Wanita Perlu Tahu : Cara Tepat Membersihkan Organ Intim

Memiliki organ intim yang sehat dan bebas penyakit tentu menjadi idaman setiap wanita. Tentu akan sangat tidak nyaman bila kita mengalami gatal, keputihan, atau bau yang tidak sedap pada organ pribadi tersebut. Apalagi bagi perempuan yang sudah menikah, tentu berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga. Namun, seringkali kita melakukan langkah yang salah dalam menjaga kebersihan kelamin. Ditambah lagi dengan maraknya iklan obat pembersih bagian intim, berbagai pilihan pembalut atau produk kewanitaan lainnya. Padahal, pemilihan produk yang tidak tepat dan cara pembersihan vagina yang berlebihan bisa menjadi sumber datangnya kuman penyakit. Lalu, bagaimana cara yang tepat agar daerah kewanitaan tetap terjaga kebersihannya dan terhindar dari penyakit? Mari kita simak ulasannya…

Mengenal organ intim wanita lebih dekat

Organ intim wanita yang kita kenal sebagai vagina merupakan daerah yang sensitif namun memiliki fungsi vital dalam reproduksi dan seksual. Vagina dilapisi oleh sel epitel berlapis kubus yang sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Saat memasuki masa puber, kadar hormon seksual meningkat dan kadar estrogen di vagina meningkat. Estrogen ini menyebabkan pembentukan glikogen, zat yang merangsang pertumbuhan bakteri Laktobasilus. Laktobasilus inilah yang menghasilkan asam laktat dan hidrogen peroksida (H2O2) yang berfungsi menjaga vagina dalam keadaan asam (pH 3,5-4,5). Kondisi asam ini penting sebagai pertahanan vagina dari koloni kuman penyebab infeksi seperti jamur, bakteri bahkan penyakit HIV. (1, 2)

Selain kondisi yang asam, vagina yang normal juga kerap memproduksi cairan seperti lendir terutama saat hamil, pertengahan siklus menstruasi atau selama berhubungan intim. Kandungan cairan vagina terdiri dari protein, polisakarida, asam amino, enzim dan imun. Cairan vagina ini normal apabila jernih dan tidak berbau. Cairan ini berfungsi sebagai proteksi pada vagina dan kulit kelamin. Pada wanita yang sudah menopouse, cairan vagina ini sangat berkurang sehingga menyebabkan organ intim rentan terhadap infeksi.(1, 2)

http://www.myhousecallmd.com/tag/vagina/
Organ Reproduksi Wanita

Bagaimana cara merawat organ intim yang benar?

Dalam merawat organ intim ini, kita perlu menjaga keasaman vagina dan mengenal tindakan atau produk apa saja yang dapat mengganggu lingkungan yang asam ini. Merawat organ intim dengan benar sangatlah penting karena berdasarkan penelitian pada 1057 responden di Turki menyebutkan bahwa wanita yang merawat kebersihan kemaluan dengan cara yang salah, meningalami infeksi kelamin yang lebih tinggi.(3) Pada prinsipnya ada 3 hal yang perlu diingat agar kemaluan tetap bersih : hindari iritan, jaga agar tetap kering dan hindari garukan.(4) Adapun cara merawat higienitas organ intim yang benar adalah:

Cuci kemaluan dengan cara yang benar 

  • Cuci dengan air biasa atau air hangat (suam-suam kuku) menggunakan tangan dengan cara membuka bibir vagina dan bersihkan bagian dalam secara perlahan. Jangan menggunakan air panas, waslap, scrub mandi dan sejenisnya karena bisa menyebabkan iritasi.(4-7)
  • Bila ingin membersihkan bagian depan setelah buang air besar, bersihkan bagian depan terlebih dahulu baru bagian dubur. Bila sudah bersihkan dubur, jangan kembali ke vagina karena bakteri dari dubur (E. Coli) bisa pindah ke bagian depan dan menyebabkan infeksi saluran kemih.(8)
  • Jangan menggunakan sabun kulit atau shower gel yang mengandung pewangi, busa. Sabun dengan pH alkali (basa) dapat mengganggu keasaman vagina sehingga meningkatkan resiko infeksi dan iritasi. Membersihkan kemaluan dengan sabun yang lembut tanpa pewangi dan air cukup untuk menjaga kebersihannya.(2, 4-6, 9) Lebih lengkapnya tentang produk kewanitaan bisa dibaca di sini. 
  • Keringkan bagian kulit organ intim dengan handuk atau tisue toilet yang tidak mengandung parfum dan pewarna secara lembut. Jangan gunakan tisu basah (baik tisu basah bayi maupun untuk kecantikan) dan pengering rambut/ hair dryer (4-7)
  •  Jangan menambahkan bedak, deodoran, antiperspirants (anti keringat) dan antiseptik karena dapat menghambat kelenjar keringat, iritasi sampai vagina yang terlalu kering. (2, 4-7)
  • Hindari mandi dalam posisi duduk karena dapat meningkatkan kejadian infeksi kemaluan dan saluran kemih terutama saat menstruasi dimana bukaan leher serviks meningkat. (3)

Menjaga Kebersihan Pakaian

Pemilihan dan perawatan pakaian, terutama pakaian dalam, juga amat berpengaruh terhadap kebersihan vagina. (4-7, 9)

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun 100% bukan sekedar cotton-crotch (katun yang hanya di sisi selangkangan namun diantaranya kain lain).(6)
  • Gunakan pakaian dan celana dalam yang tidak terlalu ketat. Hindari menggunakan thong (celana dalam yang kain di bagian bokongnya minimal), girdle (sejenis korset) dan jeans yang ketat untuk menghindari kelembaban daerah intim yang berlebihan. Bila terlalu lembab, infeksi akan mudah muncul, terutama jamur, dan memperparah rasa nyeri, gatal atau ruam.
  • Ganti pakaian dalam setiap hari. Bila anda mengalami keputihan, mengganti celana dalam bisa dilakukan lebih sering.
  • Ganti pakaian dalam yang basah atau celana sehabis olah raga.
  • Sesekali biarkan daerah intim tanpa pakaian dalam saat tidur untuk menjaga sirkulasi udara daerah tersebut.
  • Gunakan deterjen tanpa parfum dan pewarna pada setiap pakaian yang mungkin kontak dengan kemaluan sebanyak 1/3 – ½ dari jumlah yang disarankan per cucian akan tetap mendapatkan pakaian yang bersih tapi mengurangi jumlah residu deterjen.
  • Cuci pakaian dalam tanpa pewangi, pemutih, pelembut kain cair, atau lembaran yang dimasukkan ke dalam mesin pengering (dryer). Jika bahan-bahan ini terlanjur digunakan, rendam dan bilas dengan air jernih dan cuci dalam siklus mencuci biasa. Hal ini membantu mengurangi residu dari produk.

Memberi Perhatian Khusus Saat Menstruasi

Wanita perlu memperhatikan kebersihan kemaluannya saat menstruasi. Hal ini disebabkan saat haid jumlah bakteri Lactobacillus berkurang sehingga dapat mengurangi suasana asam pada vagina. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat wanita haid:(4-7, 9)

  • Pembalut dan tampon boleh digunakan. Bahan yang terbaik ialah yang mengandung kapas alami atau produk hipolaergenik (yang jarang menyebabkan alergi).
  • Hindari menggunakan pembalut yang dikatakan dapat mempertahankan kelembaban. Beberapa wanita mengatakan pembalut organik bermanfaat.
  • Penggunaan tampon untuk menstruasi lebih dianjurkan untuk mencegah infeksi saluran kemih karena daerah bukaan saluran kemih tetap terbuka dan kering dibandingkan bila menggunakan pembalut. Namun, pilihlah tampon yang berbahan 100% katun karena relatif lebih aman.
  • Pastikan ukuran pembalut tepat
  • Ganti pembalut secara teratur.
  • Gunakan pembalut seperlunya.
  • Hindari penggunaan pantyliner bila tidak sedang haid.
Produk Menstruasi
Produk Menstruasi

Perhatikan Juga Saat Beraktivitas Seksual

Produk yang cukup membantu saat berhubungan ialah lumbrikan, terutama pada wanita paska menopouse. Pilihlah lumbrikan berbahan dasar air tanpa pewangi bila digunakan bersama kondom. Jangan gunakan lumbrikan yang memberi rasa panas saat kontak dengan kulit. Jangan pula memilih lumbrikan berbahan dasar minyak seperti petroleum jelly dan baby oil bila digunakan bersama kondom karena dapat melonggarkan kondom. (5, 6)

Agustina Kadaristiana, dr

REFERENSI

1. Hacker NF, Gambone JC, Hobel CJ. Normal Physiology and Microecology of the Vagina. Hacker and Moore’s Essentials of Obstetrics and Gynecology. 5th ed. Philadelphia: Elsevier; 2010.
2. Gupte P, Patil S, Pawaskar R. Vulvovaginal hygiene and care. Indian Journal of Sexually Transmitted Diseases and AIDS. 2009;30(2):130.
3. Sevil S, Kevser O, Aleattin U, Dilek A, Tijen2 N. An Evaluation of the Relationship between Genital Hygiene Practices, Genital Infection Gynecology & Obstetric. 2013;3(6).
4. GENITAL SKIN CARE2013. Available from: http://www.mshc.org.au/portals/_default/uploads/fact_sheets/genital_skin_care_a4.pdf.
5. GENITAL CARE FOR WOMEN 2013. Available from: http://issvd.org/wordpress/wp-content/uploads/2012/04/GenitalCare2010.pdf.
6. Share with women. Vulvar care. Journal of midwifery & women’s health. 2012;57(3):311-2.
7. Guidelines for Vulvar Skin Care2008. Available from: http://www.mckinley.illinois.edu/handouts/vulvar_skin_care.html.
8. Brusch JL. Prevention of Urinary Tract Infections in Women 2013. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1958794-overview.
9. Genital Skin Care2014. Available from: http://www.uhb.nhs.uk/Downloads/pdf/PiGenitalSkinCare.pdf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *