Tumbuh Kembang Anak (0-1 tahun)

Menjadi orang tua merupakan pengalaman yang menarik sekaligus menantang. Namun sang buah hati hadir tanpa buku petunjuk sehingga terkadang orang tua dibuat kebingungan apakah anaknya tumbuh dengan baik. Apalagi ketika melihat anak lain yang sebaya, mau tidak mau anak kita akan dibandingkan dan sering timbul rasa was-was dalam hati apakah buah hati kita tumbuh dengan baik. Apalagi di usia awal anak yang merupakan periode emas perkembangan otak. Tentu perkembangan anak yang sesuai dengan usianya adalah yang diharapkan orangtua. Lantas, seperti apa sih pedoman umum bagi perkembangan bayi pada satu tahun pertama? Yuk kita simak ulasannya..


1 Bulan

Ketika bayi berusia satu bulan, jarak pandangnya hanya sekitar 24-36 cm, jarak yang pas untuk sang bayi melihat wajah orang yang mendekapnya. Pada usia ini, bayi mulai tertarik melihat kain berpola hitam-putih dan juga mulai mengerakkan mukanya ke arah suara yang familiar seperti suara ibunya. Leher bayi belum cukup kuat untuk menyangga kepalanya sehingga butuh disokong ketika menggendongnya, namun bayi mulai bisa sedikit mengangkat kepalanya ketika ditengkurapkan

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

  • Dekap bayi dan berbicaralah padanya. Pelajari tanda-tanda ketika dia mengantuk atau lapar. 
  • Beri dia banyak waktu tengkurap untuk melatih otot-ototnya namun jangan pernah ditinggalkan sendiri. Stimulasi bayi untuk melihat dan meraih mainan.
  • Bawa bayi keluar rumah. Bayi menikmati suasana yang tidak monoton, dan berada di sekitar bayi lain.
  • Tatap mata bayi ketika berbicara, ataupun bermain dengannya. 

Tanda-tanda waspada
Tiap anak mempunyai irama perkembangannya sendiri, namun sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak anda ketika bayi 1 bulan:

  • Belum bisa menghisap puting dengan baik
  • Tidak bisa memfokuskan pandangan dan mengikuti gerakan yang ada dalam jarak pandangnya
  • Tidak bereaksi terhadap cahaya terang
  • Tidak bereaksi terhadap suara keras (untuk mengetesnya bisa menggunakan kantong kertas yang ditiup lalu diletuskan)

2-3 Bulan

Pada usia ini, bayi memulai tahap eksplorasi. Bayi yang baru lahir umumnya selalu mengepalkan tangannya. Pada usia ini, bayi mulai bisa membuka dan menutup tangannya, menggoyangkan mainannya, berusaha meraih benda yang digantung, dan mendekatkan mainan ke mulutnya. Pandangannya pun sudah semakin berkembang. Pada usia sekitar dua bulan, bayi mulai mengamati wajah dan menatap mata kita saat bermain dengannya. Bayi sudah mulai tersenyum dan mulai meniru suara maupun ekspresi muka orang dewasa. Lehernya juga sudah cukup kuat untuk menyangga kepalanya sendiri sehingga bisa digendong tanpa menyangga lehernya. Ketika ditengkurapkan, dia sudah bisa mengangkat kepala dan dadanya. Ketika dipegang dalam posisi berdiri, dia sudah mulai menendang-nendangkan kakinya.

Pada akhir 3 bulan ini, baik bayi dan orang tua sudah saling beradaptasi. Pada tahap ini, orang tua pada umumnya sudah bisa mengerti keinginan bayinya dan memenuhi kebutuhannya dengan baik. Kerewelan bayi sudah jauh berkurang dan dia mulai merasa nyaman dengan hidup barunya di luar rahim. Bayi mulai membangun rasa percaya karena setiap kebutuhannya terpenuhi. Perasaan ini memegang peranan penting bagi perkembangannya selama setahun ke depan dan dasar yang sangat penting bagi perkembangan kepercayaan dirinya.

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

Jangan khawatir bahwa anda akan memanjakan bayi anda dengan memenuhi semua permintaannya. Pada periode ini, sangat penting bagi perkembangan bayi untuk merasa aman dan dicintai. Beberapa pendapat menyatakan bahwa pada usia ini, kita mulai bisa membantu bayi membuat dirinya nyaman dengan membiarkan bayi mengempeng jarinya sendiri maupun dengan empeng dot. Ngempeng ini memang isu yang cukup kontroversial, namun ngempeng merupakan insting alami bayi untuk menenangkan dirinya sendiri. Sekitar 80% bayi mengempeng dan kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya ketika mereka berusia sekitar 2 tahun. AAP bahkan merekomendasikan penggunaan empeng dot untuk mencegah SIDS (kematian bayi mendadak).7 Akan tetapi, kebiasaan mengempeng yang berlanjut hingga di atas 3 tahun memang bisa menyebabkan masalah gigi dan bicara.

Saat menengkurapkan bayi, jangan lupa memberinya mainan yang bisa dia raih dan mainkan.

Jangan lupa untuk mengajak bayi berbicara, Ceritakanlah padanya apa yang terjadi di sekitarnya, apa yang anda lakukan padanya. Bacalah buku bersama. Pujilah dia atas usahanya untuk tengkurap sendiri atau meraih mainan.

Tanda-tanda waspada :
Bila sampai bayi anda di usia 3 bulan belum bisa melakukan hal ini sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter:

  • Belum bisa menopang kepalanya sendiri
  • Belum bisa membuka telapak tangannya sendiri
  • Belum bisa menjulurkan tangan untuk meraih mainan
  • Belum bisa memfokuskan matanya pada benda bergerak
  • Belum tersenyum
  • Tidak bereaksi pada suara keras
  • Tidak tertarik mengamati wajah asing

4-7 Bulan

Pada usia ini, bayi sudah mulai mengoceh dan tertawa. Pergerakannya juga sudah lebih aktif, dia sudah bisa tengkurap sendiri dan kembali terlentang, duduk tanpa ditopang, dan kakinya sudah bisa berdiri dengan berpegangan. Bayi pun sudah bisa memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang lain.

Bayi sudah mulai bisa merasakan perubahan suara kita dan sudah bisa merespon kata “Jangan”. Dia juga sudah bisa memalingkan mukanya ketika dipanggil.

Dia sudah bisa menyukai permainan seperti cilukba dan sudah bisa melihat dunia dengan berbagai warna. Bayi anda akan sangat tertarik melihat pantulan dirinya sendiri di kaca.

Otot punggung bayi anda sudah semakin kuat. Pada usia sekitar 4-5 bulan, bayi anda akan mulai mencoba duduk namun masih sering gagal. Kemudian pada usia sekitar 5-6 bulan, bayi anda mulai duduk dengan bersandar pada tangannya. Pada usia 6 bulan, bayi mulai bisa mengangkat tubuhnya sekitar 45 derajat tanpa ditopang tangannya dan pada akhirnya bisa duduk tanpa sandaran.

Pada tahap ini, kecerdasan linguistiknya juga berkembang secara signifikan. Bayi anda akan semakin jarang menangis dan semakin sering ‘berbicara’ baik lewat ocehan ataupun gerakan tubuhnya. Mereka juga mulai mengerti bahwa mereka bisa mengubah suara yang mereka hasilkan dengan mengubah bentuk mulut dan lidah. Mereka mulai banyak mengocah. Pada usia antara 6-9 bulan, bayi mulai mengubah ocehannya dari “ba-ba” , suara yang dibuat dengan bibir, menjadi “da-da” atau “ta-ta”, suara yang dibuat dengan lidah.

Pada usia inipun, bayi sudah mulai tidur panjang pada malam hari.

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

Bayi berkembang dari interaksinya denga kita jadi teruslah bermain dengannya dalam berbagai aktivitas seperti mandi dan memakai pakaian. Buatlah kegiatan hariannya menjadi menyenangkan. Banyak2lah tersenyum dan balaslah ocehannya untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya. Bacalah buku bersama.

Untuk mengecek perkembangan matanya, orang tua bisa mencoba menarik perhatiannya lalu ketika bayi sudah menatap anda, miringkan kepala anda atau geser posisi anda perlahan, dan anda bisa mengamati pandangan bayi andapun mengikuti pergerakan bayi anda.

Banyak2lah melatih kekuatan fisiknya. Bantu dia duduk (dengan sandaran), tengkurap dan membalik badannya sendiri. Pada usia ini, bayi sudah mulai merangkak, jadi pastikan tidak ada barang2 berbahaya di sekitarnya. Sediakan banyak barang-barang yang bisa dia mainkan. TIdak harus berupa mainan. Bayi juga menggemari bermain dengan sendok, kerdus, maupun plastik. Selalu awasi anak ketika bermain.

Pada usia 6 bulan, bayi juga sudah siap untuk memulai MPASI.

Tanda-tanda waspada

Selalu ingat bahwa setiap bayi tumbuh dengan tahapannya masing-masing. Namun, konsultasilah dengan dokter anak anda jika bayi pada usia 7 bulan:

  • Tidak bisa menopang kepalanya sendiri.
  • Badan bayi sangat kaku atau sangat lemah sehingga tidak bisa tengkurap sendiri walaupun dibantu
  • Tidak bisa duduk sendiri
  • Tidak bereaksi pada suara-suara ataupun senyuman
  • Tidak bereaksi pada benda2 di sekitarnya
  • Tidak berusaha meraih benda yang digantung di depan matanya

8-12 bulan

Pada usia ini, bayi anda sangat menikmati mengeksplorasi seluruh bagian rumah (dan mengacak2nya). Dia bisa duduk sendiri dengan tegak dan menarik2 semua benda yang bisa dia jadikan pegangan untuk berdiri dan rambatan. Beberapa bayi juga sudah bisa jalan sendiri tanpa pegangan sebelum satu tahun.

Ocehannya semakin terdengar seperti bahasa yang bisa dimengerti. Kata2 pertamanya juga sudah mulai keluar seperti ‘mama’, ‘papa’, dan ‘nda’. Bahasa tubuhnya sudah bisa menunjukkan kapan dia menginginkan sesuatu dan kapan dia tidak menginginkan sesuatu. Dia juga sudah bisa menarik badan anda ketika merasa tidak diperhatikan.

Tangannya sudah menjadi sangat aktif. Bayi sangat menyukai mengeluarkan dan memasukkan lagi benda2 ke dalam tempatnya. Dia sudah bisa memungut barang kecil dan memasukannya ke mulut sehingga anda harus sangat menjaga kebersihan lingkungan tempat bermainnya. Dia mulai meniru semua yang anda lakukan seperti menyisir rambutnya sendiri, meminum dari cangkir, dan berpura2 menelepon.

Kemampuan komunikasinya pun cukup berkembang. Dia tidak lagi menangis ketika ingin digendong, bayi akan menjulurkan tangannya dan menatap anda dengan matanya. Demikian juga ketika ingin main di lantai, dia akan menunjuk pada lantai dan meronta pada gendongan anda sampai dia diturunkan.

Bayipun sudah bisa makan sendiri. Mereka sudah bisa menjumput benda dengan jari-jarinya dan memasukannya ke mulut sehingga orang tua perlu menjaga linkungan bermain bayi agar aman dari benda-benda kecil yang berbahaya.

Pada usia ini, bayi anda sudah mengenali orang asing dan tidak menyukainya. Dia juga sudah bisa protes ketika ditinggalkan oleh anda.

Bagaimana membantu perkembangan bayi anda?

Perbanyaklah berbicara pada bayi anda. Tahap ini adalah tahapan yang paling penting bagi perkembangan bahasanya. Deskripsikan semua yang anda lakukan. Jelaskan padanya emosi yang sedang dia rasakan. Perbanyak membaca dan bermain bersama.

Pastikan lingkungan tempat bermain anak anda aman dari benda2 kecil dan juga aman untuk dijadikan tolakan untuk bayi anda berdiri dan merambat.

Anda bisa melatihnya berjalan dengan menopangnya di bawah dua ketiaknya dan biarkan dia melangkah.

Perhatikan apa yang dia sukai. Pada usia ini, bayi sudah mulai mempunyai permainan kesukaan. Bayi juga sudah mulai bisa diberikan kertas, alat mewarnai seperti crayon, kotak2 susun, wadah tempat makan kosong, atau panci dan tutupnya. Dia menikmati bermain dengan mencoba memasangkan2 dan menutup wadah makanan dan panci.

Pujilah dia ketika dia melakukan hal yang baik seperti menghabiskan makanannya atau mengembalikan mainannya ke tempatnya semula. Dia pun mulai bisa mengikuti instruksi “jangan” untuk hal2 yang berbahaya. Jangan lupa mengalihkan perhatiannya dengan kegiatan yang bisa dia lakukan ketika anda menggunakan kata “jangan”.

Jangan lupa berpamitan padanya ketika anda meninggalkannya untuk membantu perkembangan emosinya. Jelaskan padanya kenapa anda pergi dan siapa yang akan menjaganya selama anda meninggalkannya.

Tanda-tanda waspada
Pada usia 12 bulan, berkonsultasilah ke dokter bila anak anda:

  • Tidak bisa merangkak
  • Tidak bisa merangkak lurus dan miring ke satu sisi
  • Tidak bisa berdiri dengan topangan
  • Tidak berusaha menemukan benda yang anda sembunyikan di depan matanya
  • TIdak mengoceh satu katapun
  • Tidak menggunakan bahasa tubuh seperti menunjuk dan menggelengkan kepalanya

Rangkuman perkembangan bayi secara garis besar:

  1. Tersenyum (8 minggu)
  2. Telentang dari posisi tengkurap (2-3 bulan)
  3. Meraih benda (3-4 bulan)
  4. Memeluk/Berpegangan ketika digendong (5 bulan)
  5. Bermain cilukba (6 bulan)
  6. Duduk tanpa sandaran (8 bulan)
  7. Merangkak (6-10 bulan)
  8. Berdiri sendiri dengan berpegangan pada tepi meja dan sejenisnya (8 bulan)
  9. Berjalan sendiri tanpa pegangan (10-18 bulan)

SUMBER:

  1. www.babycenter.com
  2. www.parenting.com
  3. The Baby Book: Everything You Need to Know about Your Baby from Birth to Age Two
  4. www.webmd.com
  5. www.parents.com
  6. www.cdc.gov
  7. www2.aap.org/ORALHEALTH/pact/ch8_sect1b.cfm

Hanifah Widiastuti, PhD. 
Penulis adalah doktor computational system biology dari NUH, Singapore dan juga ibu dari seorang putri.
diedit oleh : Agustina Kadaristiana, dr. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *