Tanda Bahaya Kehamilan yang Patut Diwaspadai

Beberapa kondisi di bawah ini mungkin dianggap biasa. Padahal sebetulnya kondisi-kondisi ini berbahaya karena dapat mengancam ibu dan janin. Berikut ini tanda bahaya kehamilan yang patut Anda waspadai.

Tanda Bahaya Kehamilan

1. Muntah hebat dan tidak mau makan

Pada trimester awal lumrah terjadi mual atau muntah (morning sickness) pada ibu hamil. Namun, bila mual atau muntah ini dirasa semakin hebat sampai ibu sama sekali sulit makan atau minum, segera hubungi tenaga kesehatan. Hal ini bisa jadi pertanda ibu mengalami hiperemesis gravidarum yaitu kondisi mual muntah pada ibu hamil yang berujung pada malnutrisi.

2. Demam Tinggi

Demam tinggi saat hamil dapat berbahaya bagi janin. Penelitian menyebutkan bahwa demam saat hamil dapat meningkatkan resiko autis dan gangguan perkembangan pada anak (Zerbo et al, 2012). Demam memang respon normal saat infeksi. Tubuh mengeluarkan zat radang untuk melawan kuman. Namun, lama-kelamaan zat inflamasi ini dapat menembus plasenta dan mempengaruhi bayi. Demam tinggi juga menandakan ada infeksi kuman yang mungkin berbahaya bagi ibu dan janin.

3. Keluar ketuban sebelum waktunya

Keluar air disini yang dimaksud adalah keluar air ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan, atau istilahnya ada ketuban pecah dini (KPD). Ketuban memang harus pecah dan bahkan kalau perlu dipecahkan bilamana sudah tiba waktunya, yaitu saat bayi menjelang lahir. Bila selaput ketuban robek sehingga air keluar melalui vagina, sedangkan si ibu belum masuk ke proses persalinan atau bahkan usia kehamilan masih belum cukup bulan, keadaan itu disebut dengan KPD.

4. Keluar darah

Perdarahan pada kehamilan muda menandakan ancaman keguguran. Sedangkan perdarahan pada kehamilan yang lebih tua menandakan ancaman persalinan prematur. Lain lagi bila darah keluar pada kehamilan diatas usia 7 bulan dan bersifat merah segar tanpa disertai rasa nyeri. Jika hal itu terjadi, maka sangat mungkin plasenta Anda menutupi jalan lahir atau yang disebut plasenta previa.

5. Keputihan yang bermasalah

Meskipun sekresi cairan pada ibu hamil meningkat, Anda tetap harus waspada terhadap perubahan sifat dari cairan yang keluar. Waspadalah bila cairan yang keluar menimbulkan rasa gatal, cairan berbau, atau berwarna kuning, bahkan kehijauan. Bisa juga yang keluar bukan cairan lendir, tapi sudah berubah menjadi gumpalan-gumpalan seperti susu pecah. Cairan yang seperti ini menunjukkan sudah terkontaminasi jamur. Bila menjumpai hal tersebut, berkonsultasilah dengan dokter.

6. Sakit kepala disertai bengkak atau kejang 

Sakit kepala berbeda dengan pusing. Sakit kepala terasa nyeri berdenyut-denyut, bisa pada sebagian atau seluruh kepala. Sedangkan pusing lebih kepada rasa berputar atau berkunang-kunang. Sakit kepala yang disertai bengkak atau kejang pada ibu hamil amat perlu diwaspadai karena bisa jadi gejala penyakit pre eklampsia.

7. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati pada hamil trimester pertama seringkali menyertai kondisi mual dan muntah. Nyeri ulu hati bisa dirasakan sebagai rasa pedih, rasa panas terbakar, atau rasa ditusuk-tusuk di perut bagian tengah atas. Ini menggambarkan keadaan lambung yang mengalami iritasi. Selain itu, nyeri ulu hati bisa menggambarkan adanya gangguan hati.

8. Kontraksi sebelum waktunya

Semakin tua usia kehamilan, rahim akan mulai mengalami kontraksi. Ingat, kontraksi berbeda dengan gerakan janin! Kontraksi adalah aktivitas dari dinding rahim yang berubah mengeras dan kaku. Kontraksi yang sering terjadi pada akhir trimester 3 adalah kontraksi palsu (Braxton Hicks). Kontraksi palsu tersebut sama sekali tidak terasa nyeri. Namun, apabila Anda merasakan nyeri karena kontraksi yang hilang timbul, waspadalah! Kontraksi semacam itu berpotensi menimbulkan pembukaan mulut rahim.

9. Janin tidak bergerak

Janin mulai bergerak pada usia 8 pekan. Meskipun demikian, gerakan tersebut baru dapat dirasakan oleh sang ibu pada usia kehamilan 18-20 pekan. Pada umumnya, janin bergerak aktif terutama pada malam hari. Pada siang hari, ia tetap bergerak meskipun intensitasnya agak berkurang. Hubungi tenaga kesehatan bila gerakan janin dirasakan kurang.

Tanda Bahaya Kehamilan
Tanda Bahaya Kehamilan

Ingat, adanya keluhan atau tanda-tandadi bawah ini harus selalu dikomunikasikan dengan dokter! Meski demikian, cobalah untuk tidak panik. Tetaplah tenang ketika mendapati hal tersebut. Mintalah pendamping untuk menemani Anda pergi ke dokter.

Depok, 3 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Zerbo O, Iosif A-M, Walker C, Ozonoff S, Hansen RL, Hertz-Picciotto I. Is Maternal Influenza or Fever During Pregnancy Associated with Autism or Developmental Delays? Results from the CHARGE (CHildhood Autism Risks from Genetics and Environment) Study. J Autism Dev Disord. 2013 Jan;43(1):25–33. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3484245/
  8. Buku Kesehatan Ibu dan Anak [Internet]. Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2015. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/BUKU%20KIA%202015_FINAL.pdf
  9. Hyperemesis gravidarum [Internet]. MedicineNet. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=8058

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *