Tag Archives: kehamilan

7 Perasaan Unik Saat Hamil Muda

Ketika seorang wanita sedang hamil trimester pertama, mungkin ia akan merasa ada sesuatu yang berbeda sekalipun belum mengetahui hasil tes kehamilan. Bila Anda tiba-tiba tidak suka rasa kopi yang setiap hari Anda teguk atau aromanya membuat Anda mual, nah bisa jadi ini suatu pertanda ada perubahan dalam diri Anda. Apa saja ya perasaan unik tersebut?

Rasa Logam di Lidah

Dysgeusia adalah rasa logam di mulut yang tidak menyenangkan. Fenomena ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon esterogen dalam tubuh kita. Mungkin juga efek dari retensi air pada indra pengecapan Anda. Anehnya, mengonsumsi makanan yang manis malah memperburuk rasa mineral di mulut Anda. Tetapi menyikat gigi dengan pasta gigi rasa mint akan membantu menghilangkan rasa logam ini. Mengonsumsi makanan yang asam atau menambahkan sedikit cuka pada salad atau keripik juga dapat membantu mengatasinya.

Selera Aneh

Apakah makanan terasa kurang asin atau terasa pahit? Kadar estrogen yang tinggi dapat berdampak pada selera makan Anda: menjadi kurang sensitif terhadap rasa asin, tetapi sensitivitas pada rasa pahit makanan dan minuman justru bertambah. Ini hal biasa. Banyak ibu hamil tidak berselera pada kopi (dan alkohol) di trimester pertama kehamilannya, tetapi bukankah ini suatu perubahan yang baik?

Mabuk Perjalanan & Mual Pagi Hari

Cenderung mabuk di perjalanan? Wah, hal ini bisa bertambah buruk saat kehamilan. Anda juga akan mengalami mabuk di pagi hari. Kadar gula yang rendah menjadi pemicu rasa mual itu. Sebaiknya Anda makan teratur dan ngemil sebelum bepergian atau melakukan perjalanan jauh. Gelang khusus perjalanan (travel wristband) dapat membantu mengatasinya karena akan menekan satu titik akupresur di bagian dalam pergelangan tangan.

Payudara Membesar

Payudara Anda akan menjadi lebih sensitif dan membesar, tetapi ini karena mempersiapkan diri Anda untuk memberi ASI pada si kecil nanti. Kenakan bra yang cukup kuat menopang payudara (tanpa kawat di bagian bawah) agar Anda lebih nyaman.

Penciuman Sensitif

Indra penciuman Anda menjadi sama sensitifnya dengan indra perasa. Ini juga disebabkan oleh kadar estrogen yang meningkat. Banyak ibu hamil yang merasa sangat sensitif terhadap bau-bauan, misalnya ibu yang suka berkebun merasa tidak tahan dengan bau tanaman tertentu. Ibu hamil yang lain bahkan mencium bebauan yang tidak jelas sumbernya alias phantom smell, atau dapat membaui seseorang dari kejauhan. Nah, untuk mengatasi hal ini, coba hirup aroma lemon yang segar: teteskan minyak beraroma lemon pada pakaian atau hirup jika dibutuhkan.

Berliur seperti Bayi

Air liur berlebihan adalah gejala klasik hamil muda, dan mungkin dapat disebabkan oleh peningkatan hormon gonadotropin. Ini adalah hormon yang memelihara kehamilan. Peningkatan hormon ini mencapai puncaknya pada usia kandungan 8-11 minggu, dan setelah itu akan menurun. Mengunyah permen, memperbanyak minum air putih, dan makan dalam porsi kecil kadang akan membuat Bunda lebih nyaman.

Lelah Berlebihan

Rasa penat karena hamil mungkin agak membingungkan di awal kehamilan. Keletihan itu disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron dan tubuh Anda memang sedang bekerja keras menumbuhkan janin. Untuk mempersiapkan diri terhadap kelahiran si kecil, tubuh Anda harus meningkatkan volume darah. Oleh karena itu, sistem tubuh Anda pun sibuk lebih banyak menyerap oksigen. Setiap ada kesempatan, ada baiknya Anda tidur siang, beristirahat sepulang kerja, dan membatasi kegiatan sosial yang menguras tenaga.

Selamat menjadi ibu!

Depok, 30 Desember 2016

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

  1. Chescheir, C. Nancy, et al. 2001. Planning your pregnancy and Birth. 3rd edition. The American College of Obstetriciann and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23 edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2008. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1996. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Shaony Bhatacarya, et al. 2015. The Pregnancy and Baby Book. Dorling Kindersley. London.

Depresi Postpartum

Berita mengenai mutilasi anak yang dilakukan oleh ibunya sendiri telah mendapatkan sorotan yang cukup tajam dari berbagai kalangan. Kejadian semacam itu membuahkan banyak pertanyaan mengenai motif pelakunya yang merupakan orang terdekat sang anak. Meskipun hingga kini belum ada klarifikasi yang solid dari pihak kepolisian, salah satu diagnosis diferensial dari fenomena ini mengarah pada kondisi depresi paska melahirkan atau yang lebih dikenal dengan depresi postpartum.

~

Perubahan kondisi kejiwaan adalah hal yang lazim ditemukan pada ibu yang baru melahirkan. Kelahiran si kecil merupakan hal yang bisa membuat emosi sang ibu tidak stabil karena perubahan hormon yang drastis dari kehamilan. Tingkatan kondisi kejiwaan ini bervariasi dari mulai ringan hingga berat. Berikut adalah 3 jenis kondisi kejiwaan yang dapat ditemukan paska melahirkan:

  1. Post Partum Blues /Baby Blues (PPB)

Baby Blues adalah kondisi kejiwaan yang paling ringan dan paling lazim ditemukan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 60-80% perempuan yang baru melahirkan mengalami sindrom ini. Biasanya baby blues hanya bertahan beberapa hari atau 2 minggu setelah kelahiran. Tanda-tanda baby blues diantaranya adalah:

  • suasana hati yang mudah berubah
  • gelisah
  • kesedihan
  • mudah tersinggung
  • menangis tanpa sebab
  • konsentrasi menurun
  • tidak nafsu makan
  • sulit tidur
  1. Post Partum Depression (PPD)

Depresi setelah melahirkan (PPD) adalah kondisi kejiwaan yang lebih parah dari baby blues. Gejala awal PPD seringkali serupa dengan baby blues, namun tanda tanda ini semakin kuat terasa dan bertahan lebih lama. Para ibu yang mengidap PPD biasanya kesulitan dalam mengasuh bayinya  ataupun melakukan kegiatan sehari-hari. Gejala ini biasanya berkembang beberapa minggu setelah melahirkan, atau malah 6 bulan setelahnya. Statistik menunjukkan bahwa 10-15% perempuan melahirkan mengalami PPD.

Faktor-faktor yang dapat memicu PPD adalah:

  • Kegelisahan selama masa kehamilan
  • Kejadian yang sangat menekan jiwa saat kehamilan
  • Dukungan sosial (suami dan keluarga) yang sangat minim
  • Depresi di masa lalu

Sedangkan gejala PPD dapat meliputi:

  • Depresi berlebihan atau perubahan suasana hati yang sangat parah
  • Menangis berlebihan
  • Kesulitan menjalin ikatan pada anak
  • Kehilangan nafsu makan atau makan terlalu banyak
  • Insomnia (sulit tidur)
  • Ketakutan tidak dapat menjadi ibu yang baik
  • Berpikir menyakiti bayi atau diri sendiri
  • Berpikir untuk bunuh diri
  • Sangat mudah tersinggung dan marah
  • Merasa sangat lelah
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukainya
  1. Post Partum Psychosis (PPP)

Post Partum Psychosis adalah gangguan kejiwaan yang paling parah yang dapat ditemukan pada ibu yang baru melahirkan. Dibandingkan baby blues dan post partum depression, PPP lebih jarang ditemukan. Gejala PPP meliputi pikiran yang terganggu, halusinasi, dan gangguan bicara juga tingkah laku.

Statistik menunjukkan bahwa 1-2 kasus PPP ditemukan dalam 1000 kasus kelahiran bayi. Namun demikian, peluang kejadiannya lebih besar ditemukan pada wanita dengan kelainan bipolar dan skizofrenia. Tidak seperti baby blues yang bisa hilang dengan sendirinya, PPP harus ditangani oleh dokter dan disembuhkan dengan obat-obat tertentu. Namun demikian, sebuah penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam memperbaiki hubungan ibu dan anak pada kasus PPP sangat signifikan.

Dyna Rochmyaningsih

Sumber:

  1. Manjunath, Narasimhiah G dkk. 2011. Post Partum Blues is Common in Socially and Economically Insecured Mothers.  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3214451/, 5 Oktober 2016.
  2. Anonim. 2016. Depression Among Women. Diunduh dari: https://www.cdc.gov/reproductivehealth/depression/, 5 Oktober 2016.
  3. Robertson, Emma, dkk. 2004. Antenatal risk factors for postpartum depression: a synthesis of recent literature. http://www.ghpjournal.com/article/S0163-8343(04)00039-8/abstract?cc=y= , 6 Oktober 2016.
  4. Anonim. 2015. Post Partum Depression. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/basics/symptoms/con-20029130, 6 Oktober 2016.
  5. Brockington, Ian. 2004. Post Partum Psychiatric Disorded. Diunduh dari: http://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(03)15390-1/abstract, 6 Oktober 2016.

Virus Zika dan Serba-serbinya

Akhir-akhir ini informasi mengenai virus zika mulai menyebar luas, membuat kita semua khawatir terutama karena virus ini disinyalir merupakan penyebab mikrosephali pada bayi baru lahir di wilayah Amerika Selatan. Mums, mari kita kenali fakta-fakta unik mengenai virus zika untuk menghindari penyakit yang disebabkannya.

Penyebaran

Seperti halnya demam berdarah atau chikungunya yang telah lebih dulu menjadi endemik di beberapa wilayah di Indonesia selama musim tertentu, virus zika merupakan golongan flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Di wilayah tropis, nyamuk Aedes Aegypti menjadi jenis nyamuk yang menyebarkan virus ini. Oleh karena itu, salah satu poin penting pencegahan penyakit ini adalah melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Penularan

Selain melalui nyamuk, virus zika juga menular secara kongenital, perinatal (saat kelahiran), dan juga seksual. Kemungkinan cara penyebaran yang lainnya antara lain karena gigitan binatang seperti monyet, melalui transfusi darah, dan juga akibat paparan di laboratorium. Virus zika pernah terdeteksi terdapat pada ASI penderitanya namun belum dapat dibuktikan apakah virus ini juga menyebar melalui pemberian ASI.

Gejala

Virus ini juga menyebabkan gejala yang mirip dengan demam berdarah atau penyakit akibat virus lainnya. Gejala tersebut antara lain; demam, nyeri otot, konjunctivitis pada mata, ruam kemerahan, nyeri sendi, dan nyeri kepala. Gejala umumnya ringan dan bahkan pada kebanyakan kasus (80%) tidak bergejala sama sekali. Gejala yang terjadi juga dapat sembuh sendiri dalam rentang waktu maksimal 2 minggu.

Mikrosephali

Berita yang paling menggemparkan mengenai virus zika adalah kejadian microcephaly (kondisi dimana ukuran lingkar kepala bayi di bawah rata-rata ukuran kepala bayi dengan usia dan jenis kelamin yang sama) pada bayi di Brazil yang diduga disebabkan karena virus zika yang menginfeksi ibu hamil. Meski masih terus diteliti mengenai keterkaitan virus zika dan efeknya pada kehamilan, ibu hamil menjadi salah satu golongan yang harus waspada terhadap infeksi virus zika. Jika seorang ibu hamil baru pergi berpergian dari wilayah yang terkena wabah virus, sebaiknya  memeriksakan diri apakah terinfeksi atau tidak.

Pada orang dewasa, virus zika dapat mengakibatkan komplikasi neurologis seperti Guillain-Barre Syndrome, meningitis, dan meningoencephalitis. Virus ini jarang sekali mengakibatkan kematian.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang khusus untuk menyembuhkan virus zika. Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, serta obat pereda nyeri dan demam seperti parasetamol merupakan terapi yang cukup efektif untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Pencegahan

Pencegahan terutama dengan cara menghindari gigitan nyamuk. Gunakan lotion atau spray anti nyamuk, baju lengan panjang, dan juga pelindung saat tidur. Ibu hamil hendaknya berhati-hati dalam melakukan perjalanan, hindari mengunjungi wilayah yang terkena wabah.

Pada orang yang tinggal di daerah wabah sebaiknya menghindari hubungan seksual saat hamil atau menggunakan pelindung seperti kondom.

Irma Susan Kurnia, dr.

Sumber:

  1. Plourde, Anna M & Bloch, Evan M. 2016. A Literature Review of Zika Virus. EID Journal Vol 22 No 7 Cited Dec 2016. Available at wwwnc.cdc.gov
  2. World Health Organization. 2016. Zika Virus. Cited Dec 2016. www.who.int
  3. Meaney Delman et al.2016. Zika Virus and Pregnancy: What Obstetric Health Care Providers Need to Know. Obstetrics & Gynecology: April 2016 – Volume 127 – Issue 4 – p 642–648

 

Prosedur Bayi Tabung

Yang Perlu Diketahui Tentang Bayi Tabung

Memiliki keturunan adalah impian setiap pasangan yang berkeluarga. Namun tidak semua pasangan mendapatkan keturunan dengan mudah. Hal ini biasa kita kenal dengan ketidaksuburan atau infertilitas. Seseorang dikatakan mengalami infertilitas apabila tidak ada kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara reguler tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Salah satu pilihan terapi pada pasangan yang mengalami infertilitas adalah IVF ( In Vitro Fertilization) atau bayi tabung, dimana sel telur wanita dibuahi oleh sperma di luar tubuh manusia (laboratorium).

Siapa yang dianjurkan untuk menjalani bayi tabung?

Teknologi bayi tabung ini dianjurkan untuk:

  • Pasangan yang memiliki jumlah dan gerakan sperma sangat rendah
  • Tidak adanya saluran tuba falopi
  • Saluran tuba falopi yang tertutup
  • Usia reproduktif hampir terlewati
  • Pasangan yang telah mencoba berbagai terapi tapi gagal.

Bagaimana Prosedur IVF atau Bayi Tabung?

Prinsip bayi tabung ialah sel telur diambil dari indung telur ibu lalu dibuahi oleh sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan, 2-3 embrio lalu dimasukkan lagi ke dalam rahim. Secara detail, prosedur IVF ialah:

  1. Edukasi. Pasangan akan diberi tahu keuntungan, tingkat keberhasilan dan resiko dari tindakan ini. Pasangan juga perlu mempertimbangkan tentang perlakuan terhadap hasil embrio yang belum terpakai, kelak akan disimpan ataupun dibuang perlu dipikirkan sejak awal.
  2. Stimulasi ovarium. Pada tahap ini calon ibu diberikan obat untuk meningkatkan jumlah folikel sel telur yang matang. Setiap dokter memiliki pendekatan yang berbeda, salah satu contohnya dengan pemberian pil pengontrol kehamilan selama satu atau dua minggu sebelum dimulainya IVF.
  3. Pemeriksaan. Setelah hari kedua haid, dilakukanlah pemeriksaan seperti USG dan cek hormon. Pemeriksaan ini dilakukan pula pada hari ketiga dan kelima untuk mengevaluasi perkembangan ovarium dan level hormon. Jika tidak ada masalah, maka dilanjutkan dengan penyuntikan hormon secara mandiri selama beberapa hari. Diharapkan ada dua atau lebih folikel yang terbentuk. Berbagai efek dari pengobatan hormonal ini bisa saja timbul, seperti mood swing, sakit kepala, nyeri perut .
  4. Pengambilan sel telur. Saat folikel sel telur mencapai ukuran yang dibutuhkan , maka dilakukan penyuntikan hormon hCG. Setelah 32-36 jam , folikel yang terpilih pun diambil dengan menggunakan alat khusus, melalui vagina. Pembiusan dan pemberian obat penghilang rasa sakit akan diberikan pada ibupasien wanita.
  5. Pembuahan. Folikel-folikel sel telur tersebut diletakan dalam piringan khusus di laboratorium, dan dipertemukan dengan sperma. Sperma yang diperoleh pada hari yang sama. Disinilah pembuahan terjadi. Di luar tubuh, di dalam laboratorium, dalam pengawasan para tenaga ahli. Kurang lebih ada 50% sel telur yang berhasil dibuahi.
  6. Penanaman embrio. Dua sampai 5 hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi (embrio) dipilih untuk diletakkan kembali dalam rahim pasien wanita dengan menggunakan kateter. Teknik ini dilakukan dalam keadaan pasien sadar. Jumlah embrio yang dikembalikan ke rahim tergantung pada riwayat IVF sebelumnya dan usia pasangan pasien. Sehingga resiko kehamilan ganda akan selalu ada.
  7. Menunggu Hasil. Setelah dua minggu , pemeriksaan darah hormon hCG dilakukan secara serial, untuk mailmen keberhasilan IVF. Jika tidak ada komplikasi pada kehamilannya, maka pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan secara normal. Semua tahapan di atas dapat dilakukan tanpa harus dirawat inap sebelumnya, namun setelah itu, pasien diharuskan istirahat beberapa jam untuk proses pemulihan.

ivf_TREATMNT

Berapa Besar Kemungkinan Keberhasilan Bayi Tabung?
Kehamilan diperoleh rata-rata 29,4% dari setiap siklus IVF, namun yang berhasil dilahirkan 22,4%. Keberhasilan bayi tabung dipengaruhi oleh :

  1. Usia Ibu  Pada usia pasien wanita di bawah 35 tahun maka angka keberhasilannya sekitar 30-35%, usia 38-40 tahun 20-25%.
  2. Cadangan sel telur
  3. Faktor penyebab infertilitas
  4. Permasalahan psikologis dan emosional

Oleh karena itu teknik IVF ini membutuhkan komitmen yang besar dari pasangan, secara fisik, finansial maupun emosional.

Apa komplikasi dari metode IVF?

Sama seperti halnya terapi medis lainnya, prosedur IVF memiliki komplikasi seperti :

  1. Perangsangan berlebih pada indung telur
  2. Kehamilan ganda
  3. Kehamilan di luar kandungan
  4. Infeksi atau pendarahan

Meskipun begitu, resiko ini lebih kecil dibanding terapi fertilitas yang lain.

Berapa biaya bayi tabung?

Biaya 1 siklus bayi tabung di Indonesia berkisar antara Rp 30-60 juta, bergantung pada hasil pemeriksaan dan obat-obatan yang digunakan.

Bagaimana Pandangan Agama Terhadap Bayi Tabung?

Di dunia , isu tentang IVF ini memiliki pro kontra dalam berbagai agama. Sisi kritisnya adalah sumber sperma dan sel telur diharuskan dari pasangan yang resmi menikah, sperma yang didapatkan pun bukan dari cara yang dilarang agama. Serta tentang perlakuan terhadap embrio yang terbentuk namun tidak dipakai. Konsultasi dengan ahli agama yang dianut pun perlu dilakukan pasangan. Karena manusia hanya bisa berusaha, semua ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Arasy Fitri Amir, dr.

10/24/2015

Seperti yang dimuat dalam media RS Anna Medika

Referensi
1. Choices NHS. Infertility – Causes – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/infertility/Pages/Causes.aspx
2. Infertility and In Vitro Fertilization [Internet]. WebMD. [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/in-vitro-fertilization
3. Richard Paulson, MD. In vitro fertilization. Uptodate. 2015 Sep 9;
4. Melodie Shank. Religion and Third-Party Reproduction. Available from: https://www.fertilityauthority.com/articles/religion-and-third-party-reproduction
5. WHO | Infertility definitions and terminology [Internet]. WHO. [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/topics/infertility/definitions/en/

tanda tanda hamil

Tanda Tanda Hamil

Hamil biasanya menjadi momen yang membahagiakan bagi wanita yang mendambakan seorang anak. Salah satu tanda kehamilan yang lumrah diketahui ialah telat mens. Namun, ternyata tanda hamil bukan hanya sekedar terlambat haid. Terlebih lagi pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur. Lalu, apa saja tanda tanda hamil bagi wanita?

1. Terlambat menstruasi (Amenorrhea)

Pada wanita usia subur bila haidnya terlambat lebih dari 10 hari amat mungkin terjadi kehamilan, dengan catatan siklusnya teratur. Terlebih lagi bila sebelumnya Ibu dan suami lebih sering berhubungan tanpa menggunakan kontrasepsi. Namun, perlu diingat, kontrasepsi juga tidak ada yang 100% akurat. Sehingga ada kemungkinan ibu yang memakai alat KB bisa terlambat haid karena hamil.

2. Pendarahan

Jangan heran, terkadang setelah terjadinya konsepsi (penempelan janin) muncul pendarahan bercak yang sering dikira menstruasi. Sehingga, tidak salah bila ibu mulai curiga adanya kehamilan saat terjadi pendarahan berjak ditengah-tengah siklus mens.

3. Mual/muntah

Sekitar ¾ dari ibu hamil mengeluhkan mual dan muntah di trimester pertama. Biasanya mual muntah lebih sering terjadi pada pagi hari sehingga disebut morning sickness. Mual muntah saat hamil diduga karena perubahan hormon estrogen, progesteron dan  βhCG.

642x361_IMAGE_1_7_Remedies_for_Morning_Sickness

4.Perubahan Pada Payudara

Pada awal kehamilan, payudara ibu umumnya membesar, lebih sensitif bahkan terasa baal. Puting juga terlihat lebih besar dan gelap.

5. Keputihan yang semakin banyak

Tingginya hormon estrogen diyakini meningkatkan sekresi lendir dari leher rahim. Hal ini menyebabkan ibu hamil sering mengeluhkan keputihan yang semakin banyak.

6. Sering buang air kecil tanpa nyeri

Sering buang air kecil di awal kehamilan diduga karena perubahan fungsi kandung kemih dan peningkatan pengeluaran urin.

7. Cepat lelah

Pada awal kehamilan, banyak wanita yang merasa cepat lelah atau lebih banyak tidur. Hal ini diduga karena efek soporific (efek tidur) dari progesteron.

8. Panas perut (heartburn)

Selain menyebabkan relaksasi rahim, tingginya kadar hormon progesteron pada ibu hamil juga dapat menyebabkan relaksasi pada lambung dan usus. Akibatnya, asam lambung dapat naik ke esofagus dan menyebabkan perut terasa panas. Selain itu, dorongan dari rahim yang membesar juga dapat menyebabkan naiknya asam lambung.

9. Perut Kembung dan Sembelit

Rasa kembung dan sembelit saat hamil diduga karena perubahan hormon yang mempengaruhi gerakan usus halus dan usus besar. Salah satu diantaranya ialah progesteron yang menurunkan aktivitas otot polos di usus.

10. Perubahan selera makan

Selera makan ibu hamil bisa dibilang unik. Satu sisi ibu menolak makanan tertentu, tapi di sisi lain ibu sering ngidam. Makanan yang ditolak ibu biasaya yang berbau tajam atau anyir. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga ibu hamil menjadi lebih sensitif akibat respon alami untuk “melindungi janin” dari potensi makanan yang berbahaya. Sebaliknya, ngidam diduga sebagai respon ibu mengkonsumsi makanan yang bermanfaat juga usaha untuk mengurangi mual muntah.

11. Perubahaan mood

Perubahan mood saat hamil bisa terjadi akibat kelelahan, stres fisik, perubahan metabolisme atau perubahan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan hormon yang signifikan ini dapat mempengaruhi neurotransmiter (zat kimia otak) yang mengatur mood.

12. Meningkatnya pigmentasi di kulit

Perubahan ini terjadi pada 90% wanita. Biasanya muncul di wajah, leher, perut dan payudara. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diduga estrogen dan progesteron memiliki efek stimulan terhadap melanosit (sel penghasil pigmen).

Bila ibu menemukan tanda-tanda ini, ibu perlu melakukan tes kehamilan untuk memastikan apakah ibu hamil/tidak.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/30/2015

Referensi

1. Lori A Bastian, MD, Haywood L Brown, MD. Clinical manifestations and diagnosis of early pregnancy. Uptodate. 2015 Aug;
2. Weigel MM, Coe K, Castro NP, Caiza ME, Tello N, Reyes M. Food Aversions and Cravings during Early Pregnancy: Association with Nausea and Vomiting. Ecol Food Nutr. 2011 May 3;50(3):197–214.
3. Angela Bianco, MD. Maternal gastrointestinal tract adaptation to pregnancy. Uptodate. 2015 Aug;
4. Mood Swings During Pregnancy: Causes and Treatment [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 30]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/mood-swings-during-pregnancy/
5. Morning Sickness: Symptoms, Causes and Treatments [Internet]. Medical News Today. [cited 2015 Sep 30]. Available from: http://www.medicalnewstoday.com/articles/179633.php
6. Ravi I Thadhani, MD, MPH, Sharon E Maynard, MD. Renal and urinary tract physiology in normal pregnancy. Uptodate. 2015 Aug;
7. Pregnancy Diagnosis: Overview, History and Physical Examination, Laboratory Evaluation. 2015 Sep 16 [cited 2015 Sep 30]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/262591-overview
8. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Anjuran Saat Hamil : Mitos atau Fakta?

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya, bagi Anda yang sudah membaca, yaitu seputar mitos atau fakta selama berlangsungnya masa kehamilan. Mari kita simak.

1. Minum air kelapa hijau

133477_es-kelapa-muda_641_452Boleh-boleh saja. Air kelapa hijau adalah air mineral alamiah. Air kelapa memiliki kandungan mineral, protein, dan vitamin yang luar biasa. Protein yang terkandung adalah alanin, sistin, arginin, alin, serin, histidin, fenilalanin dan tirosin. Sedangkan kandungan vitaminnya yang paling dominan adalah vitamin C, selain itu terkandung pula vitamin B kompleks. Air kelapa juga mengandung mineral.

2. Makan dua piring untuk sekali makan

Nasi-Bakul-di-Warung-Nasi-Bakul-NgebulTidak benar. Ibaratnya, karena ibu hamil harus memberi makan untuk 2 orang, jumlah yang dimakan harus dua kali lipat. Apa akibatnya? Berat badan ibu akan naik secara berlebihan (diatas 20 kg), belum lagi kalau bayinya ikutan jadi besar. Bayi besar menimbulkan masalah tersendiri saat dilahirkan, sedangkan ibu yang kenaikan berat badannya di saat hamil berlebihan akan mengalami kesulitan untuk kembali ke berat badan seperti sebelum hamil.

3. Mengonsumsi 1 sendok minyak kelapa setiap hari akan membuat proses kelahiran bayi jadi mudah

Minyak-KelapaTidak benar. Ibarat jalan tol tersiram oli, apa yang lewat diatasnya pasti tergelincir. Seperti itulah kiranya yang diharapkan dari mengonsumsi minyak kelapa pada saat hamil. Angan-angannya, lahirnya bayi akan lancar karena jalan lahirnya jadi licin. Boleh saja mengonsumsi minyak kelapa yang kandungan antioksidannya tinggi dengan pertimbangan kesehatan dan daya tahan tubuh. Namun, hal ini belum terbukti mampu mempermudah proses kelahiran bayi.

4. Jalan pagi

Disarankan. Ibu hamil sangat disarankan untuk berolahraga selama 30 menit tiap hari untuk menjaga stamina dan peredaran darah. Tentu setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kondisi ibu. Olahraga yang paling mudah dan relatif aman ialah jalan pagi. Namun, jalan bukanlah satu-satunya pilihan olahraga saat hamil. Anda bisa mencoba prenatal yoga, berenang, kegel, dll.

5. Jongkok

Aktivitas berjongkok (squatting) memang dapat membantu membuka panggul untuk persiapan persalinan. Namun, aktivitas ini harus dilakukan secara benar. Latihan jongkok yang benar dimulai dari berdiri tegak, kaki dibuka selebar bahu, lalu perlahan-lahan tekuk lutut di samping kaki dengan posisi badan tetap tegak selama 10-30 detik. Perlu diingat lutut tidak boleh menonjol di depan kaki Anda.

Diane_Fine_PregYoga_Squat_Photo

Posisi Jongkok Yang Benar

6. Mengepel Jongkok

download (1)Hati-hati. Banyak ibu hamil 8 bulan mengeluh capek karena setiap hari harus mengepel dengan berjongkok. Alasannya, supaya posisi janinnya baik. Sebetulnya aktivitas yang dapat membantu kelahiran janin ialah berjongkok (squatting). Namun, posisi ini harus dilakukan secara benar. Posisi mengepel dengan punggung bungkuk, lutut menonjol di depan kaki atau menekan perut bukanlah yang direkomendasikan seperti latihan squatting.

7. Pijat di perut untuk membetulkan posisi janin dan menaikkan rahim

Berbahaya! Posisi rahim dan janin di dalamnya tidak perlu diubah-ubah atau dibetulkan. Bukan keuntungan dan kenyamanan yang diperoleh, melainkan sebaliknya. Salah satu bahayanya adalah terjadi solusio plasenta, yaitu terlepasnya plasenta dari dinding rahim.

Depok, 7 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Exercise During Pregnancy: Safety, Benefits & Guidelines [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 25]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/exercise-during-pregnancy/

Kehamilan Risiko Tinggi (Faktor Ibu)

Pengalaman mengenai hamil tentu berbeda pada tiap ibu. Ada ibu yang lancar dan sehat sampai persalinan, namun ada pula ibu yang perlu perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Perlu dipahami bahwa tidak semua kehamilan risiko tinggi mengharuskan Anda bersalin dengan cara operasi. Asalkan ibu yang beresiko ini mendapatkan pelayanan kesehatan selama hamil. Beberapa kondisi ibu yang termasuk kelompok ibu hamil resiko tinggi ialah :

1. Riwayat kehamilan bermasalah

Saat ibu memiliki riwayat penyulit saat kehamilan sebelumnya, ada kemungkinan untuk terjadi masalah yang sama di kehamilan saat ini. Masalah tersebut misalnya riwayat aborsi berulang, preeklampsia/eklamsia, prematur, berat badan bayi lahir rendah atau lebih, kehamilan lama (>42 minggu) dan riwayat melahirkan dengan kelainan bawaan.

2. Kehamilan dengan riwayat bedah sesar sebelumnya

Rahim yang sudah pernah dioperasi sesar berarti sudah pernah mengalami luka akibat pembedahan. Karena itu, perlakuannya berbeda dengan ibu yang belum pernah di caesar. Meskipun setelah mengalami 1 kali bedah sesar, ibu masih bisa dicoba persalinan normal dengan pengawasan dari dokter.

3. Kehamilan pada usia di atas 35 tahun atau dibawah 16 tahun

Kehamilan saat remaja beresiko untuk terjadi hipertensi, anemia, preeklamsia/eklamsia dan prematuritas. Sedangkan kehamilan di atas 35 tahun meningkatkan resiko operasi caesar, pendarahan saat persalinan, persalinan lama, dan cacat bawaan pada bayi (misalnya Sindroma Down)

4. Terlalu banyak punya anak, 4 atau lebih

Rahim yang sudah terlalu sering ‘mengembang’, maka elastisitas dan daya kontraksi ototnya akan menurun. Kondisi demikian membuat meningkatnya peluang untuk terjadi pendarahan akibat plasenta previa dan atonia uteri (otot rahim tidak kuat untuk kontraksi)

5. Jarak kehamilan terlalu dekat (<18 bulan)

Jarak antar kehamilan yang terlalu dekat membuat kondisi ibu belum pulih sepenuhnya dari kehamilan, persalinan, dan penyusuan anak sebelumnya. Penelitian menyebutkan bahwa hamil dalam waktu <18 bulan setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko prematuritas. Sedangkan jarak kehamilan <12 bulan dapat meningkatkan risiko pelepasan plasenta, plasenta previa (letak rendah), prematur, berat badan lahir bayi rendah bahkan autis.

6. Jarak kehamilan terlalu jauh (>5 tahun)

Jarak kehamilan terlalu jauh juga tidak baik untuk ibu dan janin karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Para ahli menduga kehamilan dapat meningkatkan kesuburan rahim. Namun, seiring dengan waktu, manfaat ini makin lama makin hilang.

7. Tinggi badan ibu kurang dari 145 cm dan ibu belum pernah melahirkan bayi cukup bulan dan berat normal

Tinggi badan berhubungan dengan luasnya panggul. Biasanya ibu dengan tinggi badan <145 cm cenderung mempunyai panggul yang sempit, sehingga berisiko lebih besar untuk melahirkan dengan operasi sesar.

8. Ibu dengan penyakit kronis

Ibu dengan pengidap penyerta seperti anemia, darah tinggi, gagal jantung, diabetes mellitus, penyakit autoimun, penyakit ginjal, tiroid, infeksi terutama penyakit kelamin amat perlu untuk diawasi tenaga kesehatan saat hamil. Pasalnya, penyakit penyerta ini dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian bagi ibu dan janin bila tidak dikontrol atau diobati.

9. Kehamilan dengan penyakit di organ reproduksi

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan pembahasan poin sebelumnya. Contoh penyakit di organ reproduksi misalnya mioma uteri (tumor jinak pada rahim), kista ovarium adalah (tumor berisi cairan yang berasal dari indung telur), penyakit kelamin, dll. Dokter dan pasangan suami istri harus berdiskusi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

10. Kehamilan dengan anemia (Hb kurang dari 10,5 gr%)

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) rendah, di bawah normal, yaitu kurang dari 10,5 gr. Memang pada ibu hamil akan terjadi pengenceran darah sehingga terjadi anemia fisiologis (anemia juga, tetapi dianggap normal). Apabila kadar Hb normal pada wanita tidak hamil adalah diatas 12 gr%, maka padaibu hamil ada ‘dispensasi’.

Depok, 4 Juli 2015

Reqgi First Trasia, dr.

Modifikasi Terakhir :09/23/2015

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  5. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  6. Family planning: Get the facts about pregnancy spacing – Mayo Clinic [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/family-planning/art-20044072
  7. C Dangal. High Risk Pregnancy [Internet]. The Internet Journal of Obstetric Gynecology. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://ispub.com/IJGO/7/1/13508
  8. Informasi Kehamilan Resiko Tinggi – medicastore.com [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://medicastore.com/penyakit/569/Kehamilan_Risiko_Tinggi.html
  9. George Uchenna Eleje EI. Inter-Pregnancy Interval (IPI): What Is The Ideal? AFRIMEDIC J. 2011;2(1):36–8.
  10. dr. Baruch. Kenali Resiko Pada Kehamilan Anda [Internet]. Eka Hospital. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://www.ekahospital.com/uploads/kenali-resiko-pada-kehamilan-anda.pdf
  11. What are the factors that put a pregnancy at risk? [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: https://www.nichd.nih.gov/health/topics/high-risk/conditioninfo/Pages/factors.aspx#conditions

Gambar di unduh
dari : http://birthwisemc.com/uploads/1/9/5/7/19579427/9269300_orig.png

Senam Pilates Saat Hamil

Senam pilates sangat bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran Anda. Kebugaran ini Anda peroleh karena latihan pilates melatih napas, merilekskan pikiran, dan melancarkan peredaran darah. Bagi ibu hamil, senam ini juga bermanfaat menguatkan otot-otot dan sendi sekitar perut dan tulang punggung.

Prinsip Senam

Latihan pilates terdiri atas 6 prinsip, yakni:

  1. Centering, yaitu pemusatan perhatian Anda pada titik pusat kekuatan tubuh Anda. Kekuatan utamanya adalah pada lokasi antara tulang rusuk dan tulang pubik (pinggang).
  2. Concentration, yaitu perhatian terfokus pada setiap gerakan. Perhatian ini penting untuk menjamin senam Anda sempurna dan dijalankan dengan sungguh-sungguh.
  3. Control, setiap latihan pilates dilakukan dengan kontrol otot yang lengkap, tidak ada bagian tubuh yang ditinggalkan.
  4. Precision, dalam senam pilates, kesadaran sangat diperlukan untuk melakukan gerakan dengan tepat. Dengan cara ini, energy yang Anda keluarkan mencapai sasaran dan hasilnya akan optimal.
  5. Breath, menghirup udara secara maksimum dan menyadap oksigen untuk tenaga yang luar biasa.
  6. Flow, latihan pilates dilakukan dengan ringan, mengalir, dan rutin. Rutinitas menjamin aliran energy terlatih secara bertahap untuk menguatkan tubuh dan stamina Anda.

Persiapan Senam

Anda boleh melakukan senam jika dokter memperkirakan janin Anda aman untuk menerima gerakan tubuh Anda, yaitu sekitar awal trimester kedua. Untuk melakukan latihan ini, beberapa persiapan khusus harus Anda perhatikan.

  • Senam sebaiknya dimulai ketika kehamilan sudah berumur 4-6 bulan dan keluhan-keluhan akibat kehamilan sudah berkurang.
  • Senam hamil ini dapat dilakukan selama 30-60 menit untuk satu kali latihan.
  • Bawalah minuman. Minuman terbaik bagi Anda adalah air putih. Sediakan kurang lebih dua liter air untuk minum.
  • Bawalah obat-obatan yang biasa Anda pakai.
  • Kenakan pakaian lentur dan lembut. Pilihan terbaik adalah bahan katun yang menyerap keringat dan tidak panas.
  • Jangan makan terlalu banyak sebelum senam.
  • Pilih jadwal senam sesuai waktu dimana Anda merasa paling fit saat itu.
  • Bawalah peralatan kebersihan badan yang biasa Anda gunakan.

Gerakan Senam

Ada enam gerakan dasar dalam latihan ini yang dapat Anda coba sendiri di rumah, yaitu:

  1. Duduk sila dengan punggung tegak, kedua lengan mengarah ke depan, dan tangan di lutut. Lakukan sikap ini sesering mungkin setiap kali Anda santai.
  2. Sikap merangkak dengan jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Badan sejajar lantai dan keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai. Tundukkan kepala, tahan beberapa saat, dan angkat kepala, tahan beberapa saat.
  3. Sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan. Lalu, kepala menoleh ke samping kanan, kemudian ke kiri. Turunkan badan hingga dada menyentuh lantai dengan merentangkan siku sejauh mungkin ke samping.
  4. Sikap berbaring miring ke kiri (yaitu arah punggung bayi), letakkan lutut kanan di depan lutut kiri. Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkan di belakang. Bila Anda kesulitan, pakailah bantuan bantal.
  5. Sikap berbaring miring, tekuklah kedua lutut dan kedua lengan. Pakailah bantal di bawah kepala dan juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Atur napas dan tenangkan pikiran.
  6. Sikap berbaring telentang, sambil memegang kedua lutut dengan kedua tangan. Pada saat pose ini, Anda dapat membuka mulut secukupnya, menarik napas sedalam mungkin, dan mengembuskannya.

Selamat mencoba!

Depok, 8 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Reference :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
5. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

USG Kehamilan yang Rasional

Sharing foto USG bayi di sosial media sudah menjadi trend bagi calon orangtua baru. Penantian selama 9 bulan juga bisa jadi lebih ringan dengan memandang aktivitas bayi saat pemeriksaan USG. Belum lagi saat kandungan mulai besar, orang tua harap-harap cemas ingin segera tahu jenis kelamin bayinya. Sehingga, tidak heran bila USG 3D bahkan 4D menjadi momok yang amat dicari oleh calon ayah dan ibu. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan USG harus dibatasi sesuai indikasi medis? Kenapa ya?

Sekilas Tentang USG

Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan gelombang ultrasound. Gelombang ultrasound ialah gelombang suara dengan frekuensi yang lebih besar dari ambang batas pendengaran manusia (>20.000 Hz). Pada pemeriksaan kandungan, gelombang suara yang digunakan berkisar antara 2-12 juta Hz. Gelombang ini berasal dari “tranducer” yang ditransmisikan ke seluruh tubuh. Gelombang yang berhasil dipantulkan akan ditangkap menjadi gambar di layar USG. 1,2

Ultrasound_Terese Winslow

Manfaat Pemeriksaan USG

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) amat lazim dilakukan saat pemeriksaan kehamilan. Hal ini disebabkan USG merupakan pemeriksaan akurat untuk menentukan usia kehamilan, deteksi bayi kembar, dan lokasi plasenta. USG juga amat bermanfaat pada ibu yang mengalami tanda bahaya kehamilan. Sehingga, manfaat dari segi medis amat terasa. 2–5

Penelitian dari Cochrane, Helsinski Trial, Radius Trial, dan Euferous study menyebutkan bahwa pemeriksaan USG sebelum usia kandungan 24 minggu dapat mendeteksi secara signifikan adanya kelainan pada janin. Meskipun begitu, beberapa kelainan kongenital mungkin muncul kemudian dan tidak dapat terdeteksi dengan USG sekalipun dengan operator yang handal. 6–9

Berbahayakah USG bagi janin?

Efek gelombang ultrasound pada jaringan dibagi menjadi dua : thermal (panas) dan non-thermal. Gelombang ultrasound diketahui menghasilkan panas, perubahan tekanan dan gangguan mekanik pada jaringan. Efek biologis ultrasound pada jaringan telah dilaporkan pada percobaan hewan namun tidak pada manusia. Efek non-thermal atau efek mekanik terjadi akibat tekanan dari gelombang frekuensi tinggi (acoustic streaming). Efek ini paling menjadi perhatian saat mengukur keamanan USG.10,11

Sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang kuat mengenai bahaya USG bagi janin. Tidak ditemukan hubungan antara USG dengan cacat lahir, kanker saat masa anak-anak, atau masalah tumbuh kembang anak di kemudian hari. Namun, para ahli sepakat bahwa belum ditemukannya efek samping dari USG bukan berarti USG bebas dari resiko. Sehingga, penelitian mengenai keamanan USG jangka pendek dan panjang masih terus dilakukan sampai sekarang. 1,2,10

Rekomendasi Pemeriksaan USG Rasional dalam Kehamilan

Badan profesional dunia yang perhatian terhadap keamanan USG seperti British Medical Utrasound Society (BMUS), American Institute of Ultrasound in Medicine (AIUM), European Federation of Societies for Ultrasound in Medicine and Biology (EFSUMB), Australian Society for Ultrasound in Medicine (ASUM), International Society for ultrasound in Obstetrics and Gynaecology (ISUOG), dan World Federation of Societies for Ultrasound in Medicine and Biology (WFUMB) sepakat bahwa:1,10,12,13

