Tanya Jawab Seputar Imunisasi

Saat praktek sering sekali muncul pertanyaan dari orangtua seputar imunisasi. Dalam kesempatan kali ini, kami coba rangkumkan pertanyaan umum seputar jadwal, cara pemberian dan keluhan umum saat imunisasi. Mari disimak ya 🙂

Apakah boleh imunisasi saat sedang batuk dan pilek?

Boleh, sakit ringan seperti batuk, pilek, demam yang tidak tinggi (low grade fever), sebenarnya bukan penghalang atau kontraindikasi untuk imunisasi.  Namun jika anak Anda terlihat sakit sedang atau berat, imunisasi dapat ditunda.

Anak saya sudah mendapatkan suntikan kedua hepatitis B pada usia 1 bulan, dokter menjadwalkan suntikan selanjutnya usia 6 bulan. Namun karena lupa, suntikan kedua belum dilakukan, sekarang anak saya berusia 11 bulan. Apakah harus mengulang suntikan hepatitis B dari awal dan tetap efektif?
Imunisasi tidak perlu diulang, segera lanjutkan imunisasi yang sudah dilakukan. Interval yang memanjang ini juga tidak mengurangi keefektifan dari vaksin setelah seri dosis terlengkapi.

Suntikan DPT pertama tanggal 10 Februari 2014, suntikan kedua dijadwalkan 20 Maret 2014. Apakah boleh datang sebelum atau setelah tanggal 20 Maret?
Boleh, minimal jeda antar vaksin yang sama 4minggu (28 hari).

Anak saya mendapatkan suntikan Hib kedua hanya berjarak 26 hari dari suntikan Hib sebelumnya, haruskah diulang?

Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan bahwa dosis vaksin yang diberikan hingga 4 hari sebelum usia minimum dan interval minimum tidak perlu diulang ( kecuali vaksin rabies). Namun jika >4 hari, tidak akan dihitung sebagai dosis yang valid dan harus diulang. Pada kasus ini karena merupakan vaksin inaktif dan jaraknya 26 hari tetap dihitung sebagai dosis ke 2. Namun ketika melakukan imunisasi harus selalu memperhatikan usia minimum dan jeda minimum ( 28 hari). Untuk vaksin hidup pastikan jeda yang diberikan 28 hari ya Ayah Bunda.

Untuk bayi dengan berat BB 2,3 kg apakah boleh diberikan vaksin hepatitis B?
Boleh, untuk hepatitis B minimal berat badan bayi 2 kg agar didapatkan respon imun yang bagus.

Anak saya mendapatkan imunisasi Hepatitis B hingga 4x, apakah berbahaya?
Tidak berbahaya.

Untuk imunisasi MMR apakah dapat menyebabkan autis dan harus menunggu anak bisa bicara dulu? 
MMR tidak menyebabkan autis dan tidak perlu menunggu anak lancar berbicara. Jadwal yang direkomendasikan IDAI yakni usia 15 bulan dan dosis kedua pada usia 5 tahun.

Apakah boleh menggunakan vaksin dengan merk-merk berbeda-beda, misalnya DPT pertama dengan infarix, DPT ke 2 dengan pentabio?
Sebisa mungkin sebaiknya menggunakan merk yang sama, namun jika merk vaksin yang sebelumnya tidak diketahui atau tidak tersedia, merk vaksin yang berbeda dapat digunakan melengkapi seri dosis. Prinsip vaksin secara umum : ketidaktahuan atau ketidaksediaan merek yang sama bukan alasan menunda imunisasi.  Vaksin Hib sediaan tunggal ( bukan kombo), hepatitis B dan hepatitis A boleh berganti merk.

Apakah boleh dan aman menyuntikan beberapa vaksin di waktu kunjungan yang aman?
Ya, aman. Semua vaksin dapat diberikan secara bersamaan (simultan) dengan vaksin lain. Hanya pada keadaan khusus yaitu asplenia fungsional atau anatomi, vaksin PCV 13 dan meningococcal conjugate vaccine diberikan secara terpisah dengan selang 4 minggu.

Jika vaksin disuntikkan tidak pada kunjungan yang sama, berapa jeda minimal antar vaksin? 
Untuk vaksin inaktif ( hepatitis B, PCV, Hib, DPT-IPV) dapat diberikan kapanpun setelah suntikan vaksin mati maupun vaksin hidup. Misalnya tanggal 1 Agustus diberikan vaksin PCV, selanjutnya boleh diberikan tanggal berapapun untuk vaksin inaktif lainnya atau vaksin hidup.

Untuk jenis vaksin hidup yang disuntikkan ( MMR, MMRV, varicella, zooster, yellow fever) dan intranasal influenza dapat diberikan bersamaan di hari yang sama. Jika diberikan di hari yang berbeda minimal jeda antar vaksin hidup adalah 4 minggu (28hari). Misal tanggal 1 Agustus diberikan vaksin varicella, jika ingin diberikan vaksin MMR dihari yang berbeda minimal jeda 28 hari, yakni 29 Agustus atau setelahnya. Namun jika vaksin selanjutnya yang diberikan adalah jenis vaksin inaktif dapat diberikan kapanpun misal tanggal 2 Agustus.

Berat badan anak saya saat ini sudah 5 kg, apakah saat ini sudah boleh imunisasi DPT yang ke 2?
Boleh tidaknya bergantung pada jadwal imunisasi, usia dan keadaan bayi. Bukan berat badan si bayi harus mencapai angka tertentu untuk mendapatkan imunisasi ke 2, ke 3, dst.

Apabila sebelumnya menggunakan vaksin PCV 7, selanjutnya menggunakan PCV 10 atau PCV13?
Saat ini PCV 7 (prevenar 7) telah diganti menjadi PCV 13( prevenar 13) yang lebih banyak strain kumannya, sedangkan PCV 10 merupakan merk yang berbeda (synflorix) dengan prevenar 13. Jika sebelumnya menggunakan PCV 7 selanjutnya dapat menggunakan PCV13.

Anak saya sekarang berusia 1 tahun dan belum pernah diimunisasi sama sekali, apakah masih bisa diimunisasi sekarang?
Masih, segera konsultasi ke dokter ya Bu untuk mengejar (catch up) imunisasi yang tertinggal.

Semoga bermanfaat.

Arfenda Puntia Mustikawati, dr.

08/28/2015

Sumber:
1. Ask the Experts: Topics. Scheduling Vaccine. [cited 2015 Agust 25] Available from http://www.immunize.org/askexperts/scheduling-vaccines.asp
2. General Recommendations on Immunization: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Center for Disease Control and Prevention MMWR. Recommendations and Report/ Vol.60/No.2. Januari 28, 2011. [cited 2015 Agust 21] Available from http://www.cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr6002.pdf
3. Jadwal Imunisasi 2014. [cited 2015 Agust 21] Available from http://idai.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Jadwal-Imunisasi-2014-lanscape-Final.pdf
4. Soedjatmiko. Tanya Jawab Orangtua Mengenai Imunisasi. [cited 2015 Agust 23] Available from http://idai.or.id/public-articles/klinik/imunisasi/tanya-jawab-orangtua-mengenai-imunisasi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *