Tag Archives: tumbuh-kembang

Menyanyi Dapat Membuat Bayi Tenang Lebih Lama

Apa yang Anda lakukan bila bayi kecil anda mulai gelisah dan hendak menangis? Secara naluri tentu kita ingin menghibur dengan cepat-cepat menghampiri, mengajaknya bicara, bermain, bernyanyi atau menggendong. Tapi pernahkah terpikir oleh ayah bunda manakah cara yang paling efektif membuat bayi tenang lebih lama?

Menyanyi dan Emosi Bayi

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Isabelle Peretz dari Universitas Montreal menyebutkan bahwa menyanyi di dekat bayi membuat bayi tenang lebih lama daripada sekedar bicara. Dalam penelitian ini dilakukan dua eksperimen pada 30 bayi sehat usia 6-9 bulan.

Pada eksperimen pertama, saat bayi tenang, bayi diperdengarkan rekaman suara orang dewasa atau nyanyian dari bahasa yang mereka tidak kenal (Bahasa Turki). Meskipun berada di ruangan yang sama, orangtua juga berdiri di belakang bayi saat eksperimen berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan respon si kecil tidak dipengaruhi oleh kepekaan terhadap suara orang tua dan bahasa. Setelah itu, respon direkam sampai terlihat ekspresi negatif atau gelisah pada wajah. Sedangkan eksperimen kedua, dilakukan perlakuan yang hampir sama kecuali bayi diperdengarkan rekaman ibunya menyanyi dalam bahasa yang familiar bagi mereka (dalam penelitian ini bahasa Perancis).

Ternyata, hasil eksperimen menunjukkan bahwa bayi lebih lama tenang saat mereka mendengarkan musik meskipun saat itu bayi berada dalam ruangan yang steril, tanpa mainan, tanpa rangsangan visual atau sentuhan. Hal ini disebabkan perasaan bayi positif dan terhindar dari stress lebih lama saat mendengarkan suara wanita bernyanyi. Yang menarik, bayi justru lebih lama tenang saat mendengarkan suara nyanyian dari suara dan bahasa yang tidak familiar seperti eksperimen pertama. Saat eksperimen pertama, bayi lebih tenang selama 9 menit sedangkan pada eksperimen kedua bayi bertahan untuk tenang selama 6 menit.

gambar

Dari eksperimen ini, peneliti menyarankan untuk memperdengarkan lagu untuk bayi dengan irama dan tempo yang teratur bila ingin membuat mereka tenang lebih lama. Hal ini diduga dapat membuat bayi terhibur dan merangsang bayi untuk dapat memprediksi apa yang mereka dengar.Jadi, sudah siap mencoba menghibur bayi Anda dengan menyanyi? 🙂

Untitled

Agustina Kadaristiana, dr.

10/31/2015

Referensi

Corbeil M, Trehub SE, Peretz I. Singing Delays the Onset of Infant Distress. Infancy [Internet]. 2015 Sep 1 [cited 2015 Oct 31]; Available from: http://onlinelibrary.wiley.com.ezlibproxy1.ntu.edu.sg/doi/10.1111/infa.12114/abstract

Gambar di unduh dari : http://mediafiles.parentscanada.com/Images/Articles/mom-playing-guitar-baby-620×400.jpg

Tips Menggunakan Media Digital yang Bijaksana Pada Anak

Di era modern ini perkembangan teknologi amat pesat. Dahulu mungkin anak hanya terpapar oleh TV atau video games. Sekarang tidak jarang kita lihat anak bahkan bayi punya ‘mainan’ baru berupa smartphone, tablet, laptop dsb. Bahkan gadget mungkin sekarang sudah seperti ‘pengasuh’ yang bisa segera membuat anak anteng ketika rewel. Namun, terlepas dari manfaat media elektronik sebagai pendukung belajar, gadget juga dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan psikologis anak.

Fakta Tentang Gadget/Media Elektronik

  • Daya tangkap anak <2 tahun berbeda dengan anak yang lebih besar. Mereka kurang bisa menangkap informasi yang disampaikan lewat video daripada disampaikan langsung. Penelitian menyebutkan bahwa anak <2 tahun yang menonton TV perkembangan kognitifnya tidak lebih baik daripada yang tidak menonton.
  • Kosakata anak didapat dari interaksi saat bicara langsung pada pengasuh. Penelitian membuktikan bahwa anak <2 tahun yang terlalu banyak menonton TV/video dapat mengalami keterlambatan bicara.
  • Saat TV disetel (meskipun bukan untuk ditonton anak), interaksi anak dengan orang dewasa berkurang. Media elektronik yang distel menjadi latar belakang saja bisa mengganggu proses kognitif anak, memori dan proses membaca.
  • Penggunaan media elektronik pada anak prasekolah dan usia sekolah dapat meningkatkan resiko obesitas, gangguan tidur, perilaku agresif dan gangguan atensi (konsentrasi). Pola tidur yang terganggu dapat mempengaruhi mood, perilaku dan proses belajar anak.
  • Dalam waktu 30 menit menggunakan teknologi sudah dapat menimbulkan gangguan fisik seperti gangguan mata, tidak makan dan kelelahan.
  • 2/3 anak dan remaja melaporkan bahwa orangtua tidak menerapkan aturan menggunakan media. Padahal, banyak anak kecil yang melihat film untuk remaja (PG-13 atau R) baik online, TV atau bioskop yang nyatanya mengandung adegan yang tidak sesuai untuk mereka. Penelitian menyebutkan bahwa 20% remaja menerima atau mengirim gambar berbau pornografi dari internet atau telepon selular.

Melihat dampak negatif ini tentu orangtua perlu segera menyadari bahwa gadget/media elektronik tidak selamanya bermanfaat. Meskipun saat ini banyak program/aplikasi khusus untuk bayi dan balita, tetapi interaksi langsung adalah proses belajar dan kehangatan yang mereka butuhkan. Tentu kita tidak dapat pungkiri bahwa meniadakan media digital dalam gaya hidup saat ini hampir tidak mungkin. Sehingga, orang tua perlu mulai langkah-langkah ini agar meminimalisir dampak negatif media. Berikut rekomendasi AAP (American Academy of Pediatrics) mengenai penggunaan media :

  1. Pahami bahwa permainan acak, tidak terstruktur dan tanpa elektronik amat baik untuk perkembangan otak anak, memecahkan masalah, berpikir inovatif dan menumbuhkan logika. Bermain bersama anak tidak ternilai manfaatnya.
  2. Sebisa mungkin hindari sama sekali gadget untuk anak <2 tahun. Sebisa mungkin juga matikan TV di ruang tamu meskipun bukan anak yang menonton. Lebih baik membiarkan anak bermain masak-masakan di lantai sembari orangtua menyiapkan makanan daripada memberi gadget.
  3. Pahami pentingnya bercengkrama langsung dengan anak. Komunikasi dari wajah ke wajah, atau duduk dan membacakan cerita amat baik untuk perkembangan kognitif dan bahasa.
  4. Buat arena “Bebas teknologi” di kamar anak dan di acara keluarga. Hindari pemasangan TV di kamar anak. Charge semua gadget di malam hari agar anak tidak tergoda untuk menggunakannya. Jadikan makan malam, kumpul keluarga, sebagai momen spesial membina kedekatan dengan anak.
  5. Jangan gunakan teknologi untuk menghibur anak saat rewel. Media memang amat efektif membuat anak ‘anteng’. Tetapi perlu diingat bahwa cara ini bukan satu-satunya untuk menenangkan anak. Anak perlu diajarkan bagaimana mengatasi gejolak emosi yang kuat, mencari aktivitas untuk mengurangi kebosanan atau ditenangkan lewat latihan nafas, bicara untuk menyelesaikan masalah atau strategi lain untuk menyalurkan emosi.
  6. Untuk anak yang lebih besar (di atas 2 tahun), batasi penggunaan media maksimal <1-2 jam perhari. Saat anak menonton TV, film atau video, dampingi ia sambil berdiskusi mengenai nilai-nilai positif dari cerita tersebut.
  7. Perlakukan media sama seperti mengawasi lingkungan anak yang lain. Kenali apps/program yang digunakan, situs apa yang dikunjungi, aktivitas apa yang ia lakukan secara online dan siapa temannya di dunia maya.
  8. Jadilah contoh yang baik. Karena anak ialah peniru yang ulung, maka batasi juga penggunaan media oleh orangtua. Saat bersama anak, upayakan untuk berinteraksi dengan mengobrol, bermain, memeluk daripada menatapi layar bersama-sama.
  9. Saat mereka remaja, biarkan mereka menggunakan internet. Berinteraksi di sosial media di kalangan remaja sudah menjadi hal yang lumrah. Pastikan saja bahwa perilaku mereka baik di kehidupan sehari-hari atau di dunia maya tidak menyimpang. Ingatkan selalu bahwa setelan “privasi” pada sosial media tidak benar-benar “privat”. Apa yang mereka posting di sosial media akan tetap ada jejak digitalnya sampai kapanpun.
  10. Anak bisa saja melakukan kesalahan saat menggunakan media digital/internet. Cobalah berempati saat ia salah dan jadikan momen ini sebagai pelajaran berharga. Namun, perilaku seperti bertukar pornografi, bullying, posting foto yang membahayakan diri sudah menjadi “lampu merah” untuk orangtua mengambil langkah selanjutnya. Seperti mengawasi lebih ketat atau berkonsultasi kepada ahlinya (dokter anar, psikolog atau psikiater).

Agustina Kadaristiana,dr.

10/11/2015

Refernsi

1. Strasburger VC, Hogan MJ, Mulligan DA, Ameenuddin N, Christakis DA, Cross C, et al. Children, Adolescents, and the Media. Pediatrics. 2013 Nov 1;132(5):958–61.
2. Kids & Tech: 10 Tips for Parents in the Digital Age [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Oct 11]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/family-life/Media/Pages/Tips-for-Parents-Digital-Age.aspx
3. Brown A. Media Use by Children Younger Than 2 Years. Pediatrics. 2011 Nov 1;128(5):1040–5.
4. Smahel D, Wright MF, Cernikova M. The impact of digital media on health: children’s perspectives. Int J Public Health. 2015 Feb;60(2):131–7.

Gizi dan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Tulang berfungsi menopang badan, melindungi alat tubuh yang vital seperti otak dan paru-paru. Tulang juga merupakan parameter penentu tinggi badan. Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya memiliki tinggi badan yang ideal.

Masa kanak-kanak dan remaja merupakan masa penting pertumbuhan dan pembangunan tulang. Sebesar 45% pertumbuhan massa tulang terjadi pada usia 0-10 tahun. Pada masa itu, tulang tumbuh memanjang. Ketika remaja, sekitar 45% massa tulang dewasa terbentuk sampai usia 18 tahun. Anak disebut pendek apabila tinggi per umur di bawah normal.

Gizi adalah batu bata penopang pertambahan tinggi badan yang merupakan salah satu indikator status gizi anak. Anak yang terbiasa memilih makanan kesukaan tanpa mempertimbangkan kandungan gizi, akan mengakibatkan terhambatnya pertambahan tinggi badan. Penelitian menunjukkan bahwa protein, vitamin, dan mineral mempunyai efek langsung terhadap pertumbuhan tinggi badan.

Protein
Setiap sel dalam tubuh kita mengandung protein. Pada tulang, protein berfungsi dalam pembentukan jaringan tulang yang baru dan penggantian jaringan tulang yang rusak. Protein juga berfungsi memperkuat otot sekitar tulang, sehingga tulang terpelihara.

Kalsium
Kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh dan 99% terdapat dalam tulang dan gigi. Sisanya terdapat dalam darah dan jaringan lunak. Kalsium berperan sebagai penyusun sel tulang, mendukung kerja sel osteoblas (pembentuk tulang), mengeraskan dan menguatkan tulang serta mencegah osteoporosis.

Fosfor
Fosfor berfungsi dalam mineralisasi tulang dan gigi. Sebanyak 80% fosfor tersimpan dalam tulang. Kristal mineral dibentuk selama kalsifikasi (pengerasan) tulang yang terdiri dari kalsium fosfat, komponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan pada tulang.

Vitamin D
Vitamin D membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama hormon paratiroid dan kalsitonin, protein kolagen, serta mineral. Vitamin D berfungsi membantu pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium dan fosfor tersedia dalam darah untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang.

Magnesium dan Seng
Magnesium berfungsi untuk mineralisasi dalam tulang. 50% magnesium tubuh terdapat dalam tulang. Seng berperan dalam pertumbuhan sel dan berkorelasi positif dengan pertumbuhan tinggi badan. Keduanya berperan dalam pelekatan kalsium dan mineral lain di antara serat protein, sehingga memberikan kekuatan pada tulang.

Yodium
Bagian dari hormon tiroid ini berfungsi mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok dan kretinisme yang ditandai dengan tubuh yang kerdil, serta retardasi mental.

Depok, 6 Agustus 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Kalkwarf et al. 2010. Tracking of Bone Mass and Density During Childhood and Adolescence. The Endocrine Society.
2. Nnakwe EN. 2009. Community Nutrition. Planning Health Promotion and Disease Prevention. Jones and Bartlett Publishers. Sudbury, Massachusetts, Boston, Toronto, London.
3. Jakes HCM, Drake JL, Bundy Pad. 2008. School Health, Nutrition and Education for All Leveling The Playing Field. CABI Publishing. USA.
4. Gunde R. 2004. School Children in the Developing World: Health, Nutrition, and School Performance. UCLA International Institute.
5. Bataviase. 2010. Protein dan Olahraga Cegah Patah Tulang. Bataviase. Jakarta

Keterampilan Motorik Anak

Keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan gerakan-gerakan sadar dan terkoordinasi. Keterampilan motorik ditandai dengan berkembangnya pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir. Keterampilan motorik seorang anak sangat ditentukan faktor-faktor berikut:

  1. Perkembangan organ otak anak.
    Otak merupakan pusat koordinasi dari aktivitas motorik yang disadari. Sehingga apabila perkembangan otak terganggu, ada kemungkinan aktivitas gerak anak juga terganggu.
  2. Kemampuan anak mempersepsikan sesuatu di lingkungannya
    Pada tahap awal, kemampuan motorik anak sebenarnya perwakilan dari hasrat anak terhadap sesuatu. Misalkan, ketika anak melihat sebuah benda yang menarik perhatiannya, benda itu dipersepsikan dalam otaknya untuk dimainkan.
  3. Proses kematangan fisik anak.
    Perkembangan kemampuan anak terjadi secara bertahap.Tidak mungkin anak usia 6 bulan sudah langsung dapat berjalan.
  4. Kelengkapan organ tubuh anak
  5. Jenis kelamin. Pada anak laki-laki, kemampuan fisik yang bersifat atletis seperti berlari, melompat, dan melempar, lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan.

Untuk lebih jelas, berikut beberapa manfaat atas pencapaian keterampilan motorik anak:

  1. Melalui keterampilan motorik, kepercayaan diri anak sedang diasah dan dimunculkan
  2. Dirinya akan merasa terhibur dan senang
  3. Menjadi sarana sosialisasi dan pergaulan anak
  4. Sesungguhnya anak sedang merintis jalan menuju pembentukan dan perkembangan kepribadiannya.

Jenis keterampilan motorik:

1. Motorik halus

Gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu untuk melakukan gerakan-gerakan kecil. Kemampuan ini dipengaruhi kesempatan yang diperoleh anak untuk belajar dan berlatih melakukan gerakan-gerakan itu. Misalnya, kemampuan menggenggam, memindahkan benda dengan jari jemarinya, mencoret-coret, menyusun balok, menyuap sendiri makanan ke dalam mulut, menulis, menggambar, menggunting, dan sebagainya.

2. Motorik kasar

Gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar untuk melakukan gerakan-gerakan besar. Kemampuan dari gerakan ini dipengaruhi oleh proses perkembangan kematangan organ-organ tubuh anak itu sendiri. Misalnya,tengkurap, mengangkat leher, duduk, berdiri, berjalan, berlari, menendang, naik atau turun tangga, memanjat, mengayuh sepeda dan sebagainya.

Cara yang dapat ditempuh agar perkembangan motorik halus dan kasar anak berkembang baik antara lain:

  1. Memberi stimulasi (rangsangan) pada motorik halus maupun motorik kasarnya
  2. Memberikan gizi yang cukup dan seimbang pada anak
  3. Menyediakan lingkungan yang mendukung

Depok, 5 April 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Barbara J Roeber, et al. 2012. Gross Motor Development in Children Adopted from Orphanage Settings. Departement of Psychology, University of Wisconsin-Madison.
2. Thomas Schack, et al. 2011. Representation and Anticipation in Motor Action. Faculty of Psychology and Sport Sciences, Bielefeld University, Germany.
3. Bartlomiej, Maria. 2012. Development of Selected Motor Skills in Boys and Girls in Relation toTheir Rate of Maturation – A Longitudinal Study. University School of Physical Education. Polandia.
4. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 184

Gambar diunduh dari:

http://www.smartfirstgraders.com/image-files/boycutting.jpg

Kiat Mengoptimalkan Kecerdasan Anak Lewat Membaca

Sebagai orangtua tentu ingin potensi sang buah hati berkembang dengan optimal, baik itu kecerdasan maupun bakat. Salah satu cara yang cukup mudah dan murah ialah dengan membaca. Tidak jarang orangtua mempertanyakan kapan waktu yang tepat mengenalkan anak pada buku. Pasalnya, ada kekhawatiran bahwa anak akan terbebani dengan belajar sejak dini. Namun, tahukah ayah bunda bahwa para ahli mendorong orangtua untuk membacakan buku sejak anak lahir?

Tahun 2014, American Academy of Pediatrics (AAP) mempromosikan gerakan membaca sejak bayi agar anak siap saat masuk sekolah. Rekomendasi ini disambut baik sampai dibentuk gerakan promosi membaca Reach Out and Read yang didukung oleh ikatan para ahli kesehatan dan pustakawan.1,2

4 Manfaat membacakan buku pada balita

Membaca sejak bayi sangat dianjurkan karena ditemukan banyak manfaat bagi perkembangan kecerdasan otak dan emosi anak yaitu1,3,4:

  1. Merangsang perkembangan otak
  2. Memiliki kemampuan bahasa lebih baik saat memulai sekolah
  3. Anak memiliki minat yang lebih terhadap membaca
  4. Terjalinnya ikatan antara orangtua-anak sebagai modal penting perkembangan sosial dan emosi anak

Bagaimana aktivitas membaca yang dianjurkan?

Tentu orangtua tidak ingin aktivitas membaca malah menimbulkan stres sendiri pada anak. Oleh karena itu, AAP menganjurkan agar :1,5,6

  1. Orangtua mengeraskan suara saat membacakan buku pada anak agar tumbuh interaksi yang hangat antara keduanya.
  2. Membaca bersama menjadi aktivitas yang menyenangkan. Misalnya dengan mendongeng atau membuat ritme nyanyian saat membaca.
  3. Sesuaikan buku dan cara membacakan cerita dengan usia anak karena adanya perbedaan kemampuan fokus dan menangkap cerita pada masing-masing usia.
  4. Aktivitas membaca dijadikan rutinitas
  5. Orangtua memberi contoh pada anak dengan sering membaca.
  6. Jadikan lingkungan anak mendukung untuk membaca. Misalnya menempelkan poster edukasi atau membuat perpustakaan di rumah

imagesBolehkah menggunakan buku atau media elektronik?

Sebenarnya penggunaan media elektronik dalam aktivitas membaca bayi kurang disukai. Hal ini disebabkan bayi perlu merasakan hubungan emosional dan interaksi saat dibacakan cerita atau kata-kata. Menyediakan buku audio, komputer, TV, radio atau gadget pada anak hanya akan membuat mereka pasif. Para ahli sepakat untuk menghindari penggunaan media elektronik pada anak sampai usia 2 tahun karena yang anak butuhkan ialah interaksi sosial, bukan dengan media saja. Setelah 2 tahun pun penggunaan media elektronik harus dibatasi. 7–9

Tahapan anak dalam membaca

0-6 bulan
Saat ini anak senang melihat gambar dan menyentuh halaman buku. Letakkan anak di lengan anda ketika anda membacakan buku untuk menumbuhkan rasa aman dan dekat. Sebut dan tunjuk gambar pada buku agar anak tertarik dengannya. Bantu bayi dalam membuka halaman dan biarkan ia sesekali bermain dengan buku.

Tips memilih buku : Pilih buku dengan warna cerah dan ilustrasi yang sederhana. Bahan buku yang cocok untuk usia ini ialah kartu tebal atau kain vinyl agar mudah dicuci dan tidak lumat saat terkena air.

Buku Bayi (http://www.car-travel-games.co.uk)

6-12 bulan
Mulai 5-8 bulan, bayi lebih senang bereksplorasi dengan memasukkan benda ke mulut daripada mendengarkan cerita. Saat usia 9-12 tahun, bayi lebih tertarik membalikkan halamannya sendiri. Tahapan ini penting agar anak dapat bereksperimen dengan tangan dan anak siap menjadi pembaca yang mandiri.

Tips memilih buku : Pilih buku berwarna cerah dan berbahan aman seperti kartu tebal tahan air atau kain yang dapat dicuci. Gunakan buku dengan gambar yang familiar seperti bola atau botol. Bisa juga album foto keluarga dan teman,

12-18 bulan
Ketertarikan anak terhadap buku mulai meningkat. Anak anda mungkin ingin menunjuk gambar dan membalikkan halaman sendiri atau memutar buku untuk melihat gambar yang benar. Ini pertanda baik di mana anak menunjukkan keterlibatannya dalam membaca. Jadikan anak anda partner dalam membaca misalnya dengan bertanya mengenai suatu gambar saat membaca.

Perlu diingat, usia ini kemampuan fokus dan atensi anak masih singkat. Sehingga, Anda perlu fleksibel terhadap waktu yang tepat dan durasi membaca. Ada baiknya meletakkan buku di sekitar ruangan rumah agar buku tersedia saat sewaktu-waktu anak ingin membaca.

Tips memilih buku :

  • Pilih buku yang mudah anak-anak bawa
  • Gunakan buku dengan gambar aktivitas anak yang familiar seperti tidur atau bermain
  • Sediakan buku cerita saat waktu tidur
  • Buku tentang ucapan halo dan selamat tinggal
  • Buku dengan kata-kata yang sedikit di tiap halamannya
  • Buku berwarna cerah dan gambar menarik
  • Buku dengan kosakata mudah atau kata yang bisa di prediksi
  • Buku-buku binatang
Contoh Buku Anak (http://babysbasics.com/toddler.html)

Contoh Buku Anak (http://babysbasics.com/toddler.html)

18-24 bulan
Saat ini anak sudah bisa memilih buku sendiri, menunjuk gambar kesukaan, mengucap satu-dua kata tentang gambar tersebut dan menyelesaikan kalimat dari buku yang mereka sangat kenal. Anak juga sudah mulai antusias bertanya dan menggunakan frase pendek. Selain itu, anak mulai menikmati kunjungannya ke perpustakaan/toko buku.

Tips memilih buku :
Pilih buku cerita sederhana dengan kata-kata yang mudah mereka ingat. Mulai dikenalkan dengan buku menghitung, alfabet, bentuk atau ukuran. Selain itu buku tentang hewan, kendaraan, waktu bermain, buku bergambar lucu juga cocok untuk usia ini.

cater

Buku Anak (http://misswenerd.blogspot.sg/2014/04/good-reads-how-seed-grows-by-helene-j.html)

3-4 tahun
Pada usia ini anak bisa menamakan buku yang mereka ingin bagi dengan anda, bertanya tentang isi buku, mengoreksi bila anda melewatkan bagian favoritnya di buku, membuat prediksi dan bercerita isi buku kesukaan dengan bahasa sendiri. Tingkat konsentrasi anak juga mulai meningkat. Sehingga anda bisa menyediakan waktu 20 menit untuk membaca setiap hari. Selain itu, anda bisa menstimulus anak dengan bertanya prediksi seperti “apa yang kira-kira akan terjadi dalam cerita ini”.

Tips memilih buku :

  • Pilih buku yang tidak terlalu mudah dan sulit, yang penting kosakata mudah diingat
  • Saat membacakan buku pada anak, pilih yang tingkat kesulitannya bertambah
  • Pilih buku cerita tentang keseharian anak
  • Buku dengan topik kesukaan anak misal : kereta api, hewan, memasak, dll
  • Buku sains sederhana seperti cara kerja truk, alat-alat, tumbuhan
  • Buku sosial sederhana seperti berteman, meminta maaf, adik kakak, pergi ke sekolah, ke dokter, dll.
  • Jangan lupa bawa buku saat bepergian6,10

Agustina Kadaristiana, dr.

05/19/2015

Referensi

  1. High PC, Klass P, Donoghue E, Glassy D, DelConte B, Earls M, et al. Literacy Promotion: An Essential Component of Primary Care Pediatric Practice. Pediatrics. 2014 Aug 1;134(2):404–9.
  2. About Reach Out and Read. Reach Read [Internet]. 2015; Available from: http://www.reachoutandread.org/about-us/
  3. O’Keefe L. Parents who read to their children nurture more than literary skills. AAP News. 2014 Jun 24;E140624–2.
  4. Kemp C. MRI shows association between reading to young children and brain activity Study provides new evidence that book-sharing in early childhood may promote brain development supporting reading readiness. AAP News. 2015 Apr 25;E150425–4.
  5. O’Keefe L. Parents who read to their children nurture more than literary skills. AAP News. 2014 Jun 24;E140624–2.
  6. Today I Will Get Lost in a Book. A Guide to Reading with Your Child. Kindercare Learning Center; 2010.
  7. 2014 the BMABL updated: J. Reading to your baby [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 May 19]. Available from: http://www.babycenter.com/0_reading-to-your-baby_368.bc
  8. Media and Children. Available from: https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/pages/media-and-children.aspx
  9. Strasburger VC, Hogan MJ, Mulligan DA, Ameenuddin N, Christakis DA, Cross C, et al. Children, Adolescents, and the Media. Pediatrics. 2013 Nov 1;132(5):958–61.
  10. Tips for Choosing Books for Babies and Toddlers. Zero Three Natl Cent Infants Toddlers Fam [Internet]. 2014; Available from: http://www.zerotothree.org/early-care-education/early-language-literacy/choosing-books.html

Tumbuh Kembang Anak (0-1 tahun)

Menjadi orang tua merupakan pengalaman yang menarik sekaligus menantang. Namun sang buah hati hadir tanpa buku petunjuk sehingga terkadang orang tua dibuat kebingungan apakah anaknya tumbuh dengan baik. Apalagi ketika melihat anak lain yang sebaya, mau tidak mau anak kita akan dibandingkan dan sering timbul rasa was-was dalam hati apakah buah hati kita tumbuh dengan baik. Apalagi di usia awal anak yang merupakan periode emas perkembangan otak. Tentu perkembangan anak yang sesuai dengan usianya adalah yang diharapkan orangtua. Lantas, seperti apa sih pedoman umum bagi perkembangan bayi pada satu tahun pertama? Yuk kita simak ulasannya..


1 Bulan

Ketika bayi berusia satu bulan, jarak pandangnya hanya sekitar 24-36 cm, jarak yang pas untuk sang bayi melihat wajah orang yang mendekapnya. Pada usia ini, bayi mulai tertarik melihat kain berpola hitam-putih dan juga mulai mengerakkan mukanya ke arah suara yang familiar seperti suara ibunya. Leher bayi belum cukup kuat untuk menyangga kepalanya sehingga butuh disokong ketika menggendongnya, namun bayi mulai bisa sedikit mengangkat kepalanya ketika ditengkurapkan

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

  • Dekap bayi dan berbicaralah padanya. Pelajari tanda-tanda ketika dia mengantuk atau lapar. 
  • Beri dia banyak waktu tengkurap untuk melatih otot-ototnya namun jangan pernah ditinggalkan sendiri. Stimulasi bayi untuk melihat dan meraih mainan.
  • Bawa bayi keluar rumah. Bayi menikmati suasana yang tidak monoton, dan berada di sekitar bayi lain.
  • Tatap mata bayi ketika berbicara, ataupun bermain dengannya. 

Tanda-tanda waspada
Tiap anak mempunyai irama perkembangannya sendiri, namun sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak anda ketika bayi 1 bulan:

  • Belum bisa menghisap puting dengan baik
  • Tidak bisa memfokuskan pandangan dan mengikuti gerakan yang ada dalam jarak pandangnya
  • Tidak bereaksi terhadap cahaya terang
  • Tidak bereaksi terhadap suara keras (untuk mengetesnya bisa menggunakan kantong kertas yang ditiup lalu diletuskan)

2-3 Bulan

Pada usia ini, bayi memulai tahap eksplorasi. Bayi yang baru lahir umumnya selalu mengepalkan tangannya. Pada usia ini, bayi mulai bisa membuka dan menutup tangannya, menggoyangkan mainannya, berusaha meraih benda yang digantung, dan mendekatkan mainan ke mulutnya. Pandangannya pun sudah semakin berkembang. Pada usia sekitar dua bulan, bayi mulai mengamati wajah dan menatap mata kita saat bermain dengannya. Bayi sudah mulai tersenyum dan mulai meniru suara maupun ekspresi muka orang dewasa. Lehernya juga sudah cukup kuat untuk menyangga kepalanya sendiri sehingga bisa digendong tanpa menyangga lehernya. Ketika ditengkurapkan, dia sudah bisa mengangkat kepala dan dadanya. Ketika dipegang dalam posisi berdiri, dia sudah mulai menendang-nendangkan kakinya.

Pada akhir 3 bulan ini, baik bayi dan orang tua sudah saling beradaptasi. Pada tahap ini, orang tua pada umumnya sudah bisa mengerti keinginan bayinya dan memenuhi kebutuhannya dengan baik. Kerewelan bayi sudah jauh berkurang dan dia mulai merasa nyaman dengan hidup barunya di luar rahim. Bayi mulai membangun rasa percaya karena setiap kebutuhannya terpenuhi. Perasaan ini memegang peranan penting bagi perkembangannya selama setahun ke depan dan dasar yang sangat penting bagi perkembangan kepercayaan dirinya.

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

Jangan khawatir bahwa anda akan memanjakan bayi anda dengan memenuhi semua permintaannya. Pada periode ini, sangat penting bagi perkembangan bayi untuk merasa aman dan dicintai. Beberapa pendapat menyatakan bahwa pada usia ini, kita mulai bisa membantu bayi membuat dirinya nyaman dengan membiarkan bayi mengempeng jarinya sendiri maupun dengan empeng dot. Ngempeng ini memang isu yang cukup kontroversial, namun ngempeng merupakan insting alami bayi untuk menenangkan dirinya sendiri. Sekitar 80% bayi mengempeng dan kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya ketika mereka berusia sekitar 2 tahun. AAP bahkan merekomendasikan penggunaan empeng dot untuk mencegah SIDS (kematian bayi mendadak).7 Akan tetapi, kebiasaan mengempeng yang berlanjut hingga di atas 3 tahun memang bisa menyebabkan masalah gigi dan bicara.

Saat menengkurapkan bayi, jangan lupa memberinya mainan yang bisa dia raih dan mainkan.

Jangan lupa untuk mengajak bayi berbicara, Ceritakanlah padanya apa yang terjadi di sekitarnya, apa yang anda lakukan padanya. Bacalah buku bersama. Pujilah dia atas usahanya untuk tengkurap sendiri atau meraih mainan.

Tanda-tanda waspada :
Bila sampai bayi anda di usia 3 bulan belum bisa melakukan hal ini sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter:

  • Belum bisa menopang kepalanya sendiri
  • Belum bisa membuka telapak tangannya sendiri
  • Belum bisa menjulurkan tangan untuk meraih mainan
  • Belum bisa memfokuskan matanya pada benda bergerak
  • Belum tersenyum
  • Tidak bereaksi pada suara keras
  • Tidak tertarik mengamati wajah asing

4-7 Bulan

Pada usia ini, bayi sudah mulai mengoceh dan tertawa. Pergerakannya juga sudah lebih aktif, dia sudah bisa tengkurap sendiri dan kembali terlentang, duduk tanpa ditopang, dan kakinya sudah bisa berdiri dengan berpegangan. Bayi pun sudah bisa memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang lain.

Bayi sudah mulai bisa merasakan perubahan suara kita dan sudah bisa merespon kata “Jangan”. Dia juga sudah bisa memalingkan mukanya ketika dipanggil.

Dia sudah bisa menyukai permainan seperti cilukba dan sudah bisa melihat dunia dengan berbagai warna. Bayi anda akan sangat tertarik melihat pantulan dirinya sendiri di kaca.

Otot punggung bayi anda sudah semakin kuat. Pada usia sekitar 4-5 bulan, bayi anda akan mulai mencoba duduk namun masih sering gagal. Kemudian pada usia sekitar 5-6 bulan, bayi anda mulai duduk dengan bersandar pada tangannya. Pada usia 6 bulan, bayi mulai bisa mengangkat tubuhnya sekitar 45 derajat tanpa ditopang tangannya dan pada akhirnya bisa duduk tanpa sandaran.

Pada tahap ini, kecerdasan linguistiknya juga berkembang secara signifikan. Bayi anda akan semakin jarang menangis dan semakin sering ‘berbicara’ baik lewat ocehan ataupun gerakan tubuhnya. Mereka juga mulai mengerti bahwa mereka bisa mengubah suara yang mereka hasilkan dengan mengubah bentuk mulut dan lidah. Mereka mulai banyak mengocah. Pada usia antara 6-9 bulan, bayi mulai mengubah ocehannya dari “ba-ba” , suara yang dibuat dengan bibir, menjadi “da-da” atau “ta-ta”, suara yang dibuat dengan lidah.

Pada usia inipun, bayi sudah mulai tidur panjang pada malam hari.

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

Bayi berkembang dari interaksinya denga kita jadi teruslah bermain dengannya dalam berbagai aktivitas seperti mandi dan memakai pakaian. Buatlah kegiatan hariannya menjadi menyenangkan. Banyak2lah tersenyum dan balaslah ocehannya untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya. Bacalah buku bersama.

Untuk mengecek perkembangan matanya, orang tua bisa mencoba menarik perhatiannya lalu ketika bayi sudah menatap anda, miringkan kepala anda atau geser posisi anda perlahan, dan anda bisa mengamati pandangan bayi andapun mengikuti pergerakan bayi anda.

Banyak2lah melatih kekuatan fisiknya. Bantu dia duduk (dengan sandaran), tengkurap dan membalik badannya sendiri. Pada usia ini, bayi sudah mulai merangkak, jadi pastikan tidak ada barang2 berbahaya di sekitarnya. Sediakan banyak barang-barang yang bisa dia mainkan. TIdak harus berupa mainan. Bayi juga menggemari bermain dengan sendok, kerdus, maupun plastik. Selalu awasi anak ketika bermain.

Pada usia 6 bulan, bayi juga sudah siap untuk memulai MPASI.

Tanda-tanda waspada

Selalu ingat bahwa setiap bayi tumbuh dengan tahapannya masing-masing. Namun, konsultasilah dengan dokter anak anda jika bayi pada usia 7 bulan:

  • Tidak bisa menopang kepalanya sendiri.
  • Badan bayi sangat kaku atau sangat lemah sehingga tidak bisa tengkurap sendiri walaupun dibantu
  • Tidak bisa duduk sendiri
  • Tidak bereaksi pada suara-suara ataupun senyuman
  • Tidak bereaksi pada benda2 di sekitarnya
  • Tidak berusaha meraih benda yang digantung di depan matanya

8-12 bulan

Pada usia ini, bayi anda sangat menikmati mengeksplorasi seluruh bagian rumah (dan mengacak2nya). Dia bisa duduk sendiri dengan tegak dan menarik2 semua benda yang bisa dia jadikan pegangan untuk berdiri dan rambatan. Beberapa bayi juga sudah bisa jalan sendiri tanpa pegangan sebelum satu tahun.

Ocehannya semakin terdengar seperti bahasa yang bisa dimengerti. Kata2 pertamanya juga sudah mulai keluar seperti ‘mama’, ‘papa’, dan ‘nda’. Bahasa tubuhnya sudah bisa menunjukkan kapan dia menginginkan sesuatu dan kapan dia tidak menginginkan sesuatu. Dia juga sudah bisa menarik badan anda ketika merasa tidak diperhatikan.

Tangannya sudah menjadi sangat aktif. Bayi sangat menyukai mengeluarkan dan memasukkan lagi benda2 ke dalam tempatnya. Dia sudah bisa memungut barang kecil dan memasukannya ke mulut sehingga anda harus sangat menjaga kebersihan lingkungan tempat bermainnya. Dia mulai meniru semua yang anda lakukan seperti menyisir rambutnya sendiri, meminum dari cangkir, dan berpura2 menelepon.

Kemampuan komunikasinya pun cukup berkembang. Dia tidak lagi menangis ketika ingin digendong, bayi akan menjulurkan tangannya dan menatap anda dengan matanya. Demikian juga ketika ingin main di lantai, dia akan menunjuk pada lantai dan meronta pada gendongan anda sampai dia diturunkan.

Bayipun sudah bisa makan sendiri. Mereka sudah bisa menjumput benda dengan jari-jarinya dan memasukannya ke mulut sehingga orang tua perlu menjaga linkungan bermain bayi agar aman dari benda-benda kecil yang berbahaya.

Pada usia ini, bayi anda sudah mengenali orang asing dan tidak menyukainya. Dia juga sudah bisa protes ketika ditinggalkan oleh anda.

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

Perbanyaklah berbicara pada bayi anda. Tahap ini adalah tahapan yang paling penting bagi perkembangan bahasanya. Deskripsikan semua yang anda lakukan. Jelaskan padanya emosi yang sedang dia rasakan. Perbanyak membaca dan bermain bersama.

Pastikan lingkungan tempat bermain anak anda aman dari benda2 kecil dan juga aman untuk dijadikan tolakan untuk bayi anda berdiri dan merambat.

Anda bisa melatihnya berjalan dengan menopangnya di bawah dua ketiaknya dan biarkan dia melangkah.

Perhatikan apa yang dia sukai. Pada usia ini, bayi sudah mulai mempunyai permainan kesukaan. Bayi juga sudah mulai bisa diberikan kertas, alat mewarnai seperti crayon, kotak2 susun, wadah tempat makan kosong, atau panci dan tutupnya. Dia menikmati bermain dengan mencoba memasangkan2 dan menutup wadah makanan dan panci.

Pujilah dia ketika dia melakukan hal yang baik seperti menghabiskan makanannya atau mengembalikan mainannya ke tempatnya semula. Dia pun mulai bisa mengikuti instruksi “jangan” untuk hal2 yang berbahaya. Jangan lupa mengalihkan perhatiannya dengan kegiatan yang bisa dia lakukan ketika anda menggunakan kata “jangan”.

Jangan lupa berpamitan padanya ketika anda meninggalkannya untuk membantu perkembangan emosinya. Jelaskan padanya kenapa anda pergi dan siapa yang akan menjaganya selama anda meninggalkannya.

Tanda-tanda waspada
Pada usia 12 bulan, berkonsultasilah ke dokter bila anak anda:

  • Tidak bisa merangkak
  • Tidak bisa merangkak lurus dan miring ke satu sisi
  • Tidak bisa berdiri dengan topangan
  • Tidak berusaha menemukan benda yang anda sembunyikan di depan matanya
  • TIdak mengoceh satu katapun
  • Tidak menggunakan bahasa tubuh seperti menunjuk dan menggelengkan kepalanya

Rangkuman perkembangan bayi secara garis besar:

  1. Tersenyum (8 minggu)
  2. Telentang dari posisi tengkurap (2-3 bulan)
  3. Meraih benda (3-4 bulan)
  4. Memeluk/Berpegangan ketika digendong (5 bulan)
  5. Bermain cilukba (6 bulan)
  6. Duduk tanpa sandaran (8 bulan)
  7. Merangkak (6-10 bulan)
  8. Berdiri sendiri dengan berpegangan pada tepi meja dan sejenisnya (8 bulan)
  9. Berjalan sendiri tanpa pegangan (10-18 bulan)

SUMBER:

  1. www.babycenter.com
  2. www.parenting.com
  3. The Baby Book: Everything You Need to Know about Your Baby from Birth to Age Two
  4. www.webmd.com
  5. www.parents.com
  6. www.cdc.gov
  7. www2.aap.org/ORALHEALTH/pact/ch8_sect1b.cfm

Hanifah Widiastuti, PhD. 
Penulis adalah doktor computational system biology dari NUH, Singapore dan juga ibu dari seorang putri.
diedit oleh : Agustina Kadaristiana, dr.