  1. Tidak ada alasan untuk menunda USG saat kehamilan asal dilakukan dengan operator yang sangat terlatih.
  2. Pemeriksaan USG hanya dilakukan berdasarkan indikasi medis.
  3. Pemeriksaan USG untuk kepentingan non-medis tidak dapat dibenarkan (seperti hanya untuk mengetahui jenis kelamin bayi, mengabadikan momen, kepentingan komersial, dll). The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menambahkan bahwa USG non-medis hanya menenenangkan sementara ibu hamil karena cacat bawaan mungkin tidak terdeteksi pada USG.
  4. Pemeriksaan USG dilakukan secepat mungkin (biasanya 5-10 menit) dan tidak melebihi 60 menit.
  5. Sebaiknya hindari pemeriksaan USG saat ibu demam karena dapat meningkatkan resiko panas yang berbahaya. Peningkatan suhu tubuh di atas 41°C selama 5 menit dianggap berbahaya.
  6. Teknologi USG terbaru seperti pencitraan harmonis dan USG 3D tidak memperlihatkan risiko lebih tinggi dari USG biasa.

Berapa kali pemeriksaan USG rasional dilakukan?

Menurut panduan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), pemeriksaan USG dilakukan 3 kali saat kehamilan :
1. Trimester 1 (8-12 minggu). Berfungsi untuk menentukan :

  • Kehamilan dalam rahim
  • Umur kehamilan
  • Deteksi jantung
  • Deteksi kehamilan ganda
  • Deteksi kelainan pada janin

2. Trimester 2 (18-22 minggu)

  • Memastikan kehamilan tunggal atau ganda
  • Memastikan viabilitas janin
  • Menilai parameter pertumbuhan
  • Mendeteksi kelainan janin
  • Menilai cairan ketuban
  • Menilai struktur dan letak plasenta

3. Trimester 3 (28-32 minggu). Sama dengan penilaian di trimester 2.

Pemeriksaan selain ketiga waktu ini hanya berdasarkan indikasi medis. 14

Kesimpulan

Meskipun sampai saat ini USG tidak menimbulkan bahaya yang berarti bagi ibu dan janin, tidak menutup kemungkinan diketahui resiko USG di masa yang akan datang. Atas dasar inilah para ahli menganjurkan untuk membatasi penggunaan USG hanya bila ada indikasi medis. Sebaiknya, orangtua bersikap hati-hati bila menginginkan USG untuk keperluan di luar medis.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/12/2015

Referensi
1. Thomas D Shipp, MD, RDMS. Basic principles and safety of diagnostic ultrasound in obstetrics and gynecology. Uptodate. 2014 Apr 30;
2. Ultrasound Exams. ACOG [Internet]. 2013 Sep 25; Available from: http://www.acog.org/Patients/FAQs/Ultrasound-Exams
3. Salomon LJ, Alfirevic Z, Bilardo CM, Chalouhi GE, Ghi T, Kagan KO, et al. ISUOG practice guidelines: performance of first-trimester fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol Off J Int Soc Ultrasound Obstet Gynecol. 2013 Jan;41(1):102–13.
4. Turandot Saul, MD, RDMS, Resa Lewiss, MD, RDMS. Focus On – Ultrasound Imaging in First Trimester Pregnancy. Am Coll Emerg Physicians [Internet]. 2008 Jul; Available from: http://www.acep.org/Clinical—Practice-Management/Focus-On—Ultrasound-Imaging-in-First-Trimester-Pregnancy/
5. Anna K Sfakianaki, MD, Joshua Copel, MD. Routine prenatal ultrasonography as a screening tool. Uptodate. 2015 Aug 10;
6. Ewigman BG, Crane JP, Frigoletto FD, LeFevre ML, Bain RP, McNellis D. Effect of prenatal ultrasound screening on perinatal outcome. RADIUS Study Group. N Engl J Med. 1993 Sep 16;329(12):821–7.
7. Saari-Kemppainen A, Karjalainen O, Ylöstalo P, Heinonen OP. Ultrasound screening and perinatal mortality: controlled trial of systematic one-stage screening in pregnancy. The Helsinki Ultrasound Trial. Lancet Lond Engl. 1990 Aug 18;336(8712):387–91.
8. Crane JP, LeFevre ML, Winborn RC, Evans JK, Ewigman BG, Bain RP, et al. A randomized trial of prenatal ultrasonographic screening: impact on the detection, management, and outcome of anomalous fetuses. The RADIUS Study Group. Am J Obstet Gynecol. 1994 Aug;171(2):392–9.
9. Grandjean H, Larroque D, Levi S. The performance of routine ultrasonographic screening of pregnancies in the Eurofetus Study. Am J Obstet Gynecol. 1999 Aug;181(2):446–54.
10. Haar G ter. Ultrasonic imaging: safety considerations. Interface Focus. 2011 Aug 6;1(4):686–97.
11. Newnham JP, Doherty DA, Kendall GE, Zubrick SR, Landau LL, Stanley FJ. Effects of repeated prenatal ultrasound examinations on childhood outcome up to 8 years of age: follow-up of a randomised controlled trial. The Lancet. 2004 Dec;364(9450):2038–44.
12. Abramowicz JS. Ultrasound in Obstetrics and Gynecology Is This Hot Technology Too Hot? J Ultrasound Med. 2002 Dec 1;21(12):1327–33.
13. Salomon LJ, Alfirevic Z, Berghella V, Bilardo C, Hernandez-Andrade E, Johnsen SL, et al. Practice guidelines for performance of the routine mid-trimester fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol Off J Int Soc Ultrasound Obstet Gynecol. 2011 Jan;37(1):116–26.
14. Panduan Ultrasonografi Antenatal Obstetri Dasar [Internet]. Pelatihan Standardisasi dan Sertifikasi Kompetensi Ultrasonografi Obstetri Dasar. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia; 2014. Available from: http://www.slideshare.net/imagingultrasound/pogi-usg-2014-final-2-panduan-usg-pogi-20140422