Kiat Aman Bermain Air bagi Bayi dan Anak

Si kecil yang lucu pasti senang sekali bila main air dengan segala bentuk permainannya yang menyenangkan. Kolam renang, air mancur, pantai, bahkan di kamar mandi pun sudah bisa membuat anak-anak menikmatinya sebagai permainan yang seru. Namun, anak tetap harus mendapat pengawasan dari orang dewasa saat ia main air. Pasalnya, anak-anak bisa saja tenggelam di air yang menggenang dengan kedalaman minimal 5-6 cm.

Memang sebagian anak-anak senang main air, namun ada juga yang mengalami ketakutan dengan air atau aquaphobia. Belajar berenang dan melatih anak merasa nyaman di air adalah cara terbaik untuk mengatasi ketakutan ini. Kemampuan berenang penting dan juga sangat berguna untuk dimiliki semua anak-anak. Banyak orangtua yang mulai mengajari anaknya berenang di usia sedini mungkin. Namun walaupun anak-anak sudah bisa berenang, ketika melakukan aktivitas di air tetap harus mendapatkan pengawasan dari orang dewasa.

Untuk itu, orangtua hendaknya mengetahui hal-hal penting yang mungkin dapat menyebabkan bahaya ketika si kecil sedang di dekat atau di dalam air, dan beberapa tips yang akan diuraikan berikut ini.

Di Rumah

Mungkin rumah tampak sebagai tempat paling aman untuk anak-anak main, namun hendak selalu diperhatikan adanya bak mandi, westafel, toilet bowl, dapat menjadi sumber bahaya di rumah. Jangan tinggalkan anak-anak sendiri tanpa pengawasan terutama ketika ia mandi. Jauhkan hairdryer dan segala peralatan elektronik lainnya untuk menghindari risiko tersengat listrik. Ingat bahwa kulit anak-anak sangat sensitif terhadap suhu, air panas dapat berbahaya terutama pada anak-anak di bawah 5 tahun. Bayi dan balita dapat mengalami luka bakar bila suhu air terlalu panas (bila 3 detik anak terpapar suhu air 60o celcius dapat menyebabkan luka bakar derajat tiga). Untuk itu penting untuk mengetes air sebelum anak bersentuhan dengan air.

Di Pekarangan

Bila di rumah terdapat kolam renang pribadi di halaman, hendaknya dilengkapi dengan peralatan keselamatan. Memasang pagar di sekitar kolam renang dapat menjadi pelengkap keselamatan yang baik. Tinggi pagar sebaiknya berukuran minimal 130 cm tanpa adanya pegangan atau tempat berpijak yang bisa dipanjat anak-anak. Hendaknya terdapat pintu yang dapat dibuka-tutup dengan kunci yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak.

Di Kolam Renang

Orangtua harus mengajarkan anak-anak peraturan di kolam renang, seperti; tidak boleh berlarian, tidak boleh mendorong orang lain ke dasar kolam, tidak menyelam di daerah yang bukan untuk menyelam, keluar dari kolam saat hujan dan atau adanya petir, serta hubungi petugas keselamatan di sekitar kolam atau orang dewasa lainnya bila dalam bahaya. Ada baiknya juga menjauhkan mainan anak-anak dari kolam renang, bila tanpa pengawasan orang dewasa, karena dapat menjadi salah satu penyebab anak tenggelam ketika berusaha mengambil atau mengangkat mainannya dari dalam air.

Jangan tinggalkan anak-anak di kolam renang tanpa pengawasan orang dewasa (yang bisa melakukan resusitasi jantung paru/RJP) walaupun anak-anak sudah diajarkan berenang sejak kecil. Karena menurut American Academy of Pediatrics (AAP), latihan kemampuan berenang sejak dini tidak sepenuhnya mencegah terjadinya kasus tenggelam pada anak. Kemampuan berenang tiap anak dapat dibedakan dari seberapa sering ia ‘kontak’ dengan air, perkembangan emosi, kemampuan fisik, dan kondisi kesehatan berkaitan dengan penyakit yang dapat ditularkan di air dan bahan kimia di kolam renang.

Di Danau

Anak-anak sebaiknya diajarkan untuk tidak berenang sendirian di danau. Air yang kelihatan tenang sebenarnya tetap mengalir ke tempat yang dalam. Tepian danau tampak dangkal namun semakin ke tengah akan semakin dalam. Untuk itulah anak-anak yang berenang harus selalu dalam pengawasan. Mungkin juga terdapat bebatuan yang tersembunyi, pecahan kaca, dan sampah sehingga lebih baik menggunakan alas kaki khusus untuk di air, dan berhati-hati juga terhadap akar-akar pohon atau rerumputan yang mungkin dapat menjerat kaki.

Di Pantai

Ketika bermain di pantai bersama anak-anak lainnya, orangtua atau dewasa lainnya tetap harus memantau. Anak-anak harus diajarkan untuk berenang di tempat-tempat yang terdapat penjaga pantai dan petugas keselamatan. Jauhi dermaga atau tiang pancang di laut apabila pergerakan air membawa anak-anak ke arahnya. Dan selalu cek arus di pantai karena arus yang pasang dan kuat berbahaya untuk bermain air atau berenang. Jangan biarkan anak berenang ketika ombak besar. Pastikan anak-anak tetap memakai jaket keselamatan saat naik perahu atau permainan air lainnya.

Main di pantai juga tak luput dari panas matahari. Untuk bayi dan anak-anak, AAP merekomendasikan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, dengan menggunakan pakaian yang tertutup, yang menutupi lengan dan kaki serta memakai topi yang menutupi wajah. Bila tidak ada, dapat menggunakan sunscreen minimal 15 SPF (Sun Protection Factor) untuk mencegah terjadinya sunburn.

Di Taman Air

Taman air atau waterparks tentu merupakan wahana yang seru untuk anak-anak bermain. Namun pastikan setiap taman air ini disertai petugas keselamatan yang selalu mengawasi. Pastikan wahana mana yang sesuai untuk usia anak, karena anak-anak yang lebih kecil biasanya akan terintimidasi oleh anak-anak yang lebih besar.

Dalam Keadaan Bahaya

Ketika anak hilang  saat bermain di dalam air, pertama kali cek lah ke dalam kolam. Karena kesempatan hidup bergantung pada seberapa cepat upaya penyelamatan dan kembalinya kemampuan bernafas secepat mungkin. Ketika menemukan anak di dalam air, segera angkat keluar dan mintalah bantuan. Cek jalan nafas apakah lancar atau tidak, dan apabila anak tidak bernafas segeralah lakukan RJP. Jika anak bernafas, posisikan miring untuk mempertahankan jalan nafas dan menghindari tersedak. Jika mungkin terdapat trauma leher, tetap pertahankan posisi telentang, dan letakkan lengan untuk menjaga posisi leher dan bahu stabil, sampai pertolongan datang.

Tips Bermain yang Aman untuk Bayi

Kapanpun bayi berenang atau bermain di air, basuhlah bayi dengan sabun lembut dan shampoo untuk menghilangkan bahan-bahan kimia yang ada di kolam. Bayi lebih mudah untuk terkena penyakit yang ditularkan melalui air. Setelah selesai mandi, keringkan juga bagian telinga bayi dengan menggunakan handuk, untuk mencegah swimmer’s ear yaitu infeksi telinga yang disebabkan oleh adanya air yang terperangkap di rongga telinga.

Bayi juga dapat menularkan penyakit di kolam renang. Parasit Cryptosporodium yang ditemukan di feses, dapat terlepas ke dalam air dari popok yang bocor. Bila tertelan oleh anak-anak yang sedang berenang, dapat menyebabkan diare, mual, muntah, penurunan berat badan, dan dehidrasi. Untuk itu, sebaiknya tidak melepaskan bayi ke kolam sebelum ia terlatih untuk ke toilet.

Bila bayi mendadak panas, atau bibir membiru, angkat dari kolam sesegera mungkin, keringkan dan selimuti agar hangat. Suhu air di bawah 29 derajat celcius dapat menyebabkan bayi kehilangan panas dengan cepat, yang beresiko hypothermia.

*****

Nela Fitria Yeral, dr. 

08/19/2015

Referensi

  1. Water Safety [Internet]. Available from: http://kidshealth.org/parent/firstaid_safe/outdoor/water_safety.html
  2. Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age 5, 6th Edition 2015. American Academy of Pediatrics. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Water-Safety-And-Young-Children.aspx
  3. Dr. Lai Fon Min. ET AL. Pregnancy & Babycare Guide Vol.13 (Page 214-216): Splash Safety. March 2012.
  4. Sun and Water Safety Tips [Internet]. American Academy of Pediatrics. Available from: https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/news-features-and-safety-tips/pages/Sun-and-Water-Safety-Tips.aspx
  5. Recreational Water Illnesses [Internet]. Available from: http://www.cdc.gov/healthywater/swimming/rwi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *