Waspada Obat Aborsi Ilegal

Mommies, percayakah bahwa sekitar 2 (dua) juta tindakan aborsi terjadi di Indonesia setiap tahunnya?Angka ini amat fantastis mengingat tindakan aborsi ialah melanggar hukum. Selain itu, aborsi yang tidak aman dapat mengakibatkan masalah kesehatan bahkan kematian pada wanita yang menjalaninya. Sekitar 14-16 % kematian akibat aborsi yang tidak aman terjadi dari total Angka Kematian Ibu di Asia Tenggara. Meskipun begitu, masih banyak terjadi pengguguran kandungan secara ilegal. Bahkan, saat ini marak berbagai situs, blog, dan akun media sosial yang menjual Obat Aborsi secara online dengan klaim obat tersebut aman dan ‘resmi’. Tapi, benarkah demikian?

Pandangan Aborsi dari Sisi Hukum
Di Indonesia, legalitas tindakan aborsi diatur dalam Undang Undang no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya pasal 75 ayat 1 dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi pasal 31-35. Berdasarkan UU dan PP tersebut:

  • Setiap orang dilarang melakukan aborsi, kecuali berdasarkan indikasi kedaruratan medis, dan kehamilan akibat perkosaan.
  • Indikasi kedaruratan medis tersebut meliputi kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan ibu, dan/atau janin, dengan penentuan adanya indikasi tersebut telah dilakukan oleh Tim Kelayakan Aborsi
  • Aborsi dengan indikasi kehamilan berdasarkan perkosaan harus memenuhi kriteria:
    • Usia kehamilan : paling lama berusia 40 hari dari hari pertama haid terakhir dan sesuai dengan kejadian perkosaan
    • Ada keterangan penyidik, psikolog, atau ahli lain mengenai dugaan perkosaan
  • Ketentuan pelaksanaan aborsi
    • Dilakukan oleh dokter sesuai dengan standar dan di fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat
    • Atas permintaan atau persetujuan perempuan hamil dan dengan izin suami (kecuali korban perkosaan)
    • Tidak diskriminatif dan tidak mengutamakan imbalan materi

Berdasarkan penjabaran di atas, penjualan obat aborsi online tentu saja melanggar hukum. Tindakan aborsi dari obat tersebut tidak disertai indikasi yang jelas, tidak dilakukan oleh tenaga medis, dan tidak dilakukan di fasilitas kesehatan yang sesuai standar. Hukuman yang dapat diterima oleh penjual, pembeli dan pelaku aborsi dapat mencapai 7 (tujuh) tahun penjara.abortion

Bahaya Obat Aborsi yang Dijual Bebas

Tingginya angka kehamilan yang tidak diharapkan dan terbatasnya legalitas aborsi di Indonesia memicu munculnya penjualan obat aborsi online. Transaksi jual-beli obat aborsi online tentu saja melanggar hukum, dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara. Paket obat yang ditawarkan merupakan obat keras yang memiliki berbagai efek samping yang kerap tidak diberitahukan kepada pelanggan mereka. Tanpa pengawasan medis, aborsi dengan obat yang diperoleh secara ilegal berisiko membahayakan kesehatan dan nyawa. Beberapa obat tersebut ialah:

Bahan Aktif

Mekanisme Kerja

Efek Samping

Misoprostol

Meningkatkan kontraksi otot-otot rahim sehingga leher rahim membuka akibat terdorong janin.

Diare, nyeri perut, sakit kepala, reaksi alergi, anemia, gangguan irama jantung, nyeri dada, kembung, perdarahan saluran cerna, pendengaran terganggu, serangan jantung, mual, ruptur (pecah) rahim, gangguan penyumbatan pembuluh darah.

Mifepristone

Menghalangi kerja progesteron (hormon kehamilan) sehingga leher rahim melunak dan membuka, aliran darah ke bantalan ari-ari (desidua) terhenti, kantung janin terlepas dari dinding rahim, dan otot-otot rahim berkontraksi untuk mengeluarkan janin.

Nyeri perut hebat,mual, nyeri kepala, muntah, diare, pusing, nyeri punggung, anemia, perdarahan rahim, infeksi virus, nyeri lambung, gangguan tidur, radang vagina, gangguan cemas, pingsan, nyeri tungkai, keputihan, nyeri panggul, radang sinus, lemah-letih-lesu

Jadi, waspadalah dengan obat aborsi ilegal yang dapat menjerat Anda ke ranah hukum juga membahayakan nyawa. Bila ada yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, alangkah bijaksana bila minta dukungan keluarga dan melakukan konseling kepada pihak ahli seperti tim medis, pemuka agama, psikolog, atau polisi. Semoga bermanfaat.

Rizki Cinderasuci, dr.

11/12/2015

Sumber :

  1. Sedgh G, Ball H. Abortion in Indonesia. Pubmed-Allan Gutmacher Institute. 2008 Sep;(2):1-6. [PubMed].
  2. Tansil, A. Jual Obat Aborsi Paling Ampuh Menggugurkan Kandungan. 2014 Jul. [Obat Aborsi Medis].
  3. Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta. Peraturan Pemerintah nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. 2014 Jul.
  4. Hukum dan Aborsi.[Aborsi]
  5. Baird DT. Mode of action of medical methods of abortion. J Am Med Womens Assoc. 2000;55(3 Suppl):121-6. [Medline].
  6. Christin-Maitre S, Bouchard P, Spitz IM. Medical termination of pregnancy. N Engl J Med. Mar 30 2000;342(13):946-56. [NEJM]
  7. Zhou W, Sorensen HT, Olsen J. Induced abortion and subsequent pregnancy duration. Obstet Gynecol. Dec 1999;94(6):948-53. [PubMed]
  8. Wilhite, M. et al. Psychological responses of women after first-trimester abortion. Archives of General Psychiatry. 2000; 57: 777–784 [PubMed]
  9. Andrew and Boyle, 2003Andrew, J. and Boyle, J.S. African American Adolescents experiences of unplanned pregnancy and elective abortion. Health Care for Women International. 2003; 24: 414–433. [PubMed]
  10. Kahn JG, Becker BJ, MacIsaa L, et al. The efficacy of medical abortion: a meta-analysis. Contraception. Jan 2000;61(1):29-40. (ISSN: 0010-7824). [Contraception]