Tips Menangani Gangguan Belajar pada Anak

Pada umumnya, setiap anak akan menampilkan satu atau lebih dari tanda-tanda peringatan dini gangguan belajar. Hal ini normal. Namun, saat menemukan ada beberapa karakteristik yang terus muncul dalam periode waktu yang panjang, maka Anda perlu mempertimbangkan anak Anda mengalami gangguan belajar.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan dalam merespon gangguan belajar:

  1. Memahami kekuatan anak

  • Anak-anak dengan gangguan belajar seringkali sangat cerdas, memiliki keterampilan memimpin, atau lebih unggul dalam bidang musik, seni, olahraga, atau bidang kreatif lainnya. Daripada berfokus pada kekurangan anak, kita harus lebih menekankan dan menghargai kekuatan anak.
  1. Melakukan evaluasi

  • Anda bisa meminta pihak sekolah untuk memberikan evaluasi pendidikan yang komprehensif, termasuk tes kemampuan (assessment), pengujian untuk mengevaluasi dan mengukur bidang kekuatan dan kelemahan anak Anda.
  1. Bekerja sama untuk membantu anak

  • Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa anak Anda memiliki gangguan belajar, maka Anda harus memenuhi syarat untuk mendapat layanan pendidikan khusus. Anda dapat bekerja dengan guru untuk mengembangkan Program Pendidikan Individual, semacam dokumen tertulis tentang ringkasan kinerja pendidikan anak dan metode untuk mengevaluasi kemajuan.
  1. Berdiskusi dengan anak tentang gangguan belajar

  • Anak-anak dengan gangguan belajar harus diyakinkan bahwa mereka itu tidak bodoh atau malas. Mereka orang cerdas yang mengalami gangguan belajar karena pikiran mereka berbeda cara dalam memproses kata-kata atau informasi.
  1. Temukan akomodasi yang dapat membantu

  • Anda dapat bertemu dengan guru untuk membahas tentang opsi untuk dibacakan informasi tertulis dengan kertas, tambahan waktu pada saat ujian, merekam pelajaran, dan menggunakan alat bantu teknologi.
  1. Memonitor kemajuan anak

  • Perhatikan kemajuan anak untuk memastikan bahwa kebutuhan anak Anda telah terpenuhi.
  1. Mengorganisir informasi seputar gangguan belajar anak

  • Mulailah membuat folder untuk semua materi yang berhubungan dengan pendidikan anak Anda.
  1. Mendapatkan bantuan sejak dini

  • Sangat penting bagi Anda untuk mencari bantuan segera setelah Anda menyadari anak memiliki gangguan belajar.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan terlebih dahulu?

  • Percayalah pada naluri!
  • Tidak ada yang tahu anak Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Jadi, Anda bisa menduga apa yang sebenarnya terjadi, langsung berbicara dengan guru, mencari informasi dan pendapat para ahli, dan jangan takut untuk segera mendapatkan evaluasi.
  • Bertemu dengan guru dan konselor bimbingan. Mereka dapat memberi tahu Anda seberapa baik anak Anda berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Saran untuk orang tua dalam menangani gangguan belajar:

  1. Bekerja sama dengan anak di rumah

  • Orang tua adalah guru anak yang pertama dan terbaik. Kita dapat menunjukkan kepadanya bahwa membaca itu menyenangkan. Kita bisa membacakan sebuah buku untuk anak setiap hari.
  1. Bergabung dengan mereka yang peduli

  • Yakinlah Anda tidak sendirian. Bergabung dengan orangtua lain dalam sebuah support group dan bekerja sama dengan para profesional, maka kita pun dapat meningkatkan kesadaran terhadap problem ini, menghilangkan kesalahpahaman populer.
  1. Bekerja sama dengan para profesional

  • Para profesional tersebut antara lain: audiolog, konsultan pendidikan, terapis pendidikan, spesialis gangguan belajar, neurologist, terapis okupasional, dokter anak, psikiater, psikolog (klinis), psikolog pendidikan/sekolah, terapis wicara dan bahasa.
  1. Membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolah

  • Tunjukkan minat pada pekerjaan rumah anak kita. Kita dapat menanyakan tentang mata pelajaran dan tugas apa yang harus dikerjakan. Ajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih dari satu atau dua kata.
  1. Membantu anak menjadi pembaca yang lebih baik (untuk anak usia dini)

  • Mengajarkan hubungan antara huruf dan kata. Ajarkan pada anak sejak dini cara mengeja kata-kata, seperti: nama mereka sendiri atau kata-kata yang mungkin akan sering mereka ucapkan, seperti: sudah! Atau tidak boleh!

Selamat mencoba!

<Depok, 31 Desember 2016>

Reqgi First Trasia, dr.

.

.

.

Referensi:

  1. Corinne Smith: Learning Disabilities A to Z; Free Press; 1st edition (June 12, 2000)
  2. Gary Fisher dan Rhoda Cummings: The School Survival Guide for Kids with Learning Disability (Self-Help for Kids Series); Free Spirit Publishing; 2nd edition (September 2000)
  3. Joan M Harwell dan Rebecca Williams Jackson: The Complete Learning Disability Handbook: Ready to-Use Strategies and Activities for Teaching Students with Learning Disability; Jossey-Bass; 3rd edition (October 20, 2008)
  4. Peg Dawson dan Richard Guare: Coaching Students with Executive Skills Deficits; The Guilford Press; 3rd edition (Februari 9, 2010)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *