Tag Archives: rokok

Tips Berhenti Merokok di Bulan Ramadan

Menghindari rokok di bulan Ramadan ternyata bernilai ibadah. Pasalnya, umat Islam bukan hanya diwajibkan untuk menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga merokok. Sehingga saat ini adalah momen yang tepat untuk memulai bebas dari rokok. Maukah Anda beresolusi untuk berhenti atau mengajak orang tersayang berhenti dari rokok di bulan mulia ini?

tobacco-free-ramadan

http://www.ramadan.co.uk/wp-content/uploads/2014/09/tobacco-free-ramadan.jpg

Pandangan Islam Mengenai Rokok

Hukum rokok tidaklah sama dengan konsumsi alkohol. Hal ini disebabkan hukum rokok tidaklah dijelaskan gamblang dari Al-Quran dan Hadist, sehingga hukum rokok didasari pada ijtihad ulama berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan. 1,2

Dalam sejarahnya, Islam bersikap netral terhadap rokok. Tetapi setelah diketahui bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan, para ulama mulai berpendapat bahwa hukum rokok makruh atau haram. Mulai tahun 1979, pelarangan ini dianggap ancaman terbesar bagi industri rokok seperti yang didokumentasikan dalam British Medical Journal. Pasalnya, negara Islam adalah kunci keberlangsungan industri rokok karena kebiasaan merokok menurun di negara maju. 1,3

&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140719883

http://www.thenational.ae/storyimage/AB/20140710/ARTICLE/140719883/AR/0/&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140719883.jpg

Saat ini, mayoritas fatwa ulama dari negara Islam, termasuk otorititas Al-Azhar yang termashyur, mendeklarasikan bahwa rokok itu dilarang. Demikian pula fatwa MUI yang melarang rokok antara “haram” dan “makruh”.Dua landasan pemikiran ini ialah 1,3,4

Surat Al-Baqarah : 195 (Larangan merusak diri)

albaqarah195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Surat Al-Araf : 31 (Larangan mubadzir)

alaraf31
Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah berhias pada tiap-tiap kali kamu ke tempat ibadat (atau mengerjakan sembahyang), dan makanlah serta minumlah, dan jangan pula kamu melampau; sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang yang melampaui batas.

Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Para ulama sepakat merokok dapat membatalkan puasa karena asap rokok mengandung banyak kumpulan zat yang masuk sampai ke perut dan lambung. Sementara semua yang dimasukkan ke dalam perut dengan sengaja maka membatalkan puasa. Mereka mengistilahkan merokok dengan “syurbud dukhan” atau minum asap. Ditambah lagi dengan dasar hukum merokok ialah dilarang. Terkecuali bagi perokok pasif yang tidak sengaja mencium bau rokok maka puasanya tidak batal. Sebab untuk dapat masuk ke dalam lambung, zat dalam rokok harus dihisap. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, Fatawa Shiyam, no. 203 dan 204)5,6

ramadhaan-highway-code-dos-and-donts

https://theticamuslimah.files.wordpress.com/2013/07/ramadhaan-highway-code-dos-and-donts.jpg

Keuntungan Meninggalkan Rokok di Bulan Ramadan

Larangan puasa saat puasa membuat muslim perokok mau tidak mau meninggalkan rokok dari subuh hingga maghrib. Ditambah lagi dukungan dari lingkungan yang sama-sama puasa rokok di siang hari memperkecil kemungkinan terjadi gejala kambuh. Namun, hal ini sulit berlaku untuk mereka yang melanjutkan rokok saat berbuka karena sulit terbentuk kebiasaan meninggalkan rokok yang permanen. Keuntungan lain ialah motivasi spiritual yang kental saat Ramadan dapat meningkatkan keberhasilan perokok untuk berhenti. Penelitian membuktikan bahwa ¾ perokok yang ingin berhenti merasa terbantu ketika dikaitkan dengan sisi spiritual. 7

Tantangan

Berhenti merokok saat Ramadan ternyata ada tantangan sendiri yang perlu disiasati. Pertama, kondisi menahan lapar dan haus meningkatkan keinginan untuk merokok. Hal ini menyebabkan berhenti total di bulan Ramadan menjadi cukup sulit. Padahal metode ini dinilai paling nyaman apabila seseorang ingin berhenti di bulan puasa. Selain itu, obat pengganti nikotin untuk mengatasi ‘sakau rokok’ tidak bisa diresepkan dokter saat berpuasa. Terakhir, pada sebagian orang kondisi yang ‘memaksa’ berhenti merokok tidak membuat mereka berhenti rokok secara permanen.7

Kiat Sukses Berhenti Rokok Saat Ramadan

Agar Anda atau orang yang ada sayangi berhasil menjadikan momen Ramadan ini untuk berhenti merokok, cobalah tips-tips berikut ini :

10511083_717543841614648_8207448745244727884_n

Berhenti Merokok

  • Cari tahu sebab Anda ingin berhenti merokok. Alasan untuk meninggalkan merokok bersifat personal. Pentingnya mencari alasan ini agar Anda ingat niat awal saat tergoda merokok kembali. Beberapa pertimbangan berhenti merokok dapat Anda lihat di sini.8
  • Bulatkan tekad dari diri sendiri. Keberhasilan lepas dari rokok akan sulit dicapai bila keinginan berhenti merokok tidak dari diri sendiri. Jadikan berhenti merokok ini satu target kesuksesan dalam hidup.
  • Berdoa dan mohon kekuatan dari Allah SWT. Jadikan upaya ini salah satu motivasi ibadah menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Beritahu orang sekeliling Anda agar dapat memberi dukungan dan pengertian
  • Tetapkan tanggal. Anda bisa memulai mengurangi rokok sejak 2 minggu sebelum rencana berhenti.8,9
  • Cari metode berhenti yang paling Anda nyaman. Larangan rokok di siang hari terkadang menimbulkan gejala penarikan nikotin di malam hari. Sehingga pada sebagian orang cara cold turkey atau berhenti rokok total lebih nyaman saat Ramadan. Namun, untuk perokok yang merasa kesulitan dengan metode ini, bisa dicoba cara berikut ini saat sudah berbuka:7

Metode

Cara

Rokok terjadwal

Tetapkan jadwal merokok yang ketat (misalnya setiap jam setelah berbuka) lalu perpanjang jarak antar rokok tiap harinya (misal menjadi 2 jam sekali). Diluar jam itu rokok dilarang sama sekali

Hierarchical smoking

Buat catatan pribadi waktu apa saja yang membuat diri butuh merokok. Lalu kurangi rokok dimulai dari waktu termudah sampai tersulit meninggalkan rokok

Periode bebas rokok

Cara ini dilakukan dengan mencatat waktu istirahat anda dengan merokok lalu secara bertahap kurangi rokok saat ini.

  • Hindari pencetus merokok. Beberapa hal yang membuat Anda kembali ingin merokok misalnya alkohol, perokok lain, dan godaan merokok setelah makan Sampaikan dengan sopan bahwa Anda sedang puasa merokok dan tolaklah tawaran rokok dengan halus. Bagi mereka yang terbiasa merokok setelah makan, coba ganti dengan cemilan ringan seperti buah, makanan penutup sehat, potongan coklat atau permen karet. Jangan lupa sibukkan diri dengan ibadah. 9
  • Antisipasi gejala penarikan nikotin. Sesaat setelah berhenti merokok, tubuh Anda otomatis ‘menagih’ nikotin. Gejala ini biasanya memuncak di hari ke 2-3 sampai beberapa hari atau minggu. Cara mengatasinya misalnya :10,9

Gejala

Cara mengatasi

‘Sakau’ rokok

Tenangkan diri beberapa saat, alihkan pikiran, jalan

Mudah marah, tidak sabar

Olahraga, mandi air hangat, relaksasi, hindari kafein

Insomnia

Hindari kafein, relaksasi, olahraga sebentar, baca sebelum tidur

Mudah lelah

Tidur sebentar, jangan terlalu menekan diri Anda

Kurang konsentrasi

Kurangi beban kerja, hindari stress

  • Beri penghargaan atas tiap usaha Anda.
  • Minta pertolongan medis. Penelitian membuktikan bahwa kombinasi konseling, terapi perilaku dan bantuan obat merupakan cara paling efektif dengan tingkat keberhasilan tertinggi dalam berhenti merokok. Anda bisa mengunjungi Puskesmas, dokter keluarga atau klinik merokok. 11–13

Agustina Kadaristiana, dr.

06/04/2015

Referensi

  1. Dyer O. Tobacco industry sought to prevent Islamic fatwas against smoking. BMJ. 2015 Apr 28;350:h2281.
  2. Smoking is prohibited but not like drinking alcohol in sin. Fatwa No : 231226. Islamweb. :15 December 2013.
  3. Ghouri N, Atcha M, Sheikh A. Influence of Islam on smoking among Muslims. BMJ. 2006 Feb 2;332(7536):291–4.
  4. Fatwa MUI, Rokok Hukumnya Makruh dan Haram. Pus Inf Dan Humas Kementeri Agama [Internet]. Available from: http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=81811www.metrotvnews.com
  5. Baits AN. Mengapa Rokok Membatalkan Puasa dan Inhaler Tidak Membatalkan Puasa? [Internet]. Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://www.konsultasisyariah.com/rokok-membatalkan-puasa/
  6. A fasting person smelling the smoke of incense, cigarettes and scented candles. Fatwa No : 128689. Islamweb [Internet]. 2009 Nov 4; Available from: http://www.islamweb.net/emainpage/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=128689
  7. Aveyard P, Begh R, Sheikh A, Amos A. Promoting smoking cessation through smoking reduction during Ramadan. Addiction. 2011 Aug 1;106(8):1379–80.
  8. Nancy A Rigotti, MD, Stephen I Rennard, MD, David M Daughton, MS. Overview of smoking cessation management in adults. Uptodate. 2015 Feb 24;
  9. Robinson L, Melinda Smith, M.A. How to Quit Smoking A Guide to Kicking the Habit for Good. Helpguide.org. :April 2015.
  10. Overcoming Addiction: Paths toward recovery [Internet]. Harvard Health. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://www.health.harvard.edu/addiction/overcoming-addiction-paths-toward-recovery
  11. Syarifah F. 3 Tempat Ini Bantu Anda Berhenti Merokok [Internet]. liputan6.com. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://health.liputan6.com/read/2125975/3-tempat-ini-bantu-anda-berhenti-merokok
  12. Stead LF, Lancaster T. Combined pharmacotherapy and behavioural interventions for smoking cessation. Cochrane Database Syst Rev. 2012;10:CD008286.
  13. Suls JM, Luger TM, Curry SJ, Mermelstein RJ, Sporer AK, An LC. Efficacy of smoking-cessation interventions for young adults: a meta-analysis. Am J Prev Med. 2012 Jun;42(6):655–62.

9 Alasan Ini Membuat Anda Ingin Berhenti Merokok

Seringkali kita dibuat frustasi saat mengajak pasangan, keluarga, atau orang lain untuk berhenti merokok padahal mereka sudah tahu bahayanya. Sama halnya dengan yang dialami perokok ketika ingin berhenti tetapi sulit untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Lalu bagaimana solusinya?

Pahami Mengapa sulit melepaskan diri dari rokok
Saat pertama mulai merokok, orang biasanya tidak sadar dan merasa rokok membahayakan tubuh mereka. Iklan rokok, media, internet atau film secara tidak langsung membentuk persepsi bahwa merokok itu keren, dewasa, gagah dan glamor. Bayangkan saja, rokok tampil di 2 dari 3 film hit box office tahun 2005 dan lebih dari sepertiganya film remaja. Padahal perlahan-lahan rokok menggerogoti tubuh mereka. Sebab itu lah rokok disebut “gradual killer” oleh WHO. Pasalnya saat perokok merasakan gejala penyakit, mereka sudah terlanjur kecanduan nikotin.1–3

Tidak heran mengapa perokok mudah menjadi pecandu. Nikotin yang terdapat dalam rokok memiliki dapat mengaktivasi reseptor di otak untuk melepaskan dopamin yang menyebabkan adiksi. Selain itu, nikotin dapat menstimulus psikomotor sehingga pemakainya merasakan peningkatan performa otak dan konsentrasi. Namun, tubuh kita amat cepat kebal dengan efek stimulan ini. Sehingga perokok kronis dapat tidak merasakan peningkatan stimulus tadi. 3

Adiksi Nikotin (http://jerushaellis.ca/illustrations/nicotine-addiction-and-your-brain/)

Adiksi Nikotin (http://jerushaellis.ca/illustrations/nicotine-addiction-and-your-brain/)

Banyak juga yang bilang bahwa merokok dapat menenangkan. Padahal, hanya sedikit bukti penelitian yang menyebutkan nikotin memiliki efek meditasi, perbaikan mood, dan manajemen stress. Salah satu penjelasan mengapa perokok merasa tenang dengan merokok ialah gejala penarikan nikotin. Saat tidak merokok, perokok mulai mengalami gangguan mood dan performa dalam beberapa jam. Sehingga mereka tidak bisa lama-lama dari rokok. 3

Pikirkan hal ini sebelum merokok
Kita paham bahwa berhenti merokok butuh keberanian dan tekad yang kuat melawan efek kecanduan nikotin. Seperti kata pepatah “musuh paling besar ialah diri sendiri”. Sehingga butuh dukungan dan kesabaran dari lingkungan untuk membantu keluar dari rokok. Bagi perokok, coba Anda pikirkan hal-hal ini sebelum menyulutkan rokok anda..

  • Merokok tidak akan membuat Anda gagah. Sebaliknya, merokok dapat merusak seluruh organ dalam tubuh dan memperpendek usia anda. Fakta nya, rokok membunuh separuh dari penggunanya sekitar 6 juta orang per tahun. Berikut adalah ilustrasi penyakit yang disebabkan oleh rokok. 4,5
Penyakit yang disebabkan rokok (http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/)

Penyakit yang disebabkan rokok (http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/)

  • Rokok dapat membuat Anda lemah. Ingin tubuh atletis atau six pack ?Hindari rokok sekarang juga. Faktanya zat dari rokok dan mediator inflamasi meningkatkan pemecahan protein dan menghambat sintesis protein. Hal ini menyebabkan penurunan masa otot. Selain itu rokok dapat mengurangi mineral tulang dan meningkatkan kejadian osteoporosis (pengeroposan tulang)6–8
  • Merokok dapat menurunkan ‘keperkasaan’ Anda dan menyebabkan infertil. Mungkin Anda tidak percaya dengan hal ini karena melihat orang lain bisa memiliki anak meskipun merokok. Tetapi berbagai penelitian membuktikan bahwa merokok dapat berdampak negatif bagi hampir semua sistem yang terlibat dalam reproduksi. Penelitian menyebutkan bahwa pada orang yang merokok jumlah dan kualitas spermanya jauh lebih rendah daripada yang tidak merokok. Rokok juga dapat meningkatkan kejadian disfungsi ereksi yang signifikan bagi pemakainya. 9,10
  • Meningkatkan performa otak dengan merokok? Yakin? Penelitian menemukan bahwa pada pertengahan umurnya, perokok berat memiliki resiko 2x lipat mengalami Alzheimer’s atau bentuk lain dari dementia. Alzheimer’s merupakan penyakit degeneratif yang dapat menurunkan fungsi kognitif otak secara drastis.11
  • Merokok tidak akan membuat Anda glamor. Pencitraan yang dibuat oleh iklan ternyata tidak sesuai dengan fakta lapangan. Menurut WHO, 80% perokok tinggal di negara miskin dan menengah. Bahkan, masyarakat di negara maju sudah mulai meninggalkan rokok.4,12 Sebaliknya, berhenti merokok dapat menghemat uang sekitar Rp. 7.380.000 per tahun. Matematika rokok :
    Rata-rata jumlah rokok yang dihisap per hari di Indonesia =12,3 batang/hari13
    Harga rokok/bungkus = Rp.20.000,-
    Harga rokok 1 tahun = 1.025 bungkus x Rp. 20.000,- x 360 hari = Rp. 7.380.000,
Money rolled up in cigarette box, close-up

Uang dan Rokok (http://www.iyaa.com/berita/nasional/umum/1367205_1124.html)

“Badan ini kan urusan saya, terserah dong saya mau merokok atau tidak”. Bila anda masih berpikir demikian, coba pikirkan orang-orang yang anda sayangi di sekitar Anda. Karena faktanya…

  • Anda dapat meningkatkan resiko kematian bayi mendadak atau SIDS (Suddan Infant Death Syndrome) bila merokok. Terlebih lagi bila ibu yang merokok saat hamil. Resiko SIDS 17x lipat lebih tinggi pada bayi yang tidur dalam satu alas dengan ibu yang merokok. 14,15
  • Bila Anda merokok, 23-29% kemungkinan anak anda juga akan merokok. Siapkah Anda melihat buah hati Anda mengikuti jejak Anda merokok saat ia remaja?16
  • Sejak tahun 1964, 2.500.00 orang yang tidak merokok juga meninggal akibat penyakit dari terpapar asap rokok (secondhand smoke). Jadi bukan hanya diri anda yang terkena bahaya rokok tetapi anak-anak, pasangan, keluarga, atau teman di sekitar Anda yang ikut dirugikan. 17
Efek Perokok Pasif Anak Efek Perokok Pasif  Dewasa
SIDS (Kematian mendadak bayi)
Infeksi telinga
Serangan asthma
Gangguan saluran nafas (batuk, bersin, sesak)
Infeksi saluran nafas (bronkitis, pneumonia)
Penyakit jantung
Kanker paru
Stroke, dll
  • Bekas dari rokok juga berbahaya. Tahukah Anda bahwa setelah merokok anda meninggalkan toksin yang sulit dibersihkan? Istilah ini dinamakan thirdhand smoke. Zat nitrossamine yang menempel pada perkakas, kursi, dan ruangan setelah anda merokok ternyata bersifat karsinogen kuat yang dapat menyebabkan kanker. Bila terpapar anak-anak, dampaknya bisa serius. 18
Thirdhand Smoke (https://electrodry-seohacker.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2014/05/second-hand-smoke.jpg)

Thirdhand Smoke (https://electrodry-seohacker.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2014/05/second-hand-smoke.jpg)

Jadi setelah menghitung untung-ruginya, masihkah Anda mau merokok? Kesulitan yang anda alami ketika berusaha berhenti merokok akan terbayar saat anda mencoba dan berhasil.

Agustina Kadaristiana, dr.

Modifikasi Terakhir : 06/04/2015

Referensi

  1.  We know it can kill us: Why people still smoke – CNN.com [Internet]. CNN. [cited 2015 Jun 2]. Available from: http://www.cnn.com/2014/01/11/health/still-smoking/index.html
  2. Why do people start smoking? Am Cancer Soc. 2014 Feb 13;
  3. Jarvis MJ. Why people smoke. BMJ. 2004 Jan 29;328(7434):277–9.
  4. WHO | Tobacco [Internet]. WHO. [cited 2015 Jun 2]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs339/en/
  5. Health CO on S and. Smoking and Tobacco Use; Fact Sheet; Health Effects of Cigarette Smoking [Internet]. Smoking and Tobacco Use. [cited 2015 Jun 2]. Available from: http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/
  6. Abate M, Vanni D, Pantalone A, Salini V. Cigarette smoking and musculoskeletal disorders. Muscles Ligaments Tendons J. 2013 Jul 9;3(2):63–9.
  7. Degens H, Gayan-Ramirez G, van Hees HWH. Smoking-induced Skeletal Muscle Dysfunction. From Evidence to Mechanisms. Am J Respir Crit Care Med. 2015 Jan 12;191(6):620–5.
  8. Petersen AMW, Magkos F, Atherton P, Selby A, Smith K, Rennie MJ, et al. Smoking impairs muscle protein synthesis and increases the expression of myostatin and MAFbx in muscle. Am J Physiol – Endocrinol Metab. 2007 Sep 1;293(3):E843–8.
  9. Cao S, Yin X, Wang Y, Zhou H, Song F, Lu Z. Smoking and risk of erectile dysfunction: systematic review of observational studies with meta-analysis. PloS One. 2013;8(4):e60443.
  10. Mostafa T. Cigarette smoking and male infertility. J Adv Res. 2010 Jul;1(3):179–86.
  11. Cataldo JK, Prochaska JJ, Glantz SA. Cigarette smoking is a risk factor for Alzheimer’s disease: An analysis controlling for tobacco industry affiliation. J Alzheimers Dis JAD. 2010;19(2):465–80.
  12. harry. April 2015, Harga Rokok Bakal Naik Jadi Rp. 20 Ribu per Bungkus [Internet]. Jakartakita.com. [cited 2015 Jun 2]. Available from: http://jakartakita.com/2015/03/15/april-2015-harga-rokok-bakal-naik-jadi-rp-20-ribu-per-bungkus/
  13. Prof Tjandra Yoga Aditama. Data Rokok. Depkes [Internet]. 2014 Jun 3; Available from: http://www.litbang.depkes.go.id/berita-data-rokok
  14.  Syndrome TF on SID. SIDS and Other Sleep-Related Infant Deaths: Expansion of Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment. Pediatrics. 2011 Oct 17;peds.2011–284.
  15. Blank Layout Test [Internet]. WebMD. [cited 2015 Jun 2]. Available from: http://www.webmd.com/modules/sponsor-box
  16. Vuolo M, Staff J. Parent and Child Cigarette Use: A Longitudinal, Multigenerational Study. Pediatrics. 2013 Aug 5;peds.2013–0067.
  17. Health CO on S and. Smoking and Tobacco Use; Fact Sheet; Secondhand Smoke [Internet]. Smoking and Tobacco Use. [cited 2015 Jun 2]. Available from: http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/secondhand_smoke/general_facts/
  18. Matt GE, Quintana PJE, Destaillats H, Gundel LA, Sleiman M, Singer BC, et al. Thirdhand Tobacco Smoke: Emerging Evidence and Arguments for a Multidisciplinary Research Agenda. Environ Health Perspect. 2011 Sep;119(9):1218–26.

Berhenti merokok secara tiba-tiba dapat menyebabkan serangan jantung?

Beberapa waktu lalu teman saya ada yang khawatir. Pasalnya, suaminya berniat untuk berhenti merokok dengan cara stop merokok total, bukan bertahap. Teman saya ini mendengar cerita bahwa ada yang terkena serangan jantung sebulan setelah berhenti merokok secara total. Beredar juga kabar bahwa efek samping cara ini lebih parah daripada cara bertahap.Benarkah isu berhenti merokok secara total itu buruk? Mari kita simak ulasannya.

Health-Smoker-Timeline-Body-Quitting-Response-Heart-Cancer

Rokok merupakan produk berbahaya yang mengandung campuran lebih dari 7000 bahan kimia yang ratusan diantaranya merupakan racun dan 70 zat diantaranya bisa menyebabkan kanker.(1) Merokok telah menyebabkan kematian 440.000 warga Amerika per tahun dengan perkiraan  49.000 diantaranya meninggal karena perokok pasif.(2) Satu-satunya cara untuk mencegah efek negatif  dari rokok adalah berhenti dari merokok itu sendiri. Berhenti merokok terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan. Menurut WHO, terdapat manfaat jangka pendek dan jangka panjang dari berhenti merokok, yaitu 🙁3)

  • 20 menit : tekanan darah dan nadi menurun
  • 12 jam : level racun karbon monoksida di dalam tubuh menurun
  • 2-12 minggu: aliran darah membaik, fungsi paru meningkat
  • 1-9 bulan :gejala batuk dan sesak nafas berkurang
  • 1 tahun: resiko terkena serangan jantung menurun menjadi ½ kali dibandingkan dengan perokok
  • 5 tahun : resiko terkena stroke menurun
  • 10 tahun : resiko kanker paru menurun menjadi 50% dibandingkan perokok, resiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, kandung kemih, mulut rahim dan pancreas menurun.
  • 15 tahun  : resiko jantung koroner sama seperti orang yang tidak merokok

Namun, bagaimana sebenarnya cara berhenti merokok yang baik?

Pada masyarakat terdapat kekhawatiran tentang efek samping dari berhenti merokok. Memang benar, dalam dunia medis pecandu rokok yang memberhentikan aktivitas merokoknya dapat mengalami gejala penarikan Nikotin (Nicotine Withdrawal). Hal ini terjadi karena otak berusaha menyeimbangkan kondisi normal tubuh setelah berhentinya suplai nikotin, zat aktif yang membuat seseorang kecanduan merokok.  Gejala ini dapat berupa :

  • Gangguan emosi (cepat marah, cemas, depresi)
  • Keinginan yang kuat untuk merokok kembali
  • Gangguan tidur (mudah mengantuk sampai tidak bisa tidur (insomnia)
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan bertambah dan berat badan naik
  • Gangguan konsentrasi 

Gejala ini biasanya muncul 2-3 jam setelah seseorang berhenti merokok dan memuncak dalam 2-3 hari. Meskipun begitu, setelah hari ke 4-5 gejala ini akan semakin berkurang.(45) Saat ini ada beberapa pilihan terapi dalam membantu seseorang untuk berhenti merokok secara nyaman. Mulai dari konseling perilaku sampai bantuan obat-obatan. (1)

Menurut  US Department of Health and Human Services, 2008, rekomendasi terapi dari kecanduan merokok ialah pemberhentian rokok secara total.(6) Namun, penelaahan jurnal terbaru dari International Cochrane Collaboration (2012) menyimpulkan bahwa metode pemberhentian merokok baik secara tiba-tiba maupun bertahap memiliki tingkat keberhasilan yang sama dari segi pemantangan merokok setelah 6 bulan. Meta analisis ini melibatkan 3760 peserta penelitian dari 10 uji acak terkendali (Randomized Clinical Trial). Hasil lain yang diperoleh adalah tidak terlihat efek samping serius dari dua metode tersebut (meskipun masih diperlukan penelitian lebih mendalam tentang hal ini).(78)

Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa perokok dapat memilih kedua metode sesuai dengan kenyamanan masing-masing tanpa perlu khawatir dengan isu efek berbahaya setelah berhenti merokok. Perlu diingat, meskipun efek samping dapat terjadi, manfaat dari berhenti merokok jauh lebih bagi kesehatan diri dan juga orang lain. Disamping bisa menurunkan resiko penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit jantung dan paru, berhenti merokok juga bisa memperpanjang harapan hidup lho. Jadi, tetap semangat untuk hidup sehat tanpa rokok.

Agustina Kadaristiana, dr.

Sumber :

  1. CDC. Quitting Smoking4 June 2014. Available from: http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/cessation/quitting/index.htm?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+CdcSmokingAndTobaccoUseFactSheets+(CDC+-+Smoking+and+Tobacco+Use+-+Fact+Sheets).
  2. Lande G. Nicotine Addiction. 2014.
  3. WHO. Fact Sheet about Health Benefit of Smoking Cessation. Available from: http://www.who.int/tobacco/quitting/en_tfi_quitting_fact_sheet.pdf.
  4. Nicotine and Tobacco: MedlinePlus. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000953.htm.
  5. Smoking and Tobacco: The Lung Association. Available from: http://www.lung.ca/protect-protegez/tobacco-tabagisme/quitting-cesser/withdrawal-sevrage_e.php.
  6. Fiore M. Treating Tobacco Use and Dependence: 2008 Update2008. Available from: http://bphc.hrsa.gov/buckets/treatingtobacco.pdf.
  7.  Lindson-Hawley. Reduction Versus Abrupt Cessation in Smokers Who Want to Quit. The Cochrane Collaboration. 2012.
  8. Lindson-Hawley. Gradual Reduction vs Abrupt Cessation as a Smoking Cessation Strategy in Smokers Who Want to Quit. JAMA 2013;310.