Tips Menenangkan Bayi yang Menangis

Bayi menangis, itu faktanya. Kebanyakan bayi akan menangis antara satu sampai tiga jam setiap hari, karena inilah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Anda pun akan segera tahu apa yang ‘dikatakan’ si kecil lewat tangisannya.

Lapar dan haus adalah alasan utama bayi menangis, tetapi tangis si kecil juga bisa berarti ia lelah, ingin dipeluk, bosan, atau kesepian. Ia juga mungkin agak kepanasan atau kedinginan, atau hanya merasa tidak nyaman. Bayi juga menangis kalau popoknya perlu diganti dan ia merasa basah pada kulitnya. Semakin Anda memahami si kecil, maka Anda pun akan lebih memahami mengapa ia menangis. Jika si kecil sudah bersih, nyaman, dan kenyang, tetapi masih terus menangis, alangkah baiknya jika Anda siap dengan strategi menenangkan si kecil. Kuncinya adalah tetap tenang, meskipun Anda tak tahu apa penyebab si kecil menangis.

Meluruskan pikiran si kecil yang kusut

Saat bayi sangat lelah, akan sulit baginya untuk tidur. Gendong si kecil menghadap dinding kosong untuk menghindari gangguan atau bentangkan kain polos di depan kereta atau kursi bayi (jangan sampai kain menutupi wajahnya).

Bergeraklah

Ayunan lembut dapat menciptakan keajaiban karena gerakan ini juga mengingatkan si kecil saat ia di dalam rahim Anda. Cobalah berjalan selagi mengayun si kecil, duduk bersama di kursi goyang, atau ayunlah si kecil di kursi ayun khusus. Gerakan di kursi, gendongan atau dalam mobil dapat menenangkan si kecil dan membuatnya tertidur. Berjalan-jalan akan mendatangkan manfaat karena gerakan berjalan, lambaian pohon, pemandangan dan suara, angin, atau suara kesibukan lalu lintas dapat menenangkan bayi.

Gunakan kata-kata yang menenangkan

Berbicaralah dengan suara rendah dan menenangkan kepada si kecil. “Shh shh shh” akan mengingatkan suara yang kerap ia dengar di dalam rahim. Jika si kecil dalam kondisi berbaring, belai si kecil sambil menyuarakan kata-kata yang menenangkannya. Bernyanyi dan bersenandung juga dapat membuat si kecil tenang.

Dekap erat

Si kecil akan merasa tenang bersama Anda, angkat dan dekaplah ia. Ia akan merasakan detak jantung, kehangatan dan kehadiran Anda yang menenangkan. Usap perlahan punggung atau perutnya dengan gerakan lembut dan beraturan. Membawanya dalam gendongan atau berbaring dengan kulit bersentuhan satu sama lain juga akan sangat menenangkan. Meletakkannya dalam keranjang bayi pun dapat menjadi pilihan terutama ketika si kecil sangat lelah dan terlalu banyak digendong serta diperhatikan.

Mengisap untuk kenyamanan

Bayi yang baru lahir mempunyai keinginan kuat untuk menghisap, bisa jarinya sendiri atau puting Anda. Aktivitas mengisap ini akan menenangkan detak jantung si kecil dan merilekskan otot perutnya.

Relaksasi berirama

Di dalam rahim, si kecil dapat mendengar detak jantung dan suara perut Anda. Mendekapnya erat akan mengingatkan si kecil pada itu semua. Suara-suara berulang lain yang juga dapat menenangkan si kecil adalah white noise seperti suara mesin cuci, vacum cleaner, hairdryer. Anda dapat mengunduh aplikasi atau membeli kaset yang khusus dibuat untuk bayi, yakni berisi musik-musik menenangkan dan suara dari alam, misalnya suara ombak di laut.

Usap dan belai

Usap kepala, punggung, dan wajahnya lembut ketika Anda mendekapnya. Pijat lembut bayi adalah teknik yang bermanfaat, terutama untuk yang mengidap kolik atau jika bayi rewel sebelum waktunya tidur.

Seringkali yang dibutuhkan si kecil adalah kehadiran Anda dan rasa yakin yang ia temukan dalam sentuhan Anda. Tangisnya akan mereda dengan kehadiran Anda di sisinya, dan si kecil akan mampu melepas kekesalannya dan merasa aman bersama Anda.

Referensi :

  1. Bardige B. 2006. Infants and Toddlers: Providing Responsive and Supportive Care. Young Children 61 (4) : 12-13 pg.

  2. Gillespie NG and N. Seibel. 2006. Self-regulation: A Cornerstone of Early Childhood Development. Young Children 61 (4): 34-39

  3. Kallo E and G Ballog. 2006. The Uniqueness of Infacy Demands a Responsive approach to Care. Young Children 61 (4): 14-20

  4. Gonzales-Mena, et al. 2005. A Unique Approach to Caring for Children. Exchange; November ; 49-51

  5. Gerber M. 2005. Authentic Relationships in Group Care for Infants and Children. London: Jessica Kingsley Publisher: 39-45 pg.