Waktu Kadaluarsa Obat yang Telah Dibuka

Saat demam, badan menggigil, kepala pusing dan seakan tertiban reruntuhan gedung, dengan sempoyongan saya pun pergi ke lemari penyimpanan obat. Alhamdulillah, ada banyak sekali obat disana. Berbagai obat tersimpan rapi sejak menikah dan mempunyai anak 3 tahun yang lalu. Dengan sedikit meraba-raba sambil menahan penatnya kepala, akhirnya saya menemukan obat dengan gambar wajah yang sama sakitnya dengan saya sekarang ini, berjudul parasetamol dengan penjelasan untuk sakit kepala. Setelah mencari tanggal expire date, dan akhirnya tidak ketemu karena telah terobek dan hilang, akankah saya langsung meminumnya?

Menyimpan obat merupakan hal yang hampir dilakukan oleh orang tua di rumah. Beberapa memang sengaja dibeli untuk persediaan kondisi darurat, yang lain mungkin saja merupakan sisa obat yang diresepkan dokter pada beberapa waktu lampau. Sebagian besar orang yang menyimpan obat tentunya memiliki sumber panutan untuk menentukan apakah obat yang tersedia di rumah itu masih layak digunakan atau tidak, dan biasanya yang menjadi rujukan adalah tanggal kadaluwarsa atau expire date, yang biasanya tertera di kotak obat. Nah, tetapi kerap kali obat-obatan yang sudah digunakan tidak ditemukan lagi tulisan waktu manufaktur ataupun waktu kadaluarsanya karena sudah terobek saat penggunaan sebelumnya. Lalu bagaimana menentukan apakah obat tersebut masih layak dikonsumsi? Dan apa sebenarnya arti dari tanggal kadaluarsa itu sendiri?

expired-drugs

Menurut Guidance NHS, Sheffield Clinical Commision Group dan Berkshire East Care Home Prescribing Suppor Pharmacist, definisi dari expire date atau tanggal kadaluarsa adalah suatu waktu dimana produk farmasi (obat) sudah dalam kondisi yang tidak efektif untuk digunakan.(1,2) Dengan kata lain, obat tersebut sudah berada pada akhir masa dimana spesifikasi potensi dan parameter penting lainnya sudah tidak sama seperti pada saat awal diproduksi. Penggunaan obat yang melewati tanggal kadaluarsa akan menghasilkan kadar zat aktif obat yang lebih rendah, dapat menyebabkan ketidaknyamanan pengguna obat, atau bahkan dapat membahayakan bagi tubuh.(3) Pada obat yang telah kadaluarsa, tidak dapat dipastikan kondisi zat-zat yang aktif didalam obat tersebut. Sehingga, lebih baik untuk tidak menggunakan obat yang sudah melampaui masa kadaluarsa yang tertera pada label obat.

Namun demikian, apakah kondisi kadaluarsa hanya bergantung pada tanggal yang tertera pada label obat saja? Tanda tanggal kadaluarsa manufaktur yang tertera di kontainer obat merupakan tanggal kadaluarsa pada obat yang belum dibuka(1). Pada saat dibuka, obat sudah tidak berada pada kondisi lingkungan yang sama lagi, sehingga kemungkinan dapat terjadi perubahan-perubahan pada obat. Beberapa perubahan yang dapat terjadi pada obat adalah(3):

1. Degradasi
Tanggal kadaluarsa bergantung pada kondisi penyimpanan yang spesifik dan juga masing-masing obat memiliki kecepatan perubahan (dekomposisi) yang berbeda-beda. Sebagai contoh, obat amoksilin dalam bentuk suspensi (bubuk yang dicairkan dengan larutan) memiliki masa kadaluarsa 14 hari bila diletakkan pada temperature ruangan (25 derajat Celsius), sedangan tablet kombinasi trimetroprim/sulfametoxazol memiliki ketahanan hingga 5 tahun bila diletakkan pada suhu dibawah 30 derajat Celsius.

Yang termasuk pada proses degradasi antara lain hidrolisis, oksidasi dan degradasi oleh cahaya.(3) Namun demikian, meskipun semua faktor yang menyebabkan degradasi berhasil dikontrol (obat aman dari hal-hal yang dapat menyebabkan degradasi), pada kenyataannya degradasi pasti akan terjadi, namun dengan lebih lambat.

Hidrolisis

Kecepatan hidrolisis dipengarusi oleh keberadaan air dan dapat dikurangi dengan mengurangi paparan dengan air. Sebagai contoh, antibiotik amoksisilin memiliki beberapa bentuk sediaan, yang hampir kesemuanya pasti pernah diresepkan oleh dokter, yaitu tablet, kapsul, sirup bubuk (yang belum diberi air) dan injeksi (obat suntik). Seluruh sediaan itu paling tidak memiliki masa tenggang sekitar 2 tahun sebelum kadaluarsa. Namun demikian, setelah sirup bubuk diberi air (setelah diresepkan, tentunya obat-obatan dibuat di apotek menjadi bentuk yang dapat langsung dikonsumsi, misalnya sirup bubuk langsung dibuat menjadi sirup cair), masa tenggang obat tersebut tinggal 14 hari pada penyimpanan di suhu ruangan (25 derajat Celsius). Bila obat disimpan pada kondisi udara yang panas, maka masa tenggang obat tersebut dapat menjadi berkurang drastis hingga 7 hari saja.

Sedangkan untuk obat injeksi (obat suntik), Setelah dibuka harus langsung digunakan. Hal ini dikarenakan pada sirup yang telah dibuat cair telah dibuat sedemikian rupa sehingga pH didalam sirup cair tersebut dapat meminimalisir hidrolisis (pH buffer), sedangkan pada amoksisilin injeksi merupakan cairan tanpa adanya pH buffer.

Oksidasi dan fotodegradasi 

Sebagian obat bereaksi dengan oksigen, sehingga dengan hanya dibuka (sehingga obat berinteraksi dengan udara bebas yang mengandung oksigen) dapat menyebabkan degradasi. Biasanya, obat-obat ini akan dibuat dengan sediaan cair dalam bentuk ampul. Memang oksigen dapat berada diatas cairan yang berada di ampul, namun pada pembuatannya, oksigen ini akan ditarik keluar sehingga bagian atas cairan didalam ampul akan menjadi hampa udara.

Pada cairan injeksi, control pada pH dan dijauhkan dari cahaya dapat mengurangi oksidasi. Sedangkan pada obat berbentuk tablet, seperti chlorpromazine, bentuk penyimpanan obatnya diberi warna untuk memberi proteksi terhadap cahaya

2. Kontaminasi
Beberapa obat tetes, seperti obat tetes mata, setelah dibuka berisiko untuk terkontaminasi oleh kotoran atau bahkan bakteri/virus di udara. Oleh karena itu, disarankan untuk sebaiknya tidak mengunakan obat tetes mata bersama-sama dan setelah dibuka sebaiknya diletakkan di dalam refrigerator (kulkas) dan tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan waktu kadaluarsa terdapat perbedaan antara obat yang belum dibuka dan yang sudah dibuka, dan juga bergantung pada kondisi penyimpanan. Memang terkadang sering menimbulkan kebimbangan mengenai apakah obat yang sudah pernah dikonsumsi sebelumnya masih dapat digunakan dikemudian hari bila sakit kembali. Apabila obat telah dibuka sebelumnya, sebaiknya tidak disimpan terlalu lama dan sebaiknya diletakkan di lemari pendingin. Berikut adalah tabel waktu yang disarankan untuk penyimpanan obat yang telah dibuka sebelumnya:

Tabel Kadaluarsa yang Disarankan sejak Tanggal dibuka(1,4)

Formulasi/BentukWaktu Kadaluarsa yang disarankan setelah dibuka (kecuali di cantumkan oleh produsen obat dan masih belum mencapai tanggal kadaluarsa manufaktur)Alasan
krim/ointment1 bulanKandungannya terpapar dan dapat terkontaminasi
Krim/ointment yang dituang dari wadah yang lebih besar1 bulan atau lihat saran manufakturMemindahkan wadah dapat menyebabkan kontaminasi
Krim yang dibuat untuk individualTanyakan pada saran farmasi yang memberikanBergantung pada stabilitas produk
krim/ointment berbentuk tube3 bulanKontainer tertutup, isi tidak langsung terpapar dengan lingkungan luar
Pack penyimpan dengan pompa untuk krim/ointmentBerdasarkan simbol kadaluarsa manufakturKontainer tertutup, isi tidak langsung terpapar dengan lingkungan luar
Tablet/kapsul dalam sistem dosis monitoring (dimasukkan ke dalam wadah harian)2 bulanTidak ada tanda yang tercetak untuk MDS
Tablet/kapsul/cairan yang dimasukkan ke dalam wadah/ botol farmasi6 bulan sejak dipindahkan atau tanyakan pada saran farmasiBergantung pada stabilitas obat
Pak bagian dari tablet/kapsul yang masih pada kemasan, manufaktur pada pak aslinyaBerdasarkan tanggal kadaluarsa yang tertera. Bila tidak ditemukan, tanyakan pada farmasiKontainer tertutup, isi tidak langsung terpapar dengan lingkungan luar
Bila tidak ada tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan, ada risiko bahwa obat tersebut sudah kadaluarsa
Cairan oral pada wadah aslinya6 bulan, kecuali ditetapkan oleh manufakturPaparan cairan terhadap lingkunagn pada saat pengukuran dosis dapat menyebabkan kontaminasi
Tetes/ ointment mata, telinga, hidung1 bulan ( hingga 3 bulan untuk tetes hidung dan telinga4)Rekomendasi manufaktur
Inhaler (obat hirup)Berdasarkan tanggal kadaluarsa manufakturKontainer tertutup, isi tidak langsung terpapar dengan lingkungan luar
Insulin4 minggu untuk insulin vial dan pen, kecuali dipaparkan oleh manufakturPenutup steril sudah terbuka dan mungkin disimpan diluar pendingin

Beberapa hal penting dalam penyimpanan obat:

  • Simpan obat-obatan dalam wadah/pack aslinya
  • Simpan obat-obatan dalam kotak terluarnya, untuk melindungi dari cahaya matahari
  • Semua obat disimpan dalam suasana dingin (dibawah 25 derajat Celsius) dan tempat yang kering, kecuali diharuskan disimpan di lemari pendingin
  • Tanggal kadaluarsa dapat berubah setelah dibuka pertama kali
  • Catat tanggal pertama kali obat dibuka dan perhitungan kadaluarsa berdasarkan lama masa tenggang obat setelah dibuka dan tempelkan pada obat
  • Jangan gunakan obat yang telah mencapai tanggal kadaluarsa
  • Simpan sesuai rekomendasi manufaktur
  • Perhatikan tanggal kadaluarsa sebelum obat digunakan.
  • Cuci tangan sebelum menggunakan obat berbentuk krim/lotion
  • Obat-obatan sebaiknya digunakan hanya untuk 1 orang, terutama berbahan krim, tetes mata/telinga/hidung, dan juga lotion. Jangan menggunakan obat bersama-sama.

Titania Nur Shelly, dr.,MARS

Referensi:

  1. NHS, Sheffield clinical Commisioning Group. Good Practice Guidance for Care Homes – Expiry dates. 2013.
  2. Bilal, S. Care Home Prescribing Support Pharmacist. In: NHS, Berkshire East Good Practice Guidance 4: Expire Dates for Medication. Issue date: Dec 2012. Review date: Dec 2014.2.
  3. Dawson, M. Expiry Dates. Aust Prescr;17.1994. 46-8.
  4. NHS, Oxfordshire Clinical Commissioning Group. Good Practice GuidanceQ: Guidance on the Expiry Dates and Storage of Medicine in Care Homes (with or without Nursing). Date of Review: Nov 2014
  5. Health Quality and Safety Commision New Zealand. Medicine Expiry Dates- What do They Mean?. In: Medication Safety Watch: Issue 5, February 2013. 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *