeksi, cedera lahir, dan kekurangan oksigen (asfiksia). Tanpa  pemberian antibiotika, sebagian besar wanita dengan persalinan macet akan mengalami infeksi sekitar 12 jam setelah pecahnya ketuban, dan setelah 24 jam hampir mencapai 100%. Kadang-kadang infeksi merupakan akibat pengobatan tradisional yang dimasukkan ke dalam vagina pada persalinan yang lama.

Ruptur uteri (robekan pada rahim) merupakan komplikasi utama persalinan macet yang lain. Jarang sekali terjadi pada wanita yang pertama kali melahirkan, dan lebih sering terjadi pada para ibu yang sebelumnya telah melahirkan beberapa orang anak. Jika uterus robek akan terjadi nyeri yang hebat dan nyeri tekan di atasnya, diikuti perdarahan berat dari pembuluh darah uterus yang robek dan kematian timbul dalam 24 jam sebagai akibat perdarahan dan shock, atau akibat infeksi yang timbul kemudian. Agar ibu dapat diselamatkan, diperlukan pembedahan yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan. Hal itu dapat dicapai dengan memperbaiki robekan pada uterus atau mengangkat uterus (histerektomi).

Perdarahan Antepartum (Sebelum Persalinan)

bleeding-between-periods_2-300x200

Perdarahan melalui vagina yang terjadi selama periode kehamilan hampir selalu merupakan tanda yang tidak normal. Perdarahan yang terjadi sebelum kehamilan 28 minggu, seringkali berhubungan dengan aborsi atau keadaan lain. Perdarahan setelah kehamilan 28 minggu dapat disebabkan oleh terlepasnya plasenta secara prematur, trauma, atau penyakit saluran kelamin bagian bawah. Dalam keadaan parah, perdarahan akibat cedera menimbulkan nyeri perut yang sangat akut. Keadaan itu disertai dengan perdarahan yang sebagian besar tersimpan dalam uterus dan dengan cepat mengakibatkan shock berat pada ibu dan kematian pada bayi.

Di samping perdarahan, ada bahaya tambahan yang mengancam kehidupan ibu, darah yang tersisa akan kehilangan sejumlah besar fungsi pembekuan normal yang sangat penting. Kemudian, risiko perdarahan lanjutan yang parah meningkat secara nyata. Bahaya lain adalah kegagalan ginjal ibu, yang terutama ditemukan jika pengobatan tertunda.

Solutio plasenta yang berat adalah keadaan kegawatdaruratan kebidanan yang parah. Sasaran utama pengobatan adalah untuk mengakhiri kehamilan, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan sebelum keadaan umum diperbaiki, termasuk pengendalian terhadap rasa nyeri dengan menggunakan obat analgetik yang kuat, dan mengganti kehilangan darah dengan transfusi.

Plasenta praevia adalah perdarahan antepartum jenis lain. Pada keadaan itu perdarahan berasal dari terlepasnya plasenta yang posisinya abnormal dalam uterus, sebagai akibat sebagian atau seluruhnya berada pada uterus bagian bawah. Pada plasenta praevia posisi bayi sering abnormal. Misalnya, kemungkinan bayi dengan letak bokong atau bahu yang berada langsung di atas plasenta letak rendah, sementara pada keadaan normal kepala janin menempati tepi bawah uterus.

Seorang wanita hamil yang dicurigai menderita plasenta praevia memerlukan pengawasan oleh tenaga ahli. Tujuannya adalah untuk memperpanjang usia kehamilan hingga bayi dapat dilahirkan cukup bulan, sementara itu dapat diambil tindakan untuk memperbaiki kesehatan ibu, mungkin diperlukan transfusi darah. Sebaiknya bayi dilahirkan setelah berusia sekitar 38 minggu. Pilihan tindakan induksi persalinan atau seksio sesaria tergantung pada pertimbangan klinis dan teknis tertentu.

Perdarahan Postpartum (Setelah Persalinan)

Perdarahan postpartum adalah perdarahan pervagina yang berlebihan setelah bayi dilahirkan. Kontraksi uterus selama persalinan bukan saja ditujukan untuk mengeluarkan bayi dan plasenta melainkan juga untuk menutup pembuluh darah yang terbuka setelah persalinan. Pada keadaan normal plasenta dikeluarkan dalam waktu 30 menit setelah kelahiran bayi. Selanjutnya kontraksi uterus segera akan menghentikan perdarahan. Karena berbagai alasan plasenta kemungkinan gagal untuk melepaskan diri, akibatnya perdarahan tidak akan pernah berhenti selama plasenta atau bagiannya tetap berada dalam uterus. Selain retensio plasenta, penyebab perdarahan postpartum yang lain adalah partus lama, semua jenis persalinan bedah vagina, pengaruh obat anestesi, dan tumor uterus seperti fibroma. Perdarahan yang berat dapat juga timbul sebagai akibat cedera pada saat persalinan spontan atau selama persalinan melalui pembedahan. Ruptur uteri, robekan pada leher rahim dan vagina, dan cedera pada jalan lahir bagian bawah dan perineum semuanya dapat menimbulkan perdarahan.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik merupakan penyebab perdarahan berat lainnya yang penting. Pada keadaan itu, telur yang dibuahi tertanam, tumbuh, dan berkembang di luar uterus. Tempat kehamilan ektopik yang paling sering terjadi adalah pada tuba fallopii. Karena tidak dapat menampung embrio yang terus tumbuh, tuba fallopii akan segera pecah (biasanya dalam waktu 10 minggu kehamilan yang pertama). Selanjutnya, terjadi perdarahan yang terkumpul dalam rongga perut dan menimbulkan rasa nyeri setempat atau menyeluruh yang berat, pingsan, dan syok. Tanpa pengobatan, kehamilan ektopik dapat menjadi fatal hanya dalam waktu beberapa jam. Untuk itu diperlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat tuba dan mengikat pembuluh darah yang pecah guna menghentikan perdarahan.

images

Anemia dalam Kehamilan

Anemia adalah istilah yang digunakan pada keadaaan penurunan konsentrasi hemoglobin dalam darah sampai kadar di bawah 11 g/dl. Hemoglobin merupakan zat berwarna merah yang terdapat dalam bentuk larutan dalam sel darah merah, yang fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen ke semua bagian tubuh. Zat besi, asam folat, vitamin, dan unsur mineral lainnya, diperlukan untuk pembentukan hemoglobin yang dibentuk dalam sumsum tulang. Bahan-bahan itu semuanya berasal dari makanan; sayur-sayuran hijau, dan makanan pokok, seperti kentang dan ubi yang merupakan sumber penting dari asam folat, sementara sebagian besar gandum, daging dan sayur-sayuran mengandung zat besi.

Anemia-During-Pregnancy

Pada keadaan normal tidak semua zat besi yang dimakan dan diserap setiap hari dari usus kecil diperlukan segera. Kelebihan itu biasanya disimpan dalam sumsum tulang sehingga selama masa stress fisik dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan pembentukan hemoglobin guna memenuhi kebutuhan yang meningkat. Salah satu dari periode stress fisik adalah kehamilan.Selama kehamilan, pertumbuhan janin dan uterus, serta perubahan lain yang terjadi pada ibu menyebabkan peningkatan kebutuhan zat makanan yang banyak, khususnya zat besi dan asam folat.  Jika karena kekurangan gizi, kebutuhan itu tak terpenuhi, kecepatan pembentukan hemoglobin menurun dan konsentrasinya dalam peredaran darah juga menurun. Selain itu, malaria, penyakit sel sabit, infeksi bakteri, dan kehilangan darah akibat aborsi, kehamilan ektopik, atau parasit usus seperti cacing tambang merupakan penyebab anemia yang penting.

Stadium awal anemia pada kehamilan umumnya tanpa gejala. Walaupun demikian, dengan menurunnya konsentrasi hemoglobin, pasokan oksigen ke organ-organ vital menurun, dan si ibu mulai mengeluh tentang kelemahan umum, mudah lelah, pusing, dan nyeri kepala. Kulit dan selaput lendir yang pucat, demikian juga pada dasar kuku dan lidah akan menjadi jelas jika konsentrasi hemoglobin sampai mencapai 70 g/dl. Dengan terjadinya penurunan konsentrasi hemoglobin sampai mencapai 40 g/dl, sebagian besar jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen, dan efek itu paling nyata terhadap otot jantung, yang kemungkinan mengalami kegagalan total jika terjadi anemia yang berat. Kematian akibat anemia merupakan akibat kegagalan jantung, shock, atau infeksi sebagai akibat dari daya tahan tubuh terhadap penyakit yang menurun.

Meskipun anemia yang tidak begitu berat tidak menjadi penyebab langsung kematian ibu, anemia dapat menjadi penyumbang kematian melalui penyebab lain. Ibu yang anemis tidak dapat mentoleransi terjadinya kehilangan darah seperti pada wanita yang sehat. Kehilangan darah hingga satu liter selama persalinan tidak akan membunuh seorang wanita yang sehat, tetapi pada wanita yang jelas anemis, kehilangan sekitar 150 ml saja dapat berakibat fatal. Wanita yang menderita anemia mempunyai risiko yang buruk untuk menjalani anestesi dan pembedahan. Anemia menurunkan ketahanan terhadap infeksi sehingga luka setelah pembedahan kemungkinan gagal untuk sembuh cepat atau bahkan tetap terbuka sama sekali.

Pengobatan anemia pada kehamilan biasanya meliputi pemberian tambahan zat besi dan asam folat. Pada daerah endemik malaria, juga disertakan pengobatan kemoprofilaksis malaria. Hal tersebut penting karena kekebalan terhadap malaria yang terjadi selama masa kanak-kanak akibat serangan yang berulang, oleh sebab yang belum diketahui akan berkurang pada kehamilan sekitar minggu keempat belas. Keadaan ini paling jelas pada kehamilan pertama. Diet yang seimbang juga membantu memperbaiki anemia.

Pengobatan yang sesuai dengan ketentuan tersebut di atas memakan waktu sekitar empat minggu atau lebih untuk memulihkan konsentrasi hemoglobin mendekati kadar yang normal. Dengan demikian, masalah akan timbul jika anemia yang berat ditemukan pertama kali pada akhir kehamilan, atau selama aborsi atau setelah persalinan karena pada saat itu tidak cukup waktu untuk melakukan koreksi terhadap keadaan itu. Pada keadaan seperti itu, perdarahan pada aborsi atau setelah persalinan dapat berakibat fatal. Satu-satunya jalan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi hemoglobin dengan cepat adalah melalui transfusi.

Masalah yang tak kalah pentingnya adalah bahwa wanita yang anemis mempunyai kadar hematokrit yang rendah dan mempunyai risiko untuk meninggal lebih tinggi daripada wanita dengan kadar yang normal. Walaupun demikian, kadar hematokrit yang sangat tinggi pada wanita juga berbahaya karena dapat menjadi petunjuk adanya perubahan komposisi darah, yaitu cairan berkurang sedangkan selnya tidak.

Demam Nifas

Karena berbagai alasan, wanita cenderung mengalami infeksi saluran genitalia setelah persalinan dan abortus. Tempat plasenta melekat pada dinding uterus ditinggalkan tetap terbuka sampai dia ditutupi oleh lapisan sel baru dalam waktu beberapa minggu. Robekan pada dinding saluran kelamin yang terjadi akibat persalinan, meninggalkan sejumlah darah beku dan tanpa suplai darah yang cukup.

Kuman penyebab infeksi dapat masuk ke dalam saluran genital dengan berbagai cara, misalnya, melalui penolong persalinan yang tangannya tidak bersih atau menggunakan instrumen yang kotor.  Infeksi juga dapat berasal dari debu di udara, atau oleh si ibu sendiri yang dapat memindahkan organisme penyebab infeksi dari berbagai tempat, khususnya anus. Pemasukan benda asing ke dalam vagina selama persalinan, seperti jamu, daun-daunan, kotoran sapi, lumpur, atau berbagai minyak, oleh dukun beranak juga dapat menyebabkan infeksi.

Infeksi nifas yang langsung jarang sekali terjadi setelah persalinan normal spontan meskipun keadaan di sekitar tidak higienis, asalkan selama persalinan tidak memasukkan sesuatu ke dalam vagina. Walaupun demikian, banyak wanita di Dunia Ketiga mengalami persalinan yang macet, yang selama persalinan menjadi sasaran dari berbagai tindakan yang membahayakan oleh penolong persalinan yang tidak terlatih dan tidak menghargai kebersihan. Akibatnya sepsis nifas merupakan salah satu penyebab kematian ibu di negara berkembang, dan sepsis nifas itu ternyata juga tinggi pada abortus yang ilegal.Kebersihan yang dilakukan selama persalinan merupakan upaya yang sangat penting untuk mengurangi kematian akibat infeksi nifas.

Penyakit Kuning  pada Kehamilan dan Kegagalan Hati Akut

Malaria, penyakit darah tertentu, dan hepatitis dapat menyebabkan ikterus/kuning dan mengancam kehidupan selama periode kehamilan. Dikenal tiga bentuk hepatitis virus, yaitu hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis non-A non-B. Virus penyebab hepatitis A dikeluarkan ke dalam tinja manusia. Oleh karena itu penyebab terpenting penyakit itu adalah pencemaran tinja terhadap makanan dan air minum. Virus yang menyebabkan hepatitis B berada dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, air mani, cairan vagina, dapat ditularkan melalui kontak tubuh yang erat. Darah terinfeksi merupakan sumber penyakit itu.

Wanita dengan sosioekonomi rendah sangat peka terhadap hepatitis virus. Dilaporkan bahwa penyebab paling sering pada wanita hamil adalah virus hepatitis A dan non-A non-B. Gejala awal dari hepatitis virus adalah kelemahan umum, mudah lelah, demam, nyeri kepala, dan sendi. Kehilangan nafsu makan, mual, muntah, nyeri pada perut bagian atas, dan akhirnya terjadi ikterus/kuning. Ikterus dengan cepat dapat menjadi berat, sedangkan pada kasus yang ringan dapat hilang dan terjadi pemulihan yang lambat.

Hepatitis virus dalam bentuk fulminan (ganas) paling sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga. Persalinan prematur, kegagalan hati dan perdarahan yang berat sering memperberat penyakit itu. Ibu meninggal karena kegagalan ginjal dan perdarahan yang berat. Perdarahan yang fatal pada kasus itu dipicu oleh kegagalan hepar akut. Pada keadaan itu darah kehilangan kemampuan untuk membeku, perdarahan tidak saja terjadi melalui jalan lahir tetapi juga ditempat lain seperti lambung, usus, selaput lendir, dan tempat suntikan pada kulit dan otot.

Persalinan dengan Pembedahan

Sebagian besar persalinan yang terjadi di rumah sakit di negara berkembang adalah persalinan normal. Sisanya merupakan persalinan bedah dalam berbagai bentuk. Pada beberapa kasus, diperlukan manipulasi untuk menarik bayi keluar melalui vagina. Forsep kebidanan, ekstraksi vakum, dan embriotomi merupakan contoh persalinan pervagina dengan pembedahan. Kelompok persalinan bedah lainnya adalah melalui dinding perut, dalam hal ini seksio sasaria paling sering dilakukan.

vaccum_forcep_delivery

Seperti diharapkan, persalinan spontan pervagina merupakan jenis persalinan yang paling aman. Kematian akibat komplikasi pada masa nifas setelah persalinan normal mungkin terjadi tetapi jarang, terutama pada ibu yang selama kehamilan bebas dari penyakit.

Sebaliknya, semua persalinan bedah mempunyai risiko baik terhadap ibu maupun terhadap bayinya. Sebagian risiko timbul akibat sifat pembedahan, sebagian karena prosedur lain yang menyertai persalinan bedah, seperti anestesia dan transfusi darah, dan sebagian lagi akibat komplikasi kehamilan yang memaksa dilakukannya pembedahan. Di samping itu, dapat timbul komplikasi setelah persalinan bedah, termasuk perdarahan dan infeksi yang berat. Sebagian besar tergantung pada kualitas pelayanan yang ada.

Kematian Akibat Aborsi

Setiap tahun ada sekitar 40-60 juta wanita yang berusaha mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan. Pengguguran kandungan merupakan metode yang paling tua, dan mungkin juga yang paling luas digunakan untuk mengendalikan kesuburan. Meskipun aborsi menyentuh berbagai masalah moral dan agama yang paling mendasar, hanya sedikit masyarakat yang mampu memandangnya secara jernih dari aspek kesehatan wanita.

Bagaimanapun, terbukti bahwa hukum yang membatasi aborsi atau tidak tersedianya pelayanan profesional tidak menghentikan upaya untuk melakukan aborsi. Sebaliknya, hambatan tersebut justru hanya mempengaruhi hasil tindakan aborsi yang dilakukan. Wanita yang terpaksa beralih pada pelayanan aborsi gelap secara sembunyi-sembunyi menghadapi risiko kematian 100-500 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita yang dilayani oleh petugas terlatih dengan prosedur yang higienis. Di negara berkembang yang angka kematian ibunya tinggi, masalah tersebut sangat penting.

Risiko yang berkaitan dengan pengguguran kandungan tergantung pada: metode yang digunakan, kompetensi pelaksana aborsi, stadium kehamilan pada saat aborsi dilakukan, umur dan keadaan umum wanita yang hamil, ketersediaan dan mutu pelayanan medis guna menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.

Stadium kehamilan pada saat dilakukannya aborsi merupakan salah satu faktor yang paling penting yang berpengaruh terhadap risiko kematian. Pada aborsi yang legal sekalipun, risiko kematian akan meningkat sesuai dengan peningkatan usia kehamilan.

Komplikasi dini yang paling sering adalah sepsis yang disebabkan oleh aborsi yang tidak lengkap, sebagian atau seluruh produk pembuahan masih tertahan dalam rahim. Jika infeksi itu tidak diatasi, dapat terjadi infeksi yang menyeluruh sehingga menimbulkan aborsi septik,  yang merupakan komplikasi aborsi ilegal yang paling fatal. Aborsi septik juga dapat timbul sebagai akibat aborsi spontan yang tidak lengkap, walaupun jarang terjadi.

Infeksi yang paling serius yang sangat jarang ditemukan di negara maju adalah infeksi bakteri anaerob yang biasanya ditemukan dalam tanah dan pupuk, yang menyebabkan gangren gas dan tetanus. Keadaan itu hampir selalu disebabkan oleh digunakannya peralatan yang kotor. Jika aborsi septik disebabkan oleh organisme yang sangat virulen dan dibiarkan tidak diobati, pasien dapat mengalami syok septik, suatu keadaan yang sangat berat yang diikuti dengan perlambatan aliran darah yang mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen.

Penyebab kematian kedua yang paling sering dilaporkan adalah perdarahan. Perdarahan dapat disebabkan oleh aborsi yang tidak lengkap, atau cedera organ panggul atau usus. Kematian umumnya diakibatkan oleh tidak tersedianya darah atau fasilitas transfusi di rumah sakit.

Nela Fitria Yeral, dr.

DAFTAR PUSTAKA

1. Royston, Erika. Pencegahan Kematian Ibu Hamil. Bina Rupa Aksara. Jakarta, 1989.

2. Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta, 2007.

3. World Health Organization. International classification of diseases. Manual of the international statistical classification of diseases, injuries, and cause of death. Ninth revision. Geneva, 1977.

4. Fortney, J.A. ET AL. Causes of death to women of reproductive age in Egypt. Michigan State University, 1984.

5. Smith, J.C. ET AL. An assesment of the incidence of maternal deaths. International journal of gynaecology and obstetrics, 16:282-286 (1979)

6. Gray, R.H. Maternal mortality in developing countries (letter). International journal of epidemiology, 14:337 (1985)

7. United Nations Population Division & US National Academy of Sciences. Indirect techniques for demographic estimation. New York, 1983.

8. CHI, I.C ET AL. Maternal mortality at twelve teaching hospitals in Indonesia: an epidemiologic analysis. International journal of gynaecology and obstetrics, 19(4): 259-266 (1981)

9. Khan, A.R ET AL. Maternal mortality in rural Bangladesh. The Jamalpur district. Studies in family planning, 17(1): 7-12 (1986)9.

10. Walker, G.J. ET AL. Maternal Mortality in Jamaica. Lancet, 1(8479): 486-488(1986)

* Gambar diambil dari: http://oshigita.wordpress.com/2013/05/07/penyebab-kematian-ibu/

Waspada Obat Aborsi Ilegal

Mommies, percayakah bahwa sekitar 2 (dua) juta tindakan aborsi terjadi di Indonesia setiap tahunnya?Angka ini amat fantastis mengingat tindakan aborsi ialah melanggar hukum. Selain itu, aborsi yang tidak aman dapat mengakibatkan masalah kesehatan bahkan kematian pada wanita yang menjalaninya. Sekitar 14-16 % kematian akibat aborsi yang tidak aman terjadi dari total Angka Kematian Ibu di Asia Tenggara. Meskipun begitu, masih banyak terjadi pengguguran kandungan secara ilegal. Bahkan, saat ini marak berbagai situs, blog, dan akun media sosial yang menjual Obat Aborsi secara online dengan klaim obat tersebut aman dan ‘resmi’. Tapi, benarkah demikian?

Pandangan Aborsi dari Sisi Hukum
Di Indonesia, legalitas tindakan aborsi diatur dalam Undang Undang no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya pasal 75 ayat 1 dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi pasal 31-35. Berdasarkan UU dan PP tersebut:

  • Setiap orang dilarang melakukan aborsi, kecuali berdasarkan indikasi kedaruratan medis, dan kehamilan akibat perkosaan.
  • Indikasi kedaruratan medis tersebut meliputi kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan ibu, dan/atau janin, dengan penentuan adanya indikasi tersebut telah dilakukan oleh Tim Kelayakan Aborsi
  • Aborsi dengan indikasi kehamilan berdasarkan perkosaan harus memenuhi kriteria:
    • Usia kehamilan : paling lama berusia 40 hari dari hari pertama haid terakhir dan sesuai dengan kejadian perkosaan
    • Ada keterangan penyidik, psikolog, atau ahli lain mengenai dugaan perkosaan
  • Ketentuan pelaksanaan aborsi
    • Dilakukan oleh dokter sesuai dengan standar dan di fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat
    • Atas permintaan atau persetujuan perempuan hamil dan dengan izin suami (kecuali korban perkosaan)
    • Tidak diskriminatif dan tidak mengutamakan imbalan materi

Berdasarkan penjabaran di atas, penjualan obat aborsi online tentu saja melanggar hukum. Tindakan aborsi dari obat tersebut tidak disertai indikasi yang jelas, tidak dilakukan oleh tenaga medis, dan tidak dilakukan di fasilitas kesehatan yang sesuai standar. Hukuman yang dapat diterima oleh penjual, pembeli dan pelaku aborsi dapat mencapai 7 (tujuh) tahun penjara.abortion

Bahaya Obat Aborsi yang Dijual Bebas

Tingginya angka kehamilan yang tidak diharapkan dan terbatasnya legalitas aborsi di Indonesia memicu munculnya penjualan obat aborsi online. Transaksi jual-beli obat aborsi online tentu saja melanggar hukum, dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara. Paket obat yang ditawarkan merupakan obat keras yang memiliki berbagai efek samping yang kerap tidak diberitahukan kepada pelanggan mereka. Tanpa pengawasan medis, aborsi dengan obat yang diperoleh secara ilegal berisiko membahayakan kesehatan dan nyawa. Beberapa obat tersebut ialah:

Bahan Aktif

Mekanisme Kerja

Efek Samping

Misoprostol

Meningkatkan kontraksi otot-otot rahim sehingga leher rahim membuka akibat terdorong janin.

Diare, nyeri perut, sakit kepala, reaksi alergi, anemia, gangguan irama jantung, nyeri dada, kembung, perdarahan saluran cerna, pendengaran terganggu, serangan jantung, mual, ruptur (pecah) rahim, gangguan penyumbatan pembuluh darah.

Mifepristone

Menghalangi kerja progesteron (hormon kehamilan) sehingga leher rahim melunak dan membuka, aliran darah ke bantalan ari-ari (desidua) terhenti, kantung janin terlepas dari dinding rahim, dan otot-otot rahim berkontraksi untuk mengeluarkan janin.

Nyeri perut hebat,mual, nyeri kepala, muntah, diare, pusing, nyeri punggung, anemia, perdarahan rahim, infeksi virus, nyeri lambung, gangguan tidur, radang vagina, gangguan cemas, pingsan, nyeri tungkai, keputihan, nyeri panggul, radang sinus, lemah-letih-lesu

Jadi, waspadalah dengan obat aborsi ilegal yang dapat menjerat Anda ke ranah hukum juga membahayakan nyawa. Bila ada yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, alangkah bijaksana bila minta dukungan keluarga dan melakukan konseling kepada pihak ahli seperti tim medis, pemuka agama, psikolog, atau polisi. Semoga bermanfaat.

Rizki Cinderasuci, dr.

11/12/2015

Sumber :

  1. Sedgh G, Ball H. Abortion in Indonesia. Pubmed-Allan Gutmacher Institute. 2008 Sep;(2):1-6. [PubMed].
  2. Tansil, A. Jual Obat Aborsi Paling Ampuh Menggugurkan Kandungan. 2014 Jul. [Obat Aborsi Medis].
  3. Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta. Peraturan Pemerintah nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. 2014 Jul.
  4. Hukum dan Aborsi.[Aborsi]
  5. Baird DT. Mode of action of medical methods of abortion. J Am Med Womens Assoc. 2000;55(3 Suppl):121-6. [Medline].
  6. Christin-Maitre S, Bouchard P, Spitz IM. Medical termination of pregnancy. N Engl J Med. Mar 30 2000;342(13):946-56. [NEJM]
  7. Zhou W, Sorensen HT, Olsen J. Induced abortion and subsequent pregnancy duration. Obstet Gynecol. Dec 1999;94(6):948-53. [PubMed]
  8. Wilhite, M. et al. Psychological responses of women after first-trimester abortion. Archives of General Psychiatry. 2000; 57: 777–784 [PubMed]
  9. Andrew and Boyle, 2003Andrew, J. and Boyle, J.S. African American Adolescents experiences of unplanned pregnancy and elective abortion. Health Care for Women International. 2003; 24: 414–433. [PubMed]
  10. Kahn JG, Becker BJ, MacIsaa L, et al. The efficacy of medical abortion: a meta-analysis. Contraception. Jan 2000;61(1):29-40. (ISSN: 0010-7824). [Contraception]