Tag Archives: puasa

E-Book Doctormums – Kiat Sehat Puasa di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum wr wb

Bulan Ramadhan kali ini, Doctormums ingin berbagi tips sehat selama puasa melalui e-book doctormums. Topik yang kami sajikan mudah-mudahan bermanfaat mulai dari bolehkah ibu hamil dan menyusui berpuasa, kiat mengajarkan puasa pada anak, tips sehat puasa saat umroh di bulan Ramadhan, kiat berhenti merokok di bulan puasa dan masih banyak lagi. Silakan di share dan download secara bebas bila dirasa bermanfaat. Mudah-mudahan ibadah puasa kita diterima Allah SWT dan penuh dengan keberkahan. Aamiin

Kiat Sehat Berpuasa di Bulan Ramadhan (by Doctormums)

Seberapa Amankah Penyandang Diabetes Berpuasa?

Semua umat muslim tentu ingin menyambut bulan Ramadan. Tidak terkecuali penyandang diabetes. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa puasa untuk penderita diabetes tidak sepenuhnya aman. Oleh karena itu, tahun 2010, American Diabetes Association (ADA) mengeluarkan rekomendasi mengenai siapa-siapa saja diabetisi yang bisa berpuasa dan bagaimana cara berpuasa yang aman bagi penyandang diabetes. Lebih lengkapnya, yuk kita simak..

Sekilas Tentang Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit dimana terdapat kadar gula darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh  gangguan pengeluaran hormon insulin dari pankreas dan/atau insulin tidak berfungsi dengan baik. Insulin merupakan hormon yang berfungsi mengantar gula darah masuk ke dalam sel untuk menghasilkan energi. Gangguan pada hormon ini menyebabkan gula menumpuk dalam darah tanpa energinya bisa kita gunakan. 2, 3

Diabetes terbagi 2 jenis, tipe 1 dan 2.

  • Diabetes tipe 1 merupakan keadaan dimana tubuh tidak bisa sama sekali menghasilkan insulin. Kita tidak bisa mencegah diabetes tipe 1 ini dan biasanya penyakit ini terdiagnosis saat anak-anak atau remaja. Penyandang diabetes tipe ini membutuhkan suntikan insulin sepanjang hidupnya.
  • Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh kekurangan insulin atau saat insulin tidak berfungsi secara baik. Diabetes tipe 2 dialami 90% penyandang diabetes. Seseorang beresiko mengalami diabetes tipe 2 karena faktor keturunan, etnik, atau pola hidup yang kurang sehat seperti obesitas. Diabetes tipe 2 paling banyak dialami orang dewasa usia 40 tahunan.2-4
slide-big-4

Diabetes (http://medwingz.com/wp-content/uploads/2014/06/slide-big-4.jpg)

Proses Tubuh Saat Penyandang Diabetes Berpuasa

Perbedaan reaksi tubuh saat puasa penderita diabetes dengan orang sehat terletak pada kerja hormon pengendali gula darah. Pada orang yang sehat hormon insulin, glukagon, dan katekolamin dapat bekerja secara baik dalam menyeimbangkan gula darah. Sedangkan pada penderita diabetes, proses ini tidaklah berjalan secara baik. Gula darah saat diabetisi berpuasa berkurang, sedangkan hormon-hormon pengatur gula tidak bekerja secara baik dan obat-obat penurun gula darah tetap dikonsumsi sehingga dapat beresiko hipoglikemia atau gula darah rendah. Namun, bisa juga saat puasa malah terjadi keadaan hiperglikemia (gula darah sangat tinggi) karena tubuh terus memecah gula darah dari organ penyimpan gula (hati, lemak, otot) disaat gula darah turun tanpa diiringi dengan kerja insulin untuk menggunakan gula tadi sebagai energi.1, 2

Resiko Puasa Bagi Penyandang Diabetes

Penelitian EPIDAR tahun 2001 yang dilakukan di 13 negara Islam pada 12.243 individu penyandang diabetes yang berpuasa Ramadhan menyebutkan bahwa terjadi komplikasi akut yang cukup tinggi pada objek penelitian tersebut. 4 resiko tinggi yang cukup berbahaya yang ditemukan saat berpuasa pada diabetisi ini adalah :1

  1. Hipoglikemia (gula darah rendah) Menurunnya asupan makanan diketahui sebagai faktor resiko terjadinya hal ini.
  2. Hiperglikemia (gula darah tinggi) Keadaan ini mungkin disebabkan penurunan dosis obat pencegah hipoglikemia yang berlebihan atau konsumsi makanan manis yang meningkat saat puasa.
  3. Diabetes Ketoasidosis (gula darah dan zat keton yang tinggi) Biasanya terjadi pada penderita Diabetes Tipe 1. Keadaan ini mungkin terjadi karena penurunan dosis insulin yang berlebihan berdasarkan asumsi asupan makanan berkurang saat puasa.
  4. Dehidrasi dan trombosis (penyumbatan pembuluh darah)
    Kurangnya cairan saat berpuasa terutama di daerah yang beriklim panas dan lembab atau pada buruh yang menyebabkan keluar keringat yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan seseorang pingsan, jatuh, dan tekanan darah menurun. Selain itu, dehidrasi ini bisa menyebabkan darah menjadi lebih kental yang bisa beresiko menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Laporan kasus dari Saudi Arabia menyebutkan bahwa terdapat peningkatan kasus penyumbatan pembuluh darah vena retina saat puasa. Namun, kejadian jantung koroner atau stroke tidak meningkat saat Ramadhan.

Hasil dari penelitian ini membuat praktisi kesehatan dan penyandang diabetes untuk berhati-hati bila dihadapkan dengan keputusan berpuasa saat Ramadhan. Meskipun ADA tidak mengatakan penderita diabetes boleh atau tidak melakukan puasa secara gamblang, ADA memberi gambaran kelompok penyandang diabetes mana yang aman berpuasa dan mana yang tidak.1

Kelompok Penyandang Diabetes Berdasarkan Resiko Terjadinya Komplikasi Saat Puasa 1

Resiko Kelompok Penyandang Diabetes
Resiko Sangat Tinggi -Hipoglikemia berat 3 bulan terakhir sebelum Ramadhan
-Riwayat hipoglikemia berulang
-Riwayat hipoglikemia yang tidak disadari
-Diabetes tidak terkontrol
-Ketoasidosis dalam 3 bulan sebelum Ramadhan
-Diabetes tipe 1
-Diabetisi dengan penyakit akut
-Koma,dalam 3 bulan sebelum Ramadhan
-Diabetisi yang bekerja berat (buruh,petani,dll) saat puasa
-Penyandang diabetes yang hamil
-Diabetisi yang menjalani dialisis (cuci darah) dalam jangka waktu lama
Resiko Tinggi -Diabetisi dengan hiperglikemia sedang (rata-rata gula darah 150-300mg/dL, A1C 7,5-9,0%)
-Diabetisi dengan gangguan ginjal
-Diabetisi dengan komplikasi sumbatan pembuluh darah besar (jantung koroner, stroke)
-Diabetisi yang hidup sendiri
-Diabetisi usia lanjut dengan kondisi yang kurang sehat
-Pengguna obat-obatan yang mempengaruhi mental
Resiko Menengah Penyandang diabetes yang terkontrol baik yang diobati insulin jangka pendek
Resiko Rendah Diabetisi yang terkontrol baik yang diobati oleh diet, obat yang secara umum sehat.
Rekomendasi ADA ini bertujuan untuk memberi edukasi baik pada penyandang diabetes maupun tenaga kesehatan sehingga dicapai komunikasi dan kerja sama yang baik saat diabetisi memutuskan untuk berpuasa. Perlu diingat bahwa terlepas dari fakta dan rekomendasi yang ada, keputusan berpuasa tetap dikembalikan kepada penyandang diabetes itu sendiri setelah diberikan informasi yang memadai. Tidak lupa mempertimbangkan untuk mengambil keringan berupa fidyah bila dirasa puasa malah memberatkan.

Anjuran Bila Penyandang Diabetes Ingin Berpuasa

Bila penyandang diabetes memutuskan untuk berpuasa, ada beberapa poin yang penting dijalani agar puasanya tetap aman, yaitu :

  1. Konsultasi dengan dokter. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi Anda aman atau tidak untuk berpuasa serta untuk mengatur waktu pemberian obat.
  2. Seringlah memonitor gula darah terutama penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang menggunakan insulin. Hal ini disebabkan kadar gula darah menjadi patokan penting seseorang masih aman berpuasa atau tidak.
  3. Waspada gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. Diabetisi harus mengenal gejala hipoglikemia seperti pusing, keringat banyak, gemetar dan jantung berdebar-debar atau gejala hiperglikemia seperti sulit konsentrasi, sering buang air kecil, sakit kepala, badan terasa lemah dan pandangan kabur. Semua penyandang diabetes harus segera membatalkan puasanya bila gula darah dibawah 70mg/dL atau gula darah mencapai 300 mg/dL untuk mencegah komplikasi yang berbahaya seperti koma bahkan kematian.
  4. Porsi makanan saat puasa tidak boleh berubah secara drastis dari diet seimbang dan sehat.
  5. Makan sahur dilakukan saat mendekati waktu imsak/subuh. Sebaiknya konsumsi jenis karbohidrat kompleks seperti beras merah, barley, oat, millet, semolina, kacang-kacangan, lentil, tepung gandum dan beras basmati. Selain itu makanan tinggi serat juga baik dikonsumsi saat sahur karena dicerna perlahan-lahan seperti kentang dengan kulit, sayuran dan hampir semua buah. Fungsi dari mengkonsumsi makanan ini supaya energi tetap dihasilkan secara jangka panjang.
  6. Hindari makanan tinggi lemak dan porsi besar saat berbuka. Makanan dengan karbohidrat sederhana lebih dianjurkan saat berbuka seperti madu, sirup, gula, kentang, nasi putih, dll namun jangan berlebihan.
  7. Tingkatkan minum saat sahur dan berbuka.
  8. Aktivitas fisik normal tetap dilakukan tetapi jangan berlebihan. Bila solat tarawih dilakukan, harus dimasukkan ke hitungan program latihan fisik
  9. Hindari berpuasa bila merasa kurang sehat. 1, 5, 6, 7

Gejala Hipo dan Hiperglikemia

Picture

Agustina Kadaristiana, dr.
Publikasi pertama : 2014-07-03
Modifikasi terakhir : 2015-06-23

Daftar Pustaka

  1. Al-Arouj M, Assaad-Khalil S, Buse J, Fahdil I, Fahmy M, Hafez S, et al. Recommendations for management of diabetes during Ramadan: update 2010. Diabetes care. 2010;33(8):1895-902.
  2. Ali DS, Hussain DS, Chowdhury DT, Hanif PW, Shafi DS. Diabetes and Ramadan : Managing Diabetes During Ramadan. In: Britain TMCo, UK D, editors.: Diabetes UK; 2014.
  3. David K McCulloch M. Classification of diabetes mellitus and genetic diabetic syndromes2014 4 July 2014. Available from: http://www.uptodate.com.ezlibproxy1.ntu.edu.sg/contents/classification-of-diabetes-mellitus-and-genetic-diabetic-syndromes?source=search_result&search=diabetes+mellitus&selectedTitle=5~150.
  4. Romesh Khardori M, PhD, FACP. Type 2 Diabetes Mellitus2014 4 July 2014. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/117853-overview.
  5. Holland K. Hyperglycemia and Type 2 Diabetes2012. Available from: http://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/hyperglycemia#Overview1.
  6. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2011.
  7. Carbohydrates: Simple versus Complex. Available from: http://www.nutritionmd.org/nutrition_tips/nutrition_tips_understand_foods/carbs_versus.html.

Bolehkah Penderita Maag Berpuasa?

Penderita maag acap kali khawatir bila memasuki bulan Ramadan. Perut yang kosong akibat puasa di siang hari terkadang membuat rasa tidak nyaman dan perih di lambung. Tapi di sisi lain ada keyakinan bahwa puasa Ramadan dapat menyehatkan saluran pencernaan. Lalu, bagaimana sebenarnya batasan puasa bagi penderita maag? Apakah semua penderita maag bisa berpuasa?

Apa itu penyakit maag?

Maag sebenarnya istilah awam untuk keluhan dispepsia. Dispepsia sendiri sebenarnya bukan penyakit tetapi sekumpulan gejala berupa rasa penuh (begah) setelah makan, tidak mampu menghabiskan makanan porsi normal sampai nyeri atau rasa terbakar di ulu hati.

Penyebab dispepsia sendiri dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu organik dan fungsional. Maksud dari penyebab fungsional ialah munculnya gejala ketidaknyamanan pada ulu hati tadi tanpa kerusakan organ. Sebaliknya, dispepsia organik terjadi karena ada gangguan anatomis/organ. Sehingga penanganannya lebih serius. Untung saja penyebab organik ini hanya menyumbang 25% kasus dispepsia. Penyebab terbanyak dari dispepsia organik ialah adanya luka dari lambung atau usus 12 jari. Penyakit ini disebut juga tukak peptik. 1

Mengapa terjadi tukak lambung?

Setiap hari lambung kita menghasilkan asam lambung untuk mencerna makanan. Agar cairan asam ini tidak merusak saluran cerna, sel epitel di lambung dan usus 12 jari menghasilkan mukus (semacam lendir) untuk melindungi diri dari iritasi. Selain itu, terdapat sel-sel ini dapat mengeluarkan kelebihan ion Hidrogen untuk menjaga pH sel agar tidak terlalu asam. Dalam kondisi normal, terdapat keseimbangan yang harmonis antara pengeluaran asam lambung dan mukosa. Namun, bila ada perangsang asam lambung seperti infeksi bakteri H. pylori, obat anti inflamasi non steroid, alkohol, stress, rokok, dll, dinding lambung bisa radang (gastritis) bahkan sampai menjadi tukak di lambung dan usus 12 jari (tukak peptik).2

Tukak Peptikum (http://www.physio-pedia.com/images/e/ed/Peptic-ulcers-lg-enlg.jpg)

Tukak Peptikum (http://www.physio-pedia.com/images/e/ed/Peptic-ulcers-lg-enlg.jpg)

Pengaruh Puasa Terhadap Maag

Allah SWT tentu memberi hikmah di balik diwajibkannya berpuasa. Bagi muslim yang sehat, tentu berpuasa dapat berefek positif untuk detoksifikasi, memperbaiki profil kolesterol juga mengistirahatkan saluran pencernaan.3 Tentu manfaat ini akan didapat bila yang berpuasa tetap disiplin untuk hidup sehat selama Ramadan. Namun, bagi penderita maag perlu ada rambu-rambu untuk memilah mana yang dapat berpuasa secara aman dan mana yang tidak.4Pasalnya :

  1. Tingkat keasaman lambung naik setelah 10 hari Ramadan terutama di siang hari sehingga dapat memperberat tukak lambung.5
  2. Hasil dari endoskopi 321 pasien sebelum, selama dan setelah puasa menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan tukak duodenum (usus 12 jari) selama puasa secara signifikan. Tapi tidak ada temuan yang bermakna pada dinding esofagus dan lambung saat puasa.6
  3. Terdapat peningkatan kasus pendarahan saluran cerna atas pada penderita gangguan pencernaan sebelumnya selama puasa. 7
  4. Ada kemungkinan puasa dapat meningkatkan pendarahan saluran cerna akibat tukak usus 12 jari tetapi tidak menyebabkan prognosisnya lebih buruk daripada pasien yang tidak puasa. 8

Jadi bolehkah penderita maag berpuasa?

Boleh tidaknya penderita maag berpuasa ditentukan dari penyebab dispepsia masing-masing penderita, gejala serta ada tidaknya komplikasi. Sehingga penting sekali diagnosis dan anjuran dari dokter Anda sebelum melaksanakan puasa.

Secara umum, penderita maag fungsional dapat berpuasa. Namun, penderita maag akibat tukak lambung atau usus dua belas jari perlu dilihat dulu kedalaman tukaknya dan seberapa besar resiko pendarahan. Bila tukaknya luas, dalam, serta mudah berdarah mungkin Anda tidak dianjurkan untuk berpuasa. Namun, bila iritasi atau tukaknya tidak terlalu parah, Anda mungkin dapat berpuasa sambil diobati. Pengobatan dengan obat penghambat proton (seperti Omeprazole, Lansoprazole, dsb), penghambat H2 juga eradikasi kuman H. Pylori berperan penting untuk mengatasi tukak peptikum. Penelitian membuktikan bahwa pasien tukak peptikum yang diobati dapat berpuasa tanpa peningkatan risiko komplikasi. 9–11

Tips Berpuasa Penderita Maag

Bagi penderita maag yang diperbolehkan berpuasa setelah berkonsultasi dengan dokter, berikut sedikit tips untuk mencegah gejala maag saat anda puasa..

http://www.news-articles-jobs.com/wp-content/uploads/2014/07/healthy-food.jpg

  1. Yakinkan diri bahwa puasa membawa maslahat bagi yang mampu melakukannya. Sibukkan diri dengan ibadah dan hadapi puasa dengan tenang tanpa stress agar asam lambung tidak diproduksi secara berlebihan
  2. Selalu makan sahur sebelum memulai puasa. Sebaiknya makan sahur dekat dengan waktu imsak. Konsumsi karbohidrat kompleks (gandum, nasi merah, millet, dll) dan makanan tinggi serat (sayur dan buah). Makanan ini berfungsi agar anda tidak cepat lapar saat puasa. Penelitian membuktikan asupan buah, sayur dan vitamin A yang tinggi dapat menurunkan kejadian tukak usus dua belas jari. Teh hijau dan probiotik juga baik dikonsumsi penderita maag karena dapat menghambat kuman H.Pylori. 12–14
  3. Berbuka dengan karbohidrat sederhana (kurma atau jus buah) untuk mengembalikan energi tubuh. Hindari makan porsi besar sekaligus agar tidak memberatkan kerja lambung. 3
  4. Konsumsi obat maag sesuai anjuran dokter seperti antasida, H2 Bloker atau obat penghambat proton. Biasanya obat-obatan ini diminum sebelum makan sahur atau berbuka
  5. Hindari minum kopi, soda, alkohol, merokok dan obat-obatan anti radang non steroid (ibuprofen, aspirin, dll) karena dapat menstimulus produksi asam lambung. Hindari juga makanan dengan lemak trans tinggi seperti gorengan, mentega, dll.15
  6. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu pedas karena bisa menyebabkan gejala dispepsia. Meskipun begitu tidak ditemukan hubungan makanan pedas dengan gastritis atau tukak peptikum.16
  7. Cegah dehidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 6-8 gelas per hari.

Selamat berpuasa 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

Referensi

  1. George F Longstreth, MD, Brian E Lacy, MD, PhD. Approach to the adult with dyspepsia. Uptodate [Internet]. 2014 Sep 26 [cited 2015 Jun 15]; Available from: http://www.uptodate.com/contents/approach-to-the-adult-with-dyspepsia?source=search_result&search=dyspepsia&selectedTitle=1~150
  2. Peptic Ulcer Disease. 2015 Feb 9 [cited 2015 Jun 15]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/181753-overview#aw2aab6b2b3
  3. Dr Razeen Mahroof, BM, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed, BM, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy, BM, MRCP(UK), Tehseen Hasan, BSc(Hons), Sahra Ahmed, MPharm, Dr Fuad Hussain. Ramadhan Health Guide [Internet]. Communities in Action; 2007. Available from: http://www2.warwick.ac.uk/services/equalops/resources/a_guide_to_healthy_fasting.pdf
  4. Sadeghpour S, Keshteli AH, Daneshpajouhnejad P, Jahangiri P, Adibi P. Ramadan fasting and digestive disorders: SEPAHAN systematic review No. 7. J Res Med Sci [Internet]. 2012 Mar 16 [cited 2015 Jun 15];17(0). Available from: http://jrms.mui.ac.ir/index.php/jrms/article/view/8233
  5. Iraki L, Bogdan A, Hakkou F, Amrani N, Abkari A, Touitou Y. Ramadan diet restrictions modify the circadian time structure in humans. A study on plasma gastrin, insulin, glucose, and calcium and on gastric pH. J Clin Endocrinol Metab. 1997 Apr;82(4):1261–73.
  6. Gokakin AK, Kurt A, Akgol G, Karakus BC, Atabey M, Koyuncu A, et al. Effects of Ramadan fasting on peptic ulcer disease as diagnosed by upper gastrointestinal endoscopy. Arab J Gastroenterol Off Publ Pan-Arab Assoc Gastroenterol. 2012 Dec;13(4):180–3.
  7. Ozkan S, Durukan P, Akdur O, Vardar A, Torun E, Ikizceli I. Does Ramadan fasting increase acute upper gastrointestinal haemorrhage? J Int Med Res. 2009 Dec;37(6):1988–93.
  8. Amine EM, Kaoutar S, Ihssane M, Adil I, Dafr-Allah B. Effect of Ramadan fasting on acute upper gastrointestinal bleeding. J Res Med Sci Off J Isfahan Univ Med Sci. 2013 Mar;18(3):230–3.
  9. DR. Dr. Ari F. Syam SpPD, K-GEH, MMB, FINASIM, FACP. Sakit Maag : Bolehkah Berpuasa…? PB PAPDI [Internet]. Available from: http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=33
  10. Mehranbian AA, Homayouni R, Hashemi M, Moradi A. Is healing of duodenal ulcer delayed by Ramadan fasting? Koomesh. 2007 Feb 15;8(2):67–72.
  11. Hosseini-asl K, Rafieian-kopaei M. Can patients with active duodenal ulcer fast Ramadan? Am J Gastroenterol. 2002 Sep;97(9):2471–2.
  12. Lee K-M, Yeo M, Choue J-S, Jin J-H, Park SJ, Cheong J-Y, et al. Protective mechanism of epigallocatechin-3-gallate against Helicobacter pylori-induced gastric epithelial cytotoxicity via the blockage of TLR-4 signaling. Helicobacter. 2004 Dec;9(6):632–42.
  13. Felley C, Michetti P. Probiotics and Helicobacter pylori. Best Pract Res Clin Gastroenterol. 2003 Oct;17(5):785–91.
  14. Aldoori WH, Giovannucci EL, Stampfer MJ, Rimm EB, Wing AL, Willett WC. Prospective study of diet and the risk of duodenal ulcer in men. Am J Epidemiol. 1997 Jan 1;145(1):42–50.
  15. Peptic ulcer [Internet]. University of Maryland Medical Center. [cited 2015 Jun 15]. Available from: http://umm.edu/Health/Medical-Reference-Guide/Complementary-and-Alternative-Medicine-Guide/Condition/Peptic-ulcer
  16. Marotta RB, Floch MH. Diet and nutrition in ulcer disease. Med Clin North Am. 1991 Jul;75(4):967–79.

Puasa itu Sehat Asal dengan Cara yang Benar

Tahukah Anda bahwa dari segi medis, puasa dapat menyehatkan tubuh apabila dilakukan dengan cara yang benar? Namun, puasa juga dapat berefek sebaliknya apabila misalnya kita tidak mengindahkan diet dan aktivitas fisik yang baik. Lalu, bagaimana kiat agar puasa tetap menyehatkan?

Sekilas Tentang Puasa

Puasa dalam Islam pada prinsipnya adalah menahan diri dari hawa nafsu termasuk makan, minum, berhubungan suami-istri dan juga merokok dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Periode berpuasa dalam sehari tergantung dari tempat berpuasa. Rata-rata waktu puasa dalam sehari di bulan Ramadhan ialah 12 jam.1

Respon tubuh saat berpuasa tergantung dari lamanya seseorang berpuasa. Secara teknis, tubuh memasuki keadaan “puasa” setelah 8 jam dari makan terakhir, ketika usus selesai menyerap nutrisi dari makanan. Pada keadaan normal, gula darah (glukosa) yang merupakan sumber utama energi manusia disimpan dalam hati dan otot. Namun, selama keadaan puasa, gula darah yang disimpan dalam hati dan otot ini dipecah untuk mencukupi kebutuhan energi. Setelah simpanan ini habis, lemak akan dipecah menjadi sumber energi. Bila puasa dilanjutkan, protein (melalui otot) yang akan dipecah menjadi glukosa. Namun, keadaan puasa sampai memecah cadangan protein tidaklah baik karena saat ini tubuh sudah memasuki fase kurang nutrisi. 2

Puasa Ramadhan, yang berlangsung hanya sekitar 12 jam, tidak sampai menimbulkan pemecahan protein. Hal ini disebabkan ada puasa diselingi makan sahur dan berbuka. Sehingga terdapat waktu yang cukup untuk mengisi energi kembali. Adapun perubahan aktivitas organ pencernaan lain saat puasa dapat dilihat di sini:2

Efek Puasa

Efek Puasa Pada Tubuh

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Efek puasa terhadap kesehatan telah menjadi topik yang diminati untuk diteliti. Tiga jenis puasa yang paling banyak diteliti ialah :

1. Restriksi kalori (Caloric Restriction/ CR) : Puasa dengan mengurangi asupan kalori (biasanya 20-40%). CR telah terbukti meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur di beberapa spesies. Selain itu, puasa CR dapat memperlambat onset penyakit seperti penyakit autoimun, atherosklerosis, cardiomyopati, kanker, diabetes, penyakit ginjal, penyakit degeneratif saraf, dan penyakit saluran nafas. 1

2. alternate-day fasting (ADF)/puasa selang sehari : Puasa yang dilakukan dengan selang-seling, dimana pada 24 jam pertama objek peneliti boleh makan apa saja dan 24 jam berikutnya puasa. Percobaan puasa ADF pada model hewan membuktikan bahwa dapat memperpanjang harapan hidup serta mencegah kecacatan dari berbagai penyakit seperti penyakit jantung-pembuluh darah, ginjal, kanker dan diabetes. ADF juga terbukti berdampak positif pada kesehatan jantung-pembuluh darah yaitu dapat menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.1

3. Dietary Restriction (DR)/retriksi diet. CR adalah Puasa metode ADF ialah Sedangkan DR adalah mengurangi satu atau lebih komponen diet dimana asupan total kalori cenderung tetap. Efek dari puasa DR dengan cara membatasi asupan protein dapat memperpanjang usia sampai 20%. Namun, efek ini tidak terbukti terjadi saat membatasi asupan lemak dan karbohidrat.1, 3

Metode puasa Ramadhan dimana cukup dilakukan dari subuh sampai maghrib, mirip dengan cara puasa ADF (selang-seling) dengan waktu yang lebih pendek sehingga manfaat yang didapat juga mirip dengan ADF. Hasil penelitian tentang manfaat puasa Ramadhan sendiri beragam. Hal ini disebabkan karena jenis dan jumlah makanan saat Ramadhan berbeda di tiap negara. Beberapa hasil penelitian yang positif menyebutkan bahwa terdapat penurunan jumlah karbohidrat, gula darah, index masa tubuh, kolesterol jahat (LDL) dan peningkatan kolesterol baik (HDL). Namun ada juga yang mengatakan bahwa lemak tubuh dan gula darah meningkat disebabkan konsumsi minuman atau makanan yang bergula lebih tinggi saat Ramadhan dibandingkan dengan bulan yang lain. Manfaat lain dari puasa adalah terjadinya proses detoksifikasi dan peningkatan hormon endorfin di hari-hari terakhir yang menyebabkan perasaan emosi secara umum lebih baik. 1, 4

Tips Sehat Puasa

Pola makan yang salah saat berpuasa malah akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Seperti mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak saat berbuka atau makan/minum yang terlalu manis. Berikut ini beberapa tips agar puasa tetap menyehatkan : 2

  1. Konsumsi karbohidrat kompleks (karbohidrat yang dipecah perlahan-lahan) sebagai contoh gandum, barley, oat, millet, semolina, kacang-kacangan, lentil, tepung gandum, beras basmati, beras merah. Selain itu makanan tinggi serat juga baik dikonsumsi saat sahur karena dicerna perlahan-lahan seperti kentang dengan kulit, sayuran dan hampir semua buah. Fungsi dari mengkonsumsi makanan ini supaya energi tetap dihasilkan saat waktu puasa.
  2. Hindari makanan yang berat diproses, karbohidrat sederhana seperti gula, tepung, dan juga makanan tinggi lemak. Kafein (seperti kopi, teh, cola) juga sebaiknya dihindari karena bersifat diuretik yaitu menstimulasi kehilangan cairan lewat berkemih.
  3. Makan sahur secukupnya yang mengandung makanan lama cerna (karbohidrat kompleks dan tinggi serat)
  4. Berbuka paling baik dengan kurma atau jus buah dan jangan terlalu banyak.
  5. Minum yang cukup (kebutuhan air sehari kurang lebih 2 l)
  6. Hindari cara masak deep-fry (menggoreng dengan banyak minyak). Alternatifnya goreng dengan minyak yang lebih sedikit. Memasak dengan cara kukus atau panggang lebih baik
  7. Mulai menghitung minyak dengan sendok saat menggoreng bumbu. Kalau memungkinkan, kurangi minyak perlahan-lahan.
Mudah-mudahan bermanfaat. Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.
Agustina Kadaristiana, dr.
Modifikasi Terakhir : 06/14/2015

Daftar Pustaka

  1. Trepanowski JF, Bloomer RJ. The impact of religious fasting on human health. Nutrition journal. 2010;9:57. http://www.nutritionj.com/content/9/1/57
  2. Dr Razeen Mahroof B, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed B, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy B, MRCP(UK), Tehseen Hasan BH, Sahra Ahmed M, Hussain DF. Ramadhan Health Guide : a Guide to Healthy Fasting. In: Action Ci, editor.: Crown; 2007. http://www.nhs.uk/Livewell/Healthyramadan/Pages/healthyfasting.aspx
  3. Varady KA, Hellerstein MK. Alternate-day fasting and chronic disease prevention: a review of human and animal trials. The American journal of clinical nutrition. 2007;86(1):7-13. http://ajcn.nutrition.org/content/86/1/7.full
  4. Shehab A, Abdulle A, El Issa A, Al Suwaidi J, Nagelkerke N. Favorable changes in lipid profile: the effects of fasting after Ramadan. PloS one. 2012;7(10):e47615. http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0047615

Puasa Bagi Ibu Menyusui

Puasa bagi ibu menyusui seringkali menjadi dilema tersendiri bagi para ibu. Satu sisi ibu menyusui ingin ikut beribadah puasa di bulan Ramadan.  Namun, di sisi lain ibu sering khawatir bila puasa dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Alhamdulillah, Allah SWT sendiri memberi keringanan ibu menyusui untuk membayar puasa atau fidyah di hari lain. Sehingga alangkah baiknya bila ibu mempertimbangkan kesehatan ibu dan bayi sebelum memutuskan untuk berpuasa. 1–3

Puasa Bagi Ibu Menyusui

Puasa Bagi Ibu Menyusui

Efek Puasa Bagi Ibu Menyusui pada ASI dan Janin

Sebenarnya telah cukup banyak penelitian tentang efek puasa terhadap kesehatan ibu menyusui, kualitas ASI dan janin. Namun, hasil yang didapatkan juga bervariasi sehingga keputusan boleh atau tidaknya berpuasa pada ibu menyusui dikembalikan pada kondisi kesehatan ibu masing-masing. Beberapa hasil penelitian yang menyebutkan puasa relatif aman misalnya :

  • Tidak ada perubahan yang signifikan terhadap volume, kandungan lemak, protein, laktosa, trigliserida dan kolesterol ASI sesaat dan sesudah Ramadhan4
  • Penelitian yang melibatkan 116 bayi usia 15 hari-6 bulan yang diberikan ASI ekslusif, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada kurva pertumbuhan bayi antara bayi ASI esklusif yang ibunya berpuasa Ramadhan dengan yang tidak5
  • Tidak ada efek samping buteki yang berpuasa terhadap parameter pertumbuhan bayi ASI eksklusif secara jangka pendek6

Sebaliknya, ada peneliti yang kurang menyarankan puasa pada ibu menyusui sebab :

  • Meskipun kandungan makronutrien (laktosa, lemak dan protein) relatif sama, kandungan mineral zinc, magnessium dan kalium pada ASI yang ibunya berpuasa berkurang secara signifikan.7
  • Berpuasa dapat mempengaruhi kondisi psikologis seperti mudah mengantuk, kurang konsentrasi, merasa lemah, sensitif mudah merasa gugup sampai cenderung agresif. Respon emosi seperti ini mungkin saja bisa mempengaruhi interaksi antara ibu dan bayi saat berpuasa meskipun sampai saat ini belum ada penelitian yang melihat hubungan tersebut.8

Amankah Puasa Bagi Ibu Menyusui?

Dari segi medis, sebenarnya tidak ada halangan puasa bagi ibu menyusui asalkan memenuhi ketentuan berikut ini:

  1. Berat badan ibu normal (Indeks masa tubuh: 20-25 kg/m2)
  2. Kebutuhan terhadap makanan bergizi dapat terpenuhi
  3. Sudah melampaui masa pemberian ASI eksklusif (bayi sudah berusia di atas 6 bulan)

Jika syarat-syarat di atas terpenuhi, seorang ibu menyusui bisa menjalankan ibadah puasa sebagaimana biasanya. Sebaliknya, Ibu menyusui tidak disarankan berpuasa apabila:

  1. Indeks masa tubuh kurang dari 20 kg/m2
  2. Sedang dalam masa pemberian ASI eksklusif
  3. Sudah menjalankan puasa untuk beberapa waktu, tetapi ternyata mengalami penurunan berat badan sampai lebih dari 5%9,10

Bila Ibu Ingin Berpuasa

Keputusan untuk berpuasa tetaplah di tangan ibu. Bila ibu ingin berpuasa, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui agar kondisi ibu dan bayi tetap aman :

http://www.islamicity.com/global/images/photo/IC-Articles/nutrition_diet_planIC__600x399.JPG

http://www.islamicity.com/global/images/photo/IC-Articles/nutrition_diet_planIC__600x399.JPG

  1. Konsultasi dan periksakan diri ke dokter atau bidan terlebih dahulu. Saat syarat-syarat untuk melaksanakan puasa Ramadhan sudah terpenuhi, dan dokter pun sudah memberikan rekomendasi, ibu insyaAllah aman untuk berpuasa
  2. Konsumsi makanan yang cukup saat sahur dan berbuka. Ibu menyusui membutuhkan kalori tambahan sebesar 330 kal di periode 6 periode pertama ASI dan 400 kal di periode setelah ASI ekslusif setiap harinya.(AKG, 2013)11
  3. Hati-hati dengan hipoglikemia (gula darah rendah) seperti keluar keringat dingin, gemetar, pingsan, dan pandangan berkunang-kunang. Segera berbuka dengan yang manis bila merasa hal demikian. Cegah hipoglikemia dengan melambatkan waktu makan sahur (mendekati waktu imsak).10
  4. Tetap jaga keseimbangan cairan tubuh dengan cara minum yang cukup saat sahur dan berbuka. Bila saat berpuasa ibu merasa sangat haus, pipis berwarna gelap atau berbau tajam, merasa pusing, lemah atau sakit kepala sebaiknya segera berbuka. Idealnya ganti cairan tubuh dengan oralit lalu istirahat. Bila dalam satu setengah jam tidak ada perbaikan, hubungi tenaga kesehatan terdekat. 12
  5. Tetap minum vitamin yang diberikan bidan atau dokter sebelum makan sahur12
  6. Istirahat yang cukup dan hindari stress atau kerja berlebihan.
  7. Hubungi dokter bila ibu turun berat badan >1 kg dalam seminggu, bayi turun berat badan, mudah rewel, pipis bayi menjadi sedikit.13

Reqgi First Trasia, dr., Agustina Kadaristiana, dr.

2015-06-09

Referensi

  1. Ibrahim Muhammad Al Jamal. Fiqih Wanita. Semarang: Asy Syifa; 1999.
  2. Panduan Pintar Kehamilan untuk Muslimah. Jakarta: Qultum Media; 2009.
  3. Prita Kusumaningsih. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Jakarta: Qultum Media; 2001.
  4. Bener A, Galadari S, Gillett M, Osman N, Al-Taneiji H, Al-Kuwaiti MHH, et al. Fasting during the holy month of Ramadan does not change the composition of breast milk. Nutr Res. 6;21(6):859–64.
  5. Khoshdel, Najafi M, Kheiri S, Taheri E, Nasiri J, Yousofi H, et al. Impact of Maternal Ramadan Fasting on Growth Parameters in Exclusively Breast-fed Infants. Iran J Pediatr. 2007;17(4):345–52.
  6. Haratipour H, Sohrabi MB, Ghasemi E, Karimi A, Zolfaghari P, Yahyaei E. Impact of maternal fasting during Ramadan on growth parameters of exclusively breastfed infants in Shahroud, 2012. J Fasting Health. 2013;1(2):66–9.
  7. Rakicioglu N, Samur G, Topcu A, Topcu AA. The effect of Ramadan on maternal nutrition and composition of breast milk. Pediatr Int. 2006 Jun;48(3):278–83.
  8. Afifi ZE. Daily practices, study performance and health during the Ramadan fast. J R Soc Health. 1997 Aug;117(4):231–5.
  9. Bajaj S, Khan A, Fathima FN, Jaleel MA, Sheikh A, Azad K, et al. South Asian consensus statement on women’s health and Ramadan. Indian J Endocrinol Metab. 2012 Jul;16(4):508–11.
  10. Nancy Chescheir, et al. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. Washington: The American College of Obstetricians and Gynecologyst; 2000.
  11. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN BAGI BANGSA INDONESIA [Internet]. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA; Available from: http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%2075%20ttg%20Angka%20Kecukupan%20Gizi%20Bangsa%20Indonesia.pdf
  12. Breastfeeding and fasting. 2012; Available from: http://www.babycentre.co.uk/a1028957/breastfeeding-and-fasting
  13. Amorim AR, Linne YM, Lourenco PM. Diet or exercise, or both, for weight reduction in women after childbirth. Cochrane Database Syst Rev. 2007;(3):CD005627

Ibu Hamil Berpuasa, Amankah?

Assalamualaikum Bunda.. Adakah yang berniat berpuasa Ramadan sementara sedang hamil? Meskipun telah diberi keringanan untuk mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah, banyak ibu hamil yang ingin turut serta beribadah puasa di bulan suci ini. Tapi di sisi lain ibu sering dilema tentang keamanan berpuasa dari segi medis. Lalu, sejauh mana ibu hamil bisa berpuasa di bulan Ramadan?

Pro dan Kontra Puasa Ibu Hamil

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek puasa terhadap kehamilan. Secara umum tidak ditemukan efek samping serius pada janin bagi ibu hamil sehat yang berpuasa. Namun, ada pula penelitian yang menemukan dampak negatif puasa pada ibu hamil. Sehingga, sampai saat ini batas aman tidaknya berpuasa bersifat individual.

puasa_ibu_hamil

Puasa Ibu Hamil

Hasil penelitian yang menyebutkan puasa pada ibu hamil relatif aman misalnya :

  • Ibu yang berpuasa saat hamil tidak mempengaruhi berat badan bayi saat lahir. 1,2
  • Ibu hamil yang berpuasa di trimester kedua tidak meningkatkan kadar stres oksidatif ibu juga tidak mempengaruhi perkembangan dan berat badan janin.3
  • Tidak ditemukan penumpukan zat keton didalam darah ataupun urin pada ibu hamil yang berpuasa.4
  • Tidak ada pengaruh puasa saat hamil dengan perkembangan janin atau kesehatan janin. Tidak juga ditemukan perbedaan ukuran arteri rahim atau ari-ari, parameter pertumbuhan atau cairan amnion antara ibu hamil yang berpuasa dan yang tidak.4
  • Tidak ada perbedaan IQ yang signifikan pada anak yang ibunya berpuasa saat hamil5
  • Tidak ditemukan peningkatan resiko kelahiran prematur pada ibu yang berpuasa saat hamil6

Sedangkan beberapa efek samping puasa yang ditemukan saat hamil contohnya :

  • Bayi yang ibunya berpuasa saat Ramadhan lebih kecil dan kurus serta plasentanya lebih kecil dibandingkan dengan ibu yang tidak berpuasa berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.321 bayi di Tunisia 7
  • Adanya penurunan kadar gula darah, insulin dan karnitin serta peningkatan asam lemak. Gula darah dan insulin berperan penting sebagai sumber nutrisi ibu dan janin. Begitu pula dengan karnitin yang berfugsi sebagai pengantar asam lemak ke dalam sel. 8
  • Terdapat penurunan kadar hormon LH, FSH, estrogen, progesteron dan leptin secara signifikan pada ibu hamil yang berpuasa. Hormon-hormon ini sangat penting karena bertugas untuk menjaga dan mempertahankan kehamilan serta mempengaruhi metabolisme tubuh saat kehamilan.9
  • Penelitian efek jangka panjang puasa pada kehamilan dari data Survey Kehidupan Keluarga Indonesia (Indonesian Family Life Survey, 2000) menyebutkan bahwa muslim dewasa yang ibunya berpuasa saat hamil sedikit lebih kurus dan pendek daripada yang tidak. 10
  • Adanya penurunan pergerakan nafas bayi saat ibu berpuasa akibat penurunan gula darah ibu11

Menyikapi perbedaan hasil penelitian ini, sebaiknya para ibu bijaksana dalam memutuskan untuk berpuasa. Penting sekali untuk paham kondisi ibu dan janin sendiri juga melibatkan tenaga kesehatan sebelum memutuskan berpuasa.

Bila Ibu Hamil ingin Berpuasa

Keputusan untuk berpuasa sepenuhnya dari ibu itu sendiri. Bila ibu diperbolehkan dan merasa sanggup berpuasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan :2,12–14

  • Pantau kondisi kesehatan ibu dan janin ke dokter atau bidan sebelum dan selama berpuasa
  • Sebaiknya hindari berpuasa saat trimester pertama kehamilan karena ada kemungkinan berat badan bayi lebih rendah meskipun penelitian lain menemukan perbedaan ini kurang signifikan
  • Sebaiknya hindari juga berpuasa di trimester tiga kehamilan karena saat ini ibu membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak
  • Coba berpuasa selang-seling
  • Makan dan minum sesuai takaran yang dianjurkan untuk ibu hamil.
  • Jangan tinggalkan sahur. Sebaiknya makan sahur dekat dengan waktu imsak. Agar tidak cepat lapar, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat sahur. Misalnya beras merah, gandum, oat, beras basamati, kacang-kacangan, dll

  • Berbuka dengan makanan karbohidrat sederhana seperti kurma, madu, sirup, gula, kentang, nasi putih, dll. Gula sederhana ini amat mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi
  • Segera berbuka dan temui dokter bila ada tanda-tanda berikut :
    • Sangat haus
    • Buang air kecil lebih sering sampai berbau kuat atau berwarna pekat (tanda dehidrasi)
    • Sakit kepala, pusing atau pingsan
    • Merasa letih dan lemah
    • Demam
    • Mual sampai muntah
    • Pergerakan bayi menurun
    • Terasa kontraksi (bisa jadi tanda-tanda persalinan prematur)

Mudah-mudahan bermanfaat ya bunda..

Waalaikumsalam wr wb

Agustina Kadaristiana, dr. 

Publikasi pertama 9 Juli 2014

Modifikasi terakhir : 7 Juni 2015

Referensi

  1. Cross JH, Eminson J, Wharton BA. Ramadan and birth weight at full term in Asian Moslem pregnant women in Birmingham. Arch Child. 1990 Oct;65(10 Spec No):1053–6.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1590265/
  2. Kavehmanesh Z, Abolghasemi H. Maternal Ramadan fasting and neonatal health. J Perinatol. 2004 Dec;24(12):748–50. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15343350
  3. Ozturk E, Balat O, Ugur MG, Yazicioglu C, Pence S, Erel O, et al. Effect of Ramadan fasting on maternal oxidative stress during the second trimester: a preliminary study. J Obstet Gynaecol Res. 2011 Jul;37(7):729–33. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21736666
  4. Dikensoy E, Balat O, Cebesoy B, Ozkur A, Cicek H, Can G. Effect of fasting during Ramadan on fetal development and maternal health. J Obstet Gynaecol Res. 2008 Aug;34(4):494–8. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18937702
  5. Azizi F, Sadeghipour H, Siahkolah B, Rezaei-Ghaleh N. Intellectual development of children born of mothers who fasted in Ramadan during pregnancy. Int J Vitam Nutr Res Int Z Für Vitam- Ernährungsforschung J Int Vitaminol Nutr. 2004 Sep;74(5):374–80. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15628676
  6. Awwad J, Usta IM, Succar J, Musallam KM, Ghazeeri G, Nassar AH. The effect of maternal fasting during Ramadan on preterm delivery: a prospective cohort study. BJOG Int J Obstet Gynaecol. 2012 Oct;119(11):1379–86.
  7. Alwasel SH, Harrath A, Aljarallah JS, Abotalib Z, Osmond C, Al Omar SY, et al. Intergenerational effects of in utero exposure to Ramadan in Tunisia. Am J Hum Biol. 2013 May;25(3):341–3.
  8. Malhotra A, Scott PH, Scott J, Gee H, Wharton BA. Metabolic changes in Asian Muslim pregnant mothers observing the Ramadan fast in Britain. Br J Nutr. 1989 May;61(3):663–72.
  9. Khoshdel A, Kheiri S, Hashemi-Dehkordi E, Nasiri J, Shabanian-Borujeni S, Saedi E. The effect of Ramadan fasting on LH, FSH, oestrogen, progesterone and leptin in pregnant women. J Obstet Gynaecol. 2014 Jun 10;1–5.
  10. Van Ewijk RJ, Painter RC, Roseboom TJ. Associations of prenatal exposure to Ramadan with small stature and thinness in adulthood: results from a large Indonesian population-based study. Am J Epidemiol. 2013 Apr 15;177(8):729–36.
  11. Mirghani HM, Weerasinghe SD, Smith JR, Ezimokhai M. The effect of intermittent maternal fasting on human fetal breathing movements. J Obstet Gynaecol. 2004 Sep;24(6):635–7.
  12. Bajaj S, Khan A. Women’s Health in Ramadan. Medical Update 2013 [Internet]. The Association of Physicians of India; 2013. p. 332–4. Available from: http://www.apiindia.org/medicine_update_2013/chap175.pdf
  13. Ziaee V, Kihanidoost Z, Younesian M, Akhavirad MB, Bateni F, Kazemianfar Z, et al. The effect of ramadan fasting on outcome of pregnancy. Iran J Pediatr. 2010 Jun;20(2):181–6.
  14. Bajaj S, Khan A, Fathima FN, Jaleel MA, Sheikh A, Azad K, et al. South Asian consensus statement on women’s health and Ramadan. Indian J Endocrinol Metab. 2012 Jul;16(4):508–11.

Tips Berhenti Merokok di Bulan Ramadan

Menghindari rokok di bulan Ramadan ternyata bernilai ibadah. Pasalnya, umat Islam bukan hanya diwajibkan untuk menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga merokok. Sehingga saat ini adalah momen yang tepat untuk memulai bebas dari rokok. Maukah Anda beresolusi untuk berhenti atau mengajak orang tersayang berhenti dari rokok di bulan mulia ini?

tobacco-free-ramadan

http://www.ramadan.co.uk/wp-content/uploads/2014/09/tobacco-free-ramadan.jpg

Pandangan Islam Mengenai Rokok

Hukum rokok tidaklah sama dengan konsumsi alkohol. Hal ini disebabkan hukum rokok tidaklah dijelaskan gamblang dari Al-Quran dan Hadist, sehingga hukum rokok didasari pada ijtihad ulama berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan. 1,2

Dalam sejarahnya, Islam bersikap netral terhadap rokok. Tetapi setelah diketahui bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan, para ulama mulai berpendapat bahwa hukum rokok makruh atau haram. Mulai tahun 1979, pelarangan ini dianggap ancaman terbesar bagi industri rokok seperti yang didokumentasikan dalam British Medical Journal. Pasalnya, negara Islam adalah kunci keberlangsungan industri rokok karena kebiasaan merokok menurun di negara maju. 1,3

&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140719883

http://www.thenational.ae/storyimage/AB/20140710/ARTICLE/140719883/AR/0/&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140719883.jpg

Saat ini, mayoritas fatwa ulama dari negara Islam, termasuk otorititas Al-Azhar yang termashyur, mendeklarasikan bahwa rokok itu dilarang. Demikian pula fatwa MUI yang melarang rokok antara “haram” dan “makruh”.Dua landasan pemikiran ini ialah 1,3,4

Surat Al-Baqarah : 195 (Larangan merusak diri)

albaqarah195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Surat Al-Araf : 31 (Larangan mubadzir)

alaraf31
Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah berhias pada tiap-tiap kali kamu ke tempat ibadat (atau mengerjakan sembahyang), dan makanlah serta minumlah, dan jangan pula kamu melampau; sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang yang melampaui batas.

Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Para ulama sepakat merokok dapat membatalkan puasa karena asap rokok mengandung banyak kumpulan zat yang masuk sampai ke perut dan lambung. Sementara semua yang dimasukkan ke dalam perut dengan sengaja maka membatalkan puasa. Mereka mengistilahkan merokok dengan “syurbud dukhan” atau minum asap. Ditambah lagi dengan dasar hukum merokok ialah dilarang. Terkecuali bagi perokok pasif yang tidak sengaja mencium bau rokok maka puasanya tidak batal. Sebab untuk dapat masuk ke dalam lambung, zat dalam rokok harus dihisap. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, Fatawa Shiyam, no. 203 dan 204)5,6

ramadhaan-highway-code-dos-and-donts

https://theticamuslimah.files.wordpress.com/2013/07/ramadhaan-highway-code-dos-and-donts.jpg

Keuntungan Meninggalkan Rokok di Bulan Ramadan

Larangan puasa saat puasa membuat muslim perokok mau tidak mau meninggalkan rokok dari subuh hingga maghrib. Ditambah lagi dukungan dari lingkungan yang sama-sama puasa rokok di siang hari memperkecil kemungkinan terjadi gejala kambuh. Namun, hal ini sulit berlaku untuk mereka yang melanjutkan rokok saat berbuka karena sulit terbentuk kebiasaan meninggalkan rokok yang permanen. Keuntungan lain ialah motivasi spiritual yang kental saat Ramadan dapat meningkatkan keberhasilan perokok untuk berhenti. Penelitian membuktikan bahwa ¾ perokok yang ingin berhenti merasa terbantu ketika dikaitkan dengan sisi spiritual. 7

Tantangan

Berhenti merokok saat Ramadan ternyata ada tantangan sendiri yang perlu disiasati. Pertama, kondisi menahan lapar dan haus meningkatkan keinginan untuk merokok. Hal ini menyebabkan berhenti total di bulan Ramadan menjadi cukup sulit. Padahal metode ini dinilai paling nyaman apabila seseorang ingin berhenti di bulan puasa. Selain itu, obat pengganti nikotin untuk mengatasi ‘sakau rokok’ tidak bisa diresepkan dokter saat berpuasa. Terakhir, pada sebagian orang kondisi yang ‘memaksa’ berhenti merokok tidak membuat mereka berhenti rokok secara permanen.7

Kiat Sukses Berhenti Rokok Saat Ramadan

Agar Anda atau orang yang ada sayangi berhasil menjadikan momen Ramadan ini untuk berhenti merokok, cobalah tips-tips berikut ini :

10511083_717543841614648_8207448745244727884_n

Berhenti Merokok

  • Cari tahu sebab Anda ingin berhenti merokok. Alasan untuk meninggalkan merokok bersifat personal. Pentingnya mencari alasan ini agar Anda ingat niat awal saat tergoda merokok kembali. Beberapa pertimbangan berhenti merokok dapat Anda lihat di sini.8
  • Bulatkan tekad dari diri sendiri. Keberhasilan lepas dari rokok akan sulit dicapai bila keinginan berhenti merokok tidak dari diri sendiri. Jadikan berhenti merokok ini satu target kesuksesan dalam hidup.
  • Berdoa dan mohon kekuatan dari Allah SWT. Jadikan upaya ini salah satu motivasi ibadah menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Beritahu orang sekeliling Anda agar dapat memberi dukungan dan pengertian
  • Tetapkan tanggal. Anda bisa memulai mengurangi rokok sejak 2 minggu sebelum rencana berhenti.8,9
  • Cari metode berhenti yang paling Anda nyaman. Larangan rokok di siang hari terkadang menimbulkan gejala penarikan nikotin di malam hari. Sehingga pada sebagian orang cara cold turkey atau berhenti rokok total lebih nyaman saat Ramadan. Namun, untuk perokok yang merasa kesulitan dengan metode ini, bisa dicoba cara berikut ini saat sudah berbuka:7

Metode

Cara

Rokok terjadwal

Tetapkan jadwal merokok yang ketat (misalnya setiap jam setelah berbuka) lalu perpanjang jarak antar rokok tiap harinya (misal menjadi 2 jam sekali). Diluar jam itu rokok dilarang sama sekali

Hierarchical smoking

Buat catatan pribadi waktu apa saja yang membuat diri butuh merokok. Lalu kurangi rokok dimulai dari waktu termudah sampai tersulit meninggalkan rokok

Periode bebas rokok

Cara ini dilakukan dengan mencatat waktu istirahat anda dengan merokok lalu secara bertahap kurangi rokok saat ini.

  • Hindari pencetus merokok. Beberapa hal yang membuat Anda kembali ingin merokok misalnya alkohol, perokok lain, dan godaan merokok setelah makan Sampaikan dengan sopan bahwa Anda sedang puasa merokok dan tolaklah tawaran rokok dengan halus. Bagi mereka yang terbiasa merokok setelah makan, coba ganti dengan cemilan ringan seperti buah, makanan penutup sehat, potongan coklat atau permen karet. Jangan lupa sibukkan diri dengan ibadah. 9
  • Antisipasi gejala penarikan nikotin. Sesaat setelah berhenti merokok, tubuh Anda otomatis ‘menagih’ nikotin. Gejala ini biasanya memuncak di hari ke 2-3 sampai beberapa hari atau minggu. Cara mengatasinya misalnya :10,9

Gejala

Cara mengatasi

‘Sakau’ rokok

Tenangkan diri beberapa saat, alihkan pikiran, jalan

Mudah marah, tidak sabar

Olahraga, mandi air hangat, relaksasi, hindari kafein

Insomnia

Hindari kafein, relaksasi, olahraga sebentar, baca sebelum tidur

Mudah lelah

Tidur sebentar, jangan terlalu menekan diri Anda

Kurang konsentrasi

Kurangi beban kerja, hindari stress

  • Beri penghargaan atas tiap usaha Anda.
  • Minta pertolongan medis. Penelitian membuktikan bahwa kombinasi konseling, terapi perilaku dan bantuan obat merupakan cara paling efektif dengan tingkat keberhasilan tertinggi dalam berhenti merokok. Anda bisa mengunjungi Puskesmas, dokter keluarga atau klinik merokok. 11–13

Agustina Kadaristiana, dr.

06/04/2015

Referensi

  1. Dyer O. Tobacco industry sought to prevent Islamic fatwas against smoking. BMJ. 2015 Apr 28;350:h2281.
  2. Smoking is prohibited but not like drinking alcohol in sin. Fatwa No : 231226. Islamweb. :15 December 2013.
  3. Ghouri N, Atcha M, Sheikh A. Influence of Islam on smoking among Muslims. BMJ. 2006 Feb 2;332(7536):291–4.
  4. Fatwa MUI, Rokok Hukumnya Makruh dan Haram. Pus Inf Dan Humas Kementeri Agama [Internet]. Available from: http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=81811www.metrotvnews.com
  5. Baits AN. Mengapa Rokok Membatalkan Puasa dan Inhaler Tidak Membatalkan Puasa? [Internet]. Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://www.konsultasisyariah.com/rokok-membatalkan-puasa/
  6. A fasting person smelling the smoke of incense, cigarettes and scented candles. Fatwa No : 128689. Islamweb [Internet]. 2009 Nov 4; Available from: http://www.islamweb.net/emainpage/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=128689
  7. Aveyard P, Begh R, Sheikh A, Amos A. Promoting smoking cessation through smoking reduction during Ramadan. Addiction. 2011 Aug 1;106(8):1379–80.
  8. Nancy A Rigotti, MD, Stephen I Rennard, MD, David M Daughton, MS. Overview of smoking cessation management in adults. Uptodate. 2015 Feb 24;
  9. Robinson L, Melinda Smith, M.A. How to Quit Smoking A Guide to Kicking the Habit for Good. Helpguide.org. :April 2015.
  10. Overcoming Addiction: Paths toward recovery [Internet]. Harvard Health. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://www.health.harvard.edu/addiction/overcoming-addiction-paths-toward-recovery
  11. Syarifah F. 3 Tempat Ini Bantu Anda Berhenti Merokok [Internet]. liputan6.com. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://health.liputan6.com/read/2125975/3-tempat-ini-bantu-anda-berhenti-merokok
  12. Stead LF, Lancaster T. Combined pharmacotherapy and behavioural interventions for smoking cessation. Cochrane Database Syst Rev. 2012;10:CD008286.
  13. Suls JM, Luger TM, Curry SJ, Mermelstein RJ, Sporer AK, An LC. Efficacy of smoking-cessation interventions for young adults: a meta-analysis. Am J Prev Med. 2012 Jun;42(6):655–62.

Kiat Aman Mengajarkan Puasa Pada Anak

Marhaban ya Ramadhan 🙂 Hanya dalam hitungan hari umat Islam seluruh dunia akan merayakan bulan puasa. Tak terkecuali anak-anak yang ikut meramaikan dengan pesantren, pergi tarawih sampai ikut berpuasa. Meskipun anak yang belum puber tidak wajib berpuasa, seringkali orangtua ingin melatih anak berpuasa dari sejak dini. Lalu apa saja yang perlu ayah bunda perhatikan sebelum mengajak si kecil ibadah shaum?

Kenali Dampak Kesehatan Puasa Pada Anak

Anak bukanlah ‘dewasa kecil’. Saat anak-anak terjadi proses pertumbuhan yang aktif-aktifnya. Sehingga perbedaan antara anak-anak dan dewasa bukan hanya terletak pada ukuran tetapi juga pada proses metabolisme. Termasuk salah satunya perbedaan respon tubuh anak saat berpuasa. Beberapa hikmah mengapa anak tidak diwajibkan berpuasa misalnya:

  1. Semakin muda usia anak, semakin mudah terkena hipoglikemia (kurang gula darah). Fakta ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 167 anak sehat untuk melakukan puasa makan namun boleh minum. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi 3 berdasarkan umur (0-2 tahun; 2-7 tahun; >7tahun). Lalu, anak-anak tersebut dites hasil darahnya pada jam-jam tertentu. Hasilnya, semakin muda usia anak, semakin cepat tubuhnya mengalami hipoglikemia (kurang gula darah) saat puasa. 1
  2. Proses pemecahan simpanan gula dalam tubuh lebih cepat dialami anak yang lebih kecil. Hal ini diduga sebagai respon dari lebih cepatnya gula darah menurun pada anak kecil yang berpuasa. 1
  3. Penurunan kadar Hemoglobin dan zat besi yang signifikan pada anak praremaja (usia 9-12 tahun) di minggu terakhir Ramadan. 2
  4. Penurunan jumlah jam tidur. Semakin dini usia anak, semakin besar pula kebutuhan tidurnya. Bangun sahur dan solat tarawih dapat memperpendek jam tidur anak. Meskipun kualitas tidur bisa tidak terganggu bila anak tidur di siang hari atau anak membalas tidur setelah bulan Ramadan selesai. 2
  5. Perubahan kognitif. Hasil riset menyebutkan bahwa anak pra remaja (9-12 tahun) mengalami penurunan fokus pada minggu ke-4 Ramadan. Hal ini mungkin mempengaruhi performanya di sekolah. 2
32-muslims-photo-ramadan-2011

Shaum anak (http://www.ummahweb.net/?p=4048)

Lalu bolehkah saya mengajak berpuasa?
Tentu banyak pertimbangan penting dari orang tua ketika ingin mengajarkan anaknya berpuasa. Sehingga keputusan mengajak anak berpuasa sepenuhnya ada di tangan orangtua. Namun, penting sekali untuk memahami kondisi anak baik mental maupun fisik. Agar anak dapat mencerna pendidikan puasa ini sesuai kemampuannya.

Kapan waktu yang aman mengajarkan anak berpuasa?
Bila sudah puber, anak sudah diwajibkan puasa dan sudah dinilai aman untuk berpuasa penuh layaknya orang dewasa. Sebelum puber, usia bisa dimulai berpuasa tergantung pada kondisi masing-masing anak. Namun, menurut panduan puasa sehat dari National Health Services United Kingdom, anak di bawah usia 6-7 tahun tidak dianjurkan berpuasa penuh. Alternatifnya, mereka dapat diajarkan untuk ‘mencicipi’ puasa beberapa jam atau separuh hari. 3

Tips Aman Mengajak Anak Berpuasa4–6

  • Utamakan makna. Mulailah bercerita mengenai makna puasa pada anak sejak dini agar anak dapat lebih ringan menjalani puasa saat ia sudah siap. Salah satu ide yang mungkin mudah ditangkap anak ialah mengajarkan arti puasa sebagai ibadah sosial. Saat puasa kita dapat memahami rasa lapar yang sehari-hari dirasakan kaum dhuafa. Baik sekali bila orangtua mengajak anak melihat langsung ke panti asuhan atau lingkungan dhuafa sambil bersedekah atau berbuka bersama.

sedekah2

  • Jadikan puasa momen menggembirakan. Bila anak fokus pada aktivitas menahan lapar dan haus, tentu akan terasa berat. Katakan pada anak bahwa puasa ialah bulan yang penuh bonus dan pahala. Ajak anak untuk menyambut Ramadan dengan hal-hal menggembirakan seperti dekor rumah, mengajak belanja makanan untuk berbuka, ngabuburit ke masjid, dll. Buat suasana agar anak dengan sendirinya tertarik untuk ikut ibadah di bulan Ramadan.
0206dafc1fbe0268c37ef7b6a91ff103

https://www.pinterest.com/explore/ramadan-decorations/

  • Ajarkan puasa secara bertahap. Balita tidak disarankan untuk berpuasa penuh sekaligus. Sehingga anda bisa memulai dari mengajak sahur atau berbuka saja sampai puasa beberapa jam. Terus pantau kondisi anak selama berpuasa dan konsultasikan ke dokter bila anak anda memiliki penyakit penyerta.
  • Peduli pada emosi. Ibadah puasa bukan serta merta menahan lapar dan haus. Ajari anak bersikap sabar dan jujur.
  • Alihkan saat lapar. Saat di siang hari, Anda bisa mengajaknya bermain atau tidur agar anak bisa lupa sejenak dengan laparnya.
  • Kenali tanda ia perlu berbuka. Anak prapubertas cukup rentan terhadap hipoglikemia atau kurang gula. Tanda ia dehidrasi atau kurang gula ialah lemas, rewel, kurang responsif, menggigil, tidak keluar air mata saat menangis sampai pingsan. Bila ada tanda-tanda demikian sebaiknya lekas berbuka.
  • Sediakan makanan bergizi dengan porsi sesuai. Kebutuhan nutrisi anak saat berpuasa tidaklah berubah dengan nutrisi sehari-hari. Hati-hati dengan asupan berlebih akibat ‘balas dendam’ saat berbuka. Hal ini benar terjadi dan sudah dibuktikan dari penelitian bahwa pada bulan Ramadan asupan kalori anak malah meningkat.2
  • Pahami kebutuhan tidur. Saat ramadan waktu tidur anak mungkin berkurang karena sahur atau tarawih. Ajak anak tidur siang untuk mengkompensasi tidur malam.
  • Beri penghargaan, hindari tekanan. Pahami bahwa beribadah ialah proses belajar. Hindari memaksa atau menekan anak bila belum bisa bangun sahur atau ikut puasa. Beri ia penghargaan dan apresiasi atas peningkatan usahanya agar anak senang dan bisa beribadah dengan sukarela.

Bagaimana dengan ayah bunda? Bagikan pengalaman Anda mengajak anak berpuasa pada kolom komentar di bawah ini ya 🙂 Semoga bermanfaat…

Agustina Kadaristiana, dr, Kiki Barkiah

Modifikasi terakhir : 05/27/2015

Referensi

1. Veen MR van, Hasselt PM van, Velden MGM de S der, Verhoeven N, Hofstede FC, Koning TJ de, et al. Metabolic Profiles in Children During Fasting. Pediatrics. 2011 Apr 1;127(4):e1021–7.
2. Farooq A, Herrera CP, Almudahka F, Mansour R. A Prospective Study of the Physiological and Neurobehavioral Effects of Ramadan Fasting in Preteen and Teenage Boys. J Acad Nutr Diet [Internet]. [cited 2015 May 25];0(0). Available from: http://www.andjrnl.org/article/S221226721500163X/abstract
3. Dr Razeen Mahroof, BM, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed, BM, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy, BM, MRCP(UK), Tehseen Hasan, BSc(Hons), Sahra Ahmed, MPharm, Dr Fuad Hussain. Ramadhan Health Guide [Internet]. Communities in Action; 2007. Available from: http://www2.warwick.ac.uk/services/equalops/resources/a_guide_to_healthy_fasting.pdf
4. 99 Tips to Help Kids Fast during Ramadan [Internet]. American Muslim Mom. [cited 2015 May 27]. Available from: http://americanmuslimmom.com/99-tips-kids-fast-ramadan
5. [Ramadan Series] 10 Tips to Help Moms Make Ramadan Fun for Kids [Internet]. ProductiveMuslim.com. [cited 2015 May 27]. Available from: http://productivemuslim.com/10-tips-to-help-moms-make-ramadan-fun-for-kids/
6. TanyaDok.com | Kapan Puasa Untuk Anak Dimulai, Dok? | Page 3 of 3 [Internet]. TanyaDok.com. [cited 2015 May 27]. Available from: http://www.tanyadok.com/anak/kapan-puasa-untuk-anak-dimulai/3/