Tag Archives: penyakit anak

Flu Singapura Pada Anak

Orangtua mungkin ada yang bingung ketika anaknya didiagnosis terkena flu Singapura padahal tidak ada riwayat bepergian ke negeri tersebut. Flu Singapura memang hanya istilah awam dari HFMD (Hand Foot Mouth Disease) atau PTKM (Penyakit Tangan Kaki Mulut). Masyarakat menamakan Flu Singapura karena penyakit ini memang jadi wabah di negeri tersebut meskipun sebenarnya HFMD pertama kali ditemukan di Kanada .

Apa itu Flu Singapura?
Flu Singapura atau Penyakit Tangan Kaki Mulut (PTKM) ialah penyakit yang ditandai dengan ruam pada mulut, tangan dan kaki. Penyakit ini paling sering menyerang anak di bawah 7 tahun meskipun dapat pula menjangkit orang dewasa.

Apa penyebab Flu Singapura?
Flu Singapura disebabkan oleh kelompok Enterovirus. Paling banyak ialah yang berasal dari jenis Coxackievirus A16 dan Enterovirus A17. Di Asia Pasifik, Enterovirus A71 paling sering menyebabkan wabah.

Bagaimana cara penularan virus ini?
Penularan terjadi apabila virus yang terkandung dalam cairan mulut, saluran nafas atau feses penderita tertelan oleh orang yang sebelumnya sehat. Selain itu, virus juga dapat menular apabila ada kontak langsung dengan lesi kulit penderita. Pada beberapa jenis virus, penularan dapat terjadi melalui udara. Penyakit ini paling aktif ditularkan saat minggu pertama anak sakit.

Setelah tertelan, virus akan membelah di kelenjar getah bening usus dan saluran nafas. Lalu virus bisa menyebar ke kelenjar getah bening setempat. Pada kondisi ini, infeksi hanya sebatas pada organ lokal seperti kulit, jantung, hati atau saraf. Namun, dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berlanjut sampai menyebabkan kematian sel tubuh penderita.

Apa gejala flu singapura?
Beberapa gejala yang muncul ialah:

  • Ruam di tangan, kaki, dan mulut (biasanya di lidah dan pipi dalam). Ruam bisa berupa kemerahan, bruntus atau bruntus berisi cairan. Selain di tiga tempat tersebut, ruam bisa muncul di tempat lain seperti bokong dan kemaluan.

Hand-Foot-and-Mouth-Disease

  • Nyeri tenggorokan
  • Anak tidak mau makan
  • Demam sumeng-sumeng (biasanya dibawah 38.3oC)

Bagaimana cara mengobatinya?
Ayah ibu tidak perlu khawatir karena sebagian besar anak akan sembuh dengan sendirinya bila terkena Flu Singapura. Namun, memang saat anak terkena penyakit ini ia akan sangat merasa tidak nyaman. Beberapa cara yang dapat ayah ibu lakukan untuk meredakan gejala ialah:

  • Memberi minuman yang cukup untuk menjaga kelembaban tubuh. Air dingin lebih disarankan karena dapat memberi rasa nyaman dan meredakan nyeri
  • Bila anak masih merasa nyeri atau demam, Anda bisa memberikan Parasetamol atau Ibuprofen.
  • Hindari makanan pedas atau asam karena dapat membuat ruam terasa perih

Bagaimana pencegahan Flu Singapura?
Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah Flu Singapura. Sehingga penting sekali untuk melakukan tindakan pencegahan seperti:

  1. Mencuci tangan terutama sebelum makan, menyiapkan makanan, setelah buang air, mengganti popok atau membersihkan pup anak. Ingat, virus dapat menginfeksi tubuh seseorang apabila tertelan. Jadi langkah cuci tangan amatlah penting.
  2. Bersihkan permukaan yang terkontaminasi ruam kulit, cairan mulut atau feses penderita
  3. Liburkan anak di rumah dari sekolah atau penitipan anak bila terkena Flu Singapura
  4. Hindari mencium anak yang sedang terkena Flu Singapura
  5. Jangan berbagi alat makan, sikat gigi, pakaian atau handuk
  6. Hati-hati bila bepergian ke tempat yang sedang wabah penyakit ini.

Perlukah Anak Saya dirawat di RS?
Anak yang menderita Flu Singapura bisa jadi butuh perawatan di rumah sakit apabila :

  • Anak tidak mampu minum yang cukup sehingga perlu diinfus
  • Muncul komplikasi seperti :
    Radang otak, ditandai dengan anak sulit bangun, respon berkurang, kejang.
    Radang selaput otak, biasanya leher anak menjadi kaku, respon berkurang juga kejang.
    Kelumpuhan
    Infeksi selaput jantung

Agustina Kadaristiana, dr.

11/11/2015

Referensi
1. Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). CDC [Internet]. 2015 Sep 18; Available from: http://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/index.html
2. José R Romero, MD, FAAP. Hand, foot, and mouth disease and herpangina: An overview. Uptodate. 2015 Aug 19; http://www.uptodate.com/contents/hand-foot-and-mouth-disease-and-herpangina-an-overview?source=search_result&search=hand+foot&selectedTitle=1~150
3. Hand, Foot & Mouth Disease: Updates | Ministry of Health [Internet]. [cited 2015 Nov 10]. Available from: https://www.moh.gov.sg/content/moh_web/home/diseases_and_conditions/h/hand_foot_mouth_disease.html
4. A Guide to Clinical Management and Public Health Response for Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) [Internet]. World Health Organization; 2011. Available from: http://www.wpro.who.int/publications/docs/GuidancefortheclinicalmanagementofHFMD.pdf
5. Hand-Foot-and-Mouth Disease: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. 2015 Sep 18 [cited 2015 Nov 10]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/218402-overview

Pertanyaan Seputar TB Anak

Penyakit TB atau Tuberculosis termasuk sering terjadi pada anak di Indonesia. Tak ayal bila hal ini membuat orangtua gelisah bila buah hati sering demam atau berat badan sulit naik. Namun, bagaimana sebenarnya mendiagnosis TB?

Sekilas tentang TB Anak
Tuberculosis ialah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini paling banyak menyerang paru-paru, namun dapat menyebar ke organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, kulit, sauran cerna, bahkan selaput otak. Disebut TB anak apabila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.

Bagaimana TB ditularkan pada anak?
TB menular melalui udara di mana anak menghirup droplet atau tetesan dahak dari penderita TB paru dewasa maupun anak. Namun, bukan berarti TB dapat menular dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila tinggal dalam satu atap bersama penderita TB dalam jangka waktu yang lama (3 bulan) disertai dengan sistem imun yang kurang baik.

Apa faktor risiko anak terkena TB?
Anak rentan terkena TB apabila :
1. Tinggal seatap atau kontak langsung dengan penderita TB paru
2. Usia <5 tahun
3. Mengidap HIV
4. Mengalami malnutrisi berat

Apakah TB anak menular?
TB anak jarang menular kecuali pada anak yang lebih besar atau remaja. Namun, adanya kasus TB pada anak menandakan sedang berlangsungnya penyebaran TB dalam lingkungan setempat.

Bagaimana gejala TB pada anak?
Gejala TB pada anak berbeda sesuai umur. Pada bayi dan anak <2 tahun, munculnya gejala TB bisa lebih cepat dibandingkan anak yang lebih besar. Gejala yang timbul juga lebih berat seperti pneumonia (sesak nafas, demam), meluas dan lebih berisiko menyebabkan kematian.

Sedangkan pada anak yang lebih besar dan remaja, gejalanya tidak khas seperti:

  • Lemah badan, letih, lesu, kurang aktif bermain
  • Demam tidak terlalu tinggi > 2 minggu atau demam berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, DBD, dll)
  • Keringat malam
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Berat badan tidak kunjung naik berdasarkan kurva pertumbuhan setelah 1 bulan diberi upaya perbaikan gizi yang baik
  • Gagal tumbuh
  • Anak tidak nafsu makan atau berkurang
  • Batuk-batuk lama yang tidak kunjung sembuh (biasanya jarang pada anak)
  • Diare menetap (>2 minggu) meskipun sudah diobati terapi baku diare

Karena TB bisa menyebar ke organ selain paru, gejalanya juga bisa khas dengan organ terlibat. Misalnya pembesaran kelenjar getah bening, gangguan saraf, penonjolan tulang belakang, lesi kulit yang khas, dll.

Bagaimana mendiagnosis TB?

Seperti penyakit infeksi lain, anak didiagnosis pasti TB apabila ditemukan kuman Mycobacterium tuberculosis pada pemeriksaan dahak, bilas lambung ataupun biopsi jaringan. Namun upaya untuk menemukan kuman penyebab TB pada anak melalui dahak tidak mudah karena sedikitnya sampel yang di dapat dan prosedur yang sulit. Untuk memudahkan penegakan diagnosis TB terutama di fasilitas kesehatan terbatas, saat ini di Indonesia diadopsi sistem skoring TB. Dalam sistem ini dibutuhkan informasi berupa :

  • Ada/tidaknya kontak erat dengan penderita TB
  • Uji tuberkulin (Mantoux)
  • Tanda dan gejala klinis
  • Pemeriksaan Rontgen Paru

Pada umumnya anak didiagnosis TB jika jumlah skor ≥ 6

Apa itu tes Mantoux atau Tuberkulin?
Tes Mantoux merupakan tes untuk mengukur respon imun anak terhadap bakteri. Sehingga anak yang positif tes mantoux belum tentu pasti mengidap TBC. Tapi tes ini bisa membantu menegakkan diagnosis pada anak yang diduga TB, skrining anak yang kontak erat TB atau tambahan dari pemeriksaan lain untuk memperkuat diagnosis TB.

Cara melakukan tes mantoux :

  1. Anak akan disuntikkan larutan tuberkulin PPD RT-23 2 TU sebanyak 0,1 ml di lengan bawah dengan jarum agak mendatar (intrakutan)
  2. Bila penyuntikan dilakukan secara benar, akan muncul penonjolan di kulit dengan pori-pori seperti kulit jeruk
  3. Setelah 72 jam hasil uji tuberkulin dibaca
  4. Hasil dikatakan positif bila terdapat indurasi (seperti bentol di kulit) >10 mm untuk anak pada umumnya atau >5 mm pada anak dengan imun yang lemah.
clip-image002-thumb71

Tes Mantoux

Bila anak saya positif TB, bagaimana terapinya?

Pada prinsipnya, anak diberikan obat anti TB sambil diberikan gizi yang cukup dan diobati penyakit penyertanya. Obat Anti TB (OAT) diberikan dalam bentuk kombinasi minimal 3 macam obat untuk mencegah resistensi. Waktu pengobatan TB anak berkisar antara 6-12 bulan untuk mencegah kekambuhan. Terapi TB dibagi dalam 2 tahap :

  1. Tahap intensif selama 2 bulan pertama. Anak diberi minimal 3 macam obat tergantung berat penyakit dan pemeriksaan kuman. Setelah 2 bulan akan dilihat responnya. Bila tidak ada perbaikan akan dievaluasi kembali atau dirujuk.
  2. Tahap lanjutan selama 4-10 bulan tergantung hasil pemeriksaan dan perbaikan klinis.

Obat yang biasa digunakan ialah antibiotik Isoniazid, Rifampisin, Piranzinamid, Etambutol, dan Streptomisin.

Bagaimana bila TB tidak diobati?
TB anak yang dibiarkan atau diobati tapi tidak teratur dapat menyebar dan berakibat fatal. Dua komplikasi terberat ialah TB miliar dan meningitis (radang otak). Selain itu, kuman TB dapat merusak paru dan organ lain seperti jantung, usus, sendi, mata bahkan ginjal.

Bagaimana cara mencegah TB pada anak?
Kunci dari pencegahan TB ialah :

  1. Edukasi. Terapi TB amatlah melelahkan. Sehingga butuh edukasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini dan terapi.
  2. Deteksi dini dan terapi penderita TB untuk memutus rantai penularan
  3. Vaksinasi BCG berasal dari kuman Mycobacterium bovis yang dilemahkan. Imunisasi ini diberikan pada bayi 1-3 bulan. Pada bayi >3 bulan, pemberian vaksin harus didahului uji tuberkulin. Tujuan diberikan vaksin BCG ialah untuk mencegah terjadinya TB berat.
  4. Terapi pencegahan dengan isoniazid pada anak yang kontak erat dengan penderita TB.

Ayo sama-sama berantas TB. Segera bawa anak Anda ke sarana kesehatan bila Anda curiga TB.

Agustina Kadaristiana, dr. di review oleh Tundjungsari Ratna Utami,dr. Sp.A 

Ditulis tanggal : 10/26/2015 Update terakhir : 11/11/2015

Referensi

1. Guidance for national tuberculosis programmes on the management of tuberculosis in children. 2nd ed. Geneva: World Health Organization;
2. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4 [cited 2015 Oct 26]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/969401-overview
3. Carol J. Baker, MD, FAAP. Red Book Atlas of Infectious Disease. 2nd ed. United States of America.: American Academy of Pediatrics; 2013.
4. TB Anak : TB Indonesia [Internet]. [cited 2015 Oct 26]. Available from: http://www.tbindonesia.or.id/tb-anak/
5. Lisa V Adams, MD, Jeffrey R Starke, MD. Tuberculosis disease in children. Uptodate. 2015 Sep 22;
6. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. [cited 2015 Oct 26]. Available from: http://idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/tuberkulosis.html